KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 249 : Pertarungan Di Kolam Darah Suci


__ADS_3

Tanpa memperdulikan, setelah Evan menebas si Penjaga Pintu Kolam tersebut, Evan pun langsung bergegas melesat menuju Kolam Darah Suci tempat si Pria Paruh Baya berada.


Tidak sampai satu menit kemudian, Evan yang masih terbang melesat seperti kilat petir sudah melihat pintu masuk ke Kolam Darah Suci.


"Pasti itu adalah Pintu masuk ke kolam Darah Suci tempat si Tuan itu berada, kalau begitu aku akan memberimu kejutan kedatanganku!" pikir Evan yang kemudian mengeluarkan pedangnya yang seketika mengeluarkan Energi Petir yang meledak-ledak.


"PEDANG NAGA PETIR !!" seru Evan terbang melesat masuk ke dalam Kolam Darah Suci sambil mengeluarkan seekor Naga Petir yang mengikuti pedangnya.


Sementara itu di dalam Kolam Darah Suci terjadi ledakan terobosan yang dilakukan oleh si Pria Paruh Baya tersebut.


"BOOMM!!" ledakan terobosan membuat Kolam Darah Suci bergejolak, tampak si Pria Paruh Bayah terbang mengambang dengan sayap Aura berupa sayap Kelelawar dan dengan tubuh diselimuti oleh Full Armour Spirit.


"Hahaha!...., akhirnya aku menembus hingga sampai ke Tingkatan ini!" kata Pria Paruh Bayah merasa senang dan bangga sembari mengepal tangannya yang penuh dengan kekuatan.


Namun tiba-tiba kemudian Evan yang terbang melesat datang dengan Jurus Pedang Naga Petirnya menyerang ke arah Pria Paruh Baya.


Melihat Evan yang datang menyerang dengan kecepatan penuh, si Pria Paruh Baya tersebut pun langsung dengan sigap bersiap untuk bertahan.


"Perisai Darah Besi!" sebut si Pria Paruh Baya mengeluarkan Jurus berupa darah yang membentuk sebuah Perisai Berbentuk lingkaran berwarna merah darah.


Kemudian Jurus Pedang Naga Petir milik Evan pun menghantam Jurus Tameng Darah Besi milik si Pria Paruh Baya tersebut.


"DUUAAARRR!!" hantaman yang sangat kuat tersebut pun menciptakan sebuah ledakan yang cukup besar hingga membuat kedua pihak saling terlempar.


Akibat ledakan tersebut Kolam darah suci pun bergejolak dan darah bermuncratan kemana-mana seperti hujan darah.


Kemudian tampak Evan yang tadi terlempat dengan cukup kuat hingga menghantam dinding hingga berlubang cukup besar.


"Sialan, bisa-bisanya dia sempat mengeluarkan Jurus Pertahanan!" kata Evan yang terbaring terlentang didalam lubang dinding tersebut.


Kemudian Evan pun keluar dari lubang di dinding tersebut.


"Keparat!, lagi-lagi Pedangku yang termasuk senjata Tingkat Langit hancur!" kata Evan sembari melihat Pedang Tingkat Langitnya yang hanya tersisa sebuah gagang pedangnya saja ditangannya.


Sementara itu disisi lain tanpak Pria Paruh baya keluar dari dalam Kolam Darah Suci secara perlahan dengan terbang mengambang.


"Pemuda ini sangat kuat!, jika aku bisa merekrutnya menjadi anggotaku maka aku bisa mengendalikannya sesuka hatiku!" pikir si Pria Paruh Baya yang terbang mengambang di atas kolam Darah Suci sambil melihat ke arah Evan.

__ADS_1


"Anak Muda, kau cukup kuat!, jika kamu mau bergabung ke Dalam Organisasi Harimau Api milikku, maka aku akan melupakan masalah kau menyerangku dan masalah-masalah sebelumnya, dan juga aku pastikan jika kamu bergabung dan menjadi bawahanku maka aku akan memberikan sumber daya Kultivasi yang tiada habisnya untukmu!" kata si Pria Paruh Baya tersebut yang ingin merekrut Evan menjadi bawahannya.


Mendengar itu Evan pun tersenyum dan tertawa.


"Hahahaha..., baiklah aku akan bergabung ke dalam organisasi Harimau Api!" kata Evan yang seketika membuat si Pria Paruh Baya tersebut merasa senang.


"Tetapi aku memilki satu syarat sebelum aku bergabung ke Organisasi Harimau Api!" ujar Evan yang memilki permintaan.


"Katakan saja, apapun permintaanmu aku pasti akan mengabulkannya!" kata Pria Paruh Baya tersebut yang tampak senang.


"Hahaha..., Bagus!, kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi, aku menginginkan kepalamu!" kata Evan meminta tanpa ragu.


Mendengar permintaan Evan, seketika si Pria Paruh Baya tersebut pun merasa kesal dan naik pitam karena dipermainkan oleh Evan.


