
Masih didalam ruang kesadaran Evan.
Tampak Elemen Kegelapan yang masih menggenggam tangannya.
"Kelelawar kecil ingin bermain-main dengan kita, dasar cari mati!" kata Elemen Kegelapan didalam ruang kesadaran Evan.
"Hahaha!, Kakak Kegelapan memang hebat, hanya dengan satu tangan saja sudah dapat menghancurkan Jiwa Iblis Kelelawar Darah!" kata Evan menyanjung Elemen Kegelapan.
"Kamu pintar sekali menjilat, ini untukmu, seraplah maka pelatihan Jiwa milikmu akan meningkat!" kata Elemen Kegelapan memberi Evan sebuah batu kecil berbentuk bulat berwarna merah darah.
Kemudian Evan pun dengan senang hati menerima batu bulat pemberian Elemen Kegelapan, namun Evan masih tampak penasaran dengan batu bulat kecil tersebut.
Dan dari pada merasa penasaran, Evan pun mencoba bertanya.
"Batu apa ini?, kenapa jika aku menyerapnya maka akan bisa meningkatkan kekuatan Jiwa milikku?" tanya Evan kepada Elemen Kegelapan.
"Hadeeh!..., kenapa kita punya murid sebodoh ini, bahkan Batu Jiwa Iblis saja tidak tahu!" kata Elemen Kegelapan merasa pasrah.
Dikatakan bodoh oleh Elemen Kegelapan, Evan pun merasa tidak terima.
"Hei Hei Hei..., aku hanya tidak tahu batu apa ini kenapa malah menganggapku bodoh?, jika tahu begini aku tidak akan bertanya!" ujar Evan merasa sebal kepada Elemen Kegelapan.
"Haahh.., nasib nasib!" ucap Elemen Kegelapan menghela nafasnya dan mengelengkan kepalanya.
Kemudian dari pada Evan terus merasa penasaran dan bersifat menyebalkan, Elemen Kegelapan pun menjelaskan apa itu Batu Jiwa Iblis kepada Evan.
" Batu Jiwa Iblis adalah batu yang didalamnya terdapat sebuah kekuatan dari Jiwa seekor Hewan Iblis yang terkurung didalamnya, contohnya adalah Batu Roh ini, didalam batu Roh ini berisi kekuatan Roh dari Iblis Kelelawar Darah yang tadi aku tangkap, walaupun sudah sedikit cacat karena tadi aku remas sedikit, tetapi akan tetap sangat berguna untuk kamu yang kekuatan Jiwanya masih lemah!" ujar Elemen Kegelapan menjelaskan kepada Evan.
"Oooh jadi batu bulat kecil ini namanya batu Jiwa Iblis, aku sekarang mengerti, terima kasih Kakak Kegelapan!" ucap Evan yang merasa senang.
Kemudian sambil menggenggam Batu Jiwa Iblis ditangannya, Evan pun duduk bersila dan bersiap untuk menyerap Batu Jiwa Iblis.
Sementara itu diluar tampak tubuh Evan juga ikut duduk bersila sambil memejamkan matanya.
Kemudian Evan pun menyerap kekuatan jiwa dari Batu Jiwa Iblis yang berasal dari Jiwa Iblis Kelelawar Darah yang tadi ditangkap oleh Elemen Kegelapan.
Sementara itu Elemen Petir dan Elemen Kegelapan tampak sedang melihat dan menunggu Evan.
__ADS_1
"Apa yang sedang dilakukan oleh Evan?" tanya Elemen Tanah yang tampak sedang melipat kedua tangannya didepan dada.
"Mungkin dia ingin menerobos tingkatan!" jawab Elemen Petir dengan singkat.
Setelah beberapa saat kemudian Evan pun telah menyerap seluruh kekuatan Jiwa yang ada pada Batu Jiwa Iblis.
Setelah Evan berhasil menyerap Batu Jiwa Iblis Evan tidak hanya berhasil meningkatkan kekuatan jiwanya ke tingkat tiga, tetapi juga berhasil meningkatkan pencapaian kultivasinya ke Tingkat Kaisar Level Lima.
"BOOMM!!" ledakan terobosan Evan mengeluarkan Energi besar yang menjulang tinggi ke langit.
Ledakan terobosan Evan membuat Elemen Petir dan Elemen Tanah yang berada didekatnya pun sontak terkejut.
Ledakan terobosan dengan energi besar yang menjulang tinggi ke langit membuat semua orang yang ada didalam markas melihatnya dari kejauhan.
Setelah melakukan terobosan, Evan yang masih duduk bersila pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan sambil membuka matanya secara perlahan.
"Evan, kamu tidak apa-apa?" tanya Elemen Petir merasa sedikit khawatir kepada Evan yang tadi sempat dirasuki oleh Jiwa Iblis Kelelawar Darah.
