
"BOOOOMMMM!!" Tombak Dewa Pencabut Nyawa menghantam Golem Pasir Raksasa hingga hancur dan musnah.
Seketika Mo Sueyan yang berada didalam Golem Pasir Raksasa langsung memuntahkan darah dari mulutnya.
Setelah mengeluarkan serangan besar, Dewa Pencabut Nyawa yang berada dibelakang Sea Lin langsung menghilang.
Terlihat Sea Lin yang sedang terengah-engah dan kemudian melihat ke bawahnya. Di bawahnya Sea Lin melihat Mo Sueyan yang sedang bertekuk lutut ditengah lubang besar bekas serangan.
Mo Sueyan tidak hanya terluka parah pada Jiwa Petarungnya, tetapi juga pada tubuhnya. Karena hal itu Mo Sueyan tidak bisa untuk menggunakan energi spiritualnya.
Kemudian Sea Lin terbang turun dan mendarat tepat dihadapan Mo Sueyan yang sedang bertekuk lutut diatas tanah.
"Aku tidak terima ini, aku tidak mungkin kalah!" kata Mo Sueyan yang tidak bisa menerima kekalahannya.
Sea Lin berjalan menghampiri Mo Sueyan dan berhenti tepat dihadapannya.
"Wanita Jelek, kau sudah kalah!" kata Sea Lin sambil mengarahkan tombaknya ke arah Mo Sueyan.
"Aku tidak menyangka, bahwa tombakku ini akan memenggal kepala sepasang Kakak Beradik!" kata Sea Lin yang seketika membuat Mo Sueyan terkejut.
Mendengar itu, seketika Mo Sueyan merasa sangat marah dan geram pada Sea Lin.
"Kau!, jadi kau yang membunuh Kakakku?!" tanya Mo Sueyan merasa sangat geram pada Sea Lin.
"Bisa dikatakan begitu, karena akulah yang memenggal Kepalanya. Tapi kamu tenang saja, kamu juga akan mendapatkannya" kata Sea Lin mengakat tombak sabitnya.
"CRAASSHH!!" Sea Lin memenggal kepala Mo Sueyan hanya dengan satu ayunan tombak sabitnya.
Darah menyembur ke udara dan kepala Mo Sueyan terlempar ke udara. Kepala Mo Sueyan jatuh dan menggelinding diatas pasir, sedangkan tubuh Mo Sueyan jatuh tepat dibawah kaki Sea Lin.
Darah mengalir dari pangkal leher Mo Sueyan dan mengenai sepatu Sea Lin.
Setelah berhasil mengalahkan dan membunuh Mo Sueyan, kemudian Sea Lin mengambil kepala Mo Sueyan dan membawanya terbang ke udara.
Sea Lin terbang sambil melihat medan perang yang penuh kebrutalan dihadapannya.
__ADS_1
"Seluruh Pasukan Kerajaan Mo! Dengarkan Aku!!" teriak Sea Lin dengan sangat lantang, hingga membuat Seluruh Pasukan Kerajaan Mo maupun Nanzhou mendengar teriakannya.
Teriakan Sea Lin seketika membuat Seluruh Pasukan Kerajaan Mu maupun Nanzhou yang berada Medan Perang, seketika terdiam dan berhenti bertempur.
Teriakan Sea Lin membuat waktu seakan-seakan berhenti berputar.
Kemudian Sea Lin memperlihatkan kepala buntung Mo Sueyan yang berlumuran dengan darah, kepada Seluruh Pasukan Kerajaan Mo dan Nanzhou yang berada dimedan perang.
Melihat kepala buntung Mo Sueyan, seketika seluruh Pasukan Kerajaan Mo dan Pasukan Nanzhou sontak terkejut.
"Itu kepala Tuan Putri! Tuan Putri sudah dikalahkan! Apakah Kerajaan Mo sudah Kalah? Apakah Kita Kalah?" kata Para Prajurit Kerajaan Mo merasa terkejut.
"Komandan Sea Lin memang hebat! Pemimpin Pasukan Kerajaan Mo sudah dikalahkan! Kita sudah menang!" kata Para Prajurit Nanzhou merasa senang dan gembira
"Pemimpin Kalian sudah mati! Kalian semua menyerahlah! kalian sudah kalah!. Jika Kalian menyerah, Maka tidak akan ada lagi pertempuran berdarah! Tidak akan ada lagi korban nyawa yang berjatuhan! Kalian semua menyerahlah! dan tunduk Pada Nanzhou!!" teriak Sea Lin kepada Seluruh Pasukan Kerajaan Mo.
