KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 403 : Latihan Bertarung Dengan Cao Cao #1


__ADS_3

"Kamu gunakan Tombak Tulang Emas itu untuk bertarung dengan Kakak danjangan ragu untuk menyerang!" lanjut kata Evan menyuruh Cao Cao untuk menggunakan tombak Tulang Emas tersebut dalam latihan bertarung mereka.


"Tapi Kakak, ini adalah senjata Kelas Langit, bagaimana jika aku tidak sengaja menyakiti Kakak?" ujar Cao Cao merasa khawatir denga keselamatan Evan.


"Kamu tenang saja, senjata Tingkat Langit sama sekali tidak akan bisa menyakiti Kakak, jadi kamu tidak usah takut atau ragu untuk menyerang Kakak, karena Kakak tidak akan mungkin terluka!" kata Evan agar membuat Cao Cao tidak merasa ragu untuk menyerang dirinya.


"Jika kamu berhasil membuat Kakak merasa puas dalam latihan bertarungmu, maka Tombak Tulang Emas itu akan menjadi milikmu!" kata Evan agar membuat Cao Cao menjadi bersemangat dalam latihan bertarung mereka.


Mendengar penjelasan dari Evan membuat Cao Cao merasa lega dan mengurangi rasa ragunya untuk menyerang Evan, karena takut melukai Evan dengan senjata tombak tulang emas tersebut.


Dan juga Cao Cao menjadi bersemangat, karena jika ia berhasil membuat Evan puas dalam latihan bertarung mereka, maka Tombak Tulang Emas yang merupakan senjata Tingkat Langit Kelas Bawah tersebut akan menjadi miliknya.


"Baiklah Kakak, kalau begitu aku tidak akan sungkan padamu!" kata Cao Cao dengan sangat bersemangat.


Kemudian Cao Cao menarik tombak yang menancap dihadapannya dan bersiap untuk maju menyerang Evan.


Sebaliknya, Evan juga mengeluarkan senjata uniknya yang berupa satu bambu kuning kecil sepanjang 1,2 meter. Bambu kuning kecil tersebut bukanlah bambu sembarangan, karena bambu kuning kecil tersebut merupakan benda spiritual Tingkat Empat.


Bambu kening kecil tersebut tidak hanya keras dan kuat, tetapi juga sangat elastis dan lentur. Dan yang paling penting adalah bambu kuning kecil tersebut sangat cocok digunakan Evan untuk melibas ****4* Cao Cao.


Terlihat Evan yang tersenyum jahat, sambil mengetuk-ngetuk bambu kecil yang dipegang ditangan kanannya ke telapak tangan kirinya.


Sementara itu, tampak para penonton yang merasa kasihan pada Cao Cai yang akan segera ditindas oleh Evan.


"Haaiiss.., sepertinya ****4* Cao Cao tidak akan selamat, kita harus segera menyiapkan salep untuknya!" kata Ran Ran merasa kasihan pada Cao Cao.


"Kenapa Cao Cao dihukum oleh Evan? Apakah Cao Cao telah membuat kesalahan?" ujar Lu Rao Rao merasa heran.


"Benar Cao Cao memang sudah membuat kesalahan tadi malam!" kata Qiu Nia Lan pada Sea Lin dan Para Wanita tersebut.


Mendengar perkataan Qiu Nia Lan seketika membuat para wanita itu merasa terkejut. Seketika jiwa gosip Para Wanita tersebut langsung membara.

__ADS_1


Para Wanita tersebut langsung mendekat dan mengerumuni Qiu Nia Lan, hingga mendorong Sea Lin keluar dari kerumunan mereka.


"Haaiiss para wanita ini kenapa jadi suka sekali bergosip?" batin Sea Lin dalam hatinya merasa heran.


Sementara itu, kerumunan wanita dewasa yang mengerumuni Qiu Nia Lan mulai bertanya tentang, kesalahan apa yang telah dilakukan oleh Cao Cao sampai diberi hukuman oleh Evan.


"Nia Lan, memang kesalahan apa yang dilakukan oleh Cao Cao sampai dihukum oleh Kakak Evan?" tanya Ran Ran merasa sangat penasaran, begitu juga dengan para wanita yang lainnya.


Mereka semua tampak menantikan jawaban Qiu Nia Lan, dan Qiu Nia Lan pun bersiap untuk menjawab pertanyaan Para Wanita itu.


