
"Apa kamu bilang? Beraninya kamu meremehkan Seorang murid dalam Akademi Matahari Merah?" kata Sang Tuan Muda memarahi Evan yang sedang meremehkan dirinya.
"Hei anak muda! Sebaiknya kamu sekarang minta maaf dan berlutut pada Tuan Muda kami! Jika tidak, kami tidak akan menjamin kalau dirimu akan masih baik-baik setelah keluar dari restoran ini!" kata sang Pengawal Bertubuh Besar mengancam Evan, dan menyuruhnya untuk berlutut dan meminta maaf pada Sang Tuan Muda mereka.
"Hahh!?" Evan merasa terkejut dan sangat tidak menyangka dengan apa yang baru saja didengar olehnya.
"Baru satu tahun aku tidak menungunjungi Akademi, dan sekarang sudah muncul lagi murid sesombong ini! Sepertinya remaja ini sama sekali tidak mengenali diriku" batin Evan dalam hatinya.
"Hei! mengapa kamu masih bengong? sekarang cepat berlutut!" kata sang Pengawal Bertubuh Besar memerintah Evan.
Mendengar perintah tersebut sekali lagi, seketika membuat Evan merasa kesal dan mengepalkan tangannya.
Kemudian hanya dengan satu kali tamparan diwajah, Evan membuat Sang Pengawal Bertubuh Besar tersebut langsung terlempar keluar dari restoran.
Melihat ada seseorang yang terlempar keluar dari restoran, seketika membuat semua orang yang berada didalam maupun diluar restoran sontak merasa terkejut.
"Kau! berani kau memukul orangku? Sepertinya kamu memang sedang mencari mati!" kata Sang Tuan Muda sambil menunjuk-nunjuk Evan dengan jarinya.
Namun Evan sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Sang Tuan Muda tersebut, hanya saja kata-kata Sang Tuan Muda tersebut membuat Evan merasa semakin jengkel dan kesal.
"Jika kalian tidak ingin dipukul, lebih baik sekarang kalian semua segera keluar dari Restoran ini! Jangan sampai kalian membuat aku semakin merasa kesal!" kata Evan memberi peringatan Sang Tuan Muda dan orang-orang yang mengikutinya.
"Berani kau mengusir kami? Jangan kau samakan aku dengan Pengawal Rendahan itu! Hari ini aku pasti akan membuat menderita karena telah berani menyinggung diriku!" kata Sang Tuan Muda memberi peringatan kepada Evan.
Melihat Sang Tuan Muda tersebut menolak untuk keluar dari Restoran, kemudian tanpa basa-basi Evan langsung memberikan satu tamparan keras ke wajah Sang Tuan Muda tersebut.
"PLAAKK!!" hanya dengan satu kali tamparan keras diwajah, Evan membuat beberapa gigi Sang Tuan Muda tersebut keluar dari mulutnya.
__ADS_1
Dengan satu kali tamparan keras diwajah, Evan membuat membuat Sang Tuan Muda langsubg terlempar keluar dari restoran tersebut.
Melihat ada satu orang lagi yang terlempar keluar dari restoran, seketika membuat semua orang yang berada didalam maupun diluar restoran merasa terkejut untuk yang kedua kalinya.
Melihat Sang Tuan Muda yang mereka ikuti telah dikalahkan oleh Evan hanya dengan satu kali tamparan, seketika membuat sekelompok orang yang tadi mengikuti Sang Tuan Muda merasa terkejut dan takut.
Perlahan sekelompok orang tersebut kepada Evan.
"Hei kalian! apakah kalian masih tetap ingin berada direstoran ini? Atau kalian ingin dipukul dahulu baru pergi?" ujar Evan kepada sekelompok orang yang sedang ketakutan tersebut sambil meremas kepalan tinjunya.
"Baik kami akan segera pergi! tolong jangan pukul kami!" kata sekelompok tersebut dengan ketakutan mematuhi perintah Evan untuk pergi.
Kemudian tanpa ragu sekelompok orang tersebut langsung kabur melarikan diri, dan pergi meninggalkan restoran tersebut. Dan tidak lupa, sekelompok orang tersebut juga membawa pergi Sang Tuan Muda dan Sang Pengawal Bertubuh Besar, yang telah pingsan didepan pintu restoran.
