
Keesokan Paginya....
Evan mengurus para anak-anak kecil yang sebelumnya dia selamatkan, karena jumlah para anak-anak kecil tersebut melebihi dua ratus, Evan pun tidak mungkin membawanya ke Kediaman Jenderal, jadi Evan pun memutuskan untuk menitipkan para anak-anak kecil kepada Akademi Matahari Merah dikota Yinzhou.
Tidak hanya itu, disaat Evan berada di Akademi Matahari Merah dikota Yinzhou, Evan memutuskan untuk memberikan posisi Pemimpin (kepala sekolah) Akademi kepada Chu Xian dan Ran Ran sebagai wakilnya, tentang alasan mengapa Evan melepas posisi tersebut karena, Evan ingin lebih fokus untuk mengurus pemerintahan, ekonomi, dan militer Nanzhou, juga rencana-rencana lainnya seperti perang, merebut kekuasaan, dan balas dendam.
Setelah Evan selesai mengurus masalah para anak-anak kecil dan Akademi Matahari Merah, Evan pun membawa pasukan barunya yaitu Pasukan Harimau Api yang berjumlah 15 ribu prajurit pergi ke markas militer.
Siang Hari.....
Setelah sampai ke markas militer, Evan pun membagikan perlengkapan dan senjata perang kepada Pasukan Harimau Api, dan kemudian memperkenalkan Pasukan Harimau Api kepada seluruh pasukan Nanzhou yang lainnya.
Setelah Evan memperkenalkan Pasukan Harimau Api kepada Pasukan yang lainnya, para prajurit Pasukan Harimau Api pun berusaha untuk membiasakan diri ditempat tinggal baru mereka.
Setelah selesai mengurus masalah Pasukan Harimau Api, Evan juga mendapatkan laporan yang sangat membuatnya senang, yaitu laporan tentang bertambahnya pasukan Nanzhou sebanyak 10 ribu lebih prajurit.
Tidak hanya bertambahnya 10 ribu prajurit, Evan juga mendapat laporan tentang bertambahnya pasukan Gagak Malam sebanyak 100 lebih orang.
Kini jika dijumlahkan pasukan yang dimiliki Evan sekarang adalah lebih dari 160 ribu prajurit.
Yang mana semuannya terdiri dari :
Pasukan Serigala yang jumlah prajuritnya adalah lebih dari 20 ribu prajurit.
Pasukan Kuda Darah yang jumlah prajuritnya adalah lebih dari 40 ribu prajurit.
Pasukan Asli Nanzhou (Negara Gu) yang jumlah Prajuritnya adalah lebih dari 60 ribu prajurit.
Pasukan yang ada dikota Hao yang jumlah prajuritnya adalah lebih dari 40 ribu prajurit.
Dan Pasukan Gagak Malam yang jumlah prajuritnya adalah lebih dari 300 prajurit.
Setelah Evan menyelesaikan urusan dimarkas militer Evan pun langsung pergi ke dinding benteng pertahanan untuk mengecek hasil pembangunan dan perbaikan.
Sore Hari....
Evan pun sampai di benteng pertahanan Nanzhou, dengan ditemani oleh Sea Lin, Qin Shan dan Wolf, Evan pun melihat-lihat dan berjalan-jalan di atas dinding benteng pertahanan.
Karena Evan baru sampai kemarin, Evan pun belum tahu dengan bagaimana cara kerja benteng pertahanan hasil desain para Elemen.
Karena merasa penasaran, Evan pun menyuruh seorang prajurit untuk menunjukan dan memperlihatkan padanya, bagaimana cara kerja benteng pertahanan yang sudah diperbaiki tersebut, yang katanya memiliki banyak mekanisme dan formasi untuk bertahan dan menyerang.
__ADS_1
"Kalian bertiga tunjukan padaku bagaimana cara kerja benteng pertahanan ini!" perintah Evan kepada tiga prajurit yang sedang berjaga di atas dinding pertahanan.
"Siap Jenderal!" jawab tiga prajurit tersebut sambil membungkuk dan memberi hormat kepada Evan.
Kemudian tiga prajurit tersebut pun bersiap untuk menunjukan kepada Evan, bagaimana cara kerja benteng pertahanan Nanzhou yang sudah diperbaiki.
Prajurit pertama bersiap untuk menunjukan bagaimana cara kerja Panah Pembunuh Raksasa yang berjumlah lebih 1200 unit yang mengitari di atas dinding benteng pertahanan.
