KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 185 : Alam Fantasi Tujuh Bintang #10


__ADS_3

"Energi spiritual dari Buah Bulan Abadi ini sangat luar biasa, sepertinya aku perlu memurnikannya untuk waktu yang cukup lama!" pikir dalam hati Evan yang merasakan ada sebuah energi spiritual yang terus mengalir didalam tubuhnya.


Sea Lin dan yang lainnya menjadi khawatir melihat Evan yang hanya diam saja.


"Kakak Besar, apakah kamu sungguh tidak apa-apa?" tanya Sea Lin dengan khawatir.


Mendengar itu Evan pun akhirnya tersadar dari kesadarannya.


"Kalian tenang saja, aku tidak apa-apa" ujar Evan kepada Sea Lin dan yang lainnya.


Mendengar itu Sea Lin dan yang lainnya pun merasa tenang mengetahui bahwa Evan tidak apa-apa dan masih baik-baik saja.


"Kalian makanlah buah Bulan Abadi ini maka perkembangan kalian akan meningkat banyak dengan singkat!" kata Evan memberikan satu Buah Bulan Abadi pada Sea Lin.


"Meningkat dengan singkat?" ucap Sea Lin merasa bingung sembari menerima Buah Bulan Abadi yang diberikan oleh Evan.


Teman-teman Evan yang lain pun ikut mengambil satu Buah Bulan Abadi yang telah jatuh ke tanah.


"Jangan Heran, kalian makan saja maka kalian akan tahu setelah kalian merasakannya sendiri!" ujar Evan kepada mereka.


Kemudian Sea Lin dan yang lainnya pun memakan Buan Bulan Abadi yang mereka pegang.


Seketika tubuh mereka terisi dengan Energi spiritual dan yang sangat besar dan masih terus bertambah, kemudian mereka pun duduk bersila untuk memurnikan Energi spirutual yang besar tersebut.


Beberapa saat kemudian...


"BAMM!!" mereka pun menerobos level secara bergilir dan sekarang mereka semua berada ditingkat Jenderal Level Tiga (di alam Fantasi Tujuh Bintang).


"Luar Biasa!, aku berhasil naik level hanya memakan satu buah saja dan juga aku merasa tubuhku penuh dengan kekuatan dan energi yang terus mengalir didalam tubuhku!" kata Sea Lin dengan kagum.


"Yah, buah ini memang sangat luar biasa, tetapi kalian hanya bisa memakan satu buah saja setiap jangka waktu yang lama, jika lebih kalian memakan makan satu buah lagi sebelum buah yang pertama benar-benar telah dimurnikan maka tubuh kalian akan langsung meledak hingga berkeping-keping!" kata Evan mengingatkan Sea Lin dan yang lainnya.


"Kalau begitu sungguh sayang sekali!" ujar Tang Chen kecewa.


"Yah, sekarang kalian bantu aku mengumpulkan buah Bulan Abadi ini untuk kita bawa pulang dan memberikannya kepada yang lainnya!" pinta Evan pada teman-temannya.


Kemudian mereka pun mengumpulkan Buah Bulan Abadi dan Sumber Daya lainnya yang ada ditaman tersebut.


Merasa sudah cukup mereka pun berhenti, namun tidak lama kemudian Qing Wei dan Su Fan Ny menemukan sesuatu.


"Jenderal Li, kalian Kemarilah!" Qing Wei memanggil mereka.


Kemudian Evan dan yang lainnya pun berjalan menghampiri kedua gadis tersebut.


Setelah mereka sudah berjalan beberapa langkah tercium aroma Arak yang sangat harum dan enak.


"Bau Arak!?" batin mereka mencium aroma harum.


Kemudian mereka berjalan lagi hingga sampai ketempat Qing Wei dan Su Fan Ny berada.


Tampak Su Fan Ny sedang berdiri dan Qing Wei berjongkok disamping sebuah kolam kecil dengan air berwarna putih susu.


"Apakah ini Arak?" tanya Tang Chen dengan kagum.