"Hahahaha..., Kenapa kau diam!?, apakah kau ingin mengingkari perkataanmu sebelumnya?, apakah kau tidak ingin menyerahkan kepalamu kepadaku?, Hahaha!...." tawa Evan merasa gembira telah mempermainkan si Pria Paruh Baya tersebut.


Mendengar Evan yang menertawainya, si Pria Paruh Baya tersebut pun langsung emosi dan menyerang Evan secara brutal.


"Persetan Kau!, Jurus Pembunuh Cakar Iblis Darah!" ucap si Pria Paruh Baya menyerang Evan dengan Jurus Cakaran Berwarna Merah Gelap.


Namun tidak berhenti sampai disitu saja, setelah Evan berhasil menghindar. si Pria Paruh Baya tersebut pun langsung mengeluarkan jurus lainnya.


"Ombak Darah Pemakan Jiwa!" kata si Pria Paruh Baya mengeluarkan sebuah Jurus serangan berupa ombak darah ke arah Evan.


Kemudian Evan pun dengan cepat meloncat terbang ke udara untuk menghindari Serangan Ombak Darah tersebut.


Di saat Evan sudah berhasil menghindari serangan ombak Darah Tersebut dengan terbang ke udara, si Pria Paruh Baya langsung menyerang Evan lagi dengan Jurus Cakar Iblis Darah.


Dan sama seperti dua serangan sebelumnya, Evan dengan Langkah Kilat Surgawinya dapat menghindari serangan ketiga yaitu Cakar Iblis Darah dengan sangat mudah.


Namun si Pria Paruh Baya yang telah tersulut Emosi terus menyerang Evan lagi secara brutal.


Tetapi Evan yang memiliki Langkah Kilat Surgawi dapat menghindari serangan-serangan berikutnya lagi dan lagi.


Namun walaupun Evan dapat terus menghindari serangan-serangan yang dikeluarkan oleh Pria Paruh Baya tersebut, terapi Evan juga kesulitan untuk mendekati dan menyerang si Pria Paruh Baya.


"Sial, orang ini terus menyerang sampai membuatku kesulitan untuk mendekatinya!, jika terus seperti ini maka lama kelamaan Elemen Angin tidak akan bisa bertahan!" pikir Evan yang terus menghindar sembari mengingat bahwa Elemen Angin tidak bisa bertahan terlalu lama menggunakan Jurus Pembebas Jiwa.

__ADS_1


"Aku tidak boleh terus menghindar, tetapi bagaimana?, orang ini terus menyerangku tanpa henti dan membatasi semua gerakanku untuk mendekatinya!" pikir Evan memikirkan sebuah cara untuk bagaimana mendekati dan menyerang Pria Paruh Baya yang terus menyerang tanpa henti dan membatasi pergerakan Evan.


"Pedangku juga sudah patah, aku tidak bisa mengeluarkan Jurus Tebasan untuk menyerangnya dari jarak jauh!. sialan!, lain kali aku harus membawa pedang cadangan untuk berjaga-jaga jika pedangku patah lagi!" pikir Evan merasa kesal.


Evan terus menghindari serangan demi serangan yang dilancarkan oleh si Pria Paruh Baya kepadanya, setelah terus menghindar cukup lama akhirnya Evan pun terpikirkan sebuah cara.


Evan seketika melihat tembok langit-langit secara sekilas.


"Sialan!, kenapa tidak terpikirkan dari tadi?" kata Evan terpikirkan sebuah cara.


Kemudian Evan pun terbang melesat ke atas dan memukul tembok langit-langit hingga runtuh, dan setelah itu Evan pun keluar dari Ruangan Kolam Darah yang gelap.


Batu-batu reruntuhan berjatuhan kedalam kolam darah yang telah menjadi terang, karena tembok langit-langit yang menutupi sinar matahari telah dipukul hingga runtuh oleh Evan.


Tampak si Pria Paruh Baya mendongak melihat Evan yang sedang terbang dilangit di atas Kolam darah.


"Apa yang ingin dilakukan olehnya?" pikir Pria Paruh Baya merasa heran sambil mendongak melihat Evan yang terbang dilangit.


Sementara itu Evan yang terbang di atas langit melihat Pria Paruh Baya yang berada dikolam Darah dibawahnya.


"Hehe..., aku belum pernah mencoba menggunakan Jurus ini dengan kekuatan penuhku yang sekarang, hari ini aku akan membiarkan kau yang mencobanya!" kata Evan tampak bersemangat.


Kemudian Evan pun menyatukan kedua telapak tangannya menjadi satu dan mengumpulkan mengeuarkan Energi Petir yang meledak-ledak keluar dari tubuhnya.


"NAGA PETIR SEMBILAN KALI!!" seru Evan berteriak mengeluarkan sembilan ekor Naga Petir yang kemudian menyerang ke bawah ke arah Kolam Darah Tempat si Pria Paruh Baya berada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2