
"Tunggu!, aku ingin ikut denganmu!" Ucap Nan Ruyu datang menghampiri Evan dan paman Qian Ji.
"Sebaiknya kamu jangan ikut ini akan berbahaya!" Ucap Evan memperingatkan.
"Aku tidak takut bahaya, aku tidak takut mati!" Ucap Nan Ruyu yang bersih keras ingin ikut.
"Baiklah, kamu boleh ikut denganku, tapi kau jangan bertindak sembarangan, harus mengikuti semua perintahku!" Ucap Evan mengingatkan.
"Kau tenang saja, aku akan bekerjasama dengan baik." jawab Nan Ruyu menyetujui dengan percaya diri.
"Heh...,jangan menyesal!" batin Evan.
Evan dan Ruyu pun berangkat, Evan pergi dengan menggunakan Topengnya.
Setelah mengikuti Evan dan sampai ke tempat tujuan, yaitu Rumah Bordil terbesar yang sangat terkenal di kota itu yang sebelumnya dilewati dan dilihat oleh Evan, dan juga merasakan aura musuh yang familiar.
"kenapa kita kesini!?, kamu bilang kamu akan pergi ke tempat berbahaya, kenapa malah ke Rumah Bordil!?, dasar Pria bajingan mesum! tahu begini aku tak ingin ikut!" Ucap Nan Ruyu kesal karena merasa tertipu.
"Yah benar, kita memang akan ke rumah bordil, berbahaya atau tidaknya kau akan tau setelah kita masuk kesana. sekarang kau harus berpura-pura jadi seorang pria!" perintah Evan.
"Humph!, aku tidak mau berpura-pura jadi pria, apa lagi pria brengsek yang masuk Kerumah Bordil " jawab Nan Ruyu menolak.
"Kalau kau ingin ikut, maka bekerjasamalah ikuti perintah aku jangan buat keributan!. sekarang kau harus berpura-pura sebagai pria agar bisa masuk dan tidak membuat orang curiga!" perintah Evan.
Nan Ruyu hanya mengangguk setuju (kesal) walau tidak tau apa yang sedang direncanakan oleh Evan.
"Baiklah, aku akan bekerja sama denganmu!" ucap Nan Ruyu terpaksa.
Didalam Rumah Bordil ( GEDUNG WEN ).....
Nan ruyu sudah memakai pakaian pria dan juga topeng untuk menyamar menyembunyikan identitasnya. baru saja masuk ke Rumah Bordil, Empat wanita cantik langsung datang menyambut mereka berdua.
"Tuan-tuan, apa kalian baru datang kesini (Gedung Wen)?, ayo masuklah..." ajak salah satu wanita yang menggandeng tangan Nan Ruyu.
"Aduh, aduh..." Nan ruyu krbingungan ketika datang dua orang wanita sambil menarik tangannya.
__ADS_1
"Tuan ayo jangan malu-malu." Ajak wanita yang lainnya.
Empat wanita itu langsung menggandeng kedua tangan Evan dan Nan Ruyu.
"Kami baru datang kemari, aku dan saudara aku melihat Gedung Wen ini cukup bagus jadi kami datang untuk bersenang-senang." Ucap Evan orang yang dulunya suka bermain ke tempat seperti rumah bordil. Sedangkan Nan Ruyu yang seorang wanita langsung kebingungan mengalami hal seperti itu.
"Tuan-tuan datang ketempat yang tepat, Gedung Wen ini adalah Rumah bordil terbesar dan paling terkenal di ibu kota ini!. Semua tuan muda dan orang besar suka datang kemari untuk bertemu dengan aku Nona Rurui...." Ucap salah seorang wanita yang bersama dengan Evan.
"Oooh...., hari ini tuan muda dan orang besar mana saja yang datang kesini?, jika bisa bertemu dengan mereka dan berminum arak, merupakan suatu hal baik!" Ucap Evan.
"Haha..., malam ini lantai dua sudah dipesan oleh Tuan Mo Wu zhang" jawab si wanita.
"Oooh..., kalau begitu tolong Nona Rurui antar aku dan saudara aku kesana, nanti Nona Ruru akan dapat hadiah bonus dariku!" pinta Evan sambil memeluk kedua wanita yang bersamanya.
"Baiklah tuan, biarkan Ruru memberi tuan hadiah juga...." Ucap Ruru yang dan ingin memberi Evan ciuman.
"Haha..., Nona Ruru sangat nakal, hadiahnya nanti saja memberikannya." Ucap Evan menghentikan Ruru dengan menahan bibir Ruru dengan jarinya.
"Shi Hua Lang (Nama samaran Nan Ruyu)!, ayo ikut aku...!" panggil Evan mengajak Nan Ruyu.
Disaat mereka berjalan menuju lantai dua dan Ruru sebagai pemimpin jalan. ....
"Sebenarnya tujuan kita apa datang kesini? kita akan kemana?" tanya Nan Ruyu dengan suara kecil.
"kita akan membunuh musuh." jawab Evan denga suara kecil sambil tersenyum dingin.
"Musuh?, siapa?"
"Mo Wu Zhang!" jawab Evan dengan dingin.
Mendengar itu Nan Ruyu terkejut dan seketika rasa kebenciannya pun memuncak.
Kemudian dilantai dua Rumah Bordil Gedung Wen....
"Dua tuan muda, ini adalah ruangan yang dipesan Oleh Tuan Mo Wu Zhang." Ucap Ruru yang mengantarkan mereka berdua.
__ADS_1
"Terima kasih Nona Ruru, kamu baik hati sekali, ini Hadiah yang aku janjikan, ingat jangan beritahu kepada siapapun kalau kami berdua datang kemari." Ucap Evan memberikan sekantong kecil Tael Emas sambil mengingatkan Ruru.
"Terima kasih Tuan, saya pasti akan merahasiakannya dengan baik." Ucap Ruru menerima uang yang diberikan oleh Evan dengan mata bersinar-binar.
"Bagus!" Ucap Evan sambil melambaikan tangannya menyuruh Ruru supaya pergi.
Dan kemudian pun Ruru pergi dan tinggal hanya Evan dan Nan ruyu yang sedang menyamar berada didepan pintu ruangan tempat Mo Wu Zhang berada.
"Kau siap...?"
"Yah, aku yang akan membunuhnya dengan tanganku sendiri!" jawab Nan Ruyu.
"Baguslah, ayo masuk...!" Ajak Evan sambil membuka pintu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...SALAM QIN SHAN...
...✌JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENT👍...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
__ADS_1
...👇...