Qing Wei mengangguk menjawab Tang Chen.


"Kenapa disini ada kolam Arak yang sangat harum?"


Kemudian terdengar suara Elemen Petir dari dalam ruang kesadaran Evan.


"Itu adalah Arak Dewa Bulan, air ini pasti berasal dari akar pohon Buah Bulan Abadi itu, Arak ini sangat enak dan bermanfaat bisa mempercepat kultivasi juga dapat menghilangkan hambatan kultivasi!, kamu boleh mencobanya tapi kusarankan jangan terlalu banyak!" ujar Petir menyarankan.


Kemudian Evan tanpa ragu mengambil Arak tersebut dengan tangan dan meminumnya dengan satu tegukan, mereka yang melihat itu hanya diam melihat ke arah Evan.


"Aaahh.., Arak ini sungguh luar biasa dan sangat Enak!, tempat ini sungguh penuh dengan harta karun!" kata Evan dengan sangat senang.


"Apakah kalian tidak ingin mencobanya?, ayo minum, ini adalah Arak Dewa!" ujar Evan kepada yang lainnya.


Dan tanpa ragu lagi mereka pun mencelupkan tangan mereka kedalam kolam dan meminum Arak di kolam tersebut.


Setelah meminum arak tersebut wajah mereka tampak bahagia dan kata-kata kebahagian pun keluar dari mulut mereka.

__ADS_1


"Arak ini rasanya sangat manis seperti madu!" kata Ray menikmati Arak Dewa Bulan.


"Kamu salah!, Arak ini lebih enak dari madu!" ujar Sea Lin dengan sangat senang menikmati Arak Dewa Bulan tersebut.


"Ini sungguh Arak terenak yang pernah aku minum!, ini sangat enak!, aku harus mengambil untuk aku bawa pulang!" kata Tang Chen dengan kagum dan senang.


Beberapa saat kemudian mereka pun telah selesai mengumpulkan sumber daya dari taman tersebut.


".... kami sungguh berterima kasih, kamu tenang saja, kami pasti akan memenuhi permintaan kamu untuk menjaga kamu dan telur kamu hingga kamu pulih sepenuhnya!" ucap Evan berjanji pada Ular Piton Bertanduk Tiga yang sedang mengerami telurnya.


"Sama-sama!" kata Ular Piton bertanduk Tiga


Malam itu Evan dan kelompoknya pun beristirahat di taman tersebut, sepanjang malam itu tidak ada masalah yang datang kepada mereka.


Hingga keesokan paginya akhirnya orang-orang itu datang dan telah berkumpul di depan Gua, mereka pun siap untuk menyerang dan menyerbu masuk ke dalam Gua.


Suara keributan (keramaian) orang-orang terdengar sampai ke taman tempat Evan dan kelompoknya berada.


"Sepertinya orang-orang itu sudah datang!" ucap Yu Zhong.


"Hanya segerombolan orang-orang saja, kita bisa menghabisi mereka dengan mudah!" kata Sea Lin.


"Ibu Piton, kamu tenang saja, kami tidak akan membiarkan satu orang pun masuk kedalam Gua apa lagi ke tempat ini!" ucap Ray tersenyum percaya diri.


"Hem! ibu Piton tenang saja, kami tidak akan membiarkan orang-orang itu menyentuh kamu apa lagi telur kamu, kami akan membunuh mereka semua sebelum mereka berhasil menginjakan kaki di pintu Gua!" ucap Tang Chen memberikan ketenangan pada Ular Piton Bertanduk Tiga.


Teman-teman Evan sangat bersemangat setelah mendapat banyak harta karun dimalam itu, Evan yang melihat itu pun tersenyum senang.


"Ray, Tang Chen, Qing Wei dan Su Fan Ny, kalian berempat tetaplah berjaga disini melindungi Ibu Ular Piton dan Telurnya, kami akan keluar untuk membereskan orang-orang yang ada diluar!" perintah Evan pada mereka ber-empat.


