
Melihat Evan yang terluka sungguh membuat Sea Lin dan yang lainnya khawatir, mereka pun menyarankan untuk kembali jika Evan sudah pulih saja.
"Kakak Besar, luka kamu sangat parah, lebih baik kita beristirahat dulu saja disini!" ujar Sea Lin menyarankan sembari menopang Evan.
"Tidak!, jika aku beristirahat disini maka Ririn akan semangkin terluka jika menungguku terlalu lama, aku harus kembali ke Nanzhou secepatnya untuk menyelamatkan Ririn!" kata Evan.
"Tapi Kakak Besar, aku khawatir dengan kondisi tubuhmu!" ucap Sea Lin.
"Aku tidak apa-apa, jika kalian ingin beristirahat, beristirahatlah!, aku akan kembali ke Nanzhou malam ini juga!, aku bisa memulihkan diri dalam perjalanan!" kata Evan dengan tegas.
"Baiklah karena Kakak Besar sudah berkata tidak apa-apa, kami akan iku kembali ke Nanzhou bersamamu malam ini juga!" kata Sea Lin.
"Yah, kami juga tidak bisa membiarkan kamu pulang sendirian dengan keadaanmu yang seperti ini!, aku takut jika nanti ditengah jalan kamu terkena masalah tidak akan ada orang yang membantumu!" ujar Ray.
"Terima kasih semuannya, Harimau Putih tolong bantu aku!" pinta Evan kepada Harimau Putih untuk menjadi tunggangan Evan.
Kemudian harimau putih berjalan mendekat dan duduk didekat Evan, kemudian Evan yang terluka pun menaiki (menunggangi) Harimau Putih.
Kemudian Mereka pun melakukan perjalanan kembali ke Nanzhou malam itu juga.
Didalam perjalanan mereka pun memulihkan kekuatan, tenaga, dan luka mereka, dan dengan adanya banyak bahan obat yang mereka dapatkan dari Alam Fantasi Tujuh Bintang, mereka pun pulih dengan cepat.
Dua hari kemudia Evan dan yang lainnya telah sampai ke Nanzhou pada malam hari, tampak Evan berlari dengan secepat-cepatnya dan tergesa-gesa.
"Ririn, kamu harus baik-baik saja!, aku sudah pulang untuk menyembuhkan kamu!" kata Evan sambil berlari dengan tergesa-gesa.
Beberapa saat kemudian Evan pun sampai di kediaman Jenderal miliknya dan melihat Reya dan Chu Xian sedang berjalan-jalan dihalaman.
Kemudian Evan pun menghampiri Reya dan Chu Xian, Melihat Evan yang telah kembali pulang, Reya dan Chu Xian pun terkejut dengan senang.
"Evan!?" sebut Reya dan Chu Xian dengan raut wajah tersenyum gembira melihat kedatangan Evan.
"Akhirnya kamu kembali juga!" kata Reya menyambut Evan dengan sangat senang.
"Evan, mana Sea Lin dan yang lainnya?, kenapa mereka tidak kembali bersamamu?" tanya Chu Xian merasa heran.
"Mereka berlari lambat sekali, jadi aku meninggalkan mereka dibelakang, mungkin sebentar lagi mereka akan sampai sini!" kata Evan menjawab Chu Xian.
"Bagaimana keadaan Ririn?, dimana dia?" tanya Evan dengan cepat.
Mendengar pertanyaan Evan, Reya dan Chu Xian saling memandang satu sama lain.
"Kamu lihatlah sendiri dikamarnya!, sekarang dia mungkin sedang menunggumu!" jawab Reya.
"Terima kasih!" ucap Evan dan langsung berlari pergi meninggalkan Reya dan Chu Xian menuju ke kamar Ririn.
Tidak lama setelah Evan pergi Sea Lin dan yang lainnya pun sampai dan menghampiri Reya dan Chu Xian yang masih berada ditempat yang sama.
Reya dan Chu Xian betapa terkejutnya ketika melihat kedatangan Sea Lin dan yang lainnya yang datang membawa seekor harimau putih besar.
__ADS_1
Dengan perasaan yang waspada Chu Xian pun bertanya kepada mereka. "Kenapa kalian membawa Harimau kesini?" tanya Chu Xian.
"Kalian tidak perlu waspada atau takut, Ini adalah Harimau Putih milik Kakak Besar, dia tidak akan sembarang menyakiti manusia!" ujar Sea Lin menjawab Chu Xian.
"Kenapa kalian semua baru sampai?" tanya Reya.
"Calon Suami kamu itu yang terlalu cepat berlarinya!, sungguh sangat terburu-buru!" kata Ray menjawab Reya.
"Sayaang!" sebut Sea Lin dengan sangat bersemangat dan gembira hendak memeluk Chu Xian.
Namun dengan cepat dan sigap Chu Xian menghindari Sea Lin yang hendak memeluknya.
"Sayang, kenapa kamu menghindar?, tidakkah kamu tahu aku sangat merindukan kamu?" ujar Sea Lin bermanja dengan sedih.
Mereka yang melihat tingkah laku Sea Lin tidak bisa berkata-kata, mereka sangat heran dengan sikapnya yang sekarang 100% berbeda dengan saat melawan para musuh.
"Sikapnya Sea Lin ini terlalu jauh berbeda, jika didepan wanitanya sikap dia seperti anak kucing tetapi jika didepan musuh dia seperti mesin pembunuh!" batin Tang Chen melihat keanehan Sea Lin.
"Sekarang bagaimana keadaan Ririn?, apakah dia baik-baik saja?" tanya Ray kepada Reya.
"Ririn sekarang sudah sadar!" jawab Reya dengan tersenyum.