"Haaiiss..., sungguh merepotkan. Aku yakin sekelompok orang itu pasti akan datang lagi, dengan membawa orang yang lebih kuat untuk membalas dendam padaku!" kata Evan bergumam dengan pelan.
Setelah mengusir sekelompok orang tersebut untuk sementara, kemudian Evan berbalik badan ke arah Sang Pemilik Restoran yang sedang meratapi kondisi restorannya.
"Haaiiss.., hari ini sepertinya restoranku mengalami rugi besar, lima meja dan sepuluh kursi hancur! belum lagi Para Pelanggan yang kabur karena ketakutan!" batin Sang Pemilik Restoran yang sedang menghitung kerugian restorannya.
"Maaf Tuan, atas kekacauannya, Saya pasti akan mengganti rugi semua biaya kerusakan restoranmu!" kata Evan meminta maaf kepada Sang Pemilik Restoran.
"Tidak usah Tuan Jenderal! Tidak usah! Tuan Jenderal tidak perlu mengganti rugi biaya kerusakan restoran saya. Lagi pula yang merusak restoran saya bukanlah Tuan Jenderal, tetapi sekelompok orang sombong itu!" kata Sang Pemilik Toko sambil melambaikan tangannya dengan cepat.
"Tuan benar juga, tetapi tidak apa-apa, Saya akan tetap membayar ganti rugi atas semua kerugian dan kerusakan restoran Tuan. Lagi pula, ini semua juga salah Saya yang masih kurang ketat dalam menjaga keamanan kota Yanzhou!" kata Evan sambil memberikan satu kantung uang kepada Sang Pemilik Restoran untuk membayar ganti rugi.
"Tidak usah Tuan Jenderal! Ini semua bukan salah Tuan Jenderal! Tuan Jenderal tidak perlu mengganti rugi!" kata Sang Pemilik Restoran menolak uang ganti rugi yang diberikan oleh Evan.
__ADS_1
Melihat sang Pemilik Restoran yang terus menolak uang ganti rugi yang ia berikan, terpaksa Evan menggunakan cara tegas untuk memaksa Sang Pemilik Restoran, agar mau menerima uang ganti rugi yang ia berikan.
"Maaf Tuan, Tuan harus menerima uang ganti rugi ini, karena ini adalah perintah! Jadi Tuan tidak diijinkan untuk menolak dan hanya boleh menerima uang ini!" kata Evan memaksa Sang Pemilik Restoran untuk menetima uang ganti rugi yang ia berikan.
"Haaiiss..., apakah ini bisa disebut dengan pemaksaan?" ujar Sang Pemilik Restoran yang masih merasa enggan untuk menerima uang ganti ruggi yang diberikan oleh Evan kepadanya.
"Tentu saja! Ini memang pemaksaan!" kata Evan tanpa ragu memaksa Sang Pemilik Restoran untuk menerima uang ganti rugi tersebut.
"Lagi pula, makanan yang restoran kamu sajikan sangat enak, sampai membuat wanita yang Saya bawa tadi makan dengan sangat lahap. Jadi, anggap saja Saya sedang membayar uang makanan yang kamu sajikan!" kata Evan mencari alasan lainnya agar Sang Pemilik Restoran mau menerima uang ganti rugi yang ia berikan.
Melihat Evan yang terus memaksanya untuk menerima uang ganti rugi tersebut dengan berbagai cara, maka Sang Pemilik Restoran menjadi tidak enak untuk terus menolak uang ganti rugi yang diberikan oleh Evan.
Kemudian Sang Pemilik Restoran akhirnya dengan senang hati menerima uang ganti rugi yang diberikan oleh Evan.
"Baiklah, karena Tuan Jenderal telah berkata seperti itu, maka saya akan menerima uang ganti rugi ini dengan senang hati. Terima Kasih Tuan Jenderal!" kata Sang Pemilik Restoran berterima kasih kepada Evan.
"Nah, begitu baru benar!" kata Evan merasa senang melihat Sang Pemilik Restoran menerima uang ganti rugi yang ia berikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1