"Maaf, Kakak-Kakak yang cantik, Qiu Nia Lan tidak bisa menjawab pertanyaan kalian, Qiu Nia Lan tidak bisa memberitahu kesalahan Cao Cao pada kalian!" kata Qiu Nia Lan sambil tersenyum pada Para Wanita yang mengurumuninya.


Mendengar jawaban Qiu Nia Lan yang tidak ingin memberitahu kesalahan Cao Cao pada mereka, Para Wanita itu tidak bisa apa-apa dan tidak ingin memaksa Qiu Nia Lan untuk menjawab pertanyaan mereka. Para Wanita itu hanya mengernyit bibir mereka sambil melihar Qiu Nia Lan yang ada ditengah-tengah mereka.


Sementara itu ditengah lapangan, tampak Cao Cao yang sudah bersiap untuk maju menyerang Evan dengan tombak tulang emas yang ada ditangannya.


"Kakak Evan, aku akan maju menyerang!" kata Cao Cao memberi peringatan pada Evan untuk bersiaga dan bersiap-siap menerima serangan darinya.


"Tombak Cahaya Sembilan Matahari!!" kata Cao Cao maju menyerang dengan menghunus tombaknya.


Kemudian dari jurus serangan tombak Cao Cao keluar sembilan cahaya berbentuk tombak emas yang bergerak menyerang Evan.


Melihat ada serangan yang datang menyerang ke arahnya, Evan hanya tersenyum meremehkan.


"Heh, lambat!" kata Evan sambil tersenyum dan kemudian bergerak bagaikan kilat cahaya berwarna biru.


Evan menghilang dari tempat sasaran target, hingga akhirnya serangan Cao Cao yang berupa sembilan cahaya berbentuk tombak emas tidak berhasil mengenai Evan.


"DUAARRR!!" Jurus serangan Tombak Cahaya Sembilan Matahari menghantam dan menghansurkan sasaran kosong.


Melihat Evan telah menghilang dari tempat sasaran target dan jurus serangan Tombak Cahaya Sembilan Matahari hanya mengenai sasaran kosong, seketika membuat Cao Cao merasa terkejut.

__ADS_1


Sementara itu, tampak Evan yang ternyata telah berdiri dibelakang Cao Cao dan bersiap untuk menyerang balik dengan bambu kuning kecilnya.


"CEPLAASS!!" Evan memukul ****4* Cao Cao dengan Bambu kuning kecil yang ada ditangannya. Seketika Cao Cao menjerit dan melompat-lompat kesakitan sambil memegang pant4tnya yang dipukul oleh Evan.


"Aakkh..., Kakak Evan, kenapa Kakak memukul pantatku? Hiisss... sakit sekali!" ujar Cao Cao sambil memegang dan mengusap-usap pant4tnya.


"Hahaha..., Cao Cao, kamu terlalu polos! Apakah kamu mengira kalau Kakak hanya akan memberkan latihan bertarung sebagai hukumanmu?" ujar Evan meledek Cao Cao yang sedang kesakitan pada pant4tnya.


Kemudian Cao Cao yang masih merasa kesakitan melihat ke arah pinggir lapangan, yang mana Cao Cao melihat mereka semua sedang menertawakan dirinya.


"Sakit sekali..., dasar Kakak Evan, aku kira memanggil mereka semua hanya untuk menonton latihan bertarung saja, ternyata Kakak Evan memanggil mereka hanya untuk membuatku ditertawakan oleh mereka!" batin Cao Cao dalam hatinay merasa kesal dan jengkel pada Evan yang berada dihadapannya.


Kemudian Cao Cao yang kesal langsung maju menyerang Evan lagi dengan tombak tulang emas yang ada ditangannya.


"Tombak Cahaya Tanpa Batas!" kata Cao Cao sambil mengangkat dan mengarahkan tombaknya ke langit.


Kemudian dari atas langit muncul ratusan serangan cahaya emas yang menyerang ke arah Evan dengan brutal.


Melihat serangan tersebut, tampak Evan yang masih saja menunjukan raut wajah tersenyum, namun senyumannya tidak untuk meremehkan Cao Cao lagi.


"Perisai Kegelapan!" kata Evan mengangkat tangan kirinya dan menciptakan satu perisai kegelapan di atas kepalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2