Prajurit pertama memasukan satu anak panah yang terbuat dari besi yang panjangnya dua meter dan lingkar 6 centi meter kedalam busur raksasa.
Setelah selesai memasang anak pamah raksasa ke busur panah raksasa, si Prajurit pertama pun siap untuk menembakan Panah Pembunuh Raksasa.
Kemudian untuk memastikan jika Panah Pembunuh Raksasa memang benar-benar kuat, Evan pun dengan jurus Elemen Tanahnya menciptakan sebuah dinding batu sebagai sasarannya.
"Dinding batu ini daya pertahanannya setara dengan seorang tingkat Jenderal level satu, Sekarang kamu tembakanlah anak panahnya ke arah dinding batu tersebut!" ujar Evan memberi perintah kepada prajurit pertama tersebut.
Mendengar perintah Evan, dengan patuh Prajurit pertama tersebut pun menarik palatuk dan menembakan Anak Panah raksasa tersebut ke arah dinding batu yang diciptakan oleh Evan.
"BRAAAKKK !!" anak panah tersebut dengan sangat mudahnya langsung menghancurkan dinding batu yang diciptakan oleh Evan hingga berkeping-keping.
Melihat kekuatan Panah Pembunuh Raksasa yang sangat kuat, Evan pun merasa takjub dan kagum.
"Hebat!, daya serang ini setara dengan serangan penuh dari seorang Tingkat Jenderal Level Lima! " ucap Evan yang merasa takjub dan juga kagum dengan Kekuatan daya serang Panah Pembunuh Raksasa yang sangat kuat.
Mekanisme ini jauh lebih hebat dan kuat dari pada Panah Pembunuh Raksasa, akan tetapi setiap satu kali pemakaian (menembak) maka memerlukan setidaknya paling sedikit 1000 kristal Aura tingkat tinggi sebagai sumber energinya, atau juga bisa menggunakan energi spiritual dari seseorang sebagai sumber energinya.
Jika ingin tahu mana yang lebih bagus diantara Kristal Aura atau Energi Spiritual manusia sebagai sumber energi Tembakan Penghancur, maka Energi dari kristal Aura lah yang lebih bagus sebagai sumber energinya, karena jika menggunakan Energi Spiritual Manusia maka setiap tembakannya akan dapat menguras banyak energi spiritual.
Karena katanya mekanisme Tembakan Penghancur jauh lebih kuat dan kuat dari pada Panah Pembunuh Raksada, Evan pun dengan elemen tanahnya kemudian menciptakan lima lapus dinding batu yang jauh lebih kuat dan besar dari pada sebelumnya.
"Lima dinding batu ini kekuatan daya pertahanannya setara dengan lima orang tingkat Jenderal Level Tiga, aku ingin tahu seberapa kuat mekanisme Tembakan Penghancur ini, sekarang tembak!" kata Evan memberi perintah kepada prajurit kedua yang sudah bersiap untuk menembak menggunakan mekanisme Tembakan Penghancur.
Kemudian dengan menggunakan sumber energi spiritual dari prajurit kedua tersebut, mekanisme Tembakan Penghancur pun mulai mengumpulkan energinya dan kemudian langsung menembak sebuah cahaya energi spiritual ke arah lima lapis dinding batu tersebut.
"DUAAARRR !!" dalam sekejap lima dinding batu yang diciptakan Evan langsung hancur dan lenyap seketika.
Evan merasa sangat kagum dan takjub melihat kekuatan dari mekanisme Tembakan Penghancur yang memiliki daya serang yang sangat luar biasa.
"Dahsyat sekali!, kekuatan daya serang ini sudah setara dengan serangan penuh dari seorang Tingkat Kaisar Level satu!" kata Evan yang merasa kagum dan takjub melihat daya serang dari Mekanisme Tembakan Penghancur yang sangat luar biasa.
"Sekarang ayo lanjut ke mekanisme ketiga!" perintah Evan kepada prajurit ketiga yang sudah bersiap mengaktifkan formasi Mekanisme yang ketiga.
__ADS_1
Nama formasi Mekanisme ini bernama Gelombang Petir Pembunuh yang gunanya adalah khusus untuk bertahan dan menyerang para prajurit musuh yang ingin memanjat dinding pertahanan.
