KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 331 : Kehangatan Apa Yang Dimaksud?


__ADS_3

Kemudian Evan mengeluarkan tiga senjata tingkat semesta dari cincin penyimpanannya, tiga senjata tingkat semesta tersebut Evan dapatkan dari peninggalan Senior Sun Guan Ji diujung Gua Gravitasi sebelumnya.


Tiga senjata tersebut adalah Tombak Pembunuh Dewa, Pedang Naga Biru dan Gelang Kura-Kura Hitam. Tiga senjata tersebut mengambang disekitar Evan.


Reya, Nan Ruyu, Ran Ran, Cao Cao dan Qiu Nia Lan merasa sangat takjub melihat ketiga senjata tingkat semesta yang dikeluarkan oleh Evan. Sedangkan Ririn yang sudah fokus dengan Xuanwu sama sekali tidak peduli dengan apapun lagi, Ririn berbalik badan dan berjalan pergi meninggalkan yang lainnya sambil membawa Xuanwu dalam gendongannya.


Ririn berjalan pergi yang dari belakang diikuti oleh Phoenix dan Qinglong yang terbang sambil menggigit Pil Penakluk Hewan Monster.


Sementara itu, tampak Reya, Nan Ruyu dan Ran Ran yang merasa sungkan dengan hadiah pemberian Evan yang sangat berharga tersebut.


"Evan, apakah kamu ingin memberikan tiga senjata tingkat semesta ini kepada kami?, ini terlalu berharga!" kata Ran Ran merasa sungkan.


"Benar Evan, ketiga senjata ini terlalu berharga untuk kami, kami tidak layak mendapatkan tiga senjata ini!" kata Nan Ruyu yang juga merasa sungkan.


"Apa yang kalian bicarakan?, mengapa kalian begitu sungkan padaku?, kalian adalah istri-istriku, aku ingin menyenangkan dan memanjakan kalian. Tiga senjata tingkat semesta hanyalah sebuah benda, tidak bisa jika dibandingkan dengan kalian para istriku. Aku memberikan tiga senjata ini bukan untuk hadiah semata, tetapi aku berharap dengan adanya tiga senjata ini maka kalian bisa melindungi diri sendiri. Jadi aku mohon terimalah, jangan membuat aku merasa sedih dan khawatir pada keselamatan kalian!" ujar Evan kepada Reya, Nan Ruyu dan Ran Ran.


"Benar apa yang dikatakan oleh Evan, jika dengan adanya tiga senjata maka kita bisa melindungi diri kita sendiri dan tidak perlu merepotkan Evan lagi, ini juga demi keselamatan kita, kita sebagai istri tidak boleh membuat suami kita merasa khawatir!" kata Reya membenarkan perkataan Evan.


Setelah mendengar perkataan Evan dan Reya, Nan Ruyu dan Ran Ran pun menghilangkan kesungkanan mereka dan menerima senjata tingkat semesta yang diberikan oleh Evan dengan senang hati.


"Baiklah suamiku, aku akan menerima pemberian kamu ini dengan senang hati, agar kamu tidak perlu mengkhawatirkan kami!" kata Nan Ruyu merasa senang dan bahagia.


"Yah, aku juga akan menerima hadiah kamu ini, aku ingin bisa melindungi diriku sendiri dan tidak merepotkan kamu kedepannya!" kata Ran Ran yang juga merasa senang dan bahagia.

__ADS_1


Melihat para istrinya yang sudah tidak merasa sumgkan lagi, Evan pun ikut merasa senang dan bahagia.


"Baiklah, aku akan memberikan tiga senjata tingkat semesta ini kepada kalian bertiga!" kata Evan yang ingin memberikan tiga senjata tersebut kepada tiga istrinya tersebut.


"Ini adalah Tombak Pembunuh Dewa, Tombak ini memiliki kekuatan elemen Api dan daya serang yang sangat kuat, Tombak Pembunuh Dewa dibuat dari besi yang didapatkan dari dasar Gunung merapi yang sangat panas yang ada di alam atas, Tombak Pembunuh Dewa ini aku berikan kepada kamu Reya!" kata Evan menjelaskan dan memberikan Tombak Pembunuh Dewa kepada Reya.


