
karena merasa bersalah para tetua ingin memberikan evan kompensasi "evan, karena kami merasa bersalah padamu kami ingin memberikanmu sebuah kompensasi" ucap kepala sekte
"kompensasi?" ucap evan penuh tanda tanya
"yah, kau ikutlah denganku keruang harta sekte" ajak tetua kepala sekte
kemudian evan dan kepala sekte pergi ruang harta sekte matahari merah, disana evan banyak sekali melihat benda benda berharga yang sulit untuk didapatkan, kepala sekte melihat evan yang begitu antusias tersenyum "evan, kau boleh memilih dua barang sesukamu sebagai kompensasi dariku" ucap kepala sekte
"baiklah terima kasih kepala sekte" ucap evan sambil menganggukan kepalanya
disaat evan melihat lihat, para elemen memberinya arahan "evan disebelah sana, aku merasakan ada benda bagus, dan itu mengeluarkan fluktasi energi api yang sangat kuat dari sana!" ucap api memberi arahan
kemudian evan mengikuti arahan dari elemen api, dan dia menemukan sebuah batu lonjong yang sangat terihat biasa biasa saja. "inikah yang kau bilang benda berharga yang mengeluarkan fulktasi energi api yang kuat!?, ini hanya batu biasa!!" ucap evan pada api dengan sangat emosi
"yah benar batu itu, kau harusnya berfikir jika benar itu adalah batu biasa mengapa diletakan dalam gudang harta?" ucap api dengan bijak
kemudian evan berfikir "benar juga" pikir evan dalam benaknya. kenudian kepala sekte datang menghampiri evan yang sedang memperhatikan sebuah batu "evan, apa kau suka pada batu itu?" tanya kepala sekte
"kepala sekte apa tetua tau ini batu apa?" tanya evan mencari tau
__ADS_1
"saya tidak tau, batu itu ada disini sudah lama sekali. mungkin sudah beberapa ratus tahun" ucap tetua kepala sekte
evan yang mendengar itu menjadi yakin bahwa apa yang dikatakan api adalah benar, ini adalah benda yang sangat berharga
"baiklah aku akan memilih batu ini, dan juga tombak sabit yang ada disana!" ucap evan yang telah selesai memilih
"apa kau yakin ingin memilih batu itu?, tidak ingin menggantinya dengan yang lain?" tanya kepala sekte yang heran mengapa evan malah memilih sebuah batu yang terlihat biasa saja, padahal digudang harta tersebut banyak benda yang lebih berharga lainnya
"tidak, aku hanya mau batu ini saja" jawab evan dengan penuh keyakinan
tetua kepala sekte yang melihat evan bersih keras memilih batu itu, tidak bisa membantahnya "ya sudah karena kau sudah memilih, ayo kita pergi dari sini" ucap kepala sekte mengajak evan keluar
...****************...
"hehe wanita, akhirnya kau sudah tidak bisa kabur lagi!" ucap salah seorang pria yang mengepung
"kau ternyata hanya seorang wanita kotor yang pura pura suci dihadapan kami!" ucap salah seorang pria yang juga ikut mengepung wanita itu
"hehe kulihat wanita populer dibagian murid luar ternyata memiliki tubuh yang sangat bagus!. hahaha setelah nanti kau tertangkap, aku akan menelanjangimu dan menikmati tubuhmu itu!" ucap salah seorang lainnya lagi yang mengepung wanita itu
__ADS_1
"ka-kallian jangan mencoba mendekat, atau aku akan melaporkan perbuatan kalian ini ke pemimpin sekte!" ucap wanita tersebut mengancam
namun ancaman wanita tersebut tidak berguna "hahaha.., kau kira kami akan takut?. setelah kami bermain denganmu kami akan langsung membunuhmu. setelah itu tidak akan ada lagi orang yang akan melaporkan kami!" ucap pria yang mengepung paling depan
merekapun bersiap maju untuk menangkap wanita itu..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
......................
......................
__ADS_1