Mekanisme Gelombang Petir pembunuh ini dapat mengeluarkan energi petir (listrik) dari dinding benteng pertahanan yang akan langsung menyerang para Prajurit musuh yang mencoba untuk memanjat.
Tampak Evan yang sangat puas dengan hasil perbaikan dinding benteng pertahanan yang sekarang sudah menjadi lebih kuat, tidak hanya bisa untuk bertahan tetapi juga bisa untuk menyerang pasukan musuh.
"Bagus sekali!, sekarang dengan adanya tiga mekanisme yang ada pada benteng pertahanan ini kita bahkan akan mampu bertahan dari serangan Pasukan Besar yang jumlahnya lebih dari 300 ribu Prajurit!" kata Evan yang merasa sangat puas dengan perbaikan benteng pertahanan yang sekarang.
"Qin Shan, berapa banyak biaya yang sudah kita habiskan untuk perbaikan benteng pertahanan ini?, dan berapa banyak sisa uang yang aku berikan padamu?" tanya Evan kepada Qin Shan.
"Dari 560 juta kristal Spirit yang kamu berikan padaku, aku menghabiskan sekitar 300 juta lebih kristal spirit untuk memperbaiki dinding kota, 5 juta kristal spirit untuk upah dan makan para pekerja, dan 40 juta kristal spirit untuk membangun perekonomian diseluruh Nanzhou, dan 50 juta kristal spirit untuk membangun bendungan didaerah banjir Yunzhou, sekarang uang yang kamu berikan padaku tersisa 150 juta kristal spirit!" jawab Qin Shan menjelaskan detail penggunaan uang yang diberikan oleh Evan kepadanya.
"165 juta jika ditambah dengan kas kita berapa semuannya?" tanya Evan kepada Qin Shan.
"Kas kita sekarang ada sekitar 85 juta kristal spirit, jika ditambahkan dengan sisa uang yang kamu berikan maka keseluruhan jumlahnya adalah 250 juta kristal spirit, mengapa kamu bertanya tentang ini?" jawab Qin Shan yang kemudian bertanya karena merasa heran.
"Hem, dengan adanya seluruh prajuritku yang sekarang dan benteng pertahanan ini, maka sudah saatnya kita bergerak dan keluar dari Nanzhou untuk mengibarkan bendera kita!, pesan lebih banyak perlengkapan perang dan senjata, kita akan mulai perang dan menguasai seluruh daerah timur!" kata Evan dengan ambisi besarnya.
"Apakah kamu sungguh ingin mulai berperang?, ini adalah sebuah keputusan besar yang akan menentukan nasib seluruh Nanzhou!" ujar Qin Shan kepada Evan.
"Tentu saja aku bersungguh-sungguh, kita tidak boleh hanya diam saja didalam daerah kita untuk terus bertahan dari serangan lawan, kita harus balik menyerang dan menghancurkan lawan!" kata Evan dengan sangat berambisi.
"Yah benar!, aku setuju dengan perkataan Kakak Besar!, kita tidak boleh hanya bertahan dari serangan lawan, tetapi kita juga harus balik menyerang lawan dan menghancurkan lawan, karena hanya dengan menglenyapkan semua musuh maka tidak akan ada lagi ancaman bagi kita!" saut Sea Lin yang membenarkan perkataan Evan.
"Yah aku juga setuju dengan perkataan Jenderal!, kita memang harus balik menyerang untuk tetap bertahan, seperti kata pepatah mengatakan, Menyerang adalah cara bertahan yang paling tepat!" kata Wolf ikut membenarkan perkataan Evan.
Mendengar bahwa Sea Lin dan Wolf setuju untuk mulai berbalik menyerang musuh, maka Qin Shan yang hanya seorang seseorang yang bertugas untuk mengurus administrasi pun hanya bisa ikut setuju.
"Baiklah, semuannya sesuai dengan perintah Jenderal, aku percaya padamu!" ucap Qin Shan yang akhirnya ikut setuju juga.
"Terima kasih, semuannya!, dengan adanya benteng pertahanan ini dan seluruh prajurit yang kita miliki sekarang, aku memiliki keyakinan besar untuk bisa menguasai seluruh daratan timur sedikit demi sedikit!" kata Evan dengan sifat ambisinya sambil mengepalkan tangannya dan melihat ke arah matahari yang sedang terbenam di ujung barat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
......................
__ADS_1
......................