KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 359 : Bersama Reya Diatas Tempat Tidur


__ADS_3

Melihat Wolf yang sangat percaya diri menerima perintah darinya, Evan merasa senang.


"Baiklah, sekarang sebelum matahari terbit kamu pergilah ke barak militer dan persiapkan seluruh pasukan untuk berangkat. Aku ingin sebelum tengah hari, seluruh pasukan sudah berada diluar benteng pertahan dan siap untuk berangkat berperang!" kata Evan memberi perintah kepada Wolf.


"Siap Jenderal, akan segera aku laksanakan!" kata Wolf menerima perintah sambil berlutut dan memberi hormat kepada Evan.


Kemudian setelah menerima perintah dari Evan, Wolf langsung pergi meninggalkan paviliun Chang, dan pergi menuju barak militer untuk mempersiapkan seluruh pasukan sesuai dengan perintah yang Evan katakan.


Sementara itu, setelah Evan memberi perintah kepada Wolf untuk pergi ke barak militer dan mempersiapkan seluruh pasukan untuk berangkat berperang. Kemudian Evan langsung pergi meninggalkan Pavilliun Chang An juga, dan kembali pulang ke kediaman Jenderal sebelum matahari terbit.


Setelah beberapa saat, akhirnya Evan sampai dikediaman Jenderal miliknya. Evan yang baru sampai langsung pergi ke kamar tempat tinggal Ririn.


Namun setelah sampai didepan pintu kamar Ririn, Evan sama sekali tidak bisa masuk, karena pintu dan jendela kamar semuanya tidak hanya dikunci dengan rapat, tetapi juga dipenuhi oleh es yang membekukan pintu dan jendela hingga tidak bisa dibuka sama sekali.


Evan yang melihat itu hanya bisa menghela nafas dan menggaruk kepalanya.


"Haiiss..., Ririn ini sungguh sangat waspada kepadaku. Padahal sudah menikah, tapi dia memperlakukan aku seperti seorang penjahat!" batin Evan dalam hatinya menggerutu kesal.


Karean Evan tidak bisa masuk kedalam kamar Ririn, kemudian Evan yang sedang butuh asupan harian seorang pria normal, pergi ke kamar salah satu istrinya yang lain.


Evan pergi ke kamar tempat tinggal Reya sang Istri keduanya. Disana Evan dapat masuk kedalam kamar Reya dengan sangat mudah tanpa ketahuan.


Setelah masuk kedalam kamar, Evan melihat Reya yang sedang tidur di atas tempat tidur dengan sangat nyenyak.


Evan berjalan perlahan menghampiri Reya yang sedang tidur dengan sangat nyenyak.


Akan tetapi saat Evan sampai didekat Reya dan berdiri dihadapannya, Evan merasa tidak tega untuk mengganggu, apa lagi membangunkan Reya yang sedang tertidur dengan nyenyak tersebut.


Evan menurunkan tubuhnya dan berjongkok didepan Reya yang sedang tertidur menghadap ke arahnya.


Dengan tatapan yang sangat lembut Evan mengecup kening Reya dengan lemah lembut.


"Hmm..., sepertinya aku harus berpuasa lagi hari ini." batin Evan dalam hatinya menghela nafas.


Kemudian Evan yang tidak ingin mengganggu apa lagi membangunkan Reya yang sedang tertidur nyenyak, Evan pun bangkit berdiri dan berbalik meninggalkan Reya.


Namun baru saja Evan berjalan menjauh sebanyak tiga langkah, suara Reya terdengar memanggilnya.

__ADS_1


"Suamiku, kenapa kamu baru pulang?" tanya Reya yang terbangun memanggil Evan.


Mendengar suara Reya yang memanggilnya, Evan langsung berbalik badan kembali ke arah Reya yang sudah terbangun.


Sambil mengucek matanya Reya bangkit duduk di atas tempat tidur.


"Sayang kemarilah dan duduk disampingku, aku sedang sangat merindukan kamu!" kata Reya memanggil dan menyuruh Evan untuk duduk disampingnya di atas tempat tidur.


Dengan patuh Evan pun berjalan menghampiri Reya dan duduk disampingnya.


Reya yang merindukan Evan, langsung memeluk dan mencium Evan. Setelah mencium, Reya dengan manja langsung menyandarkan tubuhnya kedalam pelukan Evan.


"Evan, kamu pulang kemarin sore, tetapi kenapa kamu hanya menemui Ririn dan tidak datang menemuiku?. Jiak Ririn tidak memberitahu kami bertiga tadi malam, mungkin aku tidak akan tahu kalau kamu sudah pulang." ujar Reya yang sedang mengeluh dan bermanja kepada Evan.


