
Disaat Para Elemen sedang memperhatikan dirinya, kemudian Evan mengatakan sesuatu yang membuat Para Elemen seketika merasa terkejut.
"Kakak Elemen, ada yang ingin aku tunjukan satu hal lagi pada kalian, aku harap kalian jangan terkejut melihatnya!" kata Evan pada Para Elemen yang berada didalam lautan spiritual nya.
Mendengar perkataan Evan yang ingin menunjukkan sesuatu hal, yang pastinya akan membuat mereka semua merasa terkejut, seketika Para Elemen mempersiapkan diri mereka agar tidak terkejut saat melihat Evan menunjukan sesuatu itu kepada mereka.
Kemudian Pedang yang berada ditangan Evan tiba-tiba meledakan energi petir yang sangat kuat, hingga energi petir tersebut menyelimuti dan menutupi pedang yang berada ditangan Evan.
Dan tentu saja, yang melakukan semua itu adalah Evan. Evan menyalurkan energi spiritual Elemen Petir miliknya ke pedang yang ia pegang, hingga energi petir tersebut menyelimuti dan menutupi pedang yang berada ditangannya.
Melihat itu Para Elemen cukup merasa terkejut, namun mereka menganggap bahwa hal yang ditunjukkan oleh Evan kepada mereka adalah hal yang wajar dan tidak terlalu mengejutkan, karena bagaimanapun sebelumnya Evan juga pernah melakukan hal itu saat berada di Istana Kerajaan Mo.
Akan tetapi, sesaat kemudian Evan mengubah energi petir yang menyelimuti pedang yang berada ditangannya menjadi energi api yang sangat kuat dan membara.
Evan tidak hanya dapat mengubah energi yang menyelimuti pedang dari energi elemen petir menjadi elemen api, tetapi Evan dapat mengubah energi yang menyelimuti pedang yang ada di tangannya dengan sesuka hatinya. Dari energi elemen petir menjadi elemen api, dari energi elemen api menjadi Elemen air, dari elemen air menjadi elemen angin, dari elemen angin menjadi elemen kegelapan, dan begitu terus sampai Evan mencoba semua Elemen yang telah dibangkitkan oleh-nya.
Melihat apa yang ditunjukkan oleh Evan kepada mereka, seketika Para Elemen kini benar-benar dibuat sangat terkejut dan takjub oleh Evan. Para Elemen tidak menyangka kalau Evan dapat dengan mudah mengubah energi spiritual yang ditransfer ke pedang yang berada ditangannya dengan sesuka hati.
"Ini sungguh sangat luar biasa, mungkin di seluruh alam semesta hanya kamu yang dapat melakukannya!" kata Elemen Kegelapan merasa sangat senang dan takjub dengan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh Evan.
"Benar sekali apa yang dikatakan oleh Elemen Kegelapan, kamu memang seorang jenius yang sangat sulit untuk ditemukan di seluruh alam semesta ini. Mungkin kamu adalah satu-satunya orang yang memiliki kemampuan dan bakat yang sangat luar biasa ini!" kata Elemen Petir membenarkan perkataan Elemen Kegelapan, dan juga ikut merasa sangat senang dan takjub dengan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh Evan.
"Yah, sekarang kami yakin bahwa kamu benar-benar adalah seorang jenius hebat yang tidak hanya memiliki bakat, tetapi kamu juga memiliki keberuntungan yang sangat luar biasa!" kata Elemen Logam yang tidak hanya kagum dan takjub dengan bakat yang dimiliki oleh Evan, tetapi juga dengan keberuntungan yang dimiliki oleh Evan.
...****************...
__ADS_1
Keesokan harinya, di lapangan tempat latihan militer Para Prajurit Nanzhou. Disana tampak Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang telah berkumpul sesuai perintah dari Evan.
Rata-rata kekuatan Para Prajurit yang telah berkumpul dilapangan latihan tersebut adalah Tingkat Jenderal Level Delapan dan Sembilan, seperti yang telah ditentukan oleh Evan sebelumnya.
Sesaat kemudian Qiu Shen sebagai orang yang bertugas untuk mengumpulkan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam tersebut, kemudian pergi ke Kediaman Jenderal untuk memberikan laporan kepada Evan, bahwa Para Prajurit yang diminta olehnya telah berkumpul di lapangan latihan militer.
