
Setengah hari kemudian, Evan yang sebelumnya terbaring lemas dititik lima meter (titik 960-965) tempat beristirahat, akhirnya telah bersemangat dan bertenaga kembali.
Kemudian Evan bangkit berdiri dan meregangkan semua otot dan tulangnya yang telah lama berbaring lemas.
"Aku tidak pernah mengira bahwa membangkitkan Elemen Logam akan semenyakitkan itu!" ujar Evan sambil meregangkan otot dan tubuhnya.
"Tapi itu juga sepadan, sekarang aku tidak hanya mendapatkan teknik gerakan pedang dari Gua Gravitasi, tetapi aku juga telah membangkitkan Elemen Logam, keberuntungan akan selalu menyertaiku hahaha!" kata Evan merasa senang dan gembira.
"Tetapi bagaimana cara menggunakan kekuatan Elemen Logam ini?" ujar Evan merasa bingung.
Kemudian suara Elemen Logam dan Elemen Bintang terdengar dipikiran Evan.
"Sudah kamu jangan terlalu banyak bicara disini, cepatlah lanjut! jangan membuang waktu lagi. Setelah kamu keluar dari Gua Gravitasi ini, aku pasti akan mengajari kamu bagaimana cara menggunakan kekuatan Elemen Logam!" ujar Elemen Logam.
"Disaat kamu pingsan tadi, aku menggunakan kesadaran kaisar dewaku untuk memeriksa Gua Gravitasi, sepertinya ujung Gua Gravitasi hanya tinggal 40 meter lagi, tetapi sebelum itu kamu harus melewati rintangan terlebih dahulu!" ujar Elemen Bintang.
"Sudah dekat sekali, tetapi apa rintangan yang harus aku lewati terlebih dahulu?" tanya Evan merasa penasaran.
"Kamu masuk saja, maka kamu akan tahu sendiri nantinya!" kata Elemen Bintang.
"Baiklah, akh pasti akan sampau ke ujung Gua Gravitasi ini apapun rintangannya!" kata Evan berambisi dan optimis.
Kemudian Evan bersiap untuk maju melangkah lagi, pada saat Evan melangkahkan kakinya ke titik sejauh 966 meter ke dalam Gua Gravitasi, seketika Evan langsung terkejut.
"Tekanan Gravitasi dan Roh disini kenapa jauh lebih ringan dengan titik yang sebelumnya?, tekanan Gravitasi dan Roh disini sama dengan tekanan yang ada dititik sejauh 899 sebelumnya!, tetapi kenala aku punya firasat aneh?" batin Evan dalam hatinya merasa terkejut dan heran.
Namun Evan tidak ingin ambil pusing, karena jika tekanan Gravitasi dan Roh menjadi lebih ringan maka, itu akan mempermudah Evan untuk mencapai tujuannya.
__ADS_1
"Tetapi jika terus seperti ini maka akan jauh lebih mudah, aku tidak perlu bersusah payah untuk menahan tekanan Gravitasi dan Roh yang sangat berat itu lagi!" ujar Evan merasa senang.
Namun tidak lama kemudian, seseorang dengan tingkatan kekuatan yang dengan Evan, yaitu Tingkat Kaisar Level Sembilan muncul dihadapan Evan.
Evan yang melihat itu, seketika langsung menghilangkan ekspresi senangnya.
"Aku tahu, pasti hal ini bukanlah hal baik, aku punya firasat buruk dengan orang ini!" ujar Evan.
Evan mengamati orang yang ada dihadapannya dengan teliti, setelah Evam mengamati orang itu dengan teliti, seketika Evan menyadari kalau orang itu bukan manusia melainkan sebuah bayangan atau kloningan.
"Ternyata orang ini bukan manusia melainkan hanya sebuah kloningan saja, hehehe jika hanya ini saja rintangannya maka terlalu mudah!" kata Evan dengan percaya diri.
Kemudian Evan langsung maju menyerang ke arah Kloningan itu, dengan tekanan yang telah jauh lebih ringan, maka gerakan Evan menjadi jauh lebih cepat dari sebelumnya, apa lagi Evan juga telah meningkatkan kekuatan raganya hingga ke tingkat empat.
Namun Kloningan itu tidak hanya diam berdiri saja, Kloningan itu juga ikut maju menyerang ke arah Evan, walau dengan ekspresi diam layaknya sebuah boneka yang sedang dikendalikan.
