KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 118 : Hanya pengecut yang mundur sebelum bertempur


__ADS_3

Serangan demi serangan diluncurkan oleh prajurit kerajaan Xiao digerbang dinding kota.


"Hancurkan Gerbang !, lenyapkan para pengkhianat negara !!" Teriak Jenderal Xiao Feng Lei memberi perintah dari atas kudanya.


"Seraaang !!" teriak Prajurit kerajaan Xiao.


"Lenyapkan pengkhianat !!" teriak Prajurit Kerajaan Xiao.


"Bertahan !!" teriak prajurit kota salju.


"Pertahankan Kota !!" teriak prajurit kota salju.


"Hyaaa !!....." jenderal Xiao Feng Lei maju menyerang gerbang kota dengan tombaknya.


"BAAAMM !!, BRRAAKK !!" gerbang kota hancur seketika.


Jenderal Xiao Feng Lei berhasil masuk kedalam kota.


"Serang !, Lenyapkan pengkhianat !, habisi semua orang yang ada !" perintah Jenderal Xiao Feng Lei. dan mereka pun mulai menyerang dan membantai siapa pun yang ada didepan mata, mau itu prajurit atau pun warga biasa yang tidak berdosa.


Jeritan minta tolong, jeritan kesakitan, penderitaan, tangisan, dan teriakkan para prajurit yang bertempur menggelegar didalam kota salju merah darah.


Setelah beberapa saat kemudian Jenderal Xiao menyadari dan melihat sebuah energi besar yang ada di kediaman Jenderal.


"Seluruh Prajurit Ayo ikut aku menyerang ke kediaman jenderal!" perintah Jenderal Xiao Feng Lei pada prajuritnya.


...****************...


Diwaktu yang sama dikediaman Jenderal.


Teman-teman Evan dan orang-orang yang ada disana mendengar jeritan orang-orang yang dihabisi oleh prajurit kerajaan Xiao.


"Pra,prajurit Kerajaan su,sudah masuk kedalam kota!"


"Tamatlah kita semua....."


"Hari ini Sungguh berakhir...."


Rasa ketakutan, Kepanikan dan kepustusasaan semakin menjadi-jadi. ketakutan, kepanikan dan keputusasaan itu terlihat diwajah mereka.


"Apa ini sungguh akan berakhir?, tidak! aku tidak akan menyerah! setidaknya aku harus berjuang walaupun aku berjuang sendiri!" batin Sea Lin bergejolak sambil mengepal tangannya.


"Sriiing...!" Sea Lin mengeluarkan pedangnya.

__ADS_1


Melihat itu teman-teman yang lain terkejut.


"Sea Lin, kau ingin kemana?" tanya Chu Xian sambil melihat kearah Sea Lin, begitu juga teman-teman yang lain yang juga melihat Sea Lin.


"Ingin kemana?, tentu saja berperang!, aku tidak ingin menjadi pengecut yang hanya bisa menunggu kematian atau pun kabur seperti pecundang!" jawab Sea Lin tanpa menoleh kearah belakang.


Mendengar itu teman-temannya dan orang-orang yang ada disana tertegun mendengar ucapan Sea Lin.


"Jika kak Evan bangun, katakan kalau aku sedang menunggunya!" ucap Sea Lin yang ingin pergi.


Namun saat dia sudah ingin mulai melangkahkan kakinya tiba-tiba "BOOMM !!" ledakan terjadi dari arah belakangnya yaitu tempat Evan berada.


......................


Diwaktu yang sama jenderal Xiao Feng Lei merasakan dan melihat ledakan gelombang Energi spiritual yang berasal dari kediaman jenderal.


Kuda yang dinaiki jenderal Xiao Feng Lei terkejut dan meloncat yang membuat jenderal Xiao berhenti.


"Ada apa ini...., gelombang ini...., membuat aku merasa takut...?" batin Jenderal Xiao Feng Lei dengan tangan yang memegang tombak gemetar.


...****************...


Kembali ke kediaman jenderal.....


Seketika semuanya menoleh melihat kearah Evan.


"EVAN !?" ucap mereka gembira sambil melihat ke arah Evan.


"Evan.. Evaan....." ucap Ririn lemah dan pingsan, dan Kemudian Ran Ran menangkap Ririn.


"Tubuhnya dingin sekali !" ucap Ran Ran setelah menyentuh Tubuh Ririn yang penyakit kutukannya kambuh karena terlalu sedih.


Evan dengan cepat menghampiri Ririn yang pingsan.


"Kasiaan...." gumam Evan sambil menyentuh pipi Ririn dengan lembut.


"Ran Ran tolong bawa Ririn ke kamarnya." pinta Evan, Ran Ran pun mengangguk dan langsung membawa Ririn pergi.


"Evan !, akhirnya kau bangun!" ucap Reya.


"Evan, kami sudah menunggumu semalaman!" Chu Xian.


"Evan, kami sangat membutuhkan bantuanmu!" ucap Qin Shan.

__ADS_1


"Evan, kota salju telah diserang!" ucap Luo Bai.


Teman-teman Evan yang sedari tadi berharap dan menanti Evan bangun, kini menjadi sangat senang dan gembira.


"Itu Evan, Evan sudah bangun!"


"Kita semua selamat!"


"Kita semua hari ini tidak jadi mati, horee!"


Para murid sekte pun juga turut gembira dan senang, Namun....


"Heh !" tawa kecil Evan yang menundukkan kepalanya sambil tersenyum, Evan mengacuhkan teman-temannya, Evan berjalan melewati mereka begitu saja, Evan berjalan dan berdiri didepan para kerumunan.


Semua orang pun menjadi diam tidak ada yang berani bicara.


"Aku sudah mendengar dan mengetahui semuannya, Kalian Semua ternyata adalah pengecut !!, ternyata Sekte matahari merah telah memelihara begitu banyak pengecut, pecundang yang penakut!" ucap Evan dengan nada rendah namun dingin yang langsung membuat semua orang terdiam seketika.


"Evan, apa maksudmu?" tanya Luo Bai merasa aneh kepada Evan.


"Apa maksudku apa masih kurang jelas?, kalian semau PENGECUT !!" teriak Evan tepat dikata 'pengecut'.


"Kalian Semua pengecut yang memang pantas mati!, kalian bahkan menyerah sebelum mencoba, kalian sudah ketakutan, putus asa sebelum bertempur!!. kalian semua pecundang! sampah yang bahkan tidak memiliki keberanian untuk bertaham hidup demi diri sendiri, kalian hanya bisa menunggu kematian!. Tidak seharusnya para tetua dan jenderal Ryu berkorban nyawa demi kalian semua!, kalian adalah BEBAN !!" teriak Evan dengan lantang kepada semua orang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...Coba tebak authornya cewe atau cowo?...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2