
"Ibu minggirlah, aku akan menghabisi sampah ini!" kata Ruyin Li kepada Bibi Rue Luanyi.
"Baiklah, kamu habisi sampah ini jangan biarkan dia mempengaruhi Yuna Li lagi!" kata Bibi Rue Luanyi.
Kemudian Bibi Rue Luanyi pun menepi ke tempat dimana Jenderal Yunfan Li dan Tang Chen berada.
Saat melihat Jenderal Yunfan Li tampak Bibi Rue Luanyi menunjukan ekspresi kesal dan kemudian berdiri disamping Jenderal Yunfan Li sambil melipat tangannya didepan dada.
"Istriku, jika kamu marah terus nanti cepat keriput loh!" ujar Jenderal Yunfan Li sembari tersenyum kepada Rue Luanyi yang tampak kesal.
"Humph!, kamu lihat saja, si Evan sampah yang kamu banggakan itu pasti akan mati malam ini!" kata Rue Luanyi kepada Jenderal Yunfan Li.
"Bagaimana jika kita bertaruh, jika Pangeran Evan menang aku ingin kamu menjadi seorang Istri dan Ibu sepenuhnya, dan mengundurkan diri dari posisi Tetua di Sekte Puncak Dewi Putih!" ujar Jenderal Yunfan Li kepada Rue Luanyi.
Mendengar perkataan Jenderal Yunfan Li, Rue Luanyi pun merasa terkejut.
"Aku tidak akan setuju dengan taruhan itu, apakah kamu ingin aku melepaskan apa yang sudah susah payah aku capai begitu saja?, tidak mungkin!" kata Rue Luanyi yang langsung menolak tanpa berpikir panjang.
"Ada yang aneh, kenapa sepertinya Yunfan yakin sekali kalau Evan si sampah itu akan menang melawan Ruyin Li?, sepertinya ada yang tidak beres!" pikir Rue Luanyi dalam hatinya merasa curiga.
Sementara itu Evan dan Runyi Li sudah siap untuk bertarung, tampak Runyi yang menunjukan ekspresi sombongnya dengan melihat Evan dengan pandang yang meremehkan.
"Sampah kamu pasti akan aku buat menyesal karena berani menantangku!" kata Runyi Li dengan sombongnya.
"Ruyin Li, kamu sangat berbeda sekali saat kita pertama kali bertemu, saat itu kamu adalah gadis kecil yang sangat pemalu dan baik hati, tetapi sekarang kamu sudah mengubah pandanganku terhadapmu!" kata Evan kepada Ruyin Li.
"Kamu terlalu banyak bicara!, Jurus Tebasan Pedang Pembeku!" seru Ruyin Li mengeluarkan Jurus Tebasan Pedang dari udara yang menyerang ke arah Evan.
Namun Evan dengan sangat mudahnya menghindari serangan tersebut dengan meloncat kesamping kanan.
Serangan Tebasan Pedang Pembeku tersebut tidak berhasil mengenai Evan dan menghantam ke tanah yang seketika langsung menciptakan sebuah Bongkahan Es disepanjang bekas serangannya.
__ADS_1
"Ternyara serangan itu bisa seketika membekukan sasarannya, cukup hebat!" kata Evan dalam hatinya sembari melihat bekas serangan yang terbeku menjadi bongkahan Es.
"Kamu cukup beruntung bisa menghindari serangan pertamaku, tapi tidak akan untuk yang kedua kalinya!" kata Ruyin Li hendak mengeluarkan jurus serangan.
"Tebasan Pedang Pembeku!" seru Ruyin Li menyerang dengan jurus yang sama kepada Evan untuk yang kedua kalinya.
Namun sama seperti sebelumnya, serangan Tebasan Pedang Pembeku tersebut dengan sangat mudahnya dihindari oleh Evan.
Melihat itu Ruyin Li menjadi kesal, Ruyin Li tidak ingin menyerah dia mengeluarkan jurus Tebasan Pedang Pembeku yang Ketiga dan Keempat secara cepat dan berurutan.
Namun walau seperti itu, hasilnya tetap sama seperti sebelumnya, Evan dengan sangat mudahnya menghindari dua serangan tersebut dengan melompat kesana-kemari.
Runyi Li yang merasa semakin kesal terus menerus menyerang dengan jurus yang sama brutal, namun Evan dengan sangat mudahnya menghindari serangan demi serangan dari Ruyin Li.
Sementara itu disisi lain, Jenderal Yunfan Li, Rue Luanyi, dan Tang Chen yang melihat pertarungan Evan dan Ruyin tersebut yang tidak ada ketegangan sama sekali pun merasa kasihan kepada Ruyin Li yang tampak seperti sedang dipermainkan oleh Evan.
