
"Hanya seorang bawahan saja tetapi sudah sekuat itu, sungguh mengerikan sekali!" kata Evan merasa salut.
Namun Sai, Tetua Hua, dan Rui Li yang mendengarnya pun malah merasa lebih salut kepada Evan.
"Yah orang berjubah tadi memang sangat kuat, tapi kamu mengalahkannya dengan sangat mudah, jadi kamu sekuat apa?" batin Tetua Hua dalam hatinya sambil melihat ke arah Evan.
"Jenderal umurmu saja baru enam belas tahun, kamu tidak pantas mengatakan orang berjubah tadi mengerikan, karena kamu lebih sangat semengerikan!" batin Sai dalam hatinya sambil melihat ke arah Evan.
Evan yang melihat ketiga orang itu melihat ke arahnya dengan tatapan aneh pun jadi merasa bingung dan heran.
"Kenapa kalian melihat aku dengan tatapan aneh seperti itu?, sungguh membuat orang tidak nyaman saja!" ujar Evan menegur ketiga orang itu.
"Tidak ada apa-apa!" kata mereka bertiga sambil menggelengkan kepala.
Kemudian Evan pun kembali fokus memikirkan masalah pergerakan kerajaan yang dilakukan oleh Kerajaan Xiao.
"Sepertinya kali ini Kerajaan Xiao benar-benar telah melakukan pergerakan yang tidak terduga, takutnya Kerajaan Xiao tidak hanya mengirim orang ke Tetua Hua tetapi juga para orang-orang kuat lainnya yang ada di Kerajaan Gu, dan lebih parahnya lagi jika ada orang yang setuju untuk bergabung dengan mereka dan mengkhianati Kerajaan Gu. ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi!" ujar Evan kepada mereka bertiga..
"Yah ini memang sudah tidak bisa dibiarkan lagi, kita harus segera memberitahu Kaisar Gu tentang masalah ini!" kata Tetua Hua.
"Rui Li, kamu pergilah ke Ibukota Kerajaan Gu dan beritahu kepada Kaisar Gu tentang masalah ini, ingat jangan sampai ada yang tahu, cukup kita berempat saja yang tahu!" perintah Tetua Hua kepada Rui Li.
"Baik Guru!, aku pasti akan pergi ke Ibukota Kerajaan dan memberitahu Kaisar Gu tentang masalah ini, dan tidak akan membocorkannya kepada siapapun!" kata Rui Li dengan patuh.
"Bagus, Pergilah!" ujar Tetua Hua kepada Rui Li.
Kemudian Rui Li pun langsung pergi meninggalkan Sekte Gunung Abadi dan pergi menuju Ibukota Kerajaan Gu untuk memberitahu Kaisar Gu Tianxing tentang masalah pergerakan yang dilakukan oleh Kerajaan Xiao.
Setetelah Rui Li pergi, Tetua Hua pun fokus terhadap Evan dan Sai yang datang ke Sekte Gunung Abadi tanpa memberi kabar.
__ADS_1
"Terima kasih Jenderal Besar Li karena telah menyelamatkan saya, jika anda tidak datang saya pasti sudah mati ditangan Pria berjubah tadi!" kata Tetua Hua berterima kasih kepada Evan.
"Yah sama-sama!" kata Evan dengan senang hati.
"Jenderal Li ada urusan apa datang ke Sekte Gunung Abadi?" tanya Tetua Abadi kepada Evan.
"Sebenarnya tujuan kedatanganku kesin hanya ada satu, yaitu aku ingin menjalin hubungan baik dengan Sekte Gunung Abadi saja, dan jika misalnya Tetua ingin memberikan pelatihan dimedan perang yang sesungguhnya untuk para murid maka aku dan Nanzhou bersedia membantu mereka, atau jika misalnya ada murid yang ingin menjadi prajurit maka aku dan Nanzhou juga bersedia merekrut mereka. Tentang masalah upah maka Tetua Hua tenang saja karena Nanzhou sudah tidak sama seperti dulu lagi!." kata Evan menawarkan kerjasama kepada Tetua Hua.
"Hahaha jadi maksud Jenderal Li adalah ingin mengajak Sekte Gunung Abadi untuk bekerja sama dengan Nanzhou?" ujar Tetua Hua yang mengerti dengan maksud Evan.
