
"Seluruh Pasukan Serang!!" seru Evan dan Mo Liang saling memimpin pasukan mereka masing-masing.
Kemudian Pasukan Nanzhou dan Pasukan Kerajaan Mo pun saling maju menyerang bersama-sama dengan sorakan meriah mereka.
Kemudian tampak Evan dengan cepat berjongkok sembari menempelkan kedua telapak tangannya ke Pasir.
"Gelombang Pasir Penghancur!" seru Evan mengeluarkan jurusnya yang berupa tiga Ombak Pasir Raksasa yang menyerang ke arah pasukan musuh.
Namun disisi lain, Mo Liang yang melihat serangan tiga ombak pasir raksasa tersebut menyerang ke arah pasukannya pun tidak hanya tinggal diam.
"Heh!, ingin bermain ombak pasir denganku?, kamu masih belum kuat!" kata Mo Liang meremehkan.
Kemudian Mo Liang dengan cepat langsung terbang turun dan juga langsung menempelkan kedua telapak tangannya ke pasir.
Setelah itu tiga ombak pasir raksasa yang sama besarnya dengan milik Evan pun saling menghantam.
"Boom Boom Boom!!" tiga ombak pasir Evan saling menghantam dengan sangat kuat dan seimbang.
Demikian Jurus Gelombang Pasir Penghancur milik Evan gagal menyerang pasukan musuh.
"Sepertinya perang kali ini akan menjadi pertempuran yang sengit!" kata Evan mengeluarkan pedangnya sembari mengganti kekuatan Elemennya menjadi Elemen Kegelapan.
Dengan tubuh diselimuti oleh Armor Spirit dan Sayap Aura Elemen Kegelapan, Evan pun maju menyerang dengan langkah Bayangan Pembunuh ke arah pasukan musuh.
"Sraassh Sraassh Sraassh!" Evan maju menyerang dan menebas para prajurit musuh dengan pedangnya.
"Tebasan Kegelapan!" ucap Evan mengeluarkan jurus tebasan Kegelapannya ke arah para prajurit musuh, hingga para prajurit yang terkena oleh tebasan tersebut akan langsung mati terpotong.
Dengan tingkatan kultivasi Evan yang telah mencapai Tingkat Kaisar Level Lima, daya serap yang dimiliki oleh Evan semakin kuat dan mengerikan, hingga setiap para kultivator dibawah tingkat Jenderal Level Lima akan dengan mudah diserap oleh Evan dengan jarak kurang lebih tiga meter.
Dengan tubuh yang diselimuti oleh energi kegelapan dan mata yang berubah menjadi hitam, Evan pun menyerang dan membunuh para prajurit musuh dengan pedangnya.
Tampak dengan pakaian dan wajah yang berlumuran dengan darah para prajurit musuh, Evan terus menebas dan membunuh para prajurit musuh yang ada dihadapannya.
...****************...
__ADS_1
Sementara itu disisi lain tampak Pasukan Gagak Malam maju dengan bengisnya, tiga ratus prajurit bagaikan tombak runcing yang bergerak lurus menerjang dan menyerang pasukan musuh tanpa ada halangan.
Setiap ada prajurit musuh yang mendekat akan langsung ditebas dan diserap oleh Pasukan Gagak Malam.
Tampak Yu Zhong dengan cakar naganya memimpin Pasukan Gagak Malam menyerang dan membunuh para prajurit musuh yang menghalangi mereka.
"Naga Hitam Pembunuh Dewa!" kata Yu Zhong mengeluarkan Jurus Naga Kegelapannya yang langsung menghabisi dan membunuh para prajurit musuh yang menghalangi didepan mereka.
Sedang disebelah kanan dan kiri Yu Zhong ada Qiu Shen dan Sai yang terus membantunya menyerang menghabisi dan membunuh para prajurit musuh yang menghalangi didepan mereka.
"Gerakan Pembunuh Pedang Kembar!" kata Qiu Shen yang dengan cepat lamgsung menebas dan memotong para prajurit musuh yang ada didepan mereka menjadi beberapa bagian.
Tampak butiran-butiran darah yang keluar dari tubuh musuh yang ditebas dan dibunuh oleh Qiu Shen berterbangan diudara.
Sementara itu disisi kanan Yu Zhong tampak Sai membuka gulungan kertasnya dan melukis empat Singa dan satu ular raksasa.
