KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 345 : Memberikan Energi Spiritual


__ADS_3

"Bahkan Kakak Elemen Bintang juga tidak bisa mendekati Bola Putih Transparan itu, sebenarnya sekuat apa Jiwa Petarung milikku ini?" kata Evan merasa sangat heran dan penasaran dengan Jiwa Petarung miliknya.


"Apakah kalian sungguh tidak ada yang tahu tentang bagaimana cara membangkitkan Jiwa Petarung milikku ini?, jika aku tidak bisa membangkitkan Jiwa Petarung, maka aku tidak akan bisa menerobos dan naik ke Tingkat Kaisar Emperror untuk selamanya!" ujar Evan merasa bingung dan bertanya kepada Para Elemen.


"Kamu tenang saja, walaupun kami tidak tahu bagaimana cara membangkitkan Jiwa Petarung, tetapi kami yakin kalau semua Jiwa Petarung pasti akan bangkit. Apapun Jiwa Petarung itu, mau itu sangat lemah atau pun sangat kuat pasti tetap akan bangkit, kamu bersabarlah!" kata Elemen Kegelapan kepada Evan.


Setelah mendengar perkataan Elemen Kegelapan, Evan merasa cukup tenang dan mencoba untuk bersabar menunggu Jiwa Petarung miliknya untuk bangkit.


"Baiklah, aku akan bersabar dan menunggu!" kata Evan kepada Para Elemen.


Setelah selesai mengobrol dengan Para Elemen, Evan pun ingin pergi untuk melihat Bola Putih Transparan tersebut. Sebelum Evan terbang pergi menghampiri Bola Putih Transparan, terlebih dahulu Evan menoleh dan melihat ke arah Elemen Bintang yang tampak sangat merasa kesal.


Mengetahui kalau Evan sedang melihat ke arahnya, Elemen Bintang langsung berbalik badan dan pergi dengan hati yang masih merada kesal.


Evan yang melihat Elemen Bintang merasa marah hanya bisa menghela nafas panjang.


Evan berbalik badan dan langsung terbang pergi menghampiri Bola Putih Transparan yang berada cukup jauh di atas mereka.


Sejujurnya Evan sangat merasa heran dan kurang percaya dengan ucapan Para Elemen yang mengatakan, Kalau Jiwa Petarung miliknya yang ada didalam Bola Putih Transparan telah menyerap Jiwa Dewa dan Energi Dewa milik Para Elemen.


Evan merasa tidak percaya, karena pada saat Evan mencoba mendekati Bola Putih Transparan sebelumnya, Jiwa Petarung miliknya yang ada didalam Bola Putih Transparan sama sekali tidak menyerap energi apapun darinya.


Sambil terbang menuju Bola Putih Transparan, Evan terus memikirkan Jiwa Petarung miliknya tersebut.


"Apakah benar yang dikatakan oleh Para Elemen kalau Jiwa Petarung milikku bisa menyerap Jiwa dan Energi Dewa mereka?, tetapi kenapa pada saat aku mendekati Bola Putih Transparan sebelumnya, Jiwa Petarung milikku sama sekali tidak menyerap energi apapun dariku?, dan hanya melempar Jiwaku keluar saja?" batin Evan merasa sangat heran dan penasaran dengan Jiwa Petarung miliknya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian akhirnya Evan sampai tepat didekat Bola Putih Transparan, Evan menghadap dan melihat Bola Putih Transparan dengan teliti.


Evan yang penasaran dengan ucapan Para Elemen, langsung mencoba untuk mendekati Bola Putih Transparan yang ada dihadapannya.


Evan bergerak maju mendekati Bola Putih Transparan tersebut, dan benar saja apa yang dipikirkan oleh Evan, selain kekuatan gelombamg penolakan yang dikeluarkan oleh Jiwa Petarung untuk menghalangi Evan mendekat, Jiwa Petarung sama sekali tidak menyerap energi apapun dari Evan.


Evan yang sudah mengetahui kebenarannnya langsung terbang mundur dan kembali ke tempat awalnya, dari pada nanti Jiwa Petarung mengeluarkan gelombang kekuatan yang sangat kuat lagi dan melemparkan jiwa Evan, hingga keluar dari lautan spiritual.


Evan kembali ke tempat awalnya, setelah itu Evan kembali melihat Jiwa Petarung yang ada didalam Nola Putih Transparan dengan teliti.


Seketika Evan merasa terkejut, ketoka secara tidak jelas Evan samar-samar melihat Jiwa Petarung miliknya yang memiliki mujud berupa makhluk yang memiliki empat sayap dipunggungnya.


Evan merasa sangat terkejut dan heran, karena sebelumnya Evan sama sekali tidak melihat bahwa Jiwa Petarung tersebut memiliki empat sayap dipunggung.


