KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 385 : Beristirahat Setelah Perang


__ADS_3

Kemudian setelah membunuh Kaisar Mo Luo Tai, Evan tidak lupa untuk mengambil cincin ruang penyimpanan milik Kaisar Mo Luo Tai.


"Maaf Kaisar aku lancang, aku mungkin membutuhkan barang-barang yang ada didalam cincin penyimpanan anda untuk menyelesaikan urusanku kedepannya." kata Evan sambil mengambil cincin ruang penyimpanan yang ada dijari tangan Kaisar Mo Luo Tai.


Sementara itu diluar Aula Istana, tampak Sea Lin dan yang lainnya datang dan menghampiri Qiu Shen yang sedang berjaga didepan pintu Aula Istana.


"Hormat pada Para Komandan!" kata Qiu Shen sambil memberi hormat pada Sea Lin dan yang lainnya.


"Tidak perlu memberi hormat. dimana Jenderal Li?" tanya Luo Bai pada Qiu Shen.


"Jenderal Li ada didalam didalam!" kata Qiu Shen memberitahu Luo Bai dan teman-teman Evan yang lainnya.


Kemudian mereka semua bersama-sama masuk ke dalam Aula Istana untuk menjumpai Evan.


Saat mereka semua masuk ke dalam Aula Istana, mereka semua melihat Evan yang sedang berdiri tepat dihadapan Kaisar Mo Luo Tai.


Menyadari kedatangan Sea Lin dan teman-teman yang lainnya, Evan segera menoleh dan berbalik badan ke arah mereka semua.


"Akhirnya kalian semua datang juga, kalian semua lambat sekali, aku sudah sangat lama menunggu kalian!" kata Evan sambil tersenyum jenaka pada teman-temannya.


"Haaiiss..., Kamu langsung pergi kesini setelah kamu membereskan bagianmu, jadi kamu tidak mungkin tahu kesullitan kami melawan Pasukan Besar Kerajaan Mo." ujar Ray Qi mengeluh pada Evan.


Melihat bahwa semua teman-temannya baik-baik saja dan tidak ada yang mengalami luka serius, Evan merasa senang dan tersenyum.


Kemudian Luo Bai melihat, bahwa dibelakang tubuh Evan ada Kaisar Mo Luo Tai yang sudah mati dalam posisi duduk disinggasana.


"Kamu sudah membunuh Kaisar Mo Luo Tai?" tanya Luo Bai pada Evan.


"Yah, aku sudah membunuhnya. Kaisar Mo Luo Tai menyerah dan tidak melakukan perlawanan saat aku ingin membunuhnya, bahkan kami sempat mengobrol!" kata Evan kepada teman-temannya.


Mendengar perkataan Evan, membuat mereka semua merasa heran dan bingung. Melihat semua teman-temannya merasa bingung dengan apa yang ia katakan, Evan tersenyum dan tertawa kecil.


"Wolf!" panggil Evan.


"Saya Jenderal!" jawab Wolf sambil memberi hormat pada Evan.


"Kamu aturlah pemakaman untuk Kaisar Mo Luo Tai. Makamkan Dia bersama dengan makam para Leluhur Keluarga Kerajaan Mo, dan deri dia pemakaman yang layak." kata Evan memberi perintah pada Wolf.


"Siap Jenderal!" kata Wolf menerima perintah dengan patuh sambil memberi hormat pada Evan.

__ADS_1


"Baiklah, kalian semua pasti lelah karena sudah bertempur seharian, malam ini kita istirahat, besok baru kita bereskan semua masalah yang ada!" kata Evan pada teman-temannya.


Kemudian mereka semua keluar dari Aula Istana dan pergi ke tempat tinggal sementara mereka masing-masing untuk beristirahat.


Masih pada malam hari, tampak Evan yang sedang berdiri dipinggir sebuah kolam sambil memandangi bayangan bulan di atas air.


"Biasanya jika malam seperti ini, Ririn pasti sedang memandangi bayangan bulan sambil bernyanyi untuk bayinya. Haaiss..., Jika bukan karena harus membereskan semua masalah yang ada disini, aku pasti akan langsung pulang ke Nanzhou dan menemaninya sekarang!" kata Evan yang sedang memikirkan dan merindukan Ririn tercintanya.


Disaat Evan sedang asyik melamun dan berbicara sendiri dipinggir kolam, tiba-tiba Sea Lin yang sedang berjalan-jalan datang menghampiri Evan.


Evan yang menyadari ada seseoeang yang datang, segera menoleh dan melihat ke arah Sea Lin yang sedang berjalan menghampirinya.


"Kakak Besar, apa yang sedang kamu lakukan disini?, kenapa tidak pergi beristirahat?" tanya Sea Lin sambil berjalan menghampiri Evan.


Sea Lin terus berjalan dan berhenti tepat disamping Evan yang sedang fokus melihat bayangan bulan di atas kolam.


