
"Baiklah, semoga kamu baik-baik saja!" kata Tang Chen mengingatkan Sea Lin.
Kemudian Tang Chen dan Para Prajurit yang ada dibelakang Sea Lin dengan terpaksa langsung pergi meninggalkan lokasi ledakan.
Setelah Tang Chen dan Para Prajurit pergi dengan selamat, tampak Sea Lin yang masih terus bertahan dari serangan yang dikeluarkan oleh tubuh Evan.
"Kakak Besar, sebenarnya apa yang terjadi padamu?, aku mohon cepatlah sadar!" kata Sea Lin sambil menahan serangan yang dikeluar oleh tubuh Evan dengan Tameng Pelindungnya.
Sementara itu disisi lain, tampak Evan yang sedang terbang mengambang diudara dengan tubuh yang diselimuti oleh energi bintang yang membara.
Evan sungguh merasa kesakitan pada seluruh tubuhnya, sakit yang sangat tidak tertahankan membuat Evan menjerit kesakitan dengan sangat kencang.
Di dalam Lautan Spiritual Evan, tampak energi bintang yang semakin membara dan membesar.
Para Elemen yang melihat kejadian itu tidak bisa berbuat apa-apa, mereka semua merasa panik dan bingung harus berbuat apa-apa pada tubuh Evan.
"Kenapa energi bintang didalam tubuh Evan bisa tiba-tiba meledak seperti ini?, jika hal itu terus berlanjut maka energi bintang akan benar-benar menghancurkan tubuh Evan!" kata Elemen Angin.
"Elemen Bintang, kau pasti memiliki cara untuk menghentikan keadaan ini bukan?, jika energi bintang ini terus membesar takutnya Evan benar-benar akan mati!" kata Elemen Logam bertanya kepada Elemen Logam.
"Sudah aku katakan kepada Evan sebelumnya, bahwa dia tidak boleh memggunakan energi bintang terlalu berlebihan atau itu akan berakibat fatal. Sekarang semuannya sudah terjadi dan hanya keajaibanlah yang bisa menyelamatkan Evan saat ini!" kata Elemen Bintang sambil melihat ke arah energi bintang yang terus membara dan membesar.
Namun tidak lama kemudian, Jiwa Petarung milik Evan yaitu Elang Bertubuh Manusia yang berada didalam Bola Putih Transparan tiba-tiba bangun dan membuka matanya.
"RRRAAAAAAAGGH!!" Suara Jiwa Petarung Burung Elang Bertubuh Manusia yang sangat kuat membuat Bola Putih Transparan langsung retak sedikit demi sedikit dan kemudian langsung hancur berkeping-keping.
Setelah Bola Putih Transparan hancur, maka suara yang dikeluarkan oleh Jiwa Petarung Butung Elang Bertubuh Manusia langsung menciptakan sebuah Gelombang kekuatan yang sangat kuat.
Seketika Para Elemen merasa sangat terkejut ketika, melihat Bola Putih Transparan tiba-tiba hancur berkeping-keping dan Jiwa Petarung Burung Elang Bertubuh Manusia milik Evan bangkit.
__ADS_1
"Sepertinya Jiwa Petarung Evan sudah bangkit!" kata Elemen Petir sambil melihat ke arah Jiwa Petarung Evan yang telah bangkit dan mengeluarkan suara teriakan yang menciptakan sebuah gelombang kekuatan.
"Gelombang kekuatan ini sangat kuat, jika makhluk lain yang ada didalam tubuh Evan pasti jiwanya akan langsung hancur seketika!" kata Elemen Kegelapan yang merasa takjub dengan gelombang kekuatan yang dikeluarkan oleh Jiwa Petarung milik Evan.
"Bentuk Burung Elang Bertubuh Manusia dengan Armor Perang yang sangat indah dan kuat membuatnya terlihat sangat agung dan luar biasa!" kata Elemen Pasir merasa kagum dengan wujud Jiwa Petarung milik Evan.
"Sepertinya Jiwa Petarung Evan bangkit karena merasakan energi bintang yang sedang meledak dan mengancam nyawa Evan, semoga Jiwa Petarung milik Evan mampu meredakan energi Bintang yang bergejolak ini dan menolong Evan!" kata Elemen Logam berharap.
