KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 165 : Perang Mulai Memanas


__ADS_3

Tengah malam dikamar Ririn....


Tampak Ririn yang sudah tertidur, tiba-tiba sebuah bayangan seseorang menutupi dirinya.


Ririn yang tersadar dengan cepat langsung menyerang Orang itu.


"TAP!" namun orang itu menangkap tangan Ririn dengan sangat mudahnya.


"EVAN!?" ucap Ririn setelah melihat wajah orang itu.


"Maaf, aku mengganggumu yah..." kata Evan dengan lemah lembut.


"Tidak, kamu kenapa datang ke kamarku secara diam-diam?, kenapa tidak mengetuk pintu saja?, membuatku jadi waspada saja!" ujar Ririn sembari duduk ditempat tidur.


"Jika aku datang secara terang-terangan, ketiga wanita itu pasti akan langsung heboh dan menggangguku!" jawab Evan.


"Ooh..." Ririn diam tersenyum.


"Aku kesini hanya ingin melihat kamu saja!" ucap Evan mengusap kepala Ririn dengan lembut.


"Apa kamu tidak bisa tidur makanya datang kesini?" tebak Ririn.


"Iyah, aku sangat merindukan kamu" jawab Evan yang kemudian duduk disamping Ririn.


Ririn bersandar dibahu Evan.


"Ririn, untuk masalah tadi kenapa kamu menyetujui mereka?, Kenapa kamu rela membagikan diriku dengan wanita lain?, apa kamu tidak mencintaiku?" tanya Evan yang tampak tidak senang.


"Hmm..., Aku tentu saja mencintaimu, aku hanya tidak ingin dikatakan sebagai pacar yang egois, aku hanya ingin membuatmu senang, bukankah Pria-pria lain senang jika mereka punya banyak wanita disamping mereka?" ucap Ririn pada Evan.


"Ririn kenapa kamu sangat polos?, aku tidak peduli kamu egois, aku tidak perlu banyak wanita atau istri, aku hanya mau kamu saja sebagai wanitaku!" ucap Evan memegang wajah Ririn.


"Kamu tidak suka?, aku pikir kamu akan senang...." Ririn menundukan kepalanya.


"Iyah" jawab Evan mengangguk pelan.


"Kenapa?, apa kamu tidak suka punya banyak istri cantik?, aku pikir kamu akan senang jika kamu memiliki banyak istri, bukankah kamu juga menyukai mereka?." kata Ririn dengan polosnya.


"Bukan masalah aku suka atau tidak...." Ririn menghentikan kalimat Evan dengan jarinya.


"Ssst..., aku tau kamu juga menyukai gadis-gadis itu, Evan aku mengijinkan kamu menikahi banyak wanita, memiliki banyak istri dan punya banyak anak dari banyak wanita!" kata Ririn.


"Tetapi aku punya dua syarat, pertama aku ingin jadi istri pertama dan seseorang yang paling kamu cintai, Kedua adalah semua pernikahanmu harus melalui persetujuanku!." kata Ririn mengajukan persyratan.


"Tapi Ririn..." Evan tetap tidak senang.


"CUP!" Ririn menghentikan kalimat Evan dengan ciuman.

__ADS_1


"Evan, bukankah kamu bilang kamu percaya padaku?, jika kamu percaya aku mohon jangan menolak niat baikku, bukankah bagus punya wanita yang sepertiku?" ujar Ririn dengan wajah tersenyum.


"Baiklah aku percaya padamu!, kamu memanglah wanitaku yang paling aku cintai!, intinya jangan tinggalkan aku jika kamu marah" pinta Evan.


"Iyah baiklah, aku ngantuk ingin tidur, kamu tidak kembali ke kamarmu?" tanya Ririn.


Tiba-tiba Evan dengan cepat menarik dan memeluk Ririn ke ranjang hingga mereka berdua terbaring saling menghadap.


"Aku akan tidur disini denganmu!" kata Evan memeluk Ririn dengan sangat dekat.


"Tapi ini tidak baik, jika nanti terlihat orang lain maka kita harus bagaimana?" kata Ririn.


"Kenapa harus peduli dengan orang lain?, jika mereka tidak senang maka biarkan saja, bukankah hanya tidur dengan calon istri? jika terjadi sesuatu maka kita hanya perlu menghilangkan kata 'Calon' nya saja, maka semuannya akan beres!" jawab Evan dengan wajah tersenyum.


"Ririn aku tidak bisa tidur karena aku merindukanmu, aku juga lelah dan penat, biarkan aku tidur denganmu yah..." pinta Evan dengan manja.


