
Setelah mengumpulkan Energi Petir yang cukup besar, Evan pun mengarahkan Jurus Naga Petir Sembilan Kali menyerang ke arah Pria Paruh Baya yang mengambang di atas Kolam Darah Suci.
Melihat serangan besar Evan yang menyerang ke arahnya dari atas langit, Pria Paruh baya pun langsung dengan sigap dan cepat mengeluarkan Jurus Perisai Darah Besi untuk bertahan.
"JEDUAARR!! BOOM!! BOOM!! BOOMM!!" Sembilan Naga Petir milik Evan menghancurkan dan meluluh lantahkan gedung Kolam Darah Suci.
Hujan darah pun mengguyur Kolam Darah Suci dan sekitarnya hingga semuannya dipenuhi dan ditutupi oleh darah berwarna merah.
Setelah mengeluarkan Jurus Naga Petir Sembilan Kali Evan pun tampak terengah-engah.
Sementara itu tampak Pria Paruh Baya masih tampak terbang mengambang di atas Kolam Darah Suci yang hancur dan hanya menyisakan puing-puing batu bernoda darah.
"Uhuk!...." batuk Pria Paruh Baya memuntahkan darah dari mulutnya.
"Hahaha..., Menarik!, kau hebat mampu membuatku hingga sampai pada posisi seperti ini, Kau telah Memaksaku !!" seru Pria Paruh Baya berteriak dikalimat terakhirnya sembari mengeluarkan gelombanng energi spiritual yang sangat kuat.
Kemudian Energi Darah mulai berkumpul mengelilingi Pria Paruh Baya hingga membentuk seekor Kelelawar Berwarna Merah Darah dengan mata berwarna Hitam.
Evan dengan nafas terengah-engah melihat ke arah Pria Paruh Baya yang di atas kepalanya terdapat seekor Kelelawar berwarna merah Darah Raksasa.
"Haahh... Haahh..., orang ini ternyata masih belum mati juga, dan kelelawar darah yang ada di atas kepalanya itu apakah Jiwa Petarung miliknya?, sial sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang merepotkan!" pikir Evan dalam hatinya dengan nafas yang terengah-engah.
Sementara itu Pria Paruh Baya telah selesai mengumpulan energi darah dan membentuk Kelelawar Darah raksasa.
"Hahahaha!..., Sekarang Matilah Kau!" seru Pria Paruh Baya mengendalikan Kelelawar Darah Rakasasa untuk menyerang Evan.
Melihat itu Evan tidak ingin hanya tinggal diam menerima serangan saja, Evan menyatukan kedua telapak tangannya dan mengumpulkan Energi Petir yang banyak lagi.
"Jurus Pemusnah, Naga Petir Sembilan Kali!" seru Evan mengeluarkan Jurus berupa sembilan Naga Petir sekali lagi untuk mencoba melawan dan menghancurkan Kelelawar Darah Raksasa yang menyerang ke arahnya.
Akan tetapi Jurus Naga Petir Sembilan Kali tidak ada apa-apanya melawan Kelelawar Darah Raksasa, hanya dengan satu kali teriakan gelombang dari Kelelawar Darah Raksasa seketika dalan sekejab Sembilan Naga Petir tersebut langsung dimusnahkan dan lenyap seketika.
Tidak sempat untuk menghindar lagi, Evan mencoba melakukan upaya terakhir untuk menahan serangan dari Kelelawar Darah Raksasa, yaitu dengan satu pukulan fisik dengan seluruh kekuatannya.
"AAAAAAAA!!" teriak Evan mengayunkan pukulannya dengan sekuat-kuatnya.
"BAAAMM !!" Evan memukul Kepala Kelelawar Darah Raksasa tersebut dan berhasil membuatnya terpundur ,namun Evan tetap saja terlempar hingga menghantam tanah dengan sangat kuatnya.
Hantaman jatuh Evan yang sangat kuat hingga membuat sebuah lubang kawah yang cukup besar ditanah.
Dengan Pelatihan Kekuatan Fisik tingkat Tiganya Evan sama sekali tidak mengalami luka parah, kemudian Evan dengan segera bangkit berdiri dan kemudian menyatukan kedua telapak tangannya lagi.
"Jerus Bayangan Tubuh Pengganti, Pembagian Elemen!" seru Evan membagi tubuh dan Elemennya menjadi dua, yaitu Petir dan Kegelapan, dengan dirinya sendiri menggunakan Elemen Kegelapan.
__ADS_1
"Kakak Petir bantu aku!" kata Evan kepada Elemen Petir yang ada disampingnya.
Dengan bersamaan, Evan dan Elemen Petir mengeluarkan Aura Energi Spiritual mereka yang bergejolak keluar dari tubuh mereka secara bersama-sama.
"MAJU-SERANG!!" seru Evan dan Elemen Petir dengan kompak melesat terbang ke arah Kelelawar Darah Raksasa.
"PUKULAN GUNTUR!!" seru Elemen Petir memukul kepala Kelelawar Darah Raksasa dengan tinju yang dipenuhi energi Petir.
"TAPAK RAJA KEMATIAN!!" seru Evan dengan Elemen Kegelapannya memukul dengan Jurus Telapak Tangan Raksasa Berwarna Hitam ke perut Kelelawar Darah Raksasa.
Namun dua serangan kuat tersebut sana sekali tidak bisa langsung menghabisi Kelelawar Darah Raksasa tersebut.
