
Keesokan harinya, Evan dan Tang Chen bertemu dengan Jenderal Yunfan Li dan Yuna Li dimarkas Prajurit Kota Siun.
Tampak Mereka berempat berada didalam sebuah tenda, Evan hendak menjual Pil kepada Jenderal Yunfan Li dalam jumlah besar untuk kebutuhan para Prajurit Kota Siun mengembangkan dan meningkatkan kekuatan mereka.
"Paman, didalam cincin ini terdapat 30 ribu Pil Penenang Hati tingkat tiga menengah, 60 ribu Pil Pembeku Darah tingkat empat kualitas rendah dan 120 Ribu Pil Pengumpul Aura Tingkat 4 kualitas Menengah, semuannya Pil menggunakan bahan obat kualitas terbaik!" kata Evan menjelaskan isi cincin ruang penyimpanan yang ada ditangannya secara rinci, yaitu Pil yang akan dijual kepada Jenderal Yunfan Li sebelum transaksi.
"Sesuai janjiku kemarin, aku akan menjual semua Pil ini dengan setengah harga kepada paman, semua jumlahnya sudah aku hitung, total semuanya adalah 28 juta 300 ribu Kristal Aura!" kata Evan yang telah menghitung semua total harga.
"Kalau begitu terima kasih Pangeran, didalam cincin ini ada 30 juta Kristal Aura sisanya ambil saja!" kata Jenderal Yunfan Li sembari menunjukan cincin ruang penyimpanan yang dipegangnya.
Kemudian Evan dan Jenderal Yunfan Li pun saling bertukar cincin yang ada ditangan mereka.
Disisi lain Yuna Li diam-diam melihat Evan dengan pandangan yang penuh kasih sembari tersenyum tipis.
Tang Chen yang menyadari dan melihat Yuna Li yang sedang melihat ke arah Evan dengan pandangan penuh kasih pun merasa tidak nyaman.
"Pandangan Yuna Li terhadap Evan ini kenapa membuatku merasa sangat tidak nyaman?, pandangan Yuna Li ini kenapa sangat mirip dengan pandangan Empat wanita itu kepada Evan?" pikir Tang Chen dalam hatinya yang merasa tidak nyaman sambil melihat ke arah Yuna Li yang terus memandangi Evan sambil tersenyum.
Setelah selesai melakukan transaksi mereka pun keluar dari tenda tersebut.
Jenderal Yunfan Li keluar terlebih dahulu dan kemudian disusul oleh Evan, namun ketika Evan baru saja keluar ke depan tenda, Yuna Li langsung menghampiri dan memeluk Evan dari belakang.
"Pangeran!" sebut Yuna Li yang tiba-tiba memeluk Evan dari belakang hingga membuat Evan sontak terkejut.
"Pangeran Evan, Yuna Li sangat merindukan kamu Pangeran, kenapa Pangeran baru datang menemui Yuna sekarang?, apakah Pangeran tidak merindukan Yuna?" kata Yuna Li dengan sangat manja sambil memeluk Evan dari belakang.
Sementara itu Tang Chen yang masih didalam tenda atau dibelakang mereka merasa terkejut dan merasa sedih juga cemburu melihat Yuna Li yang memeluk dan bersikap manja kepada Evan.
"Sepertinya kamu sudah mengetahuinya, Yuna Li, bisakah kamu melepaskan aku?" pinta Evan yang merasa kurang nyaman dipeluk oleh Yuna Li.
"Disini masih ada Tang Chen yang melihat kami, aku tidak ingin membuat Tang Chen salah paham dan sakit hati!" pikir Evan dalam hatinya sembari melihat ke arah Tang Chen yang tampak diam dan suram.
"Tidak Mau!, Yuna masih mau peluk Pangeran!" kata Yuna Li yang langsung menolak permintaan Evan mentah-mentah sambil memeluk Evan dengan sangat erat.
__ADS_1
"Pangeran, kenapa Pangeran membohongi Yuna?, kenapa Pangeran tidak mengaku saja bahwa Pangeran adalah Pangeran?" tanya Yuna Li dengan sangat manja sambil memeluk Evan dengan erat dari belakang.
"Yuna, sebenarnya aku juga tidak berniat membohongi kamu, tetapi Pangeran juga terpaksa jadi Yuna jangan marah yah!" ujar Evan menjawab dan menjelaskan kepada Yuna Li.
"Sekarang bisakah kamu melepaskan aku?" pinta Evan sekali lagi kepada Yuna Li untuk melepaskan pelukannya.
"Apakah Pangeran Evan tidak suka dipeluk oleh Yuna?, aku sangat merindukan pangeran, tolong biarkan aku memeluk Pangeran sebentar lagi, aku mohon!" pinta Yuna Li dengan sangat manja sambil memeluk Evan.
Mendengar permintaan Yuna Li, Evan pun tidak bisa menolaknya, hingga kemudian Tang Chen pun berjalan melewati mereka dan keluar dari tenda dengan ekspresi dingin dan suram.