Mendengar teriakan Sea Lin yang memerintahkan mereka semua untuk menyerah dan tunduk, terlihat Seluruh Pasukan Kerajaan Mo menjadi bimbang dan mulai ricuh.
Suasana dan keadaan Seluruh Pasukan Kerajaan Mo yang berada dimedan perang mulai ricuh.
"Selama ini kerajaan Mo sudah begitu baik pada kami, kami tidak akan membiarkannya direbut oleh musuh!"
"Kerajaan Mo adalah rumahku, kampung halaman kami semua, kami akan bertarung sampai mati untuk melindunginya!"
"Jika kita menyerah, kita tidak mungkin akan dibunuhkan? aku ingin menyerah pada musuh saja!"
"Aku tidak ingin mati sekarang, aku masih memiliki keluarga yang harus aku beri nafkah!"
Para Prajurit Kerajaan Mo saling mempertimbangkan, ada sebagian Pasukan Kerajaan Mo yang tidak ingin menyerah dan memilih untuk bertempur sampai mati, dan ada juga sebagian Pasukan Kerajaan Mo yang ingin menyerah dan memilih tunduk pada Nanzhou.
Melihat ada sebagian Pasukan Kerajaan Mo yang masih memilih untuk tetap setia dan tidak ingin menyerah, maka Sea Lin kemudian berteriak sekali lagi.
"Seluruh Pasukan Kerajaan Mo Dengarkan Aku!! Kalian memiliki tiga pilihan! Pertama, bagi kalian yang bersedia menjadi bagian dari Pasukan Nanzhou, maka kami berjanji akan memperlakukan kalian semua dengan baik tanpa diskriminasi!. Kedua, bagi kalian yang ingin menyerah dan tidak ingin mati, namun tidak bersedia menjadi bagian dari Pasukan Nanzhou, maka kalian semua boleh pergi dan hidup bebas seperti orang biasa. Sedangkan yang Ketiga, bagi kalian yang tidak ingin menyerah dan memilih untuk tetap bertempur sampai mati, maka kami akan menghabisi kalian semua sampai ke akarnya, seluruh keluarga kalian juga akan kami lenyapkan!" kata Sea Lin memberi tiga pilihan kepada Seluruh Pasukan Kerajaan Mo.
Mendengar tiga pilihan yang diberikan oleh Sea Lin, seketika seluruh Pasukan Kerajaan Mo langsung mempertimbangkan kembali keputusan mereka sebelumnya.
__ADS_1
"Bagaimana ini? apakah lebih baik kita memilih menyerah saja?, aku tidak ingin membuat keluargaku ikut mati terbunuh!"
"Aku akan memilih untuk menjadi Prajurit Nanzhou, aku masih ada keluarga yang harus aku beri nafkah!"
"Aku akan memilih untuk menyerah dan menjadi orang biasa saja, hidup bebas seperti masyarakat biasa!"
Setelah penuh pertimbangan, akhirnya seluruh Pasukan Kerajaan Mo memilih untuk menyerah dan berhenti untuk melawan.
Lebih dari setengah Pasukan Kerajaan Mo memilih pilihan pertama yang diberikan oleh Sea Lin. Sedangkan sisanya memilih pilihan kedua yang diberikan oleh Sea Lin.
Sementara itu, Para Prajurit yang sebelumnya tidak ingin menyerah dan ingin terus melakukan perlawanan, kini semuannya lebih memilih pilihan kedua, demi melindungi keluarga dan tidak ingin melakukan perlawanan yang sia-sia.
Setelah satu hari melakukam pertempuran besar yang penuh pertumpahan darah, pada akhirnya pertempuran besar tetap dimenangkan oleh Pasukan Nanzhou.
Lebih dari 40 ribu Prajurit Kerajaan Mo bergabung dengan Nanzhou, sedangkan sisanya lebih memilih menjadi orang biasa yang hidup dengan bebas (masyarakat biasa)
Melihat pertempuran telah berakhirnya dan dimenangkan oleh Nanzhou, Sea Lin yang masih terbang diudara merasa senang dan puas.
Sementara itu, terlihat Luo Bai dan yang lainnya sedang melihat ke arah Sea Lin yang terbang sedang diudara.
"Sea Lin ini, aku tidak menyangka, dia berhasil mengalahkan Pemimpin Pasukan Musuh, tanpa bantuan dari kita" kata Luo Bai merasa kagum pada Sea Lin.
"Tangan Kanan Jenderal Li tentu saja hebat seperti Jenderal Li!" kata Wolf ikut mengagumi Sea Lin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1