KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 196 : Alam Fantasi Tujuh Bintang #19


__ADS_3


MO SUEYAN PUTRI DARI NEGARA MO


ELEMEN PASIR EMAS


...****************...


"Jangan terburu-buru untuk bertarung, kami disini hanya menginginkan Teratai Api Emas yang kalian dapatkan dari makam kuno, harta yang lainnya aku tidak perduli!. Jika kalian memberikan Teratai Api Emas itu maka kami akan membiarkan kalian pergi dengan mudah, dan tenang saja, kami akan membayar mahal untuk Teratai Api Emas itu!" kata Mo Sueyan yang masih belum mengenal dan mengtahui bahwa orang yang ada dihadapannya adalah Jenderal Li yang menguasai wilayah Nanzhou.


"Ternyata dia adalah Putri Mo Sueyan dan yang dibelakngnya pasti adalah para pengawal kerajaan Mo, mereka sungguh beruntung selamat dari reruntuhan!" batin Evan dalam hatinya.


"Heh, kalian ingin aku memberikan Teratai Api Emas kepada kalian untuk menyembuhkan Kaisar Mo?, jangan mimpi!" pikir Evan dalam hatinya.


"Kalian ingin membeli Teratai Api Emas milik kami apakah kalian sanggup membayarnya?" tanya Evan.


"Hem, kalau masalah uang kalian tenang saja, berapa pun yang kalian minta maka kami pasti akan membayarnya dengan utuh!" jawab Mo Sueyan dengan percaya diri.


"Ooohh begitukah?, kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi, kami menginginkan seluruh wilayah kekuasaan dan kekayaan yang Negara Mo milikki!" kata Evan dengan arogan.


Mendengar itu Mo Sueyan pun mengerutkan keningnya, bahkan teman-teman Evan pun terkejut mendengar permintaan Evan yang sangat berlebihan itu.


Padahal mereka dapat pergi dengan mudah tanpa halangan hanya dengan menjual Teratai Api Emas saja, tetapi mengapa Evan menolak?, mereka pun heran terhadap Evan.


"Oooh, sepertinya kamu mengenali diriku kalau aku adalah Putri dari Negara Mo, Mo Sueyan, Kamu jangan kelewatan batas, permintaan kamu itu terlalu berlebihan!" ujar Mo Sueyan mulai merasa kesal.


"Aaah.., apakah itu terlalu berlebihan?, kalau putri Mo Sueyan tidak sanggup untuk membayarnya maka jangan halangi kami untuk pergi!" ujar Evan.


"Kamu jangan terburu-buru, lebih baik kamu berdiskusi dulu dengan teman-teman kamu baru kamu mengambil keputusan!" kata Mo Sueyan mencoba menahan Evan supaya tidak pergi.


Kemudian teman-teman Evan pun berdiskusi kepada Evan, sebenar mereka juga heran dan tidak tahu mengapa Evan menolak tawaran yang sangat bagus tersebut.


Padahal mereka bisa lolos dengan mudah tanpa halangan hanya dengan memberikan satu tanaman saja dan itu pun dibayar, tetapi mengapa Evan menolak hal yang sangat bagus itu begitu saja.


"Kakak Besar, berikan saja Teratai Api Emas itu kepada mereka!, lagi pula harta yang kita dapatkan sudah sangatlah banyak!, hanya memberikan satu kepada mereka saja, dan bukankah mereka juga berniat membayarnya jadi kita tidak akan rugi, itu lebih baik dari pada kita harus bertarung dengan mereka!" kata Sea Lin membisiki Evan.


"Aku tidak bisa menceritakan kepada kalian sekarang mengapa aku menolak, tetapi percayalah padaku, aku tidak akan mengambil keputusan yang merugikan kita!" kata Evan menjawab Sea Lin.


Setelah berdiskusi dengan yang lainnya Evan pun tetap nersih keras untuk menolak tawaran tersebut.

__ADS_1


"Kami tetap tidak akan memberikan Teratai Api Emas kepada kalian!, kalian menyerahlah jangan menghalangi kami!" kata Evan dengan tegas.


Mendengar jawaban penolakan tersebut membuat Mo Sueyan mengepalkan tangannya dengan ekspresi dingin.


"Sepertinya dari awal kalian memang tidak berniat untuk memberikan Teratai Api Emas itu kepada kami!, kalau begitu jangan salahkan kami jika bertindak kejam!" kata Mo Sueyan dengan niat membunuh.


"Hemm..., sepertinya kita benar-benar akan bertarung!, kalian urus para pengawalnya, biar aku yang akan melawan wanita ini!" ujar Evan kepada teman-temannya sembari mengeluarkan pedang Taring Api miliknya.


