
Namun tak lama kemudian, Rui Li yang baru pulang kembali ke Sekte Gunung Abadi melihat Evan dan Sai yang sedang menunggu didepan pintu gerbang sekte.
Akan tetapi Rui Li tidak bisa mengenali Evan lagi karena Energi Bintang yang menyelimuti tubuh sebelah bagian kanan Evan membuat tampilan Evan berubah.
Evan dan Sai yang menyadari ada orang yang datang pun menoleh, Evan seketika terkejut senang ketika melihat orang yang datang ternyata adalah Rui Li.
"Rui Li!" sebut Evan dalam hatinya.
Kemudian Rui Li yang terbang diudara dengan Sayap Auranya turun tepat didepan pintu gerbang, Namun Evan jadi tidak ingin menegur ketika melihat Rui Li seperti tidak mengenalinya dan mengabaikan dirinya.
"Siapa kalian?" tanya Rui Li kepada Evan dan Sai.
"Tuan Muda Rui, mereka berdua adalah orang yang ingin berkunjung ke sekte, mereka mengaku kalau mereka adalah Jenderal Besar Li Penguasa Nanzhou dan yang satunya lagi adalah Pengawalnya!" bisik salah satu Penjaga kepada Rui Li.
"Apa!?, Jenderal Besar Li?!" batin Rui Li seketika langsung terkejut mendengar itu.
Kemudian Rui Li melihat dan mengamati Evan dengan teliti dan seksama, setelah membandingkan antara Evan yang sekarang dengan Evan yang dulu barulah Rui Li mengenalinya.
Rui Li yang merasa sangat terkejur langsung membungkuk dan memberi hormat kepada Evan.
"Maaf Jenderal Li, Maaf!, Saya benar-benar minta maaf karena tidak mengenali Tuan Jenderal Li, Saya sungguh minta maaf!" kata Rui Li sambil membungkuk dan memberi hormat hingga berkali-kali.
Melihat Rui Li yang meminta maaf dan memberi hormat sampai seperti itu, seketika para penjaga itu sontak merasa terkejut.
"Kalian cepat minta maaf pada Jenderal Besar!" perintah Rui Li memarahi pada penjaga tersebut.
Kemudian dengan cepat para penjaga tersebut pun langsung membungkuk dan memberi hormat berkali-kali sambil meminta maaf kepada Evan.
"Maaf Jenderal Besar Li, Maafkan kami yang tidak mengenali Tuan Jenderal Besar, Maaf Maaf Maaf!" kata para Penjaga tersebut meminta maaf sambil memberi hormaf berkali-kali kepada Evan.
"Sudah Sudah, kalian tidak perlu sampai seperti itu meminta maaf padaku, berdirilah yang tegak dan berhenti memberi hormat, aku hanya orang yang datang untuk berkunjung saja, kalian tidak perlu memberi hormat padaku sampai seperti itu!" ujar Evan kepada Rui Li dan para penjaga itu.
Kemudian Rui Li dan para penjaga pun bangkit berdiri tegak, setelah itu pintu gerbang pun langsung dibuka dan kemudian Evan dan Sai pun masuk kedalam Sekte Gunung Abadi bersama Rui Li yang sebagai penunjuk jalan.
"Jenderal Li, Anda perlu apa datang berkunjung ke Sekte Gunung Abadi?" tanya Rui Li kepada Evan.
"Yang pertama aku ingin menjalin dan mempererat hubungan dengan Sekte Gunung Abadi, sedangkan yang kedua adalah Aku ingin bertemu dengan Tetua Hua (Pemimpin Sekte)!" kata Evan menjawab Rui Li.
"Jika begitu mari saya antar!" ujar Rui Li yang dengan senang hati menunjukan jalan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Rui Li pun mengantar Evan dan Sai hingga sampai disuatu Aula, yang mana adalah tempat yang biasanya menjadi tempat Tetua Hua bertapa.
Namun seketika Evan sontak berhenti melangkah dan merasakan ada Aura jahat didalam Aula tempat Tetua Hua berada.
Melihat Evan yang tiba-tiba berhenti, Sai dan Rui Li pun seketika merasa heran.
"Ada apa Jenderal Li?, kenapa Anda tiba-tiba berhenti?" tanya Rui Li merasa heran kepada Evan.
Namun Evan tidak menjawab dan malah langsung melesat seperti kilat dan masuk kedalam Aula itu dengan menabrak pintu hingga hancur.