"Kenapa kamu hanya menunjukan sikap manja kamu yang seperti ini padaku, jika Cao Cao melihat kamu yang seperti ini apa kamu tidak malu sebagai kakaknya?" ujar Ririn


"Hmmm......" Evan hanya diam bermanja pada Ririn.


"Yasudah kamu tidurlah" ucap Ririn dengan lembut.


Kemudian mereka berdua pun tidur berpelukan.


Keesokan Harinya, dimarkas militer, Evan dan semua teman prianya dan Reya sebagai wanita sendiri berkumpul, mereka sedang berdiskusi mengenai rencana perang dengan Negara Mo.


"Jawab Jenderal, pasukan Nanzhou sudah siap untuk bertahan jika ada gelombang serangan lagi dari Pasukan Negara Mo!" jawab Zhang Pin.


"Pasukan Serigala juga siap untuk berperang!"jawab Wolf.


"Kavaleri Pasukan kuda darah juga telah siap!"jawab Reya.


Kemudian seorang prajurit datang melapor kepada Evan.


"Jenderal Lapor!, pasukan Negara Mo datang menyerang lagi!, kali ini jumlah mereka jauh lebih besar dari sebelumnya!" kata Prajurit tersebut melapor pada Evan.


"Sepertinya mereka sangat tidak sabar, karena musuh tidak sabar maka ayo kita antar mereka ke Neraka!" ujar Evan.


"Tetap pada Rencana, sebagian pasukan tetap berjaga di kota Yinzhou dan sebagian lagi ikut berperang di kota Yanzhou!, Bergerak!" perintah Evan.


Benteng Kota Yanzhou.....


"Luo Bai-Tang Chen!, kalian berdua komando prajurit yang ada disini!, jaga benteng jangan sampai ada satu orang pun yang berhasil masuk ke dalam kota!" perintah Evan.


"Baik" jawab Zhang Pin dan Tang Chen.


Kemudian Tampak dari kejauhan pasukan besar Negara Mo datang menyerbu menuju ke arah kota Yanzhou dengan cepat hingga membuat pasir-pasir berterbangan diudara.

__ADS_1


"Sepertinya serangan mereka kali ini sungguh ingin merebut Nanzhou, ini adalah pasukan besar!" kata Luo Bai.


"Jumlah musuh sepertinya lebih dari 50 ribu prajurit!, sedangkan kita hanya 30 ribu, apakah yakin kita menang mutlak?" kata Reya memperkirakan.


"Hanya menang jumlah saja, maka akan aku bantai mereka!" ujar Evan dengan percaya diri.


"Reya kau pimpin Kavaleri menyerang tengah pasukan Negara Mo, kacaukan formasi mereka!, Sea Lin, Ray, dan Paman Qian Ji pimpin pasukan serang bagian kiri, Wolf ikut aku serang bagian Kanan!" perintah Evan.


"Pasukan Serigala ikut aku serang sisi Kanan!" seru Wolf memberi perintah pada pasukannya.


"Kavaleri Kuda Darah Ikuti Aku, SERANG!" seru Reya memimpin pasukannya.


Dengan cepat pasukan Kavaleri menyerang pasukan Negara Mo, Pasukan kuda darah berteriak untuk membakar semangat dan memacu keberanian pasukannya.


"Pasukan Serigala Bantai Musuh! Habisi Pasukan Negara Mo, SERAANG !!" teriak Evan dengan lantang.


Pasukan Evan juga ikut menyerang, mereka membagi pasukan menjadi dua, dengan sorakan yang menggtarkan jiwa mereka pun menyerang Pasukan Negara Mo.


Disisi Lain pasukan Negara Mo juga bersorak dengan keras, dengan kecepatan penuh menyerang menuju Benteng kota.


"Seluruh Pasukan Seraang !!, Bunuh Semua Musuh!" seru sang Jenderal pasukan musuh dengan lantang.


......................


Sambil berlari Evan membelah diri menjadi enam, dengan Evan menggunakan Elemen Petir dan Kegelapan.


Evan sambil berlari memegang gagang pedangnya, Evan mengumpulkan Energi petir pada pedang dan tubuhnya.


Evan menghentikan langkahnya dan memasang kuda-kuda dan Energi petir dalam tubuhnya pun meluap-luap keluar dari tubuhnya.


"Langkah Kilat Surgawi, Tebasan Petir Membelah Langit!"


Evan pun langsung melesat seperti cahaya menuju pasukan musuh, tampak sebuah kilatan cahaya dengan vertikal yang panjang melesat dipasukan musuh.


"SWAAASSH !!" Evan berhenti diantara para musuh dengan tubuh mengeluarkan Energi Petir.


"BAAAM !" sebuah ledakan pun membunuh banyak musuh sekaligus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2