KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 443 : Bertemu Dengan Ratu Yue Xian Ling


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, akhirnya Sang Komandan Siluman mengantarkan Evan hingga sampai ke Tenda tempat Sang Ratu Siluman berada.


"Kamu masuklah, aku akan berjaga disini!" kata Sang Komandan Siluman menyuruh Evan untuk masuk ke dalam Tenda dan bertemu dengan Sang Ratu Siluman.


Kemudian tanpa ragu, Evan pun masuk ke dalam Tenda untuk bertemu dengan Sang Ratu Siluman, sedangkan Sang Komandan Siluman tetap berada di luar Tenda untuk berjaga.


Saat Evan masuk ke dalam Tenda, Evan langsung melihat Sang Ratu Siluman yang sedang duduk di hadapannya.


"Tenda yang cukup besar!" batin Evan dalam hati sambil melihat sekelilingnya.


Sesaat kemudian setelah selesai melihat Tenda tersebut, Evan kembali fokus kepada Sang Ratu Siluman yang saat ini sedang duduk dihadapannya.


Terlihat Sang Ratu Siluman yang sedang duduk sambil menyelidiki Evan dengan tatapannya, hingga sesaat kemudian Sang Ratu Siluman merasa terkejut dan mengerutkan keningnya.


"Aneh sekali, aku tidak dapat merasakan sedikit pun Aura Spiritual dari tubuh manusia ini!" batin Sang Ratu Siluman dengan raut wajah terkejut dan serius.


Sementara itu disisi lain, melihat ekspresi Ratu Siluman yang sedang merasa terkejut, seketika membuat Evan tersenyum.


Semenjak sebelum masuk ke dalam Tenda dan bertemu dengan Sang Ratu Siluman, Evan sudah menebak apa yang akan dilakukan oleh Sang Ratu Siluman kepadanya, yaitu Sang Ratu Siluman pasti akan mencoba menyelidiki Tingkat Kultivasi yang dimiliki oleh Evan.


"Ha-ha-ha Wanita ini pasti sedang terkejut dan kesal karena tidak dapat melihat Tingkat Kultivasi ku!" batin Evan sambil tersenyum melihat Sang Ratu Siluman yang tampak mulai merasa kesal.


Karena tidak dapat melihat Tingkat Kultivasi yang dimiliki oleh Evan, maka Sang Ratu Siluman menjadi waspada dan lebih berhati-hati kepada Evan.


"Kultivasi orang ini tidak dapat ditebak, aku harus lebih berhati-hati kepada-nya!" pikir Sang Ratu Siluman dalam hati.


Kemudian Sang Ratu Siluman mulai bertanya dan mengajak Evan untuk berbincang.

__ADS_1


"Manusia, dari Kerajaan mana kalian berasal? Mengapa kalian bisa datang Wilayah ke Hutan Lembah dan masuk ke dalam Wilayah Medan Perang kami?" tanya Sang Ratu Siluman pada Evan.


"Mengapa Nona masih bertanya? Bukankah bawahan Nona sudah menceritakan semuanya kepada Nona?" ujar Evan sambil sedikit memiringkan kepalanya.


"Yah, tentu aku sudah mendengar semuanya dari bawahan ku, tetapi saat ini aku ingin mendengar semuannya, langsung dari mulutmu!" ujar Sang Ratu Siluman.


"Dasar wanita yang merepotkan!" batin Evan merasa jengkel.


"Apa yang aku katakan pada Nona Wakil Jenderal, mungkin tidak akan jauh berbeda dari apa yang dikatakan bawahan Nona!" ujar Evan sebelum bercerita. "Kami adalah Para Pemburu biasa, dan tentu saja kami datang ke Wilayah Hutan Lembah karena kami ingin berburu Hewan Monster. Akan tetapi, karena semua Hewan Monster yang ada di pinggiran Hutan Lembah telah habis, maka kami mencoba untuk masuk lebih jauh ke dalam Hutan Lembah. Namun siapa sangka saat di dalam perjalanan, kami secara tidak sengaja memasuki kawasan Medan Perang kalian, hingga akhirnya kami semua ditangkap dan dibawa kemari oleh kalian!" lanjut Evan bercerita pada Sang Ratu Siluman dengan penuh kejujuran.


