KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 191 : Alam Fantasi Tujuh Bintang #14


__ADS_3

Sementara itu Evan dan yang lainnya sudah memasuki lorong yang gelap tersebut, hingga akhirnya mereka sampai disebuah aula yang besar yang tidak ada apapun ditempat itu, selain sebuah singgasana dan sebuah patung Raksasa seorang Manusia Memegang Pedang ditengahnya.


Evan dan yang lainnya menghampiri patung raksasa tersebut.


"Siapa patung ini?" tanya Sea Lin sambil melihat patung tersebut.


"Sepertinya patung ini adalah orang yang dimakamkan disini!, sungguh pendekar yang hebat!" ujar Evan.


"Hmm..., mengapa tidak ada apa-apa disini?, bukankah seharusnya harta berharganya ada disini?" ujar Tang Chen bertanya-tanya.


"Benar juga disini tidak ada apa-apa, tetapi Elemem Petir tidak mungkin salah ditempat ini pasti ada sebuah jalan masuk tersembunyi ke sebuah tempat!" pikir Evan dalam hatinya.


"Aku yakin tempat inilah makam kuno yang asli, pasti ada sebuah jalan atau mekanis tersembunyi diruangan ini!, ayo kita cari!" ujar Evan.


Kemudian mereka pun bersama-sama mencari suatu pintu atau alat mekanisme untuk membuka pintu.


Setelah beberapa saat Evan menemukan sesuatu disandaran tempat duduk singgasana, yaitu tampak seperti ada sesuatu benda berbentuk token yang hilang dari sandaran Singgasana tersebut.


Evan curiga kalau itu adalah alat mekanisme untuk menemukan tempat makam dan harta peninggalan disimpan.


Disisi lain Tang Chen juga mencari-cari mekanisme pembuka pintu juga dipatung Raksasa tersebut.


Namun disaat Tang Chen melangkahkan kakinya, secara tidak sengaja Tang Chen menginjak sebuah lantai yang merupkan tombol mekanisme yang menghidupkan Patung raksasa tersebut.


Seketika mata Patung raksasa tersebut terbuka dan bersinar berwarna merah menatap Tang Chen.


"Sial, aku tidak sengaja!" ucap Tang Chen.


"GRAAARR !!, BOOM !!" Patung Raksasa tersebut mengaum dan hendak menebas Tang Chen dengan pedang, namun Tang Chen dengan cepat dan akhirnya patung Raksasa tersebut tidak berhasil memukul Tang Chen dan malah memukul lantai hingga lantai tersebut hancur.


Mendengar dan melihat itu Evan dan yang lainnga dengan cepat bergegas menghampiri Tang Chen.


"Huuuff...., hampir saja!, jika tadi aku terkena pukulan itu pasti sekarang aku sudah mari gepeng!" kata Tang Chen merasa lega.


Kemudian Evan dan teman-teman yang lainnya datang menghampiri mendekat ke Tang Chen.

__ADS_1


"Ada apa?, kenapa patung raksasa ini bisa hidup?" tanya Sea Lin.


"Aku tidak sengaja menginjak sebuah lantai yang merupakan mekanisme untuk menghidupkan patung Raksasa ini!" jawab Tang Chen.


"Dasar Tang Chen selalu saja membawa masalah!" kata Ray mengatai Tang Chen.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak sengaja!" ujar Tang Chen menekankan bahwa dia tidak sengaja dan berniat untuk menghidupkan Patung Raksasa tersebut.


"Sudah jangan malah bertengkar!, sekarang yang paling penting adalah bagaimana caranya mengalahkan Patung Raksasa yang ada didepan mata kita ini!" ucap Evan kepada yang lainnya.


"GRRAAAAR !!, BOOMM !" Patung Raksasa tersebut mengaum dan menyerang, namun Evan dan yang lainnya dengan cepat menghindar sehingga serangan itu tidak berhasil mengenai Evan dan yang lainnya.


Kemudian terdengar suara Elemen Petir dari ruang kesadaran Evan yang mengatakan bahwa kunci token yang hilang disandaran singgasana ada pada jantung patung raksasa itu.


"Evan, kunci token yang hilang itu ada dijantung patung tersebut dan itu juga adalah kelemahannya!" ucap Elemen Petir kepada Evan.


"Walaupun aku tahu kelemahnnya ada pada jantungnya, tetapi kekuatan Patung Raksasa ini setara dengan seseorang tingkat kaisar level sembilan!, cukup sulit juga mengalahkannya dengan kekuatan kami yang telah dibatasi!" pikir Evan dalam hatinya setelah mendengar perkataan Elemen Petir.