"SRIING!..." Evan mengeluarkan pedangnya yang diselimuti oleh energi petir dan langsung menebas kloningan itu dengan sangat mudahnya.
Evan berdiri tegak sambil memegang pedang dengan tangan kanannya.
"Hahaha rintangan ini memang jauh lebih mudah dari pada rintangan yang sebelumnya!" kata Evan sambil tertawa senang dan gembira.
Namun tidak lama kemudian muncul dua kloningan lagi yang sama seperti sebelumnya, namun dengan perkembangan Tingkat Kaisar Level Satu.
"Dua kloningan Tingkat Kaisar Level Satu?, orang ini cukup hebat juga ternyata, tetapi dua kloningan ini tetap tidak ada gunanya didepan mataku!" kata Evan yang langsung maju menyerang dengan pedangnya.
"Tebasan Kilat Surgawi!" kata Evan mengeluarkan jurus tebasan pedang yang diselimuti oleh energi api berwarna biru.
__ADS_1
"SRIINNG!!" hanya dengan satu tebasan pedang Evan berhasil mengalahkan dua Kloningan itu dengan sangat mudah.
Seketika dua kloningan tersebut langsung menghilang seperti asap sama seperti kloningan yang sebelumnya, dan kini Evan telah sampai ke titik sejauh 970 ke dalam Gua Gravitasi.
"Tinggal sedikit lagi aku akan sampai ke ujung Gua Gravitasi ini, jika terus seperti ini maka aku akan segera sampai ke ujung Gua Gravitasi, aku penasaran harta seperti apa yang ada di ujung Gua Gravitasi ini!" kata Evan merasa penasaran.
Kemudian muncul lagi kloningan yang sama seperti sebelumnya, dan sekarang jumlah kloningan itu menjadi dua kali lipat dari jumlah yang sebelumnya, yaitu empat kloningan dengan tingkat perkembangan Kaisar Level Dua.
Setelah mengamati pergerakan para kloningan yang muncul, sekarang Evan menyadari sesuatu dari hal tersebut.
"Ternyata begitu, setiap aku berhasil mengalahkan kloningan maka akan ada kloningan lainny yang muncul, dan jumlah juga akan bertambah menjadi dua kali lipat, serta tingkat perkembangannya juga akan bertambah sebanyak satu level. Jika seperti itu maka rintangan kali ini tidak akan ada masalah sedikit pun!" kata Evan dengan sangat percaya diri.
Kemudian Evan bersiap untuk menyerang sambil memegang pedangnya.
"Sekarang biar aku mencoba, bagaimana teknik gerakan pedang yang sebelumnya aku dapatkan dari Gua Gravitasi!" kata Evan sembari mengeluarkan energi spiritual dari tubuh dan pedangnya.
Evan memgingat-ngingat semua gerakan pedang yang sebelumnya masuk kedalam kepalanya, namun tidak ingin menunggu lama para kloningan itu langsung maju menyerang ke arah Evan.
Sementara itu Evan yang mencoba memahami semua ingatan gerakan pedang yang ada didalam kepalanya terus diam dan memejamkan matanya sambil memegang pedang.
"Pedang-Mendominasi-Gravitasi-Menebas-Serang-Bunuh!" gumam Evan sambil memejamkan matanya.
Kemudian Evan membuka matanya dan langsung mengayunkan pedangnya yang menciptakan sebuah serangan tebasan pedang, yang menyerang ke arah empat Kloningan yang datang menyerang ke arahnya.
"SRAAASSHH!!" seketika empat kloningan itu langsung terpotong menjadu dua bagian dan menghilang seperti asap.
Tampak Evan yang telah memahami dan menguasai teknik pedang yang dia dapatkan.
__ADS_1
"Hahaha jurus tebasan pedang ini cukup hebat, sekarang aku akan memberi nama jurus pedang ini dengan Tebasan Pedang Gravitasi!" kata Evan memberi nama pada jurus tebasan pedang baru miliknya.
Kemudian Evan melangkah maju lagi dan sampai ke titik sejauh 976 meter ke dalam Gua Gravitasi, tak lama kemudian Delapan kloningan yang sama seperti sebelumnya muncul dihadapan Evan.