"Evan, aku pergi dulu untuk melihat-lihat markas prajurit kota Siun ini, kamu disini saja dan jagalah Yuna!" ujar Tang Chen kepada Evan yang ada dibelakangnya.
Kemudian Tang Chen pun pergi meninggalkan Evan dan Yuna Li ditempat tersebut.
Evan yang melihat sikap dan tingkah Tang Chen yang yang tampak sedang memendam kecemburuan pun membuatnya menjadi merasa bersalah.
"Yuna Li, kamu lepaskan aku, aku harus pergi untyk melakukan sesuatu hal penting." kata Evan meminta kepada Yuna untuk melepaskan pelukannya.
"Kalau begitu Pangeran bawa saja Yuna ikut!" ujar Yuna Li yang menolak untuk melepas pelukannya kepada Evan.
Kemudian Yuna Li pun naik ke punggung Evan sambil melingkarkan tangannya ke leher Evan dan melingkarkan kakinya ke pinggang Evan.
"Bagaimana jika begini?" ujar Yuna Li bertanya kepada Evan.
"Yuna, aku menyuruh kamu untuk melepaskan pelukan kamu bukan malah naik ke punggungku untuk digendong!, aku serius kamu turunlah dan lepasksn aku!" ujar Evan dengan lembut namun tegas menyuruh Yuna Li untuk turun dari punggung Evan.
Mendengar itu, Yuna Li pun merasa sedih. "Pangeran Evan, apakah Pangeran marah pada Yuna?, Yuna hanya sedang sangat merindukan Pangeran saja, Yuna hanya ingin terus bersama dengan Pangeran dan hanya tidak ingin berpisah dengan Pangeran lagi!" ujar Yuna Li dengan lemah.
"Tetapi kamu tidak boleh melakukan ini!, bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku punya Empat calon istri yang sangat cemburuan?, aku tidak ingin membuat mereka sakit hati!, jadi aku mohon turunlah dan lepaskan aku!" pinta Evan kepada Yuna Li.
"Tidak mau!, ini tidak adil!, aku sudah menyukai dan mencintai Pangeran Evan sejak dari kecil hingga sekarang!, kenapa bisa mereka yang mendapatkan cinta Pangeran lebih dulu?" ujar Yuna Li dengan tegas sembari kaki dan tangan memeluk Evan dengan erat.
Sementara itu disisi lain tampak Tang Chen yang ternyata tidak pergi meninggalkan Evan dan Yuna, Tang Chen tampak sedang bersembunyi berdiri disamping tenda hingga membuatnya mendengar semua apa yang dibicarakan oleh Evan dan Yuna Li.
__ADS_1
Mendengar pengakuan Yuna Li yang mengatakan bahwa dirinya mencintai dan menyukai Evan sejak dari kecil, telah membuat Tang Chen merasa sakit hati.
"Aku tidak tahu ternyata menyukai dan mencintai seseorang juga bisa membuat hati terluka sesakit ini!" kata Tang Chen dalam hatinya sembari mengepal kedua tangannya dan menahan rasa sakit pada hatinya.
Disisi lain Evan menjawab pengakuan cinta Yuna Li.
"Maaf Yuna, tetapi dari dulu aku hanya menganggap kamu sebagai adik saja, aku memang menyukai kamu tetapi aku menyukaimu hanya sebagai adik saja dan tidak ada rasa suka sebagai seorang kekasih, maaf!" ucap Evan dengan lemah lembut kepada Yuna Li.
"Ternyata begitu, berarti selama ini pengorbanan dan penantianku semuannya sia-sia....." kata Yuna Li merasa lemah.
"Maaf....." ucap Evan meminta maaf sekali lagi.
"Pangeran tidak perlu meminta maaf, ini juga bukan salah Pangeran jika tidak menyukai Yuna" ujar Yuna Li dengan lemah.
"Tetapi bisakah Pangeran mengabulkan satu permintaan Yuna?, aku sudah sangat lama merindukan kita melakukan hal itu lagi seperti dulu!" ujar Yuna Li.
"Melakukan apa?" tanya Evan dengan lemah lembut kepada Yuna Li.
"Apakah Pangeran Evan ingat?, saat dulu kita kecil Pangeran pernah menggendong Yuna seperti ini? dan membawa Yuna berkeliling Istana?, jadi kali ini karena kita sudah besar Yuna ingin Pangeran mengendong Yuna berkeliling kota!, bolehkan?" pinta Yuna Li dengan lemah lembut kepada Evan.
"Tentu saja boleh, sekarang juga Pangeran akan menggendong Yuna berkeliling kota Siun!" kata Evan menyetujui permintaan Yuna Li dengan senang hati.
"Terima Kasih Pangeran!" ucap Yuna Li merasa senang dan bahagia.
Kemudian Evan pun menggendong Yuna Pergi untuk membawanya berkeliling kota Siun.
"Tang Chen, semoga kamu merasa senang dengan jawabanku menolak Yuna, kedepannya kamu harus lebih berusaha untuk mendapatkan hati Yuna!" kata Evan dalam hatinya sembari menoleh kebelakang melihat ke arah Tang Chen yang sedang bersembunyi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................