KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 238 : Berangkat Menuju Ke Sekte Puncak Dewi Putih


__ADS_3

Keesokan paginya, Yuna Li bangun dari tidurnya, ketika Yuna Li bangun dan membuka matanya dia merasakan tangan Tang Chen yang menggenggam tangan kirinya.


Kemudian Yuna Li pun menoleh ke arah Tang Chen yang tampak tidur dengan sangat pulas disamping tempat tidurnya, Dan Yuna Li melihat tangan kanan Tang Chen yang menggenggam tangannya tersebut dibalut dengan perban.


Yuna Li mengingat kejadian tadi malam dimana pada malam itu Tang Chen menahan pisau untuknya dan menghentikan dirinya untuk bunuh diri, dan Yuna Li juga mengingat bahwa malam itu Tang Chen mengungkapkan perasaan yang ada dalam hatinya kepada Yuna Li.


"Mungkin aku memang harus benar-benar melupakan perasaan cintaku kepada Pangeran Evan, aku akan mengikhlaskannya!.


"Dan untukmu Tang Chen, aku akan mencoba menerimamu!" kata Yuna Li berbaring miring menghadap ke Tang Chen dan membelai wajah Tang Chen dengan lembut.


Namun disaat Yuna Li membelai wajah Tang Chen, tiba-tiba Tang Chen terbangun dari tidurnya dan membuka matanya.


"Kamu akhirnya bangun juga" kata Yuna Li sambil tersenyum dan membelai wajah Tang Chen.


Tang Chen yang baru terbangun merasa terkejut dan juga gembira ketika melihat Yuna Li mengelus wajahnya, Tang Chen yang bangun langsung duduk dengan tegak dan memegang pipinya yang tadi dibelai oleh Yuna Li.


"Tadi Yuna Lu membelai wajahku?" batin Tang Chen dalam hatinya sambil memegang pipinya yang tadi dibelai oleh Yuna Li.


"Apakah tangan kamu masih sakit?, maafkan aku, gara-gara aku kamu jadi terluka" ucap Yuna Li dengan meminta maaf dengan lemah kepada Tang Chen.


"Hmm.., tidak apa-apa, ini hanya luka kecil saja bagiku, aku sudah terbiasa, jadi kamu tidak perlu meminta maaf!" ujar Tang Chen sambil tersenyum kepada Yuna Li.


Mendengar perkataan Tang Chen,Yuna Li pun merasa senang dan tenang.


"Terima kasih karena kamu telah menghentikan aku, aku berhutang budi padamu!" kata Yuna Li berterima kasih kepada Tang Chen.


Singkat cerita dihalaman kediaman, tampak Evan, Ruyin Li, Tang Chen, Bibi Rue Luanyi, Rue Xianyi dan kedua muridnya sudah bersiap untuk berangkat ke Sekte Puncak Dewi Putih.


"Sepertinya hubungan kamu dengan Yuna Li sudah ada kemajuan, kamu cukup cepat juga!" kata Evan yang sedang mengobrol kepada Tang Chen sebelum berangkat pergi.


"Lumayan, ini semua juga berkat kamu juga!" ujar Tang Chen kepada Evan.


Sementara itu disisi lain, Yuna Li mengajak Kakaknya Ruyin Li untuk berbicara berdua sebentar.


"Kakak bisakah kita bicara berdua sebentar?" pinta Yuna Li mengajak kakaknya Ruyin Li.


Kemudian Yuna Li dan Ruyin Li pun pergi sedikit menjauh dari yang lainnya.


"Kakak, aku dapat melepaskan Pangeran Evan untukmu, tetapi kamu harus berjanji padaku jangan pernah mengecewakan Pangeran Evan!" pinta Yuna Li kepada kakaknya Ruyin Li.


"Maaf Yuna Li, kakak telah bersalah padamu, Kakak berjanji padamu bahwa Kakak tidak akan pernah mengecewakan Evan!" kata Ruyin Li kepada adiknya Yuna Li.

__ADS_1


Kemudian mereka pun telah siap untuk berangkat pergi menuju ke Sekte Puncak Dewi Putih, tetapi sebelum berangkat pergi Evan ingin meminta sesuatu hal kepada Rue Xianyi dan kedua muridnya yaitu Naya Sue dan Rumi Xia.