"Jika memang benar begitu maka baiklah, aku akan mencoba untuk memberikan energi spiritualku kepada Jiwa Petarungku!" pikir Evan yang terpikirkan sebuah ide.


Kemudian Evan mengeluarkan energi Spiritual miliknya dan memberikannya kepada Jiwa Petarung yang ada didalam Bola Putih Transparan.


Sementara itu, tampak Para Elemen yang berada cukup jauh dibawah Evan.


Para Elemen merasa heran dan bingung ketika melihat Evan yang memberikan energi spiritual kepada Jiwa Petarung yang ada didalam Bola Putih Transparan.


"Apa yang sedang dilakukan oleh Bocah itu?" tanya Elemen Api sambil melihat ke arah Evan.


"Sepertinya Evan sedang memberikan energi spiritualnya kepada Jiwa Petarung yang ada didalam Bola Putih itu!" kata Elemen Es menjawab Elemen Api.

__ADS_1


"Apa yang dipikirkan oleh Evan?, kenapa dia memberikan energi spiritual miliknya dengan suka rela?" ujar Pasir merasa heran.


Namun disisi lain, tampak Evan yang merasa terkejut dan merasa senang, ketika melihat bahwa Jiwa Petarung sama sekali tidak menolak dan menerima energi spiritual yang diberikan olehnya.


"Ternyata begitu, Jiwa Petarung milikku ini sepertinya mengenali siapa pemiliknya, saat aku mencoba mendekatinya dia sama sekali tidak menyerap energi spiritual milikku secara paksa, tetapi saat aku memberikannya dengan suka rela maka dia akan menerimanya, sepertinya Jiwa Petarung milikku ini hanya menolak untuk didekati oleh siapapun. Benar saja, Jiwa Petarung yang belum lahir sikapnya masih sama seperti seorang bayi, namun bayi Jiwa Petarung kedengarannya sungguh sangat aneh!" batin Evan dalam hatinya merasa senang dan tersenyum, sambil terus memberikan energi spiritual miliknya kepada Jiwa Petarung.


"Mungkin sebenarnya energi yang diserap oleh Jiwa Petarung itu sepertinya adalah sebuah asupan untuk membesarkannya hingga bangkit. Tetapi sepertinya Jiwa Petarung milikku ini sedikit berlebihan juga, dia telah menyerap sebagian Jiwa dan Energi Dewa dari Para Elemen, tetapi sampai sekarang hanya bisa mengeluarkan Empat Sayap yang ada dipunggungnya. Jika cara menyerap Jiwa Petarungku terus seperti ini, maka tidak tahu kapan Jiwa Petarungku ini akan bangkit!" pikir Evan dalam hatinya.


Evan terus memberikan energi spiritual miliknya kepada Jiwa Petarung yang ada didalam Bola Putih Transparan, hingga setelah cukup lama Evan telah memberikan setengah dari energi spiritual miliknya kepada Jiwa Petarung.


Evan tidak ingin berhenti, Evan terus memberikan energi spiritual miliknya, hingga kemudian akhirnya Evan telah menghabiskan lebih dari setengah energi spiritual miliknya, dan hanya menyisakan seperempat energi spiritual miliknya.


Tetapi tak lama kemudian, akhirnya Evan melihat Jiwa Petarung miliknya yang ada didalam Bola Putih Transparan mengeluarkan sepasang kaki.


Namun Evan tidak dapat melihat kedua kaki tersebut secara jelas, karena Bola Putih Transparan yang melapisi dan menutupinya.


Akan tetapi Evan merasa senang karena usahanya dengan mengorbankan lebih dari setengah energi spiritualnya tidak sia-sia dan berhasil mengeluarkan wujud asli Jiwa Petarungnya sedikit demi sedikit.


Evan yang merasa telah mengeluarkan terlalu banyak energi spiritual untuk diberikan kepada Jiwa Petarung miliknya, seketika langsung berhenti untuk menyalurkan dan memberikan energi spiritual miliknya kepada Jiwa Petarung.


"Jiwa petarungku ini ternyata sangat rakus, energi spiritual yang sebelumnya aku kumpulkan saat di Gua Gravitasi telah habis diserap olehnya!" kata Evan yang telah berhenti memberikan energi spiritual kepada Jiwa Petarung.


Kemudian tiba-tiba Evan terpikirkan sebuah ide untuk memberikan energi bintang yang ada didalam tubuhnya kepada Jiwa Petarung miliknya.


"Hmm.., sebelumnya Jiwa Petarungku ini bisa menyerap Jiwa dan Energi Dewa dari Elemen Bintang, bagaimana jika aku memberikan energi bintang yang ada didalam tubuhku kepadanya?, apakah Jiwa Petarungku bisa menyerapnya?" pikir Evan dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2