KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 117 : Kedatangan Prajurit Kerajaan Xiao


__ADS_3

Disisi lain Evan terus menahan rasa sakit, seluruh tulang, daging, dan kulitnya seperti hancur lebur namun dalam sekejap tulang, daging, dan kulit itu bersatu kembali lagi, Hal itu terjadi berulang-ulang kali.


Darah keluar dan mengalir perlahan dari Mulut, hidung dan telinga Evan, Darah juga mulai keluar dari pori-pori kulit Evan.


"Aaaarrghh !!, sakit sekali seperti seluruh tubuhku disayat-sayat oleh mata pisau yang tak terhitung juumlahnya, seluruh tulangku seperti hancur namun bersatu kembali dan kemudian hancur lagi dan menyatu lagi, terus seperti itu. sialan tak ada habisnya...!" batin Evan menahan rasa sakit.


Evan menahan rasa sakit yang luar biasa hebat, bahkan Evan disaat itu ingin sekali pingsan namun rasa sakit itu tidak mengijinkann dan terus membuatnya membuka mata dengan lebar.


Orang-orang yang ada ditempat itu terus mengerumuni Evan termasuk juga teman-teman Evan.


Waktu terus berjalan hingga pagi hari tiba dan matahari mulai bersinar dengan terang, namun penderitaan yang dirasakan Evan belum juga berkurang.


Disaat yang sama beberapa mil diluar kota terlihat Seratus Ribu prajurit kerajaan Xiao datang menyerbu menuju ke arah kota.


Pasukan besar itu dipimpim oleh tiga Jenderal, tingkat jenderal level 8 dan dua jenderal level 6.


"Ayo !, Lenyapkan Kota Salju merah darah!" seru seorang jenderal tingkat jenderal level 8, Bernama Jenderal Xiao Feng Lei


Para prajurut kota salju penjaga gerbang kota melihat itu dan menjadi sangat panik dan langsung segera melaporkannya.


...****************...


Dikediaman Jenderal, Evan masih dalam kondisi yang sama, teman-teman Evan pun masih menunggunya dengan khawatir.


Namun tidak lama kemudian datang seorang prajurit dengan wajah yang panik menghampiri Reya yang sedang bersama teman-temannya.


"Putri jenderal, putri jenderal !" panggil prajurit tersebut dengan wajah yang penuh kepanikan.


"Ada apa!?, mengapa kau sangat panik?, apa yang terjadi?" tanya Reya pada prajurit tersebut.


"Lapor putri jenderal !, beberapa mil diluar kota ada ratusan ribu prajurit datang menuju kota, tampaknya itu adalah prajurit kerajaan Xiao!" ucap prajurit tersebut sambil memberi hormat.

__ADS_1


"APA !?" teman-teman Evan terkejut mendengar itu.


Semua orang menjadi panik dan suasana pun menjadi ricuh, begitu juga dengan teman-teman Evan.


"Bagaimana sekarang?, apa yang harus kita lakukan?" ucap Reya bingung dalam kepanikan.


"Semuannya Jangan Panik !, sekarang yang harus kita lakukan adalah pergi ke gerbang kota terlebih dahulu dan menghadapi mereka!" teriak Luo Bai mencoba menenangkan semua orang yang ada ditempat itu.


"Menghadapi Mereka?, apa kau ingin kami semua mati?"


"Yang datang itu ratusan ribu prajurit berpengalaman dan juga, pasti mereka dipimpin oleh seorang jenderal yang kuat, bagaimana kita akan melawan mereka!"


"Yah, itu sama saja cari mati!"


"Kami tidak ingin mati sia-sia!"


Orang-orang tersebut menolak dengan alasan kalau musuh terlalu banyak dan kuat.


Luo Bai hanya bisa diam mendengar pertanyaan-pertanyaan itu.


"Ini semua terjadi karena kami terlalu lemah..." Batin Luo Bai melihat kedua telapak tangannya yang sudah gemetar.


"Kakak, aku tidak ingin mati." ucap Qin Yun memegang lengan kakaknya.


"Maaf Yun, ini salah kakak yang terlalu lemah jadi tidak bisa melindungimu." Qin Shan membelai kepala adiknya.


"Apa ini adalah akhirnya?" gumam Qin Shan sambil melihat ke arah langit.


Semua orang merasa panik dan takut bahkan juga teman-teman Evan yang berubah menjadi pengecut.


(kecuali Ririn yang terus fokus terhadap Evan)

__ADS_1


"Apa hari ini sungguh kami semua akan berakhir?, Tidak! Kami masih ada harapan, asal kak Evan bangun maka kami semua masih ada harapan!. Aku harus bisa mengulur waktu sampai Kak Evan bangun, untuk masalah tadi malam kak Evan pasti punya alasan kuat menolaknya!, aku tidak boleh langsung menyerah kepada Kak Evan, aku telah berjanji untuk menjadi pengikutnya yang paling setia!" batin Sea Lin yang mulai terbangun dari keputusasaan.


Suasana ricuh akibat kepanikkan dan ketakutan membuat keadaan menjadi kacau, namun ditengah-tengah itu Sea Lin berteriak dengan keras.


"SEMUANYA TENANG !, Kita Semua Masih memiliki harapan!, kita tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan para tetua dan jenderal Ryu, Kita tidak boleh jadi pengecut hanya karena berjumpa dengan musuh yang kuat!, asal kita mengulur waktu sampai Evan bangun maka kita akan bertahan!" ucap Sea Lin dengan lantang.


"Tapi kapan Evan akan bangun?, kita tidak tau kapan Evan akan bangun!" ucap salah satu orang dari kerumanan


"Benar !, mungkin saja bahkan disaat Evan bangun kita semua sudah mati!" ucap salah satu orang lainnya dari kerumunan.


Sea Lin kembali terdiam mendengar itu. "Sial!, kak Evan aku sudah berjuang namun aku tidak bisa menjadi sepertimu!" batin Sea Lin.


"EVAN kau harus segera bangun, kau lah satu-satunya harapan bagi kami!" batin teman-teman Evan.


Digerbang kota....


"Mereka sudah datang!"


"Musuh sudah datang!, prajurit kerajaan Xiao sudah datang!"


"HAHAHA..!!, Semuannya Tembakkan Panah !!" perintah Jenderal Xiao Feng Lei.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...


......................


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2