Kemudian dua belas bola energi berwarna dua belas elemen yang terbang berputar mengitari Bola Putih Transparan sebelumnya, kini dua belas bola energi tersebut terbang dan masuk kedalam Armor Pelindung yang memiliki pola berbentuk Bintang didada Jiwa Petarung Evan.
Jiwa Petarung Evan berhenti berteriak dan mengepakan keempat sayap warna-warni miliknya, kemudian Jiwa Petarung Evan langsung terbang ke arah Energi Bintang yang masih membara dam terus membesar.
Dengan sangat cepat Jiwa Petarung milik Evan sudah sampai didekat energi bintang yang masih terus bergejolak dan membesar, kemudian Jiwa Petarung langsung mengarahkan satu telapak tangannya ke arah energi bintang yang ada dihadapannya.
Hany dengan satu telapak tangannya Jiwa Petarung milik Evan langsung menyerap energi bintang yang sedang membara dan membesar dihadapannya tersebut.
Para Elemen yang melihat itu merasa terkejut dan sangat takjub dengan Jiwa Petarung milik Evan yang dengan sangat mudahnya menyerap energi bintang dengan sangat cepat.
"Jika Jiwa Petarung milik Evan ini benar-benar bisa menyerap seluruh energi bintang yang ada didalam tubuh Evan sampai habis, maka Evan pasti bisa diselamatkan!" kata Elemen Racun dengan penuh harapan.
Tampak Jiwa Petarung milik Evan masih terus menyerap energi bintang yang ada didalam tubuh Evan tanpa henti.
Dengan daya hisap Jiwa Petarung Evan yang sangat kuat seperti sebuah lubang hitam yang dapat menyerap apapun, hanya dalam waktu kurang dari setengah jam seluruh energi bintang yang ada didalam tubuh Evan langsung berkurang lebih dari setengahnya.
Karena energi bintang yang membara didalam tubuh telah berkurang banyak, kini energi bintang yang keluar dari tubuh Evan juga sudah mulai berkurang secara cepat.
Dengan sangat cepat energi bintang yang ada didalam tubuh Evan sudah mulai menjadi tenang, Evan yang terbang melayang turun perlahan dan duduk berlutut di atas tanah.
Kemudian didalam lautan spiritual akhirnya energi bintang yang bergejolak didalam tubuh Evan telah menjadi semakin sedikit.
__ADS_1
Tampak serangan yang dikeluarkan oleh tubuh Evan sudah mulai mereda dan tidak sebrutal sebelumnya.
Jiwa Petarung Burung Elang Bertubuh Manusia milik Evan terus menyerap semua energi bintang yang ada didalam tubuh Evan, hingga kemudian akhirnya semua energi bintang yang ada didalam tubuh Evan semuannya menghilang, bersih tanpa tersisa sedikitpun.
Kemudian energi bintang yang ada didalam tubuh Evan kini telah menghilang dan lenyap, namun terlihat Evan yang telah pingsan dengan posisi duduk berlutut.
Tampak tubuh Evan yang sebelumnya terbakar oleh energi bintang kini tidak memakai satu helai pakaian pun.
Tubuh Evan mengeluarkan uapan asap, tubuh Evan dipenuhi banyak luka karena terbakar oleh energi bintang, tampak urat-urat nadi Evan yang telah berubah menjadi ungu berkelap kelip.
Sementara Sea Lin yang melihat bahwa serangan yang dikeluarkan oleh tubuh Evan telah berhenti, Sea Lin pun langsung terbang ke arah Evan yang berada ditengah lokasi kejadian.
Disisi lain tampak Evan yang masih duduk berlutut dengan kedua lututnya.
"Uhuk!..." batuk Evan mengeluarkan darah dari mulutnya dan kemudian langsung jatuh pingsan.
Sea Lin yang melihat Evan terjatuh langsung menambah kecepatan terbangnya ke arah Evan.
"Kakak Besar!" kata Sea Lin yang langsung meluncur kebawah dan mendarat tepat disisi Evan.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...