
Melihat itu Reya pun langsung terkejut sambil melihat ke arah Ruyin Li yang melihatnya dengan tatapan sombong.
Sedangkan para gadis yang melihat itu merasa kagum kepada Ruyin Li dan menyebut Ruyin Li sebagai gadis muda cantik yang berbakat. Sedangkan untuk Reya, para gadis itu memandang rendah Reya dan menyebut sebagai gadis yang tidak tahu malu.
Mendengar itu Reya pun merasa sangat dipermalukan dan sangat dendam pada Ruyin Li yang mempermalukannya didepan banyak orang.
Namun kemudian Li Jianfeng tiba-tiba memegang pundak Ruyin Li.
"Adik Ruyin, hentikan, jangan menindas orang lain!" kata Li Jianfeng sambil memegang pundak Ruyin Li.
"Baik Pangeran!" kata Ruyin Li yang dengan patuh langsung menghilangkan tekanan auranya.
Kemudian Li Jianfeng melihat ke arah Reya si gadis yang ingin menggandeng tangannya.
"Kamu Reya dari kota salju Merah Darah dikerajaan Xiao bukan?, aku mengenalmu, bukankah kamu adalah tunangan Pangeran Evan?, kenapa kamu meninggalkannya dan membiarkannya berlatih sendirian dan malah datang ingin bergandengan tangan denganku?, apakah kamu tidak takut Pangeran Evan marah?" tanya Li Jianfeng kepada Reya sambil melirik ke arah Evan dengan tatapan merendahkan.
"Huh!, siapa juga yang ingin menemani si sampah itu berlatih?, aku bahkan sangat jijik melihatnya walaupun hanya sedetik!" kata Reya tanpa ragu.
Evan yang mendengar perkataan Reya hanya bisa diam dengan menundukan kepalanya, Evan mengepal tangannya dan menahan amarahnya.
"Oooh??, jadi kamu sangat membencinya?, apakah kamu tidak takut jika dia akan menggunakan status untuk menyulitkan kamu kedepannya?" tanya Li Jianfeng yang terus memanas-manasi Evan melalui Reya.
"Tentu saja aku sangat membencinya, jika nanti dia menyulitkan aku dengan memanfaatkan statusnya maka dia benar-benar hanyalah seorang sampah!" kata Reya dengan lugas.
Mendengar itu, Li Jianfeng pun merasa sangat senang dan sangat puas sambil melihat Evan yang tampak sedang menahan amarahnya.
"Baiklah karena kamu sangat tidak ingin bersamanya maka kamu boleh ikut denganku!" ujar Li Jianfeng kepada Reya.
Mendengar itu Reya pun merasa sangat senang.
"Benarkah?, terima kasih Kakak Jianfeng!" ucap Reya dengan sangat senangnya.
"Kalian semua juga boleh ikut denganku!" kata Li Jianfeng kepada para tunangan Evan.
Para tunangan Evan semuannya sangat senang untuk ikut dengan dengan Li Jianfeng, akan tetapi Evan tidak ingin membiarkannya.
"Tidak Boleh!, kalian berlima harus tetap disini temani aku berlatih!, jika tidak aku akan mengadu kepada Ayah dan Ibuku!" kata Evan yang mengancam para tunangannya.
Mendengar ancaman itu, seketika para tunangan Evan merasa sangat kesal dan semakin membenci Evan, sedangkan Li Jianfeng semakin senang dan tersenyum melihat Evan yang akhirnya mengeluarkan amarahnya.
"Humm..., maaf, sepertinya aku tidak bisa membawa kalian pergi sekarang, sayang sekali!" kata Li Jianfeng dengan lembut kepada para tunangan Evan.
"Pangeran, sebenarnya juga tidak apa-apa jika mereka tidak ikut denganmu, mereka hanyalah tunangan si sampah pasti mereka jugalah sampah!, jadi kita tidak perlu repot-repot membuang waktu dengan mereka!" ujar Ruyin Li sambil melihat ke arah Reya dengan tatapan merendahkan.
"Kau gadis busuk!, jaga mulut kotormu!" kata Reya yang merasa marah.
"Heh!, dasar gadis sampah rendahan!, kamu memang sangatlah cocok dengan Evan si pecundang sampah itu!" kata Ruyin Li terus menghina dan merendahkan.
