
Namun tiba-tiba Evan dengan langkah kilat surgawinya datang dan menahan dan memegang tombak tersebut dengan tangan kanannya, hingga akhirnya tidak berhasil memenggal dan melukai Luo Bai dan Ray Qi sedikit pun.
"Apa!?" kata Jenderal Xiong merasa sangat terkejut dengan Evan yang tiba-tiba datang dan berhasil menangkap dan menahan tombaknya dengan tangan kosong.
"Evan!?" sebut Luo Bai dan Ray Qi yang terkejut melihat Evan yang datang dan menyelamatkan nyawa mereka yang sudah berada diujung tombak Jenderal Xiong.
Kemudian Evan dengan cepat langsung menarik dan merebut tombak tersebut, dan kemudian memutar ayunkan tombak tersebut hingga akhirnya berbalik menyerang dan menebas leher Jenderal Xiong.
"Bagaimana mungkin!?....., Craassh!!" Jenderal Xiong seketika lagsung mati dengan darah yang keluar dan menyembur dari luka tebasan di lehernya.
Kemudian Jenderal Xiong pun jatuh dan tergeletak di atas pasir dengan leher yang terus mengeluarkan dan mengalirkan darah.
Kemudian Evan menoleh melihat ke arah Luo Bai dan Ray Qi yang ada dibelakangnya.
"Jangan melamun jika berperang, kalian tidak boleh lengah!, bertemu lawan yang kuat di medan perang adalah hal yang wajar!" ujar Evan mengingatkan Luo Bai dan Ray Qi.
"Siap Evan!, dan terima kasih!" ucap Luo Bai dan Ray Qi.
Sementara itu Jenderal Mo Bius merasa sangat marah melihat bahwa rekannya yaitu Jenderal Xiong telah mati terbunuh oleh Evan.
"Xiong!!" sebut Jenderal Mo Bius merasa sangat marah sambil melihat bahwa Jenderal Xiong telah mati tergeletak bersimba darah di atas pasir.
"Keparat kau, matilah!, Pukulan Menggetarkan Bumi!" kata Jenderal Mo Bius yang kemudian langsung maju menyerang ke arah Evan dengan pukulan tinjunya.
Evan yang melihat itu pun langsung bersiap dengan mengepalkan tinjunya. "Tidak tahu diri!, Tinju Dewa Gerakan kedua, Tinju Besi!" ucap Evan mengayunkan tinjunya juga ke arah Jenderal Mo Biys.
"BAAMM!!, KRAAKK!!" Pukulan Evan dan Pukulan Jenderal Mo Bius pun saling menghantam, hingga akhirnya tulang tangan Jenderal Mo Bius pun langsung patah dan remuk seketika melawan tinju Besi milik Evan.
"Aaaahh!, Tanganku!!...." kata Jenderal Mo Bius yng langsung jatuh tergeletak di atas pasir sambil memegang tangannya yang telah patah dan terus menjerit dan merintih kesakitan.
Kemudian Evan terbang ke udara dan meluncur ke bawah ke arah Jenderal Mo Bius yang masih terus merintih kesakitan.
"BRAAAKKK!!" Evan langsung menginjak wajah Jenderal Mo Bius hingga kepalanya langsung hancur dan mati seketika.
Kemudian Evan mengangkat kakinya yang bersimba dan meneteskan darah milik Jenderal Mo Bius.
"Berani kau melukai temanku maka aku akan membalasmu dua kali lebih parah dengan cara yang sama!" kata Evan dengan tatapan kejamnya.
"Luo Bai dan Ray, kalian berdua bawalah Wolf dan Paman Qian Ji pergi keluar dari medan perang (Posko Medis)!, setelah itu kalian berdua kembalilah ke medan perang untuk membantu yang lainnya!" ujar Evan memberi perintah kepada Luo Bai dan Ray Qi.
__ADS_1
"Baik Evan!" jawab Luo Bai dan Ray Qi dengan patuh.
Kemudian dengan cepat Luo Bai dan Ray Qi pun langsung menghampiri Wolf dan Paman Qian Ji yang tergeletak dan tidak sadarkan diri ditempat yang berbeda, setelah itu Luo Bai dan Ray Qi pun menggotong dan membawa Wolf dan Paman Qian Ji pergi keluar dari medan perang dan menuju ke Posko Medis.
Setelah melihat Luo Bai dan Ray Qi telah membawa Wolf dan Paman Qian Ji pergi dari medan tempur, kemudian Evan pun kembali fokus ke pertempuran.
"Walaupun kami memiliki benteng dengan pertahanan yang sangat kuat, tetapi sepertinya kali ini memang harus meminjam kekuatan dari para Elemen lagi untuk membantuku berperang!" pikir Evan setelah melihat situasi perang yang sepertinya kurang menguntungkan bagi mereka.
"Jurus Bayangan Tubuh Pengganti, Pembagian Elemen!" kata Evan sambil meletakkan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah) tepat didepan wajahnya.
Kemudian Evan pun membagikan tubuh dan Elemennya menjadi delapan, dengan Evan menyisakan Elemen Kegelapan pada dirinya sendiri untuk digunakan untuk bertempur dan berperang melawan para prajurit musuh.
"Semuannya menyebar dan bantai!" kata Elemen Petir kepada para Elemen lainnya.
"Baik, Serang!" kata para Elemen yang lainnya yang kemudian langsung menyebar ke berbagai arah yang berbeda.