"Kuas Langit Dan Tinta Hitam, Membentuk Jiwa Dan Raga Monster Dan Hewan!" kata Sai mengeluarkan Empat Singa dan Satu Ular Raksasa dari lukisan yang tadi dia gambar digulungan kertasnya.
Kemudian Empat Singa dan Satu Ular Raksasa yang diciptakan oleh Sai dari lukisannya pun menyerang dan membunuh para prajurit musuh yang menghalangi didepan mereka.
...****************...
Dengan tubuh diselimuti oleh Energi Darah dan Kegelapan dan dengan Tombak Sabit ada ditangan kanannya, Sea Lin maju menyerang dan membunuh sambil menyerap para prajurit musuh hingga tidak bersisa.
"Tatapan Hantu!" kata Sea Lin mengeluarkan Jurus Ilusi dsngan menatap para prajurit musuh dengan matanya yang berwarna merah.
Para prajurit musuh yang melihat mata tersebut pun seketika langsung terkena jurus ilusi dari Sea Lin, yang mana para prajurit musuh akan masuk ke dalam sebuah ilusi, dan mereka akan melihat ada banyak setan yang siap melahap dan memakan mereka.
Karena para prajurit musuh yang telah masuk kedalam ilusi dan kehilangan kendali, Sea Lin pun dengan sangat mudahnya langsung membunuh mereka dan menyerap mereka hingga mati tidak bersisa.
...****************...
Sementara itu disisi lainnya lagi tampak Luo Bai dan Ray Qi sedang bertarung bersama menyerang dan membunuh para prajurit musuh yang ada dihadapan mereka, hingga tidak lama kemudian tiba-tiba Wolf dan Paman Qian Ji terlempar ke arah mereka.
"BRUAAKK! BRUAAKK!!" Wolf dan Paman Qian Ji terlempar dengan sangat kuat hingga menghantam dan berguling-guling dipasir.
__ADS_1
Melihat itu Luo Bai dan Ray Qi pun sangat amat terkejut, hingga kemudian mereka berdua menoleh dan melihat ke arah Wolf dan Paman Qian Ji yang telah berhenti berguling dan tergeletak di atas pasir.
Tampak Paman Qian Ji yang sudah terluka sangat amat parah dan tidak sadarkan diri, sedangkan Wolf dengan tubuh yang terluka dan mulut yang mengeluarkan darah mencoba untuk bangkit berdiri lagi.
Hingga pada saat Wolf baru saja berdiri, tiba-tiba dari arah depan sebuah tombak meluncur dengan sangat cepat menyerang dan memotong lengan tangan kirinya hingga putus.
"AAAAAAA!!" jerit Wolf berteriak kesakitan hingga berlutut sambil memegang lengan kirinya yang telah buntung dan terus mengeluarkan darah.
Hingga kemudian dengan sangat cepat Jenderal Mo Bius datang dan memukul wajah Wolf dengan tinju kanannya yang memakai sarung tangan besi.
"BRUUAAAKK!!" pukulan Jenderal Mo Bius mengenai tepat diwajah Wolf, hingga wajah Wolf hancur dan mengeluarkan darah yang memuncrat keluar.
Akibat pukulan kuat dari Jenderal Mo Bius, Wolf pun terlempar dan berguling-guling di pasir hingga cukup jauh, dan kemudian tergeletak dengan tidak sadarkan diri lagi.
"Sangat Lemah!" kata Jenderal Mo Bius tersenyum meremehkan sambil mengerak-gerakkan kepalan tinjunya.
Sementara itu Luo Bai dan Ray Qi pun terkejut melihat hal tersebut, namun tidak lama kemudian Jenderal Xiong datang dari belakang dan menyerang mereka.
"Saat berperang jangan melamun dan perhatikan orang lain!" kata Jenderal Xiong sambil mengayunkan tombaknya ke arah Luo Bai dan Ray Qi.
Dengan cepat Luo Bai dan Ray Qi pun langsung menoleh melihat ke arah belakang, yang mana tampak Jenderal Xiong dengan ayunan tombaknya sudah siap memenggal leher Luo Bai dan Ray Qi.
Dengan ayunan tombak yang sangat cepat dan kuat juga sudah sangat dekat, Luo Bai dan Ray Qi pun sudah tidak sempat lagi untul menghindar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
......................
__ADS_1