
Sementara itu disisi lain, tampak Rui Li yang sedang dalam perjalanan menuju Ibukota Kerajaan yaitu Kota Nan Gu dengan terbang menggunakan Sayap Auranya.
Ditengah Hutan yang rimbun tiba-tiba dua orang pria berjubah hitam sedang terbang mengikuti Rui Li dari belakang.
Rui Li yang melihat itu pun sontak merasa terkejut dan langsung menoleh melihat ke arah dua pria berjubah hitam tersebut yang sedang mengejar dibelakangnya.
"Sial!, ternyata ada orang yang mengikutiku, sepertinya mereka bukan orang baik, aku harus bisa kabur dan melarikan diri dari mereka!" pikir Rui Li yang kemudian langsung menambah kecepatan terbangnya.
Melihat Rui Li yang menambah kecepatan terbangnya, dua pria berjubah hitam tersebut pun juga langsung menambah kecepatan terbang mereka.
"Sepertinya dia sudah tahu kalau kita sedang mengikuti dan mengejarnya, kita harus menambah kecepatan dan menangkap dia, jika tidak pasti nanti kita yang akan dihabisi oleh Kaisar Xiao!" kata salah satu Pria Berjubah Hitam.
"Yah, kita harus berhasil menangkap dan membunuhnya, sebelum dia sampai di Ibukota Kerajaan dan melaporkan tentang pergerakan Kerajaan Xiao kepada Kaisar Gu Tianxing, cepat kejar dan bunuh dia!" kata Pria Berjubah Hitam yang satunya lagi.
Kemudian dua pria berjubah hitam tersebut pun langsung menambah kecepatan terbang mereka dan mengejar Rui Li yang sedang terbang didepan mereka.
Aksi kejar-kejaran diatas udara pun terjadi, namun dengan kecepatan Rui Li yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan dua pria berjubah hitam yang mengejarnya, tidak lama kemudian Rui Li pun segera terkejar oleh dua pria berjubah hitam tersebut.
Disaat sudah cukup dekat, salah satu Pria Berjubah hitam pun langsung mengeluarkan sebuah jurus untuk menyerang Rui Li yang sedang terbang didepan mereka.
"Jari-Jari Hantu!" kata Salah satu Pria Berjubah Hitam mengeluarkan sebuah teknik berupa jari-jari tangan berwarna hitam yang sangat panjang dan berbentuk seperti tengkorak.
Kemudian jari-jari tangan yang sangat panjang tersebut pun mengapai dan memerangkap Rui Li.
Seketika Rui Li pun tertangkap dan langsung dilemparkan ke arah Hutan lebat yang ada dibawah mereka.
"BOOMM! BOOM! BOOM!!" Rui Li terlenpar dengan sangat kuat hingga menghantam beberapa pohon hingga tumbang.
Kemudian tampak Rui Li yang duduk bersandar disebuah pohon dengan tubuh yang telah terluka.
"Uuukh Aakh!, sialan!" kata Rui Li dengan mulut yang mengeluarkan darah dan tangan kanan nemegang dadanya yang terasa sakit.
Tidak lama kemudian dua pria berjubah hitam pun turun dan mendarat didepan Rui Li yang sedang duduk bersandar disebuah pohon.
Melihat dua pria berjubah hitam itu sudah datang, Rui Li pun langsung segera bangkit berdiri walaupun dengan susah payah.
Kemudian Rui Li mengeluarkan satu botol pil dari cincin penyimpanannya.
"Aku tidak boleh mati hari ini, aku harus menyelesaikan tugas yang diberikan Pemimpin Sekte dan Jenderal Evan Li kepadaku!" kata Rui Li yang tidak ingin gagal menjalankan misi.
__ADS_1
Kemudian Rui Li pun langsung menenggak semua Pil yang ada didalam botol hingga habis, setelah semua Pil telah habis Rui Li langsung melempar dan membuang botol Pil tersebut.
"RRAAAAAAARR!!!" teriak Rui Li yang langsung meledakan dan mengeluarkan energi spiritual Elemen Air dan Angin dari tubuhnya.
"Jurus Hiu Pemangsa Penguasa Laut!" kata Rui Li mengeluarkan sebuah jurus berupa Hiu raksasa yang maju menyerang dua Pria Berjubah hitam.
Dengan cepat dua pria berjubah langsung menghindar dan berpisah kekanan dan kekiri.
"BOOOMMM!!" dua Pria Berjubah hitam berhasil menghindari serangan Hiu Raksasa tersebut.
"Dasar tidak tahu diri!, kita bunuh dia!" kata salah satu pria berjubah hitam maju menyerang yang langsung diikuti oleh pria berjubah hitam yang satunya lagi.
Kemudian Rui Li mengeluarkan jurusnya lagi. "Angin Topan Gila!" kata Rui Li mengeluarkan sebuah gelombamg pusaran angin tofan yang bisa memotong apapun yang ada disekitarnya.
"Tombak Es Pembeku Langit!" kata salah satu Pria Berjubah Hitam mengeluarkan sebuah jurus berupa Tombak Es raksasa yang menyerang dan menghunus ke arah Rui Li.
"Iblis Hantu Pemakan Darah!" kata Pria Berjubah hitam yang satunya lagi yang mengeluarkan sebuah jurus berupa kepala Iblis hantu yang menyerang ke arah Rui Li.
