
"Kalian sengaja merencanakan jebakan ini untuk menangkapku!?" tanya Ray yang emosi.
"Hei hei... Siapa yang menjebakmu?, kami disini ingin membantumu loh!" ucap Tang Chen membuat Ray yang emosi menjadi sedikit bingung.
"Hem.., kamu mencurinya terlalu sedikit, jika hanya menggunakan kantong hitam itu saja untuk membawa barang yang kau curi itu tidak akan banyak!" ujar Evan mengajari.
"Benar, jadi pencuri itu jangan seperti ini..." ujar Qin Shan.
"Benar, lain kali kamu harus bawa tempat penyimpanan yang lebih besar!" ucap Luo Bai menyarankan.
Ray semakin bingung mendengar semua perkataan Evan dan ke tiga temannya.
"Ini, kami pijamkan Cincin ruang penyimpanan!" ucap Evan menarik tangan Ray dan langsung memberikan sebuah cincin ke telapak tangan Ray.
"Itu namanya Cincin ruang penyimpanan yang bisa menyimpan lebih banyak barang dari pada Kantong hitam kamu itu!" ucap Evan.
"Sekarang kamu bawalah yang perlu kamu bawa, ingat lain kali beritahu kami jika kamu butuh sesuatu!, tidak perlu menyelinap seperti maling!" ucap Luo Bai.
"Ini ada 1 tael Emas untukmu sebagai upah!" ucap Tang Chen memberikan Emas ke telapak tangan yang satunya lagi pada Ray.
"Yasudah yah, kami pergi dulu...." ucap Evan berbalik badan dan melangkah pergi keluar dari Gudang Pangan yang diikuti oleh ketiga temannya.
"Ingat Bagikan Dengan Rata Yah!" ucap Evan sambil berjalan menjauh bersama teman-temannya.
Ray yang melihat dan mendengar itu membuat Ray terpatung seketika, Ray sangat bingung dan heran.
"Apa yang terjadi?, Dimana aku?, Siapa aku?" batin Ray kebingungan.
Diwaktu yang sama, Evan dan ketika temannya berjalan menuju ke kediaman utama sambil berbincang riang.
"Hahahaha...., kau lihat si Ray tadi itu, Hahaha.... Ekspresi yang kebingungan itu sangat lucu!" tawa Tang Chen.
"Hahaha... kau benar, sekarang kita sudah punya kuli gratis untuk membagikan bahan makanan yang kita dapat dari kediaman walikota kepada para Rakyat miskin di kota!." ucap Evan dengan raut wajah gembira.
"Sudah jangan tertawa lagi, kalian sungguh pandai sekali jika disuruh mengerjai orang!" ucap Qin Shan.
"Sekarang karena sudah ada dia kita sudah tidak perlu menyuruh orang lagi untuk membagi-bagikan bahan makanan kepada orang-orang miskin dikota!" ucap Luo Bai.
"Aku sebenarnya sedikit merasa bangga pada Ray si pencuri ini, dia mencuri dari para orang kaya dan hasil curiannya untuk dibagikan kepada rakyat miskin yang kelaparan!" ucap Evan sambil melipat tangan dibelakang pinggang.
"Hem, Dia dianggap pencuri oleh para orang kaya, tetapi dia sebenarnya juga dianggap sebagai seorang pahlawan oleh rakyat miskin." kata Qin Shan
"Hahaha... jadi apakah kita perlu menyebutnya sebagai 'pencuri berhati mulia?' hahaha..." ujar Tang Chen sambil tertawa.
__ADS_1
Kemudian, Tiba-tiba datang Iblis Lao Xing yang terbang di udara menghampiri Evan dan teman-temannya.
"Siapa diantara kalian Jenderal Li?!" tanya Lao Xing yang terbang di atas udara dengan sayap auranya.
"Bangsa iblis!?" batin mereka berempat yang kaget bersamaan sambil melihat ke arah Lao Xing.
"Aku Jenderal Li!" jawab Evan maju ke depan dengan berani.
"Hmm???, ternyata hanya seorang bocah saja apa dia sungguh bisa mengalahkan 6 manusia bodoh tingkat kaisar itu sekaligus?" batin Lao Xing ragu.
"Apa benar kamu yang telah membunuh manusia bawahan Bangsa iblis?!" tanya Lao Xing.
"Benar, akulah yang telah membunuh mereka berenam!" jawab Evan dengan nada sombong.
"Ternyata aku tidak salah, kalau begitu kau harus MATI !" ucap Lao Xing yang kemudian langsung terbang melesat ke arah Evan dan dengan tangan mengepal siap memukul Evan.
Luo Bai, Tang Chen dan Qing Shan dengan segera menyingkir.
Evan dengan cepat berhasil menahan serangan tersebut namun Evan tetap terlempar cukup jauh.
Evan bangkit berdiri tegak. "Hahaha... malam ini sepertinya akan ada santapan bagus!" ucap Evan sambil meremas tinjunya.
"Ternyata kau cukup kuat juga bisa menahan satu pukulan dariku, tapi tidak dengan pukulanku berikutnya!" Lao Xing dengan cepat melesat ke arah Evan dengan tangan mengepal siap meninju Evan.