Diwaktu yang sama Evan telah sampai di depan kamar Ririn, Evan heran ketika melihat kamar Ririn tampak sepi dan tidak ada yang menjaga sama sekali.
Evan menghela nafasnya dan membuka pintu kamar, Evan terkejut ketika melihat Ririn yang sedang menyulam.
"Evan, kamu sudah pulang?" ucap Ririn dengan suara yang lembut.
"Ada apa dengan pertanyaan kamu itu?, apakah aku tidak boleh sadar?" tanya Ririn.
"Bukan begitu, tapi bukankah kamu sebelumnya pingsan dan penyakit kamu kambuh?" tanya Evan.
Ririn tersenyum. "Kamu kemarilah, aku akan menceritakannya padamu!" kata Ririn dengan wajah tersenyum.
Tiga hari lalu dikamar Ririn.
Tampak Elemen Air, Phoenix, Qinglong, dan Elemen Api bersiap untuk mengobati Ririn yang sedang terbaring kedinginan di atas tempat tidur.
"Api, akhirnya kamu kembali juga, jika kamu tidak kembali mungkin gadis ini sungguh akan mati membeku malam ini!" kata Air.
"Paman Api, apakah kamu punya cara untuk menyembuhkan ibuku?" tanya Qinglong.
"Aku punya cara untuk menekan energi dingin yang ada tubuh Ririn dan mungkin juga bisa menyadarkannya!" jawab Api dengan raut wajah serius.
"Benarkah?!" ucap Qinglong terkejut senang.
"Kamu sungguh benar-benar punya cara untuk menyadarkan Gadis ini?, bagaimana caranya?" tanya Elemen Air penasaran.
"Dengan menggabung tiga Energi Api milik kami bertiga (Phoenix, Qinglong, dan dirinya)!" jawab Elemen Api dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"Benarkah?, kamu serius!?" ucap Elemen Air tampak gembira.
"Kaisar Dewa Api memang hebat!" kata Phoenix kagum dan memuji Elemen Api.
"Paman Api terima kasih, kamu adalah penyelamat ibuku!" kata Qinglong dengan sangat gembira.
"Tetapi, setelah itu Ririn yang telah sadar tetap harus melakukan hubungan intim dengan seseorang kultivator pria berelemen api tingkat Kaisar, jika tidak dalam tujuh hari dia tetap akan mati membeku menjadi patung Es!" kata Api membuat suasana seketika menjadi serius kembali.
Kembali ke masa sekarang!.
"Begitulah ceritanya, sekarang walaupun aku sudah sadar aku tetap harus melakukan hubungan tersebut dengan seorang pria Elemen, maaf Evan, sepertinya aku tetap akan pergi meninggalkan kamu!" kata Ririn dengan sangat sedih.
"CUP!" Evan dengan cepat menarik kepala Ririn dan mencium Ririn.
"Kamu tidak boleh meninggalkan aku!, aku tidak akan membiarkan kamu pergi meninggalkan aku, selamanya!" kata Evan dengan wajah yang sangat dekat dan mata yang saling menatap.
"Tapi Evan...." kata Ririn dengan menunduk sedih.
Evan menarik wajah Ririn dan menciumnya lagi.
"Sekarang aku telah mencapai Tingkat Kaisar!, sekarang aku sudah bisa menyembuhkan dan menghilangkan kutukan Teratai Sembilan Kelopak milikmu!" kata Evan memegang dan menatap wajah Ririn.
Ririn yang mendengar hal tersebut pun tertegun sembari menatap wajah Evan yang penuh keseriusan.
Kemudian Evan pun membatalkan Jurus Pembagian Elemen khusus pada Elemen Api.
Tampak Elemen Api yang sedang bersama dengan Elemen Air berjaga di benteng pertahanan kita Yanzhou sembari bermain catur.
"Hahaha...., kamu kalah lagi!" ucap Elemen Air dengan bangga memenangkan permainan.
"Kamu pasti curang makanya aku kalah terus!" ujar Elemen Api tidak terima dengan kekalahannya.
"Bagaimana kalau kita main sekali lagi....." ujar Elemen Air namun tiba-tiba Elemen Api yang tadi ada dihadapannya menghilang menjadi sebuah gumpalan asap.
Elemen Api telah kembali kedalam tubuh Evan yang ingin melakukan hubungan intim untuk menyembuhkan Ririn.
Tidak terima karena tiba-tiba ditarik kembali ke dalam tubuh Elemen Api pun ingin protes, tetapi dia langsung dibungkam oleh Elemen Kegelapan.
"Kamu diam jangan protes, jika kamu berisik aku akan memberimu pelajaran!" ancam Elemen Racun pada Elemen Api dengan tatapan kejam.
Sementara itu Evan dan Ririn tengah dalam suasana yang menghangatkan.
Evan menekan Ririn ke tempat tidur sedangkan Ririn masih dalam keadaan malu dengan wajah merona.
"Evan apakah ini tidak terlalu cepat?, kita masih terlalu dini untuk melakukan hubungan seperti itu!" kata Ririn mengalihkan pandangannya.
"Tetapi aku sudah siap!, aku sudah siap menikahimu, siap menjadi suamimu, siap menjadi ayah dari anak kita, aku sudah siap segalanya Ririn!" kata Evan dengan romantis.
"Ririn, kamu jangan menolakku yah?" pinta Evan dengan lemah lembut.
__ADS_1
"Baiklah, pelan-pelan dan lembutlah!" kata Ririn melingkarkan tangannya ke leher Evan.
Kemudian Evan dan Ririn pun menutup kelambu tempat tidur dan melakukannya dengan lembut dan hangat 😍💕