Pertarungan diatas langit pun berlangsung sengit antara dua Evan melawan Kelelawar Darah Rakasa.
Sementara itu Pria Paruh Baya yang sedang melihat pertarungan sambil mengendalikan Kelelawar Darah Rakasasa pun tetawa dengan bangganya.
"Hahahaha!....., Inilah kekuatanku sang Kaisar Emperor Level Tiga! Matilah kau!" kata Pria Paruh Baya merasa bangga.
"Jangan terlalu senang!, karena sepertinya kaulah yang akan mati!" kata Elemen Tanah yang tiba-tiba muncul dibelakang hingga membuat Pria Paruh Baya sontak terkejut seketika.
"BRUUUAAKK!!" Elemen Tanah langsung memukul kepala Pria Paruh Baya hingga terlempar dan terpelanting keluar dari reruntuhan Kolam Darah Suci.
Pukulan yang sangat kuat dari Elemen Tanah membuat terlempar dan berputar-putar menghantam tanah hingga cukup jauh.
Dan kesempatan itu dengan cepat langsung diambil oleh Evan dan Elemen Petir untuk menyerang Kelelawar Darah Raksasa dengan kekuatan penuh mereka.
"Kesempatan!" ucap Evan dan Elemen Petir secara kompak melihat Kelelawar Darah Raksasa yang tiba-tiba berhenti bergerak.
"Tapak Raja Kematian!" seru Evan mengeluarkan Jurus berupa Telapak Tangan Raksasa berwarna hitam.
"Jurus Pemusnah, Naga Petir Sembilan Kali!" seru Elemen Petir mengeluarkan Jurus Sembilan Naga Petir.
"RRAAAAAAAAAGH!!!" teriak Evan dan Elemen Petir mengarahkan serangan mereka ke arah Kelelawar Darah Raksasa yang kehilangan kendali.
"BOOMM!! DUUAAARR!! DUUAAARR!!"
Dua serangan kuat dari Evan dan Elemen Petir langsung menghancurkan dan menghabisi Kelelawar Darah Raksasa yang merupakan Jiwa (Roh) petarung milik Pria Paruh Baya.
Kehancuran Kelelawar Darah Raksasa langsung berimbas ke jiwa Pria Paruh Baya.
"AAAKH!!....." suara Pria Paruh Baya mengeluarkan darah dari setiap lubang tubuhnya seperti mulut, hidung, telinga, dan mata juga pori-pori kulit.
Dengan demikian karena Jiwa Petarungnya telah dihancurkan, Pria Paruh Baya pun menjadi cacat.
__ADS_1
Kemudian Elemen Tanah menghampiri Pria Paruh Baya yang telah cacat dan tidak bisa bangkit berdiri lagi.
"Hahaha!..., dasar bodoh!, petarung jarak jauh mengendalikan jiwanya untuk bertarung dengan jarak yang cukup jauh tanpa ada perlindungan pada dirinya sendiri!, itu namanya membiarkan orang untuk membunuhmu dengan mudah!" ucap Elemen Tanah menertawakan Pria Paruh Baya yang telah cacat dan tidak bisa bangkit berdiri lagi.
Kemudian Evan dan Elemen Petir pun menghampiri Elemen Tanah yang sedang melihat dan menertawakan Pria Paruh Baya yang kalah dengan sangat tragis.
"Kakak Tanah, apakah pria itu sudah mati?" tanya Evan yang mendarat perlahan bersama Elemen Petir disamping Elemen Tanah.
"Sepertinya belum, tetapi dia sudah cacat total!" kata Elemen Tanah menjawab Evan.
Namun tiba-tiba dari Tubuh Pria Paruh Baya tersebut keluar Jiwa Iblis Kelelawar Darah yang dengan cepat terbang masuk kedalam tubuh Evan.
Elemen Petir dan Elemen Tanah pun terkejut melihatnya.
Didalam Tubuh Evan, Jiwa Iblis kelelawar darah berhasil masuk ke dalam lautan kesadaran Evan.
"Hahaha!..., tidak apa-apa aku kehilangan tubuh itu, sekarang aku sudah mendapatkan Tubuh Baru yang sangat kuat dan luar biasa!" kata Jiwa Iblis Kelelawar Darah merasa sangat senang.
"Biar aku lihat rahasia dalam tubuhmu ini dan kemudian akan aku kuasai tubuhmu hingga menjadi milikku sepenuhnya!" kata Jiwa Iblis Kelelawar Darah yang ingin mengendalikan dan menguasai tubuh Evan.
Namun kemudian....
"Hei Iblis kampret Kecil!, kau jangan bermimpi bisa memiliki tubuhmu ini, matilah!" kata Elemen Kegelapan dengan suara yang menggema dan tangan raksasa yang siap menangkap Jiwa Iblis Kelelawar Darah.
Melihat itu Jiwa Iblis Kelelawar Darah pun langsung gemetar dan berkeringat ketakutan.
"Tidak mungkin!...." ucap Jiwa Iblis Kelelawar Darah merasa putus asa.
"KRENYESS!!" tangan raksasa Elemen Kegelapan menangkap dan meremas Jiwa Iblis Kelelawar Darah hingga hancur dan lenyap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
Maaf yah Reader tersayang, Authornya masih sibuk merevisi eps 1-100.
Jadi cuman bisa kasih 1 eps dulu per harinya.
...****************...
......................
__ADS_1
......................