Mendengar Reya yang mengeluh kepadanya, Evan merasa bersalah.


"Maaf, lain kali jika aku pergi dan kembali, aku pasti akan menemui kalian semua. Maaf sudah membuatmu menungguku!" kata Evan sambil memeluk dan membelai rambut Reya.


"Aku tidak apa-apa, lain kali kamu harus lebih bersikap adil kepada kami semua. Walaupun kami para istrimu tahu kalau kamu lebih mencintai Ririn daripada kami, tapi kami juga ingin kamu memperlakukan kami sama seperti kamu memperlakukan Ririn!" pinta Reya dengan manja sambil memeluk Evan.


"Baiklah, aku yang salah...(CUP!)" kata Evan mencium kening Reya dengan lembut.


"Evan, karena kamu tidak menemui aku tadi malam, pagi ini aku ingin kamu membayar kesalahan kamu!" kata Reya yang sedang menggoda Evan.


Melihat tingkah Reya yang begitu nakal dan mencoba menggodanya, Evan pun ikut tersenyum nakal juga. Dengan kedua tangannya Evan merangkul dan memeluk pinggang Reya.


"Ooh?, kalau begitu kamu ingin aku membayarnya dengan cara apa?" tanya Evan meladeni kenakalan Reya yang sedang menggodanya.


Reya mendengkatkan wajahnya ke telinga Evan dan berbisik. "Sepuluh Putaran!" kata Reya sambil menghembuskan nafasnya ke telinga Evan.


"Dasar wanita nakal, karena kamu yang memintanya maka nanti jangan menyesal dan memohon ampun padaku!" kata Evan tersenyum jahat pada Reya.


Kemudian Evan dengan sangat b3rgairah langsung turun mencium dua dada Reya, dan tengan tangan kiri Evan memegang dan memainkan salah satu dada Reya.


Seketika Reya langsung m*nd*sah dan mendekap kepala Evan dengan erat ke dadanya. Reya menggeliat dan merintih kenikmatan pada dadanya yang dicium dan dimainkan oleh Evan.


Sambil mencium dan memainkan dua dada Reya, Evan dengan tangan kanannya secara perlahan membuka melepas tali simpul dan membuka pakaian Reya dengan lembut.

__ADS_1


Reya yang merasa geli meminta Evan untuk menghentikan ciumannya, dan berhenti memainkan dadanya.


"Evan.., berhenti, geli sekali....." pinta Reya sambil mendekap dengan erat kepala Evan.


Setelah berhasil melepas seluruh pakaian bagian atas, Evan langsung menjatuhkan Reya diatas tempat tidur dan menimpanya.


Reya terjatuh ke atas tempat tidur dengan tubuh terkulai lemas tak berdaya dan nafas yang terengah-engah.


Evan dengan nafas terengah-engah juga, menatap wajah cantik Reya yang sedang merah merona.


Evan menangkap dan menahan dengan erat tangan Reya yang hendak mendorongnya dan menolaknya.


"Istriku Reya, kamulah yang tadi memintanya, jadi jangan memberontak lagi. Kamu sangat cantik pagi ini, biarkan aku memuaskan kamu." kata Evan yang kini sedang menimpa tubuh Reya.


Dengan perlahan dan lembut Evan memulai aksinya lagi, Evan mencium bibir Reya dan kemudian turun ke bagian tubuh yang lainnya.


Pakaian Reya maupun Evan jatuh berserakan dilantai, saat melakukan langkah terakhirnya, Evan membuat Reya sontak mengeluarkan suara rintihan yang cukup kencang.


Evan yang telah berpuasa selama hampir dua bulan, sungguh sangat merindukan dan menantikan untuk melakukan hubungan malam dengan para istrinya.


Dan kini Evan yang telah mendapatkan kesempatan itu, tentu saja tidak akan menyiakan kesempatan tersebut, dan memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.


Pagi hari sebelum matahari terbit, Evan sungguh memuaskan dirinya yang telah berpuasa cukup lama. Sedangkan Reya yang menjadi pelampiasan Evan, hanya bisa diam menerima apapun yang dilakukan oleh Evan terhadap tubuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


JIKA KAMU TIDAK BISA MEMBERIKAN HAL BESAR UNTUK MEMBAHAGIAKAN ORANG TUAMU


MAKA LAKUKANLAH HAL KECIL YANG DAPAT MEMBUAT ORANG TUAMU TERSENYUM DAN TERTAWA


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2