"Hahaha! benar juga, gadis sampah menemani pria sampah memanglah lebih cocok, kalian berlima jangan ikuti aku lagi atau aku akan ketularan menjadi sampah juga Hahaha!..." tawa Li Jianfeng berjalan pergi menjauh meninggalkan Reya dan para Tunangan Evan yang lainnya.
"Hahaha..., sebaiknya kalian tahu diri, dasar para gadis tidak tahu malu, sudah mempunyai tunangan tetapi masih ingin mengejar Pangeran Li Jianfeng, terkhususnya kau gadis sampah!" kata Ruyin Li kepada Reya dan kemudian berbalik badan menyusul Li Jiangeng pergi.
__ADS_1
Melihat Pria yang dikagumi oleh mereka pergi dan juga telah dipermalukan oleh Ruyin Li, mereka pun merasa sangat marah.
"Sial, Kakak Jianfeng pergi begitu saja, aku bahkan belum sempat menyentuhnya!"
"Gadis sialan itu, aku sangat ingin menamparnya!"
"Jika bukan karena aku dipaksa bertunangan dengan si sampah ini, pasti aku sekarang bisa ikut dengan Kakak Jianfeng pergi!"
"Benar, semuannya adalah salah si sampah ini, jika tadi dia tidak mengancam kita, kita pasti sekarang sudah ikut dengan Kakak Jianfeng!"
Para Tunangan tersebut sangat marah dan menyalahkan semuannya kepada Evan, dan begitu juga dengan Reya yang juga kesal, gara-gara Evan yang tadi mengancam mereka, Reya jadi tidak bisa mengikuti Li Jianfeng apa lagi berdekatan dengan Li Jianfeng, Pemuda yang sangat dikaguminya.
"Gara-gara kamu, semuannya jadi berantakan!, dasar sampah tidak tahu diri!" kata Reya kepada Evan.
"Kalianlah yang tidak tahu diri!, kalian sudah menjadi tunanganku tetapi mengapa kalian semua malah ingin meninggalkan aku? dan malah ingin pergi dengan Li Jianfeng?" ujar Evan merasa kesal.
"Itu karena kau sampah!, dengar? kau Sampah!, kau hanyalah sampah! pecundang! tidak berguna!, jika bukan karena aku dipaksa oleh orang tuaku untuk menjadi Tunanganmu, aku juga tidak ingin melihatmu, bahkan sedetik pun!" kata Reya dengan suara keras memarahi Evan.
Mendengar itu seketika Evan mengeluarkan ekspresi dingin.
"Aku sebenarnya juga tidak ingin mempunyai tunangan seperti kalian, awalnya aku melihat bahwa kalian adalah gadis yang baik, tetapi sekarang aku tahu, sikap baiknya kalian bukanlah untuk ditunjukan kepadaku!" kata Evan dengan dingin.
"Heh!, sudah cukup!, aku tidak ingin melihat dirimu lagi, jika suatu hari nanti aku melihatmu lagi maka aku akan langsung memukulmu!" kata Reya berbalik badan dan langsung pergi setelah memperingati Evan.
Kemudian para tunangan Evan yang lainnya pun ikut pergi meninggalkan Evan seorang diri di Taman Istana Kerajaan.
Setelah semua orang pergi dan hanya tinggal dirinya sendiri di Taman itu, Evan pun jatuh terduduk sambil menangis mendongak melihar ke atas langit yang cerah.
"Langit?, sebenarnya apa kesalahanku?" tanya Evan meneteskan air mata sambil mendongak melihat ke atas langit.
...****************...
Tampak Evan masih mengepal tangannya sambil melihat ke arah Reya dengan tatapan lemah.
Reya yang baru menyadari kesalahnnya merasa sangat menyesal dan merasa bersalah kepada Evan.
"Reya, kenapa kamu selalu tidak adil kepadaku?, sudah jelas sekali kamu sekarang adalah tunanganku, tetapi mengapa kamu masih mengingat dia?" tanya Evan merasa lemah.
"Evan bukan seperti itu maksudku...." kata Reya merasa bersalah.