"Baik Jenderal Li!" kata mereka ber-empat menerima perintah.


Setelah itu Evan dan teman-teman prianya pun pergi meninggalkan taman dan keluar dari Gua.


Beberapa saat kemudian Evan dan teman-temannya pun sampai ke mulut Gua.


"Pagi hari sudah akan berolahraga, hidup ini sungguh menyenangkan!" ucap Sea Lin sambil meregangkan tubuhnya.


"Kenapa yang keluar adalah manusia bukannya Ular Piton Bertanduk Tiga?"


"Sial, sepertinya orang-orang ini telah berhasil mengalahkan Ular Piton Bertanduk Tiga itu!"


"Tetapi itu lebih bagus!, kita tidak perlu membuang tenaga lagi untuk membunuh Ular Piton Bertanduk Tiga itu!"


"Semuannya, Rumput Naga Tujuh Tangkai pasti ada pada orang-orang itu, kita Serang dan rebut Rumput Naga Tujuh Tangkai itu dari mereka!"


Dengan penuh amarah dan kekesalan karena dimanfaatkan, Kumpulan orang-orang itu pun menyerang ke arah kelompok Evan dengan beringas.


Melihat itu mereka pun menjadi lebih bersemangat untuk membunuh dan menghabisi kumpulan orang-orang tersebut.


"Sepertinya orang-orang itu tampak kesal kepada kita, aku jadi lebih bersemangat untuk membantai kumpulan orang-orang bodoh ini!" kata Sea Lin mengeluarkan senjata tombak sabutnya dan bersiap untuk maju menyerang.


"Yah, mereka tidak tahu bahwa mereka sedang menjemput ajal mereka sendiri!, Semuannya Maju!, Bantai Mereka!" seru Evan memberi perintah kepada teman-temannya.


Evan dan teman-temannya pun maju menyerang membantai semua orang yang datang menyerang ke arah mereka.


Sembari berlari Evan, Sea Lin, dan enam orang Pasukan Gagak Malam mengeluarkan aura kegelapan dari tubuh mereka.


"Ayo Bersenang-senang!" seru Evan sembari membawa pedang berlari ke arah musuh.


"SRAASSHH...." Evan menebas para musuh hingga darah menyembur keluar dari badan musuh.


Evan dan teman-teman kultivator kegelapannya bertarung membunuh para musuh dengan sangat beringas dan brutal, hingga membuat para musuh terkejut dan ketakutan


Para musuh terkejut ketika melihat bahwa lawan mereka adalah seorang kultivator Kegelapan yang juga sangat kuat dan hebat.


"Sial, Kenapa mereka semua adalah Kultivator kegelapan!?, mereka juga sangat kuat?"


"Sebaiknya aku lari saja dari pada aku mati tanpa jasad dibuat mereka!"


"Masa bodoh Rumput Naga Tujuh Tangkai, nyawaku lebih penting!"

__ADS_1


Sebagian dari mereka pun mundur dengan ketakutan setelah melihat kehebatan kelompok Evan, sedangkan orang yang telah maju menyerang sudah tidak bisa mundur lagi, mereka semua pun dibunuh dan dibantai habis dengan tubuh mereka juga dihisap oleh Evan, Sea Lin, dan enam orang pasukan Gagak Malam.


Evan dan kelompoknya membantai habis semua orang itu dengan sangat mudah, setelah beberapa saat kemudian tempat pertarungan tadi sekarang hanya tersisa pakaian dan darah yang mengalir di atas tanah.


"Orang-orang ini tidak ada yang hebat sama sekali, tidak ada yang bisa menghiburku sedikitpun, sangat mudah membereskan mereka semua!, sungguh mengecewakan" kata Sea Lin dengan sombong sembari menyimpan kembali tombak sabitnya.


"Semuannya telah usai, sekarang ayo kita kembali kedalam Gua!" ajak Evan.


"Qiu Shen dan Sai, kalian berdua berjagalah didepan pintu Gua, jika ada orang yang datang mendekat segera beritahu kami!" perintah Evan.