"Aku tidak apa-apa" jawab Evan yang kemudian bangkit berdiri tegak.
"Bagaimana dengan Jiwa Iblis Kelelawar Darah yang masuk kedalam tubuhmu tadi?" tanya Elemen Tanah yang penasaran dengan nasib Jiwa Iblis Kelelawar Darah didalam tubuh Evan.
"Hahaha..., dasar Iblis bodoh, ingin masuk ketubuh orang tapi tidak dilihat dulu siapa didalamnya!" ujar Elemen Tanah.
Karena urusan bertarung sudah selesai, Evan pun kemudian membatalkan jurus Bayangan Tubuh Pengganti Pembagian Elemen, yang kemudian para Elemen pun kembali masuk kedalam tubuh Evan.
Setelah Evan membatalkan Jurus Pembagian Elemen, Tidak lama kemudian Ruyin Li, Tang Chen dan orang-orang yang telah terbebas dari Jurus Pengendali Jiwa dan Roh datang menghampiri Evan.
Ketika sampai mereka semua sangat terkejut melihat kekacauan akibat bekas pertarungan Evan yang begitu mengerikan.
"Evan selamat karena berhasil menerobos level, ledakan terobosan tadi pasti adalah milikmu!" kata Ruyin Li sambil tersenyum.
"Yah, terima kasih!" ucap Evan dengan senang hati.
Namun tiba-tiba semua orang yang telah diselamatkan oleh Evan dari kendali si Pria Paruh baya, semuannya langsung berlutut dan memberi hormat kepada Evan.
"Terima kasih Tuan Penyelamat, kami semua sangat berhutang budi padamu!, tanpa Tuan Penyelamat dan Kedua teman Tuan Penyelamat, mungkin kami semua sampai sekarang masih sedang dikendalikan oleh bajingan keji itu!" kata salah satu orang yang mewakili semua orang.
__ADS_1
"Sama-sama, itu memang sudah seharusnya, sekarang aku ingin bertanya kepada kalian, dimana para anak-anak yang sebelumnya kalian tangkap?" tanya Evan kepada orang-orang tersebut yang masih tampak berlutut kepadanya.
"Semua anak-anak yang kami tangkap yang belum dijadikan tumbal, semuannya masih berada dipenjara darah, akan tetapi kami tidak tahu apa yang dilakukan oleh si bajingan itu ,hingga membuat para anak-anak itu seperti menjadi orang linglung dan bodoh!" kata salah seorang menjawab Evan.
"Kalau begitu tolong tunjukan jalannya ke Penjara Darah, aku ingin menyelamatkan para anak-anak itu!" kata Evan kepada orang tersebut.
Kemudian orang-orang tersebut pun mengantar Evan dan teman-temannya ke penjara Darah tempat dikurungnya semua anak-anak yang ditangkap oleh Organisasi Harimau Api.
Setelah sampai ke Penjara Darah.
Evan, Ruyin Li, Tang Chen dan satu orang dari organisai Harimau Api untuk menujukan jalan pun masuk ke dalam penjara Darah yang tampak begitu jorok dan kumuh.
Tampak didalam penjara tersebut banyak sekali anak-anak yang mati disetiap sel tahanannya, dan bau bangkai dari mayat anak-anak yang mati pun sangat menyengat dihidung mereka.
Evan yang melihat hal itu pun merasa sangat geram sambil mengepalkan tangannya dengan sangat erat dan raut wajah dingin yang menyimpan amarah, dan begitu juga dengan Ruyin Li dan Tang Chen.
"Organisasi Harimau Api ini sungguh bajingan kejam dan keji!, para anak-anak yang tidak berdosa mereka jadikan tumbal, sehabis darahnya para anak-anak ini diambil hingga habis mayatnya bukannya dikubur tetapi malah diabaikan begitu saja!" kata Tang Chen merasa sangat marah.
Mereka berempat pun terus berjalan masuk dan setiap sel tahanan yang mereka lewati pasti ada mayat-mayat dari para anak kecil yang mati kelaparan atau pun mati karena kehabisan darah.
Semakin mereka berempat berjalan masuk, semakin busuk dan jorok pula udara dan tempatnya, lantai yang sangat becek dipenuhi dengan lumpur yang bercampur dengan darah yang baunya sangatlah busuk.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka berempat pun sampai dimana tempat para anak-anak yang masih hidup berada.
Tampak wajah para anak-anak itu sangat pucat dan tubuh nereka kurus kering kerontang tidak memiliki daging.
Tampak para anak-anak itu sangat menderita dan pastinya kelaparan, bahkan dari semua anak-anak itu sudah ada beberapa anak yang sudah terbaring sakit dan mati karena kelaparan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...****************...