KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 193 : Alam Fantasi Tujuh Bintang #16


__ADS_3

"Bagaimana kamu bisa tahu kalau Teratai Api Emas ini sedang sangat dicari oleh Putri Negara Mo, Mo Sueyan?" tanya Evan pada Su Fan Ny.


"Apakah Tuan Jenderal tidak tahu?, sejak hari pertama Alam Fantasi Tujuh Bintang ini terbuka, putri Mo Sueyan menyebarkan pengumuman bahwa siapapun yang mendapatkan Bambu Tujuh Warna atau Teratai Api Emas maka akan diberikan hadiah yang sangat besar oleh mereka!" jawab Su Fan Ny kepada Evan.


"Pengumuman ini tersebar dengan sangat cepat ke seluruh penjuru Alam Fantasi Tujuh Bintang ini masa Jenderal Li tidak tahu?" ujar Shen Qiu bertanya dengan heran kepada Evan.


Tampak semua orang dalam kelompok Evan mengetahui dan mendengar kabar pengumuman tersebut, kecuali hanya Evan sendiri yang tidak tahu dan tidak pernah mendengar kabar pengumuman tersebut.


Mendengar itu Evan hanya diam dan menggelengkan kepalanya.


"Benar-benar tidak tahu!??" ucap mereka merasa heran melihat Evan benar-benar tidak tahu berita pengumuman tersebut.


"Astaga, kamu benar-benar ketinggalan berita!" kata Ray menepuk jidatnya.


Kemudian terdengar suara Elemen petir dari ruang kesaran Evan.


"Teratai Api Emas ini sangat berguna untuk mengembalikan pencapaian yang hilang dan menyembuhkan luka luar atau dalam yang parah, Sedangkan Bambu Tujuh Warna dapat mengeluarkan segala racun yang ada didalam tubuh dan memperkuat fondasi kultivasi!" kata Petir menjelaskan khasiat kedua tanaman obat tersebut kepada Evan.


"Aku rasa di Negara Mo ada seseorang kuat yang terluka parah dan terkena racun mematikan sehingga menyababkan Pencapaian Kultivasinya jadi menurun dan fondasi kultivasinya melemah, jadi orang ini sangat membutuhkan dua tanaman obat ini untuk menyembuhkan luka dan membersihkan Racun yang ada pada tubuhnya dan juga mengembalikan kultivasinya yang hilang (menurun) sekaligus memperkuat fondasinya kultivasinya yang melemah!" kata Petir menjelaskan panjang lebar kepada Evan.


"Hmm..., orang terkuat diNegara Mo dan yang membuat Putri Mo Sueyan bersedia mencarikan bahan obat untuknya hanya ada satu orang, yaitu Kaisar Mo Luo!" pikir Evan didalam hatinya.

__ADS_1


"Hahaha... aku sungguh beruntung!" batin Evan menyeringai.


Kemudian Evan memasukan Teratai Api Emas tersebut kedalam cincin ruang penyimpanan miliknya, dan setelah itu dia memerintahkan teman-temannya untuk mengambil dan memasukan semua harta benda yang ada ditempat itu kedalam cincin ruang penyimpanan milik mereka masing-masing.


"Kalian cepat masukan semua yang ada ditempat ini kedalam cincin ruang penyimpanan milik kalian!" Perintah Evan kepada teman-temannya.


Kemudian mereka pun memasukan semua harta benda yang ada ditempat itu kedalam cincin penyimpanan milik mereka masing-masing,


Setelah selesai memasukan Semua harta itu kedalam cincin penyimpanan mereka, mereka melihat sebuah peti mati yang diletakan di sebuah altar dan mereka semua pun menghampiri peti mati tersebut, mereka berdiri mengelilingi peti mati tersebut.


"Peti mati ini pasti berisi mayat seseorang yang sama dengan patung raksasa sebelumnya!" ujar Tang Chen menebak.


"Hanya sebuah peti mati berisi mayat saja tetapi disembunyikan dengan begitu rapi, aku merasa aneh kenapa setiap orang kuat yang mati pasti makamnya ada banyak harta berharga yang ikut dikuburkan bersamanya!" kata Sea Lin merasa heran.


Kemudian Evan pun memegang penutup peti mati tersebut dan bersiap untuk membuka peti mati tersebut.


Seketika mereka terkejut melihat Evan yang ingin membuka peti mati itu tanpa ada rasa takut sama sekali.


"Evan, apakah kamu ingin membuka peti mati ini?, apakah kamu tidak takut jika mayat didalam peti ini tiba-tiba hidup dan menerkammu?" tanya Tang Chen.


"Jika sudah mati ya tidak mungkin bisa hidup lagi, dan juga ini hanya sebuah peti mati berisi mayat saja mengapa takut?, lebih baik dibuka mana tahu ada suatu barang berharga didalamnya!" ujar Evan tanpa rasa takut.

__ADS_1


"Kamu sungguh tidak berperasaan!, peti orang mati pun tidak ingin kamu lepaskan!" ujar Ray.


"Aduh kalian ini kenapa berisik sekali?, bukankah hanya peti mati saja?" ujar Evan merasa sebal.


Evan pun bersiap membuka penutup peti sedangkan teman-temannya tampak tidak berani melihat.


"Dasar bodoh!" gumam Evan yang Kemudian membuka penutup peti mayat tersebut.


Setelah dibuka ternyata didalam peti mati tersebut tidak ada apa-apa kecuali tengkorak manusia yang masih dibungkus dengan pakaiannya yang masih utuh.


"Tuh kan Lihat!, tidak ada apa-apa didalam peti mayat ini!" ucap Evan kepada teman-temannya yang tidak berani melihat dan menutup mata mereka.


Mendengar itu mereka pun perlahan membuka mata mereka, setelah melihat bahwa didalam peti mayat tersebut tidak ada apa-apa selain tengkorak manusia dengan pakain yang masih utuh membungkus tengkorak manusia tersebut.


Namun tiba-tiba Evan merasakan sesuatu masuk kedalam ruang kesadarannya hingga membuat tersontak kaget dan diam mematung seketika.


Melihat Evan yang tampak tersentak dan kemudian kehilangan kesadarannya dengan diam berdiri seperti patung membuat Sea Lin dan yang lainnya terkejut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2