Sambil melesat Evan melihat Tetua Hua yang sedang diangkat dan dicekik oleh seorang Pria Berjubah Hitam yang merupakan satu kelompok dengan pria berjubah hitam yang sebelumnya bertemu dengan Wu Shen.
Sang Pria Berjubah Hitam seketika langsung terkejut melihat kedatangan Evan yang menghancuran dan melesat ke arahnya.
Sambil melesat Evan langsung mengeluarkan pedangnya yang diselimuti oleh energi petir dan mengayunkannya ke arah Pria Berjubah.
Dengan cepat Pria berjubah langsung melepaskan Tetua Hua dan segera bergerak mundur menghindari serangan pedang Evan.
Tidak berhenti sampai disitu, Evan dengan cepat langsung berpijak dan langsung mengayunkan pedang secara horizontal ke kanan.
Namun sekali lagi Pria Berjubah bergerak mundur dan berhasil menghindari serangan pedang dari Evan.
"Tinju Dewa Gerakan Keenam, Tinju Raksasa!" kata Evan mengeluarkan jurus berupa Tinju Raksasa ditangan kirinya.
"BAAAMMM!!" Evan berhasil memukul Pria Berjubah hingga terlempar dan menghancurkan dinding ruangan Aula tersebut.
Pria Berjubah terlempar keluar dari Aula tersebut dan jatuh terseret hingga beberapa meter.
Melihat itu seketika Sai dan Rui Li yang masih berada diluar Aula pun sontak terkejut.
Disaat Pria Berjubah ingin bangkit berdiri tiba-tiba Evan datang dan langsung berada dihadapannya.
"BOOMMM!!" Evan memukul Pria Berjubah dengan sangat kuat hingga membuat sebuah ledakan dan tanah hingga berlubang seperti kawah besar.
Namun ternyata Pria Berjubah masih hidup walau dalam kondisi sekarat, kemudian Evan dengan cepat langsung memegang dan mencengkram kepala (wajah) Pria Berjubah.
Kemudian dengan mencengkram kepala Pria Berjubah , Evan pun mengangkatnya.
"Siapa kamu?, mengapa kamu ingin membunuh Tetua Hua?" tanya Evan mengintrogasi Pria Berjubah.
__ADS_1
Namun Pria Berjubah tidak ingin menjawab.
"Heh!, kau ingin mengetahui siapa aku?, kalau kau ikutlah denganku ke neraka!" kata Pria Berjubah yang ingin meledakkan diri dan menyeret Evan mati bersamanya.
Namun Evan sama sekali tidak menghindar.
"Serap!" ucap Evan yang langsung mengubah Elemennya menjadi Elemen Kegelapan, dan dengan sangat cepat langsung menyerap tubuh Pria berjubah hingga lenyap sebelum sempat meledakan diri.
Setelah lenyap jubah pria berjubah pun jatuh ketanah didalam lubang tersebut.
"Ingin aku mati bersamamu?, kamu masih belum cukup cepat!" kata Evan dengan sombong.
Kemudian Evan pun melompat keluar dari lubang yang tercipta karena hantaman pukulannya.
Setelah Evan melompat naik, Evan pun dengan segera langsung pergi menghampiri Tetua Hua yang sebelumnya dicekik oleh Pria Berjubah.
Setelah Evan sampai, Evan melihat Tetua Hua yang sudah ditemani oleh Sai dan Rui Li didalam Aula.
Kemudian Evan pun menghampiri mereka.
"Bagaimana dengan keadaanmu Tetua Hua?" tanya Evan kepada Tetua Hua yang sedang dibantu berdiri oleh Sai dan Rui Li.
"Aku tidak apa-apa, aku hanya tidak menyangka saja kalau orang dari Kerajaan Xiao akan datang mencariku!" kata Tetua Hua.
"Orang dari kerajaan Xiao?" ucap Evan, Sai dan Rui Li secara bersamaan.
"Yah, Pria berjubah hitam tadi mengajakku untuk bergabung bersama mereka menguasai seluruh daratan dan mengkhianati Kerajaan Gu, namun aku menolak dan akhirnya malah berakhir bertarung, tapi aku malah dikalahkan dengan mudah olehnya hanya dengan satu kali serangan!" kata Tetua Hua menceritakan dan menjelaskan kepada Evan, Sai dan Rui Li.
Mendengar itu Evan, Sai dan Rui Li pun sontak merasa terkejut.
...****************...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1