Kemudiam jurus Tombak Es Pembeku Langit dan Iblis Hantu Pemakan Darah milik dua pria berjubah hitam pun melawan Jurus Gelombang Angin Topan gila milik Rui Li.
Karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh, walaupun Rui Li telah meminum banyak sekali Pil untuk meningkatkan kekuatannya secara instan, akan tetapi jurus Tombak Es Pembeku Langit dan Iblis Hantu Pemakan Darah milik dua Pria berjubah hitam dengan sangat mudahnya langsung mengalahkan dan menerobos Jurus Gelombang Angin Topan Gila milik Rui Li.
"Aaakh!!" Rui Li menjerit dan mengeluarkan memuntahkan darah dari mulutnya.
Kemudian Rui Li pun jatuh tumbang dan mati seketika, sementara itu tampak dua pria berjubah hitam masih berdiri dan menang dengan mudah.
"Huh!, sungguh merepotkan saja!" kata salah satu pria berjubah hitam.
...****************...
Sementara itu di Sekte Gunung Abadi.
Setelah hari sudah mulai gelap, tampak Evan, Sai dan Hua Qing Qing yang berkeliling sekte Gunung Abadi akhirnya sampai ditempat terakhir, yaitu suatu tempat latihan para murid yang berupa sebuah gua.
Kemudian suara Elemen Bintang terdengar dipikiran Evan.
"Disana!, Aku merasakan energi Batu Gravitasi ada diujung Gua ini, dan ukurannya cukup besar!" kata Elemen Bintang kepada Evan melalui ruang kesadaran.
"Bebarkah?, kalau begitu bagus sekali!" kata Evan melalui ruang kesarannya.
__ADS_1
Kemudian Evan yang ingin mencari tahu mencoba bertanya kepada Hua Qing Qing tentang Gua tersebut.
"Gua apa itu?, aku merasakan energi spiritual yang cukup kuat dari dalam Gua!" ujar Evan bertanya kepada Hua Qing Qing.
"Itu adalah Gua Gravitasi, Gua Gravitasi ini adalah tempat berlatih untuk para murid sekte, biasanya jika ada murid yang masuk kesana maka setelah keluar murid tersebut pasti akan mengalami perkembangan yang cukup besar, tetapi tergantung bakat dan seberapa lama kamu berlatih didalam sana!" kata Hua Qing Qing menjelaskan Gua Gravitasi tersebut kepada Evan.
"Apakah ada syarat jika ingin masuk kedalam Gua Gravitasi ini?" tanya Evan mencari tahu.
"Yah tentu saja, di Sekte Gunung Abadi kami melakukan transaksi dengan Poin jasa yang kami dapat dengan cara melakukan tugas atau misi, Poin jasa juga bisa didapatkan dengan menukarnya dengan Kristal Spirit, 10 kristal Spirit sama dengan satu poin jasa, dan jika kamu ingin masuk kedalam Gua maka kamu harus membayar sebanyak seribu poin untuk satu hari!" jawab Hua Qing Qing menjelaskan Evan.
"Ternyata Sekte Gunung Abadi sangat pelit yah?, bahkan ingin berlatih saja harus membayar!" ujar Sai yang seketika langsung membuat Hua Qing Qing merasa kesal.
"Itu namanya bukan pelit tetapi Sekte melakukan ini agar para murid dapat bekerja dan berlatih lebih giat dan keras, kamu lama-lama minta dipukul yah!" kata Hua Qing Qing merasa sangat kesal kepada Sai.
"Kalau begitu aku ingin mencoba untuk masuk kedalam Gua Gravitasi, aku ingin berlatih didalam sana!" ujar Evan yang ingin masuk kedalam Gua Gravitasi untuk mencari Batu Gravitasi.
"Kamu ingin masuk sekarang?" tanya Hua Qing Qing merasa terkejut dengan Evan yang tiba-tiba ingin masuk kedalam Gua Gravitasi.
"Yah sekarang!, Sai, apakah kamu ingin ikut?" tanya Evan mengajak Sai.
"Tentu saja aku ikut!" kata Sai setuju untuk ikut dengan Evan masuk kedalam Gua Gravitasi.
"Hmmm baiklah, kalau begitu ayo kalian ikut denganku, kalian baru datang ke Sekte Gunung Abadi jadi pasti kalian belum memiliki Poin saja, kalian berdua ikutlah denganku untuk membeli Poin jasa!" ujar Hua Qing Qing mengajak Evan dan Sai.
Singkat cerita setelah Evan dan Sai mendapatkan Poin Jasa, Evan dan Sai pun bersiap untuk masuk kedalam Gua. Namun sebelum itu Evan dan Sai perlu membayar Poin Jasa kepada Tetua yang menjaga Gua Gravitasi, Tetua itu bernama Tetua Meng yaitu seorang Kultivator Tingkat Kaisar Level Dua.
Kemudian Evan, Sai dan Hua Qing Qing pun berjalan menghampiri Tetua Meng yang sedang menjaga didepan Gua sambil tertidur.
"Tetua Meng lama tidak berjumpa!, apa kabarmu?" kata Hua Qing Qing menyapa Tetua Meng dengan ramah.
Mendengar suara Hua Qing Qing, Tetua Meng pun langsung terbangun dan membuka matanya.
"Qing Qing!" sebut Tetua Meng langsung bersemangat ketika melihat Hua Qing Qing datang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
__ADS_1