Setelah para Elemen menyebar untuk membantu Evan berperang, tidak lama kemudian suara ledakan dan jeritan para prajurit musuh pun terdengar dimana-mana.
Kemudian setelah menggunakan Jurus Pembagian Elemen, Evan pun langsung melanjutkan dengan langsung memanggil Tiga Monster Hewan Spiritualnya, yaitu Burung Phoenix Api, Naga Emas Qinglong dan Harimau Putih Mata Emas.
"Phoenix, Qinglong, dan Harimau Putih, kalian cepat datang dan bantu aku berperang!" perintah Evan yang mengirimkan suara dengan transmisi suara jarak jauh kepada tiga monster spiritualnya.
Kemudian tiba-tiba dia perhiasan yang diberikan Evan kepada Ririn yaitu Kalung Phoenix dan Gelang Naga Emas Qinglong bergerak dan bercahaya, hingga membuat Ririn, Reya dan Ruyin Li merasa heran melihatnya.
Sementara itu dihalaman belakang kediaman Jenderal, tampak Harimau Putih yang sedang duduk bersama dengan anaknya yaitu Limao, juga mendengar suara panggilan jarak jauh dari Evan.
Mendengar panggilan dari Evan, Harimau Putih Mata Emas pun segera bangkit berdiri dan kemudian langsung pergi meninggalkan Limao dihalaman belakang Kediaman Jenderal, dan langsung pergi menuju Medan perang tempat Evan berada.
Dan disaat bersamaan kalung Burung Phoenix Api dan gelang Naga Emas Qinglong pun berubah menjadi bentuk dan ukuran aslinya.
Melihat itu Ririn, Reya dan Ruyin Li pun seketika sontak merasa terkejut.
Kemudian Naga Emas Qinglong pun dengan suara anak kecilnya berbicara dengan penuh sopan dan santun kepada Ririn sang Ibu angkatnya.
"Ibu (Ririn)!, Qinglong pamit pergi, Ayah sedang membutuhkan bantuan dariku!" kata Qinglong dengan suara anak kecil kepada Ririn.
"Naga!?, Ibu!?, Ayah!?" Ruyin Li yang baru melihat dan mengetahui itu benar-benar sangat terkejut dan tercengang.
"Jangan terkejut, dua hewan monster kuno ini adalah Hewan Monster spiritual milik Evan yang ditugaskan untuk menjaga kita terutama Ririn!" ujar Reya memberitahu Ruyin Li agar tidak bingung atau menjadi panik.
__ADS_1
"Astaga, kemampuan apa yang dimiliki Evan hingga mampu membuat dua hewan monster dalam legenda tunduk dan menjadi Hewan Monster panggilan miliknya?" kata Ruyin Li merasa heran dan takjub kepada Evan.
Sementara itu Ririn yang mengetahui kalau Evan sedang membutuhkan bantuan pun menjadi khawatir.
"Qinglong, bawa Ibu ikut!, Ibu juga ingin membantu ayahmu berperang!" kata Ririn yang juga ingin ikut berperang membantu Evan.
"Bawa kami berdua juga!, kami berdua juga ingin membantu Evan berperang!" kata Reya dan Ruyin Li yang juga ingin ikut berperang membantu Evan.
Namun kemudian Burung Api Phoenix menolak permintaan tiga wanita tersebut yang ingin ikut untuk berperang.
"Tidak bisa!, kalian tidak diperbolehkan ikut!, prioritas kami adalah melindungi kalian!, jika kalian bertiga ikut berperang dan akhirnya terluka maka yang akan menerima kemarahan dari Evan adalah kami!" kata Burung Api Phoenix melarang tiga wanita tersebut yang ingin ikut berperang.
"Apa lagi kemarahan 12 Kaisar Dewa itu!" batin Burung Api Phoenix dalam hatinya.
Melihat kalau Burung Api Phoenix melarang mereka untuk ikut pergi berperang membantu Evan, Ririn pun kemudian langsung menciptakan sebuah pedang es ditangannya.
"Phoenix jangan melarang kami!, jika kamu tetap melarang kami maka aku akan melukai diriku sendiri!" kata Ririn yang langsung mengarahkan pedang Es-nya ke lehernya.
Melihat bahwa Ririn yang mau berkorban, Reya dan Ruyin Li pun tidak mau kalah, mereka berdua dengan cepat langsung mengeluarkan pedang dari sarung pedang mereka.
"Kami juga!, jika kamu melarang kami, maka kami akan melukai bahkan membunuh diri kami sendiri!" kata Reya dan Ruyin Li yang juga ikut mengarahkan pedang ke leher mereka sendiri.
Melihat bahwa tiga wanita tersebut bersih keras ingin ikut bahkan rela menyakiti dan membunuh mereka sendiri, kemudian sang Burung Api Phoenix pun terpaksa membawa ketiga wanita tersebut ikut pergi berperang membantu Evan.
"Baiklah kalian bertiga boleh ikut, cepatlah naik!" kata sang Burung Api Phoenis yang memperbolehkan ketiga tersebut untuk ikut pergi berperang membantu Evan.
Kemudian Ririn pun melompat naik ke atas punggung Naga Emas Qinglong, sedangkan Reya dan Ruyin Li melompat naik ke atas punggung Burung Api Phoenix.
Setelah ketiga wanita tersebut naik, kemudian Naga Emas Qinglong dan Burung Api Phoenix pun membawa ketiga wanita tersebut pergi meninggalkan kediaman Jenderal dan menuju ke arah Benteng Pertahanan tempat perang terjadi dan tempat Evan berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1