"Aaaakh...!!" teriak Evan dan pukulan mereka pun saling menghantam dengan sangat kuat.
"BAAM !!" mereka terpundur beberapa langkah, Tampak tangan Lao Xing yang masih baik-baik saja namun Evan terluka parah pada tangannya.
"Haahh.... Haahh...." Evan mengatur nafasnya dengan tangan kiri memegang lengan tangan kanannya.
"Evan, kau ceroboh, Bangsa Ras iblis terkenal dengan kemampuan fisiknya, kekuatan fisikmu kini belum cukup untuk mengalahkan seoarng dari Ras iblis ditingkat Kaisar level Tiga!" ujar Tanah dari pikiran kesadaran pada Evan yang tampak masih mengatur nafasnya.
"Kamu jangan hanya mengandalkan fisikmu saja, gunakan cara bertarung lain dan jurus untuk mengalahkannya!" ucap Gelap.
"Kali ini kami tidak akan membantumu, gunakanlah kemanpuan kamu sendiri untuk mengalahkannya!" ucap Petir.
"Baik aku mengerti!" ucap Evan menjawab para Elemen.
"Hahaha... Kau ingin beradu kekuatan fisik denganku?, kau masih belum cukup kuat untuk itu!, Pukulan Kali ini kau tidak akan bisa menangkisnya lagi!" Lao Xing dengan cepat melesat ke arah Evan dan bersiap untuk memukul ke arah kepala Evan.
Namun disaat jarak yang sudah sangat dekat dan Lao Xing sudah akan melancarkan pukulannya, Evan menghela nafas dengan tenang dan dengan secepat kilat sambil mengeluarkan aura petir Evan berpindah ke belakang Lao Xing seperti kilat.
Lao Xing pun terkejut melihat kecepatan Evan. "BAAM !!" dengan tangan kirinya Evan memukul Lao Xing hingga terlempar.
__ADS_1
Evan dengan cepat menyusul Lao Xing yang terlempar. "RAAAAGH...!!!" Evan dengan lututnya menghantam perut Lao Xing dengan sangat kuat hingga Lao Xing memuntahkan darah dari mulutnya, serangan itu membuat Lao Xing terlempar ke atas udara.
"Aku tadi memang cukup ceroboh, fisikku sekarang memang tidak lebih kuat darimu, tapi jika kecepatan dan teknik bertarung kita belum mencobanya!" ucap Evan kepada Lao Xing yang terbang di atas udara.
"Ayo kita lakukan Ronde kedua!" kata Evan sambil mengeluarkan aura petir dari tubuhnya, Kemudian Evan mengeluarkan sayap Aura nya dan terbang melesat ke arah Lao Xing.
Disisi Lain, Para wanita mendengar suara keributan itu dan langsung dengan cepat segera keluar mendatangi arah suara ribut tersebut (tempat Evan dan kawan-kawan berada).
Disisi Lain juga, Ray yang sudah berjalan pergi cukup jauh dari kediaman jenderal juga mendengar suara keributan itu, dia menoleh ke arah belakang dan melihat Evan dan Lao Xing bertarung di atas udara.
Kembali ke pertarungan.....
Evan dan Lao Xing terus saling bertukar jurus dan serangan, Evan memang tidak bisa menandingi si Iblis Lao Xing dengan kekuatan fsik tetapi Evan lebih unggul dengan banyaknya Elemen, jurus, dan kecepatan yang ia punya.
Walau Evan berhasil menyerang Lao Xing banyak kali, tapi tetap saja Lao Xing masih bertahan karena pertahanannya yang sangat kuat. Namun serangan Evan walau tidak langsung membuat Lao Xing terluka parah tetapi bisa sedikit demi sedikit melukai Lao Xing.
Disisi Lain para gadis, Sea Lin dan Cao Cao telah berkumpul bersama dengan ketiga teman (Tang Chen, Luo Bai dan Qin Shan) yang tadi bersama dengan Evan.
"Apa yang terjadi?, Evan bertarung dengan siapa?" tanya Reya dengan raut wajah cemas.
"Evan sedang bertarung dengan seseorang dari Ras iblis!" jawab Luo Bai.
Setelah mendengar jawaban Luo Bai, Reya kembali melihat Evan yang sedang bertarung di udara.
"Evan....." Gumam Ririn sambil melihat pertarungan dengan raut wajah khawatir, begitu juga dengan semua teman-teman Evan yang melihat pertarungan dengan raut wajah tidak tenang.
Beberapa saat kemudian, pertarungan di atas udara masih terus berlanjut.
Evan kini lebih unggul walau tangan kanannya masih dalam keadaan cedera. "Pedang Naga Petir!" ucap Evan mengeluarkan jurus Petir yang berbentuk naga, Serangan itu langsung menghantam Lao Xing hingga membuatnya terjatuh di halaman kediaman Jenderal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...KAMU ADALAH KAMU BUKANLAH ORANG LAIN...
...DAN KAMU LAKUKANLAH APA YANG KAMU MAU...
...JANGAN PIKIRKAN PENDAPAT ORANG LAIN...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
......................