"Reya, jika misalnya aku masih sama seperti dulu apakah kamu akan menyukaiku?" tanya Evan merasa lemah dan meragukan perasaan Reya kepadanya.
Mendengar pertanyaan itu, Reya pun sontak merasa sakit hati dan menundukan kepalanya.
"Evan, apakah kamu meragukan perasaanku?, memang benar aku sudah memperlakukan kamu dengan sangat buruk dan keterlaluan, dan bahkan jika bukan karena Ririn, aku pasti tidak mungkin bisa menjadi calon istri kamu seperti sekarang ini, tetapi bisakah kamu memberiku kesempatan?, kumohon percayalah padaku bahwa aku benar-benar mencintaimu dengan tulus!" pinta Reya merasa sedih dengan pertanyaan Evan yang meragukan perasaannya.
Dengan sangat sedih dan berharap, Reya yang duduk memeluk Evan.
"Aku mohon maafkanlah aku, aku tidak bermaksud mengungkit masa lalu, aku menyesal!" kata Reya sembari menangis.
Namun Evan yang sudah mengingat kejadian masa lalu tetap tidak bergeming walau Reya sudah memohon sambil menangis.
__ADS_1
Dengan ekspresi dingin Evan mendorong dan melepaskan pelukan Reya kepadanya dengan perlahan.
Seketika Reya menjadi semakin sedih. "Evan, apakah kamu masih tidak percaya dengan perasaanku?, sudahlah aku tidak apa-apa, aku mengijinkan kamu menikahi Ruyin Li, lagi pula aku juga tidak penting dikehidupanmu, aku hanyalah benalu dimasa lalu hingga sekarang untukmu!" kata Reya tersenyum sambil menangis.
Melihat itu Evan hati Evan pun sedikit luluh dan melunak.
"Maaf, aku tadi marah sesaat, aku hanya tidak ingin calon istriku mengungkit pria lain, jujur saja aku merasa cemburu!" kata Evan dengan lemah lembut.
Kemudian Evan berlutut dihadapan Reya yang sedang duduk di atas tempat tidurm
"Maaf, sudah meragukan kamu, aku bersalah, aku mohon kamu jangan menangis lagi!" pinta Evan sambil mengusap pipi Reya yang dibasahi oleh air mata.
"Baiklah aku tidak akan menangis lagi, tetapi kamu harus berjanji tidak boleh meragukan perasaanku lagi, aku sangat mencintaimu Evan!" pinta Reya.
"Yah, aku berjanji, aku percaya padamu!" ucap Evan dengan senang hati sambil mencium kedua tangan Reya.
Mendengar itu Reya pun merasa senang dan bahagia.
"Evan, aku ingin meminta sesuatu kepadamu. bolehkah?" tanya Reya yang hendak mengajukan permintaan.
"Katakanlah, aku pasti akan berusaha mengabulkannya!" kata Evan dengan lembut.
"Evan cium aku!" pinta Reya yang seketika mengejutkan Evan.
"Jika kamu benar mencintaiku dan percaya padaku maka cium aku!" pinta Reya memaksa Evan.
"Tetapi Reya tiga hari lagi adalah hari pernikahan kita!" ujar Evan yang hendak menolak.
Namun kemudian tiba-tiba Reya mencium bibir Evan dan menariknya naik ke atas tempat tidur.
"Aku sangat mencintaimu Evan, aku merindukanmu!" pinta Reya yang sedang dibawah tubuh Evan.
Evan menelan air liarnya melihat belahan dada Reya yang sangat meggoda.
Kemudian Reya mencium Evan lagi dan menarik Evan ke dalam pelukannya.
"Evan, apakah kamu tidak menginginkan aku?" tanya Reya menggoda dan membuka pakaiannya hingga tubuh bagian depannya terlihat dengan jelas.
Melihat Reya yang sudah menggodanya, Evan pun tidak ingin menahan diri lagi.
Dengan sangat agresif Evan mencium bibir Reya dan turun hingga ke dada, sedangkan tangan kiri Evan mengerayangi tubuh tubuh Reya.
Reya yang merasa panas mendekap dan memegang kepala Evan yang menciummi tubuhnya sambil membantu Evan membuka pakaian mereka.
Dan setelah itu akhirnya di SKIP, tutup kelambu dan tidak kelihatan 😊😜
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................