"Tetua Rue Xianyi dan Nona Naya Sue juga Nona Rumi Xia, saya ingin meminta pada kalian agar jangan mengungkapkan identitasku kepada siapapun, aku ingin kalian agar menyembunyikan identitasku sebagai Pangeran Evan yang dibuang dari kerajaan Li" pinta Evan kepada tiga wanita tersebut.


"Kenapa kamu ingin menyembunyikan identitas kamu sebagai Pangeran Evan?" tanya Rue Xianyi merasa penasaran.


"Huh!, tentu saja karena dia malu!, dia tidak ingin identitasnya yang penuh dengan reputasi buruk terungkap keluar!" saut Rumi Xia mencibir Evan.


"Diam!, aku tidak bertanya padamu!" kata Rue Xianyi dengan tegas kepada Rumi Xia.


"Pangeran Evan, aku bertanya sekali lagi padamu, apa alasanmu?, kenapa kamu ingin menyembunyikan identitas kamu sebagai Pangeran Evan?" tanya Rue Xianyi sekali lagi kepada Evan.


"Tetua Rue Xianyi pasti sudah tahu kalau aku adalah Pangeran yang telah dibuang dari kerajaan oleh pamanku Li Danrui karena perebutan kekuasaan, jika misalnya dia tahu dan mendengar kabar bahwa aku masih hidup sampai sekarang, dia pasti akan mencari dan membunuh diriku untuk melenyapkan duri yang menghalanginya dalam menguasai kerajaan Li dengan sepenuhnya, jadi aku perlu untuk menyembunyikan identitasku sebagai Pangeran Evan, jadi aku mohon bantuan dari kalian bertiga!" pinta Evan setelah menjelaskan alasannya kepada Rue Xianyi.


"Boleh saja jika kamu ingin menyembunyikan identitasmu sebagai Pangeran Evan, kami akan membantumu merahasiakannya, tetapi bagaimana kami akan memberitahukan dan mengatakan kepada orang-orang siapa dirimu?, kamu perlu identitas lain untuk menyembunyikan identitas kamu yang sebagai seorang Pangeran Evan!" ujar Rue Xianyi kepada Evan.


"Itu adalah hal yang mudah, kalian hanya perlu beritahukan dan mengatakan kepada orang-orang kalau namaku adalah si Pendekar Topeng Perak, dan pernikahan aku dan Ruyin Li dilakukan karena Perjodohan dan rasa saling suka pada pandangan pertama!" kata Evan sambil memakai Topeng Perak miliknya yang selalu dibawa kemana-mana olehnya.


...****************...


Alasan mengapa Evan lebih memilih menggunakan Topeng Perak miliknya dari pada menggunakan Jurus Menyamar Bayangan Tubuh Pengganti untuk mengubah Wujudnya adalah, karena nama si Topeng Perak sudah cukup terkenal dikota Siun bahwa si Topeng Perak adalah seorang Pendekar dan Alkemis hebat yang mensuplai Pil untuk para Prajurit Pasukan Kota Siun, Jadi identitas sebagai Topeng Perak ini tidak akan menimbulkan kecurigaan dan orang-orang mungkin akan berpikir bahwa Jenderal Yunfan Li menjodohkan Putri Pertamanya Ruyin Li kepada si Topeng Perak adalah agar bisa mempererat dan mengikat hubungan dengan si Topeng Perak, agar si Topeng Perak bisa terus mensuplai Pil untuk para Prajurit Pasukan Kota Siun.


[Jadi Alasan mengapa Author nya ngasih tau alasannya adalah agar para Reader (Pembaca) nanti tidak bertanya-tanya dan tidak memaki Authornya lagi seperti kemarin-kemarin, Okey👌😉]


...****************...


Mendengar itu, Rue Xianyi dan kedua muridnya yaitu Naya Sue dan Rumi Xia pun menyetujui permintaan Evan, untuk memanggil Evan dengan identitas sebagai si Topeng Perak.


"Baiklah kami setuju untuk merahasiakan identitas kamu sebagai Pangeran Evan kepada orang-orang, dan mengatakan kepada orang-orang kalau kamu adalah si Pendekar Topeng Perak!" kata Rue Xianyi yang menyetujui permintaan Evan.