Kemudian teman-teman Evan pun mengeluarkan senjata mereka dan begitu juga dengan Mo Sueyan dan para pengawalnya.


"Semuannya maju, Serang!" seru Evan dan Mo Sueyan kepada kelompoknya masing-masing.


Kemudian pertempuran antara kelompok Evan dengan kelompok Mo Sueyan pun terjadi.


Dengan langkah kilat surgawi Evan maju menyerang ke arah Mo Sueyan dengan secepat kilat.


"Tebasan Petir!" seru Evan hendak menebas membelah dua Mo Sueyan dari atas kepala.


Namun serangan Jurus Tebasan pedang Evan dengan mudahnya ditahan oleh Mo Sueyan dengan Tombaknya.


Mo Sueyan dengan cepat menendang Evan hingga membuat Evan terlempar cukup jauh dan berhenti menghantam pohon.


Namun disaat Evan mencoba untuk bangkit berdiri Mo Sueyan datang menyerang Evan dari samping kiri dengan tombaknya.


Evan pun bereaksi dengan cepat dan berhasil menahan tombak yang hampir saja menebas menjadi dua, namun walaupun tombak itu berhasil ditahan tetapi kekuatan serangannya yang sangat besar membuat Evan terluka semakin parah hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Berengsek!, wanita ini tenaganya kuat sekali!" batin Evan sembari menahan tombak milik Mo Sueyan.


Kemudian Mo Sueyan menendang Evan lagi hingga menumbangkan satu pohon yang ditabrak oleh tubuh Evan.


"Keparat!, aku merasa sangat dipermalukan dihajar oleh wanita!" batin Evan bangkit berdiri sembari memegang dadanya.


Mo Sueyan datang menyerang Evan lagi, namun kali ini harimau Putih Emas datang membantu Evan dan menangkis serangan Mo Sueyan dengan serangan cakar miliknya.


Mo Sueyan pun terpundur dengan lompatan kebelakang hingga menjauh beberapa meter dari Evan.


"Heh, ingin bertarung dengan mengandalkan Hewan Monster Spiritual?, kamu pikir aku tidak punya?" ujar Mo Sueyan meremehkan Evan.


Kemudian Mo Sueyan menciptakan sebuah lingkaran portal yang keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


"Serigala Putih Keluarlah!" perintah Mo Sueyan yang kemudian seekor Hewan Monster Serigala Tingkat lima akhir keluar dari sebuah lingkaran portal yang diciptakan oleh Mo Sueyan.


Serigala Putih milik Mo Suryan siap berhadapan (bertarung) melawan Harimau Putih milik Evan.


"Ingin mengandalkan Hewan Monster untuk bertarung melawanku, kamu ini sungguh meremehkan aku!, Serigala Putih habisi Harimau Putih sialan itu!" perintah Mo Sueyan pada Serigala putih miliknya.


"Siap Putri!" jawab Serigala Putih tersebut.


Kemudian Serigala Putih tersebut pun menyerang Harimau Putih, dua Hewan monster itu pun bertarung menjauh dari tempat pertarungan Evan dan Mo Sueyan.


"Sekarang tidak ada lagi Harimau Putih yang melindungimu dan menghalangiku untuk menghabisimu, sekarang terimalah kematianmu!!" kata Mo Sueyan dan kemudian melompat maju menyerang Evan dengan serangan penuh tombaknya.


Namun ternyata selama Evan banngkit berdiri, dia telah mengumpulkan energi petir pada pedangnya.


"Tebasan Naga Petir!" seru Evan mengayunkan pedangnya yang mengluarkan Energi petir berbentuk Naga.


Pedang Evan dan Tombak Mo Sueyan pun saling menghantam dengan sangat kuat dan menyebabkan ledakan gelombang serangan yang dahsyat.


"DUAARR !!"


Evan dan Mo Sueyan pun terlempar cukup jauh dan akibat serangan balasan yang tak terduga dari Evan membuat Mo Sueyan juga ikut terluka.


"Keparat!, remaja ini ternyata diam-diam telah bersiap menangkis seranganku!" ucap Mo Sueyan dengan marah.


Mo Sueyan bangkit berdiri dan membuang tombaknya yang telah patah menjadi dua akibat saling menghantam dengan sangat kuat dengan pedang milik Evan.


Sedangkan disisi lain Evan juga mengalami hal yang sama, selain terluka pedangnya juga ikut patah menjadi dua bagian.


"Sialan, senjata tingkat langit milikku malah rusak!" kata Evan bangkit berdiri dan membuang pedang miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2