"Aku sedang merindukan Kakak Ipar Pertamamu. Dia sekarang sedang hamil, jadi aku sangat khawatir padanya." ujar Evan sambil fokus melihat bayangan bulan yang berada di atas kolam.


"Kakak tidak perlu terlalu khawatir pada Kakak Ipar Pertama atau Para Kakak Ipar yang lainnya. Mereka semua adalah para wanita yang kuat, aku yakin mereka pasti bisa melindungi diri mereka sendiri!" ujar Sea Lin.


"Yah aku tahu itu, tetapi tidak tahu mengapa aku masih tetap merasa khawatir pada mereka!" ujar Evan yang tidak menghilangkan rasa khawatir pada Para Istrinya.


"Secepatnya, setelah membereskan semua masalah yang ada di Ibukota Kerajaan Mo, aku akan langsung kembali ke Nanzhou. Hmm..., kenapa kamu bertanya tentang ini?" tanya Evan merasa heran.


"Jika Kakak Besar ingin pulang ke Nanzhou jangan lupa ajak aku juga, Aku ingin menikahi Xian Xian!" kata Sea Lin sembari tersenyum.


Mendengar itu, Evan seketika merasa terkejut.


"Kamu ingin menikah dengan Chu Xian!?, apa Chu Xian sudah setuju!?" tanya Evan merasa heran.


Melihat Evan yang merasa terkejut, Sea Lin tersenyum dan tertawa jenaka.


"Kakak Besar, aku lupa memberitahumu. Sebenarnya malam hari sebelum kita berangkat berperang, Xian Xian datang ke kamarku, dan dia memaksa aku untuk menikahinya secepatnya." kata Sea Lin dengan sangat senang dan bahagia memberitahu Evan.


"Hahaha bagus, kamu berusaha dengan cukup baik. Aku menunggu undangan pernikahan darimu!" kata Evan yang ikut merasa senang dan bahagia.


...****************...


Keesokan paginya, Evan dan teman-temannya bersama-sama menghadiri pemakaman Kaisar Mo Luo Tai.

__ADS_1


"Semoga Kaisar tenang di alam sana. Aku berjanji, aku pasti akan menjaga seluruh rakyat Kerajaan Mo dengan baik!" kata Evan sambil memberi hormat pada Makam Kaisar Mo Luo Tai.


Setelah menghadiri pemakaman Kaisar Mo Luo Tai, Evan dan teman-temannya kembali ke Istana Kerajaan untuk melakukan rapat tentang pembagian tugas.


"Ray Qi, Wolf dan Paman Qian Ji, kalian bertiga atur beberapa Pasukan untuk melakukan pembersihan di medan perang." ujar Evan memberi tugas pada Ray Qi, Wolf dan Paman Qian Ji.


"Yu Zhong, kamu pimpin Pasukan Gagak Malam untuk membantu. Dan aturlah pembagian bahan kultivasi untuk Para Prajurit Pasukan Gagak Malam secara merata!" kata Evan memberi tugas pada Yu Zhong.


"Setelah seluruh Pasukan Gagak Malam selesai melakukan penyerapan, kamu datanglah padaku untuk melapor!" kata Evan pada Yu Zhong


"Siap Jenderal!" kata Yu Zhong sambil memberi hormat pada Evan..


"Sedangkan untuk Luo Bai dan Sea Lin, kalian berdua ikur aku melihat harta hasil rampasan di gudang penyimpanan harta Kerajaan!" kata Evan pada Luo Bai dan Sea Lin.


Setelah mengetahui tugas mereka masing-masing, kemudian mereka semua bubar untuk mengerjakan tugas mereka masing-masing.


...****************...


Setelah beberapa saat kemudian, Evan, Sea Lin dan Luo Bai sampai didepan pintu Gudang harta Kerajaan Mo.


Evan, Sea Lin dan Luo Bai merasa kagum dan takjub ketika melihat betapa besar dan megahnya Gudang Harta Kerajaan Mo tersebut.


"Astaga, Gudang Harta ini besar sekali!" kata Sea Lin merasa sangat takjub.


"Hemm.., Kerajaan Mo memang pantas dijuluki sebagai Kerajaan paling makmur nomor dua setelah Kerajaan Li. Kekayannya tidak boleh dianggap remeh!" kata Evan yang juga merasa kagum dan takjub.


Di sekeliling Gudang Harta Kerajaan Mo, tampak ratusan Prajurit Nanzhou yang telah diatur oleh Evan untuk menhaga pintu Gudang Harta Kerajaan Mo.


Melihat kedatangan Evan, Luo Bai dan Sea Lin, dengan segera ratusan Prajurit tersebut langsung berlutut dan memberi hormat.


"Hormat Pada Jenderal Li, Komandan Luo dan Komandan Lin!" kata Ratusan Prajurit sambil berlutut dan memberi hormat pada Evan, Luo Bai, dan Sea Lin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2