"Kelemahan Patung Raksasa ini ada pada jantungnya!, kita harus menyerangnya bersama-sama!" seru Evan kepada kelompoknya.


"Serang!!" seru Evan memimpin kelompoknya untuk menyerang bersama-sama.


Sedangkan sementara itu, di atas mereka adalah orang-orang yang juga sedang bertarung dengan sengit melawan para hewan monster tingkat tinggi yang menjaga makam palsu.


Tampak Mo Sueyan dan para pengawalnya juga masih bertempur melawan salah satu Hewan Monster Tingkat Enam level Awal, yaitu Gorila Api.


"Ombak Pasir Emas Penelan Bumi!" seru Mo Sueyan mengeluarkan jurus serangannya yang merupakan sebuah ombak pasir besar.


Ombak Pasir menghantam Gorila tersebut hingga menyeretnya cukup jauh, kemudian dengan cepat para pengawal Mo Sueyan ikut menyerang juga dengan jurus terkuat mereka.


Menerima banyak serangan kuat dari banyak pendekar, Gorila Api pun terluka dan mencoba untuk bangkit berdiri lagi.


Namun belum saja berdiri Mo Sueyan datang menyerang Gorila Api dengan pukulan terkuat yang ditambah dengan jurus tinju miliknya.


"Tinju Kaisar Emas!" seru Mo Sueyan memukul Gorila Api hingga mati seketika.

__ADS_1


Mo Sueyan juga adalah seorang pelatih kekuatan Raga yang telah mencapai tingkat tiga. maka dari itu kekuatan pukulan eksternal atau fisiknya sangat kuat apa lagi dengan ditambah dengan energi spiritualnya.


Tingkat kultivasi Mo Sueyan berada ditingkat Jenderal level dia di Alam Fantasi Tujuh Bintang dan Tingkat Kaisar Emperor level tiga dialam nyata.


"Semuannya Maju!, Serang!" seru Mo Sueyan berteriak kepada semua orang.


Mo Sueyan dan para pengawalnya beserta semua orang yang juga ingin pergi ke ujung (puncak) tangga yaitu makam kuno, maju menyerang bersama-sama melawan para Hewan Monster yang menjaga Makam kuno tersebut.


Mereka terus bertarung hingga sampai pada sore hari.


Sementara itu diwaktu yang sama ditempat Makam Kuno yang asli, Evan dan kelompknya juga masih bertarung melawan Patung Rakasa dengan sengit.


"Patung raksasa ini sangat kuat dan juga sangat keras!" kata Ray setelah bertarung cukup lama namun tidak membuahkan hasil.


"Jika disini ada hewan atau orang lain, aku bisa menggunakan jurus Ledakan Darah untuk mengalahkan Patung Raksasa ini!" kata Sea Lin.


"Benar juga, kenapa aku bisa lupa dengan Jurus Ledakan Darah milikmu!" kata Evan teringatkan.


"Qing Wei dan Su Fan Ny, kalian berdua keluar dari sini dan cari dua hewan monster dihutan sekitar dan bawa kemari mau hidup atau pun mati!" perintah Evan kepada dua wanita tersebut.


"Baik Jenderal!" jawab kedua wanita (gadis) tersebut dan kemudian segera pergi dengan cepat keluar dari Makam Kuno tersebut untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Evan.


"Evan, apakah kamu ingin menghancurkan patung ini dengan Jurus Ledakan Darah milik Sea Lin?" tanya Ray sembari menghindar dari serangan patung raksasa.


"Iyah, aku akan meledakan patung raksasa ini!" jawab Evan.


"Apakah kamu gila?, Ledakan Jurus Ledakan Darah sangat kuat, mungkin saja bisa meruntuhkan tempat ini!" ujar Ray.


"Hanya kemungkinan saja bukan berarti tempat ini akan benar-benar runtuh, kita bertaruh saja semoga ledakannya tidak meruntuhkan tempat ini!" kata Evan nekat.


"Hahahaha Evan, kamu memang Gila!, tetapi aku suka! Serang Lagi!" seru Tang Chen dengan sangat bersemangat.


Mereka pun lanjut bertarung melawan patung raksasa itu sembari menunggu Qing Wei dan Su Fan Ny kembali membawa dua hewan Monster spiritual ketempat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...****************...


......................


__ADS_2