"Ini adalah Pedang Naga Biru, Pedang ini memiliki kekuatan elemen Air dan menyimpan kekuatan hewan monster Naga Laut yang sangat kuat, Pedang Naga Biru ini terbuat dari besi spiritual yang sangat keras dan Pedang Naga Biru ini memiliki ketajaman yang sangat luar biasa, Pedang Naga Biru ini aku berikan kepada kamu Nan Ruyu!" kata Evan menjelaskan dan memberikan Pedang Naga Biru kepada Nan Ruyu.


"Dan sedangkan ini adalah Gelang Kura-kura Hitam, Gelang ini memiliki kekuatan elemen air dan mengandung kekuatan dari Xuanwu sang kura-kura hitam pada masa puncaknya, Gelang Kura-Kura Hitam mampu menciptakan sebuah perisai pelindung yang sangat kuat, Gelang Kura-Kura Hitam ini aku berikan kepada kamu Ran Ran!" kata Evan menjelaskan dan memberikan Gelang Kura-Kura Hitam kepada Ran Ran.


Ketiga wanita itu merasa sangat senang atas hadiah yang diberikan oleh Evan.


"Evan, kami sangat bahagia dapat menjadi istrimu, kami bertiga sangat memcintaimu Evan!" kata ketiga wanita tersebut dengan sangat bahagia kepada Evan.


"Aku juga sangat bahagia dapat menikahi kalian bertiga, aku juga sangat mencintai kalian, lain kali kalian tidak boleh merasa sungkan lagi padaku, atau aku akan marah mengerti?" ujar Evan mengingatkan dengan lemah lembut kepada tiga istri itu.


"Sayang sekali, kita tidak bisa saling bersentuhan, aku sangat merindukan kamu suamiku!" kata Nan Ruyu merasa sangat merindukan kehangatan dari Evan.


"Suamiku, kamu cepatlah pulih agar kita bisa saling menghangatkan lagi, kami semua sangat merindukan kamu untuk menghangatkan kami!" kata Ran Ran yang juga sangat merindukan kehangatan dari Evan.


"Benar Evan, kamu cepatlah pulih, aku juga sangat merindukan kamu, aku juga ingin hamil dan mengandung anakmu!" ujar Reya yang juga sangat merindukan kehangatan dan kasih sayang dari Evan.


"Yah, aku juga sangat merindukan kalian para istriku, tetapi aku harus bersabar dan berpuasa untuk waktu yang lama, kalian juga bersabarlah sebentar lagi aku pasti akan berhasil pulih dan memberikan kalian kehangatan hingga puas!" ujar Evan dengan sangat lemah lembut kepada tiga istrinya itu.

__ADS_1


Sementara itu, tampak Cao Cao dan Qiu Nia Lan yang masih berada ditempat itu bersama mereka.


"Apa yang sedang mereka bicarakan, saling menghangatkan?, apa maksudnya?, apakak maksudnya saling berpelukan?" ujar Qiu Nia Lan yang merasa bingung dan penasaran dengan apa yang sedang Evan dan tiga wanita itu bicarakan.


"Sepertinya itu lebih dari sekedar berpelukan, kamu tidak dengar Kakak Reya tadi mengatakan apa?, dia ingin hamil anak dari Kakak Evan, dan apakah kamu tahu bagaimana cara agar seorang wanita hamil?, Yah seperti itulah kemungkinannya!" kata Cao Cao mencoba menjelaskan kepada Qiu Nia Lan.


Namun Qiu Nia Lan yang masih sepolos kertas putih tidak paham sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Cao Cao dan malah menjadi semakin bingung.


"Wanita hamil?, memang bagaimana caranya agar wanita bisa hamil?, dan kemungkinan seperti apa yang kamu katakan?" tanya Qiu Nia Lan kepada Cao Cao.


Melihat Qiu Nia Lan yang sama sekali tidak mengerti maka Cao Cao pun tidak ingin menjelaskannya lebih dalam lagi.


"Sudahlah, tidak apa-apa jika kamu tidak mengerti, saat besar nanti aku pasti akan memberitahu kamu, dan pada saat itu kamu akan hamil anak aku, Okey?" ujar Cao Cao sembari tersenyum merahasiakan sesuatu kepada Qiu Nia Lan.


"Hmm Okey!, aku pasti akan hamil anak kamu, tetapi kamu harus berjanji akan memberitahu aku caranya lebih dulu!" kata Qiu Nia Lan tanpa ragu ataupun curiga sedikitpun.


"Yah, aku janji!" kata Cao Cao mengusap kepala Qiu Nia Lan mengikuti cara Evan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2