"Baik Jenderal!" ucap Qiu Shen dan Sai menerima perintah.


Kemudian Evan dan yang lainnya pun masuk kembali kedalam Gua, menuju ke arah Taman.


...----------------...


...****************...


Diwaktu yang sama di Kota Hao negara Mo.


Luo Bai, Zhang Pin, Paman Qian Ji dan Elemen Angin, Api dan Tanah memimpin pasukan berperang untuk merebut kota Hao


"Semaunnya Serang!, Bantai habis semua musuh!, Taklukan Kota Hao!" seru Luo Bai berteriak dengan kencang memimpin pasukannya.


Teriakan sorakan para prajurit yang berperang dengan bersemangat menggelegar ditelinga musuh, pasukan yang dipimpin oleh Luo Bai berperang menghabisi para peajurit Penjaga kota Hao.


"RRAAAGH !!, BOOM!!" teriak Elemen Tanah memukul gerbang kota Hao hingga hancur.


"Semuannya masuk kedalam Kota!, Serbu!" seru Elemen Tanah meminpin pasukannya menyerbu masuk kedalam kota.


Diwaktu yang sama Elemen Api membantai para prajurit kota Hao yang ada di atas dinding pertahanan kota.


"Ayo bersenang-senanglah....!!" seru Api sembari membunuh dan membantai semua prajurit musuh dengan pedangnya.


Disisi lain Elemen Angin berhadapan dengan Kepala Pasukan Penjaga Kota Hao.


Tampak Kepala Pasukan Kota Hao sudah babak belur dam telah dipojokan oleh Elemen Angin.


"Tinju Dewa Gerakan Keempat, Badai Tinju!" seru Elemen Angin mengeluarkan jurus tinjunya.


Terkena jurus itu Kepala pasukan penjaga kota terhempas menghantam para prajuritnya.


Elemen Angin pun telah berhasil membunuh kepala pasukan Penjaga Kota Hao.


Melihat bahwa sudah tidak punya harapan lagi untuk menang dan mempertahankan kota Hao dan dari pada terus bertempur dan mati sia-sia, mereka pasukan Penjaga Kota Hao yang tersisa pun memilih untuk menyerah dan tunduk pada pemimpin kota yang baru.


Dihari itu pasukan Evan yang dipimpin oleh Luo Bai, Zhang Pin, Paman Qian Ji dan para elemen berhasil menaklukan kota Hao.


Karena baru saja berhasil menduduki kota Hao, mereka perlu mengokohkan pijakan mereka, jadi untuk sementara waktu Luo Bai dan yang lainnya belum bisa kembali ke Nanzhou.


Sedangkan Satu hari kemudian kota Yanzhou pun diserang oleh pasukan iblis dari Negara Kai.


Tampak Reya, Wolf, Qin Shan, Elemen Air dan Elemen Daun memimpin para prajurit pasukan berperang mempertahankan kota Yanzhou dari serangan pasukan iblis Negara Kai.


"Semuannya Serang!, pertahankan Kota!" seru Wolf memimpin para prajurit pasukan Serigala.


Wolf, Reya, Elemen Daun dan Elemen Air memimpin Pasukan Serigala dan pasukan Kuda Darah berperang diluar dinding pertahanan kota Yanzhou dengan sangat sengit.


Sedangkan Qin Shan, Ririn, dan Nan Ruyu memimpin Prajurit di atas dinding pertahanan kota untuk membantu Reya dan yang lainnya dengan menembakan panah dan tidak membiarkan satu prajurit iblis pun masuk kedalam kota.


"Tembakan Panah!, Pertahankan Kota jangan biarkan satu musuh pun masuk kedalam kota! Bantai semuannya!" seru Qin Shan memimpin para prajurit yang berada di atas dinding pertahanan kota.


"Penjara Beku!" seru Ririn membekukan para prajurit Iblis dengan Nan Ruyu membantu disisinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................

__ADS_1


......................


__ADS_2