"Yah benar sekali!, Tetua Hua memang pintar dan hebat bisa memahami maksud perkataanku!" kata Evan merasa senang kepada Tetua Hua.
"Hahaha Jenderal sepertinya masih ada maksud lain selain itu, katakan saja padaku, aku pasti akan berusaha membantu Jenderal!" ujar Tetua Hua sambil tertawa menyela Evan.
"Hahaha Tetua Hua memang pintar, sebenarnya aku ingin meminta bantuan dari Sekte Gunung Abadi untuk membantuku berperang melawan Kerajaan Mo!" ujar Evan berkata jujur walau masih ada satu hal yang disembunyikan.
Kemudian Evan dan Tetua Hua pun mulai kembali mengobrol dengan serius.
"Yah, saat ini kerajaan Mo sudah tidak memiliki seseorang yang kuat lagi untuk menyokong kekuatan mereka, tetapi walau seperti mereka masih memiliki banyak prajurit untuk terus bertahan, jadi aku perlu bantuan dari Sekte Gunung Abadi untuk memberikan Nanzhou bantuan pasukan, agar Nanzhou dapat menang berperang dan berhasil menaklukkan Kerajaan Mo!" ujar Evan menjelaskan kepada Tetua Hua.
"Apakah Jenderal Li yakin akan menang dan berhasil menguasai Kerajaan Mo?" tanya Tetua Hua.
"Aku sangat percaya diri dengan kemampuan pasukan Nanzhou milikku dan ditambah lagi dengan bantuan dari Sekte Gunung Abadi, maka aku yakin 100% kalau Nanzhou akan menang dan berhasil menguasai seluruh Kerajaan Mo!" kata Evan dengan sangat percaya diri.
Melihat Evan yang begitu yakin dan percaya diri, maka Tetua Hua pun merasa tertarik untuk bekerja sama.
"Baiklah karena Jenderal Li begitu percaya diri maka aku sebagai Pemimpin Sekte setuju untuk memberikan bantuan sebanyak 30 ribu prajurit kepada Nanzhou!" kata Tetua Hua yang seketika langsung membuat Evan merasa senang.
"Bagus sekali, aku suka dengan keputusan Tetua Hua!" kata Evan merasa senang.
__ADS_1
"Jenderal Li senang dulu, sekarang mari kita bicarakan tentang keuntungan, Jika Nanzhou berhasil memenangkan pertempuran dan menguasai Kerajaan Mo, maka Sekte Gunung Abadi akan mendapatkan keuntungan berapa banyak?" tanya Tetua Hua.
"Jika Nanzhou berhasil memenangkan pertempuran dan menguasai Kerajaan Mo, maka 10% keuntungan dari rampasan perang akan menjadi milik Sekte Gunung Abadi!" Ujar Evan menawarkan.
"Hanya sepuluh?, tidak! aku ingin 40% keuntungan rampasan perang, dan aku akan memberikan bantuan pasukan sebanyak 30 ribu prajurit!" kata Tetua Hua yang ingin bernegosiasi.
Mendengar itu Evan pun sontak terkejut dan kesal.
"Sial, Tetua Hua ini ternyata sangat serakah!, lihat saja bagaimana aku akan membuatmu rugi dasar orang Tua serakah!" batin Evan merasa kesal.
"12 persen!" kata Evan yang hannya memberikan tambahan keuntungan rampasan perang kepada Sekte Gunung Abadi.
Tawaran Evan yang begitu rendah pun juga membuat Tetua Hua merasa kesal.
"Jenderal Muda ini ternyata sangat pelit, lihat saja aku pasti akan membuat kamu merugi hingga menangis dasar Jenderal bau kencur!" batin Tetua Hua merasa kesal.
"39 persen!" kata Tetua Hua yang hanya menurunkan satu persen dari permintaan pembagian keuntungan hasil rampasan perang.
Kemudian Evan dan Tetua Hua pun saling tawar menawar, hingga keputusan akhir mereka berdua adalah sepakat untuk membagi hasil 75 persen untuk Nanzhou dan 25 persen untuk Sekte Gunung Abadi.
"Baiklah sepakat, 75 persen untuk Nanzhou dan 25 persen untuk Sekte Gunung Abadi!" kata Evan dan Tetua Hua mengambil keputusan akhir.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................