"Evan ini kenapa tidak langsung mengalahkan Ruyin Li dengan satu serangan saja?, aku tiba-tiba merasa kasihan pada wanita busuk itu dipermainkan oleh Evan!" kata Tang Chen merasa kasihan melihat Ruyin Li yang dipermainkan oleh Evan didalam pertarungan.
"Sungguh malang nasib Ruyin putriku karena bertemu lawan seperti pangeran Evan!" kata Jenderal Yunfan Li yang juga merasa kasihan kepada Ruyin Li yang dipermainkan oleh Evan didalam pertarungan.
Sementara itu halaman yang menjadi tempat pertarungan Evan dan Ruyin Li, tampak telah dipenuhi oleh bongkahan-bongkahan es yang diakibatkan oleh bekas Serangan Jurus Tebasan Pedang Pembeku milik Ruyin Li.
Tampak nafas Ruyin Li terengah-engah karena terus menerus mengeluarkan Jurus Tebasan Pedang Pembeku untuk tanpa henti, kini Ruyin Li pun telah menghabiskan setengah dari Energi spiritualnya.
Ruyin Li yang telah kehilangan dari setengah energi spiritualnya pun menghilangkan Armor Spirit dan Sayap Auranya dan kemudian turun mendarat ke tanah dengan nafas yang masih terengah-engah.
"Bagaimana mungkin kamu bisa bergerak secepat itu dan menghindari semua serangan dariku?" tanya Ruyin Li merasa heran, kesal, dan geram kepada Evan.
"Bukan aku yang bergerak terlalu cepat tapi serangan kamulah yang terlalu lambat!" kata Evan balik meremehkan Ruyin Li.
"Dasar Keparat!, beraninya kau meremehkan aku, jika kau berani ayo kita bertarung secara langsung, jangan hanya bisa terus menghindar seperti kelinci!" kata Ruyin Li menantang Evan dengan kemarahan.
__ADS_1
"Baiklah terserah kamu asal bisa mengalahkan aku!" ujar Evan menantang Ruyin Li dengan wajah tersenyum.
"Kalau begitu kamu jangan menyesal!, Pedang Badai Salju!" seru Ruyin Li menyerang Dengan Jurus Pedang yang menciptakan sebuah Pusaran Badai Salju berwarna putih yang menyerang ke arah Evan.
Namun Evan hanya berdiri diam ditempatnya dan hendak menerima serangan dari Ruyin Li tanpa pertahanan apapun.
Jenderal Yunfan Li yang melihat itu pun terkejut dan khawatir dan takut kalau Evan akan terluka, sedangkan Rue Luanyi yang melihat itu tampak berharap kalau Serangan tersebut dapat langsung mengalahkan Evan.
Sedangkan Tang Chen yang sudah pernah melihat kekuatan dan pertahanan tubuh Evan yang sangat kuat hanya diam berdiri dan menonton pertarungan tersebut.
"Dasar bodoh!, kamu menerima Serangan dariku begitu saja, matilah Kau!" kata Ruyin Li tertawa melihat kebodohan Evan yang hendak menerima serangannya begitu saja.
"BOOMM !!" Jurus Serangan Pedang Badai Salju menghantam Evan dengan sangat kuat.
Namun betapa terkejutnya Ruyin Li ketika melihat Evan masih berdiri ditempatnya tanpa terluka sedikitpun sembari menujukan raut wajah tersenyum kepadanya.
"Kenapa, Kenapa kamu bisa tanpa terluka menerima serangan dariku?, kamu hanya pecundang sampah tidak berguna, kenapa kamu bisa mempunyai pertahanan tubuh sekuat itu?!" kata Ruyin Li merasa heran sambil melihat Evan ke arah Evan dengan penuh amarah.
Evan hanya diam melihat Ruyin Li yang keheranan, dan kemudian dengan Langkah Kilat Surgawi, Evan dengan secepat kilat melesat ke depan ke arah Ruyin Li.
Melihat Evan yang melesat ke arahnya dengan sangat cepat, Ruyin Li yang terkejut dengan sigap dan cepat mengayunkan pedangnya ke arah Evan.
Kemudian Evan menangkap pedang yang diayunkan oleh Ruyin Li dan mencengkramnya hingga hancur dan patah.
Dengan wajah saling berhadapan dan mata yang saling menatap, Ruyin Li terkejut menatap wajah Evan yang ada dihadapannya, sedangkan Evan menatap wajah Ruyin Li dengan ekspresi dingin.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................
......................