"Terima kasih atas bantuannya!" kata Evan berterima kasih kepada Rue Xianyi dan Naya Sue juga Rumi Xia.


"Baiklah, sekarang ayo kita berangkat!" ujar Rue Xianyi kepada semua orang yang akan ikut berangkat pergi ke Sekte Puncak Dewi Putih.


Mendengar itu mereka semua pun bersiap-siap untuk berangkat pergi ke Sekte Puncak Dewi Putih, kecuali Jenderal Yunfan Li dan Yuna Li yang akan tetap tinggal dikota Siun.


Semua orang tampak mengeluarkan dan mengepakkan sayap Aura milik mereka, kecuali Evan.


Nampak Evan yang masih belum mengeluarkan Sayap Aura miliknya, Rumi Xia pun lagi-lagi mencibir dan menghina Evan.


"Hahaha..., Dasar manusia sampah!, kamu hanya akan memperlambat kecepatan keberangkatan kami, atau apakah kamu ingin minta digendong oleh calon istrimu untuk terbang?, Hahaha....." kata Rumi Xia mencibir dan menertawakan Evan.

__ADS_1


"Topeng Perak, jika kamu tidak bisa terbang maka kamu mintalah batuan kepada Ruyin Li atau temanmu kamu itu (Tang Chen) untuk membawamu terbang, kami tidak ingin kecepatan perjalanan kami diperlambat hanya karena kamu tidak bisa terbang" ujar Rue Xianyi kepada Evan.


Mendengar perkataan yang bertujuan menghina itu Ruyin Li, Tang Chen, dan Bibi Rue Luanyi pun merasa kesal, sedangkan Evan hanya tersenyum.


"Kalian semua tenang saja, aku tidak akan memperlambat kecepatan perjalanan kita, dan juga aku tidak akan meminta bantuan siapapun untuk membawaku terbang, apa lagi meminta digendong oleh calon istriku karena, akulah yang akan menggendongnya dan membawanya terbang!" kata Evan kepada semua orang dan mengangkat dan menggendong Ruyin Li dengan gendongan Putri.


"Evan!...." ucap Ruyin Li yang sontak terkejut.


Dan kemudian Evan pun mengeluaran dan mengepakan Sayap Auranya yang berwarna Biru berelemen Petir, dan Evan juga mengeluarkan sebuah aura yang sangat kuat.


Melihat hal itu seketika langsung membuat terkejut Rue Xianyi dan Naya Sue juga terutama Rumi Xia yang selalu mencibir, menghina, dan merendahkan Evan.


"Tidak Mungkin!, Aura yang dikeluarkan si sampah ini sama kuatnya dengan aura milik Guru!" kata Rumi Xia dalam hatinya yang sangat terkejut.


"Ternyata Evan si sampah ini menyembunyikan kekuatannya selama ini, Aura yang dikeluarkannya sama kuatnya dengan milikku bahkan aku tidak yakin akan menang jika aku bertarung dengannya!" pikir Rue Xianyi dalam hatinya yang merasa terkejut.


"Akhirnya mulut-mulut busuk para sampah ini bisa diam" batin Evan dalam hatinya merasa puas setelah membuat mulut dua orang yang terus mencibir dan menghinanya terdiam.


"Ruyin peluk aku, kita aku akan terbang!" kata Evan dengan lemah lembut mengingatkan Ruyin Li yang berada dalam gendongannya.


Ruyin Li dengan patuh memeluk Evan dengan kehangatan, dan kemudian Evan pun terbang lebih dulu dari pada yang lainnya.


Melihat Evan telah terbang, Tang Chen pun ikut terbang menyusul Evan yang terbang sambil menggendong Ruyin Li dengan gendongan Putri.


"Dasar sok romantis!, Evan tunggu aku!" kata Tang Chen yang kemudian ikut terbang menyusul Evan yang terbang sambil menggendong Ruyin Li dengan gendongan putri.


Kemudian yang lainnya pun ikut terbang menyusul Evan, dan mereka semua pun berangkat pergi menuju ke Sekte Puncak Dewi Putih, dan hanya meninggalkan Jenderal Yunfan Li dan Yuna Li dikota Siun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2