
setelah pergi dari tempat reya, evan pergi mentor chu xian
"apa?!, pantas saja para tetua menyuruh aku untuk meninggalkan sekte, ternyata hal seperti ini yang akan terjadi" ucap mentor chu xian
"benar, jadi aku ingin meminta kakak xian untuk mengawal rombongan murid terakhir dihari kompetisi nanti!" pinta evan
"baik! aku pasti akan melakukannya dengan baik" mentor chu xian menyanggupi permintaan evan
"terima kasih kak xian"
"jangan sungkan seperti itu, ini juga adalah kewajiban aku sebagai seorang mentor untuk menyelamatkan murid sekte!" ucap mentor chu xian
kemudian evan pun kembali ke kediaman kakek jing
...****************...
kediaman kakek jing
"Ririn, kenapa kamu tidak ingin pergi?, disini sangat berbahaya!" ucap evan
"aku tidak ingin pergi jika kau tidak pergi bersamaku!, aku akan berada disini dan membantumu!" jawab ririn yang keras kepala
"kamu jangan keras kepala!, aku tidak ingin kau berada disini karena aku tak mau kau terluka!"
"tapi aku juga tidak ingin kau terluka, kamu mati aku ikut mati!, biarkan aku membantumu, aku datang bersamamu dan aku akan pergi bersamamu juga" pinta ririn
"Benar!, jika kau tidak pergi kami juga tak akan pergi!" tiba tiba shan dan chen datang
"kalian?"
"maaf karena sebelumnya kami tidak percaya padamu. benar apa yang dikatakan ririn, jika kau tidak pergi kami juga tidak ingin pergi!, kami akan membantumu disini, kami juga murid sekte jadi ini juga kewajiban kami untuk melindungi sekte!" ucap shan
__ADS_1
"benar,hidup mati bersama sekte!" ucap chen
evan menghela nafasnya "kenapa kalian begitu bodoh, baiklah kita akan berjuang bersama, hidup mati bersama sekte!" ucap evan
"woii tunggu aku juga ingin ikut!" sea lin berlari mendatangi mereka
"Baiklah ayo....." evan
"tunggu! bagaimana mungkin anak muda seperti kalian melupakan kami?" datang kakek jing dengan para tetua sekte
"huh, bagaimana? apakah tidak ada lagi yang datang? hmm baiklah ayo kita se...."
"tunggu, kau melupakan aku evan!" luo bai datang memotong kalimat evan
"heh!, apa masih ada lagi? hmm.. sepertinya sudah tak ada lagi, baiklah ay...." kalimat evan dipotong lagi
"tunggu!" mentor chu xian datang
evan menjadi kesal karena kalimatnya dipotong lagi-lagi dan lagi
"Baiklah.. 'ayo kita selamatkan sekte!!" teriak evan bersorak
"AYO!!"
...****************...
tiga hari kemudian hari kompetisi sekte pun tiba. evan dengan yang lainnya telah bersiap-siap
kompetisi dilaksanakan seperti biasa, kemudian jenderal ryu datang. kedatangannya disambut dengan hangat oleh para murid dan tetua, dan diapun duduk bersama dengan para tetua untuk menonton kompetisi
evan melihat kearah jenderal ryu, dan begitu juga jenderal ryu melihat kearah evan, jenderal ryu mengunakan transisi suara untuk berkomunikasi dengan evan
__ADS_1
"apakah rencananya berhasil?" tanya jenderal ryu
"sekitar 30 ribu murid telah dievakuasi, namun masih tersisa sekitar 8 ribu murid disini!" ucap evan
"hummm itu sudah cukup, sekarang giliran tugas kita melindungi 10 ribu murid yang masih ada disini, walau harus mengorbankan nyawa!" ucap jenderal ryu
evan menganggukan kepalanya, kemudian kompetisi pun dimulai. para murid bertanya-tanya mengapa yang ikut kompetisi kali sangat sedikit
"para murid silahkan ambil nomornya!" tetua luo shan qi melempar bola-bola kecil ke udara, dan para murid meloncat dan mengambil bola-bola tersebut
evan mendapat nomor 11
reya 16
shan 72
chen 33
sea 113
luo bai 37
ran ran 81
janchen 28
"Kalian akan bertarung sesuai dengan nomor undian yang ditentukan!, kalian bisa menyerah sebelum bertarung! jadi ayo mulai!" ucap tetua luo shan qi sebagai pengawas kompetisi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...----------------...
......................