Sesampainya Qiu Shen di Kediaman Jenderal, Qiu Shen melihat Evan yang baru saja keluar dari dalam kamar salah satu Istrinya, yaitu Ran Ran. Terlihat dari pakaian yang dikenakan oleh Evan menunjukan, bahwa Evan sudah bersiap untuk berangkat berburu ke Wilayah Hutan Lembah.
Kemudian saat Qiu Shen ingin menghampiri Evan, tiba-tiba Ran Ran keluar dari dalam kamar dan menghampiri Evan yang sudah akan berangkat berburu. Melihat itu, maka Qiu Shen pun segera menghentikan langkahnya untuk menghampiri Evan.
Sementara itu disisi lain, tampak Ran Ran yang ingin melepaskan keberangkatan Evan yang ingin pergi berburu ke Wilayah Hutan Lembah bersama dengan para prajurit pasukan Gagak Malam.
"Suamiku, saat kamu berburu di Wilayah Hutan Lembah nanti, kamu harus berhati-hati dan jangan sampai terluka. Dan kamu juga harus kembali dengan utuh!" ujar Ran Ran mengingatkan Evan dengan penuh perhatian.
Mendengar perkataan Evan, kemudian Ran Ran pun tersenyum. Hingga kemudian pada saat Evan ingin pergi, Evan pun memberi kecupan terlebih dahulu kepada Ran Ran. Dan begitu juga sebaliknya, Ran Ran juga membalas ciuman dari Evan, hingga akhirnya mereka berdua saling berciuman.
Sementara itu disisi lain, tampak Qiu Shen yang melihat semua adegan yang dilakukan oleh Evan dan Ran Ran didepan pintu kamar.
"Haaiiss..., Tuan Jenderal oh Tuan Jenderal, mengapa kamu menunjukan kemesraan kalian didepan mata ku? Aku bahkan masih belum berhasil menaklukan Su Fan Ny si Cerewet itu!" batin Qiu Shen dalam hatinya yang merasa iri dengan Evan.
Sesaat kemudian, akhirnya Evan dan Ran Ran pun berpisah. Ran Ran kembali masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Evan berjalan menghampiri Qiu Shen yang sudah cukup lama menunggu dirinya.
"Qiu Shen, kamu keluarlah, jangan bersembunyi lagi!" kata Evan menyuruh Qiu Shen untuk keluar dari tempat persembunyiannya di semak-semak.
Karena sudah ketahuan, maka Qiu Shen pun segera keluar dari semak-semak dan menghampiri Evan untuk memberi laporan. Akan tetapi sebelum Qiu Shen memberi laporan kepada Evan, tiba-tiba Evan yang sebenarnya mengetahui dan menyadari keberadaan Qiu Shen, kemudian bertanya kepada Qiu Shen.
__ADS_1
"Bagaimana, sudah puas mengintip?" ujar Evan bertanya dengan raut wajah tersenyum manis pada Qiu Shen.
"Tuan Jenderal jangan salah paham, aku sama sekali tidak ada niat untuk mengintip kebersamaan Tuan Jenderal dengan Sang Istri. Aku datang kesini untuk melapor, tetapi tidak sengaja melihat Tuan Jenderal sedang bersama dengan Istri Tuan Jenderal! Aku hanya tidak ingin mengganggu saja!" kata Qiu Shen segera memberi penjelasan kepada Evan.
"Oohh...., begitukah?" kata Evan yang tidak sepenuhnya percaya pada Qiu Shen. Sedangkan Qiu Shen yang mendengar pertanyaan Evan tersebut, kemudian segera menganggukkan kepalanya.
Melihat tingkah Qiu Shen, kemudian Evan yang hanya bercanda pun tertawa.
"Ha-ha-ha..., tidak bercanda lagi! Sekarang bagaimana, apakah Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang aku minta telah berkumpul di lapangan latihan militer?" tanya Evan kembali serius.
"Menjawab Tuan Jenderal, seluruh Prajurit Pasukan Gagak Malam yang memiliki pencapaian Tingkat Jenderal Level Delapan dan Sembilan, semuanya sudah berkumpul dilapangan latihan militer sesuai perintah Tuan Jendera!" kata Qiu Shen sembari memberi hormat kepada Evan.
"Bagus, kalau begitu ayo, kita pergi ke sana!" kata Evan mengajak Qiu Shen untuk segera pergi ke Lapangan latihan militer, tempat Para Prajurit Pasukan Gagak Malam telah berkumpul.
Kemudian Evan dan Qiu Shen pergi bersama ke lapangan latihan militer tempat Para Prajurit Pasukan Gagak Malam telah berkumpul.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1