"Benarkah, apa yang kamu katakan?" ujar Sang Ratu Siluman yang tidak sepenuhnya percaya pada cerita yang diceritakan oleh Evan.


"Tentu saja benar, jika Nona Wakil Jenderal tidak percaya, maka Nona boleh mengirimkan beberapa Prajurit untuk memeriksanya sendiri!" ujar Evan mencoba meyakinkan Sang Ratu Siluman.


Melihat Evan yang sangat yakin dan percaya diri, maka Sang Ratu Siluman pun percaya kepada cerita yang diceritakan oleh Evan.


Mendengar itu, maka Evan pun baru menyadari, kalau dirinya telah melupakan satu pertanyaan yang ditanyakan oleh Sang Ratu Siluman kepada dirinya.


"Maaf Nona, aku melupakan satu pertanyaan dari dirimu!" ucap Evan meminta maaf atas kesalahannya. "Kami semua tidak berasal dari manapun, kami hanyalah Para Pemburu biasa yang suka berkelana kemanapun yang kami suka!" lanjut Evan yang ingin menyembunyikan identitasnya dan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam.


"Orang ini cukup waspada padaku!" batin Sang Ratu Siluman dalam hati.


Sang Ratu Siluman terus memandangi Evan dengan teliti, namun Sang Ratu Siluman tetap tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Evan, dan karena hal itu Sang Ratu Siluman pun menjadi sedikit kesal.


"Sialan, aku tidak bisa menebak apa yang sedang dipikirkan oleh orang ini!" batin Sang Ratu Siluman mulai merasa kesal dalam hatinya. "Aku tidak percaya kalau, manusia ini dan kelompoknya hanyalah Para Pemburu biasa! Sepertinya, aku telah memasukan sekelompok serigala ke kandang ku sendiri!" batin Sang Ratu Siluman menyimpan rasa penyesalan dalam kekesalannya.


Melihat Evan yang tidak ingin menjawab dengan jujur dari mana mereka berasal, maka Sang Ratu Siluman pun mencoba bertanya hal lain kepada Evan. Sang Ratu Siluman terus menyelidiki dan mencari tahu siapa sebenarnya Evan dan Para Pemburu tersebut.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu, siapa namamu?" tanya Sang Ratu Siluman pada Evan.


"Namaku adalah Evan, mengenai apa marga-ku, aku tidak bisa memberitahukannya, jadi mohon Nona tidak mempermasalahkannya!" ujar Evan yang tidak ingin memberitahu latar belakangnya kepada Sang Ratu Siluman.


"Oohh apakah kamu ingin menyembunyikan latar belakang kamu? Aku ragu, kalau kamu dan kelompok mu adalah Para Pemburu biasa!" ujar Sang Ratu Siluman mulai mengungkapkan kecurigaannya secara terang-terangan.


Namun disisi, Evan seketika tertawa mendengar perkataan Sang Ratu Siluman yang mulai mengungkapkan kecurigaannya secara terang-terangan.


"Ha-ha-ha apakah Nona merasa curiga pada kami? Jika Nona saja sudah curiga seperti itu, maka apa gunanya lagi Nona masih bertanya? Walaupun aku menjawab semua pertanyaan Nona dengan jujur, tetapi jika Nona tetap merasa curiga, maka apa gunanya aku menjawab?" ujar Evan bersilat lidah.


Mendengar perkataan Evan, maka Sang Ratu Siluman pun terdiam dalam kesal, hingga sesat kemudian Sang Ratu Siluman menjadi benar-benar kesal dan marah pada Evan.


"Manusia, kamu terlalu lancang padaku! Aku bertanya padamu, maka kamu hanya perlu menjawab dengan jujur! Apakah kamu tidak tahu, saat ini kamu sedang berhadapan dengan siapa?!" ujar Sang Ratu Siluman dengan marah dan kesal.


Mendengar itu, Evan hanya tersenyum sambil menatap Sang Ratu Siluman yang sedang kesal dan marah padanya.


"Aku tentu saja tahu, orang yang ada dihadapan aku saat ini adalah, Sang Ratu Siluman, bukan?" ucap Evan sembari tersenyum tipis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


......................


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2