KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 132 : Memilih Daerah


__ADS_3

Setelah membaca surat itu perasaan Kaisar Gu Tianxing penuh dengan rasa campur aduk, ia sangat sedih mengetahui satu-satunya adik kandung yang tak pernah ia lihat selama 18 tahun telah meninggal.


"Apa isi surat itu sebenarnya, hingga membuat kaisar Gu sampai seperti ini?" batin Evan melihat raut wajah kaisar Gu.


"Evan, apakah dikota salju merah darah ada seorang gadis bernama Reya?" tanya Kaisar Gu dengan ekspresi yang tiba-tiba menjadi serius.


"Benar..." jawab Evan.


"Hmmm......, apa yang Ryu pikirkan kenapa dia meminta aku untuk membantunya." batin Kaisar Gu Tianxing.


Kaisar Gu Tianxing tidak ingin mengatakan kalau Reya adalah keponakan kandungnya, karena hal itu akan membuat masalah yang tidak diinginkan.


"Aku tidak menyangka bahwa Jenderal Ryu sangat percaya padamu, kami dulu pernah memiliki perjanjian, yang mana aku telah berjanji padanya akan memberikan satu wilayah yang aku miliki kepadanya. Namun saat itu dia mengatakan kalau dia tidak menginginkannya untuk saat itu, jadi dia memintaku untuk menyimpan hutang itu.


Tapi sekarang dia menagih hutang itu dan ia ingin memberikannya padamu sebagai balasan untuk menjaga putrinya Reya dan Orang-orang Sekte Matahari Merah!. dan sebagai hadiah dariku juga karena kau sudah menyelamatkan putriku dengan selamat maka aku akan membiarkan kamu memilih daerah mana yang ingin kau ambil!" kata Kaisar Gu Tianxing.


Mendengar itu Evan, Sea Lin, dan Gu Mei tersentak kaget.


"Kasim ambilkan aku peta daerah kekuasaan yang kita miliki!" perintah Kaisar Gu Tianxing.


Beberapa saat kemudian peta sudah diambil dan diletakan di atas sebuah meja, Evan disuruh memilih diantara dua belas daerah provinsi untuk ia perintah, kecuali ibukota negara Gu.


"Evan, kau pilihlah daerah yang ingin kau duduki dalam kekuasaanmu!, jika kau tidak memilih maka aku tidak tahu akan kapan melunasi hutang ini pada Jenderal Ryu!" kata Kaisar Gu menantikan pilihan Evan.


Ekspresi mereka menjadi sangat serius, Sea Lin dan Gu Mei menantikan daerah mana yang akan ditunjuk oleh Evan.


"Maaf Kaisar Gu, aku tidak bisa memberikan keputusan untuk memilih daerah untuk sekarang, tolong berikan aku waktu, tenang saja aku pasti akan memberitahu keputusanku secepatnya!" ucap Evan yang tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan.


"Baiklah, bagaimanapun ini memang adalah pilihan yang sulit kau tidak usah terburu-buru!" kata Kaisar Gu.


Malam harinya, di suatu ruangan tampak Evan dan Sea Lin sedang memilih daerah untuk mereka tempati.


"Kakak besar sebaiknya kita memilih daerah ini saja, daerah ini memiliki banyak kota yang makmur dan jauh dari peperangan, tempat ini sangat strategis!" kata Sea Lin memberikan saran sambil menunjuk satu daerah provinsi yang tertera di peta.


Terlihat Evan masih berpikir sambil memegang dagunya, Evan mempertimbangkan dengan baik dan matang, ia tak ingin mengambil keputusan yang salah.


"Tok Tok Tok Tok...!!" suara orang mengetuk pintu.


"Siapa?" tanya Evan.

__ADS_1


"Aku!" jawab Gu Mei.


"Masuklah!" kata Evan memperbolehkan Gu Mei untuk masuk.


Kemudian Gu Mei pun membuka pintu ruangan tersebut dan masuk.


"Ada apa kamu kesini?" tanya Evan pada Gu Mei yang berjalan menghampirinya.


"Aku ingin membantumu mempertimbangkan untuk memilih daerah yang ingin kau dan teman-teman kamu tempati!" jawab Gu Mei dan Evan pun mengijinkan.


"Kak Evan, bagaimana dengann usulanku tadi?" tanya Sea Lin.


"Hmm... daerah ini memang cukup maju dan makmur, tapi kalau kita tinggal daerah itu kita akan sulit untuk mengembangkan diri!" jawab Evan.


"Maksudnya?"


"Daerah ini memang yang paling makmur dan maju dan kau pasti tau daerah yang maju pasti memiliki sokongan yang kuat dibelakangnya!, di daerah ini pasti ada beberapa kekuatan yang menguasainya!." ucap Evan.


"Evan benar!, Di daerah ini ada empat penguasa yang cukup berkuasa dan sangat berpengaruh, yaitu klan Wu, Zi, Nan, dan sekte Yunxia, dan masih banyak lagi penguasa-penguasa lainnya!" ucap Gu Mei.


"Dan jika kita masuk ke dalam daerah kekuasaan mereka begitu saja maka kita hanya akan menjadi orang yang mereka kendalikan dengan mudah. apa lagi dengan kekuatan kita yang masih sangat lemah, mereka akan dengan mudahnya menjatuhkan dan menyingkirkan kita!" ucap Evan.


"Jadi Kakak besar, kita akan pilih provinsi yang mana?" tanya Sea Lin.


"Baiklah akan aku jelaskan!........"


Gu Mei pun menjelaskan kepada Evan dan Sea Lin setiap daerah yang ada satu per satu, setiap Gu Mei selesai menjelaskan satu daerah dan menanyai pendapat Evan, Evan terus menolaknya hingga pada yang terakhir.


"Evan kau sebenarnya ingin memilih yang mana?, semuannya kau tolak!" ucap Gu Mei bingung.


"Hemm...., aku sudah mempertimbangkan satu daerah yang bagus!" ucap Evan dengan tersenyum.


"Yang mana?" tanya Sea Lin dan Gu Mei secara bersamaan.


"Aku pilih daerah yang ini saja!, provinsi Nanzhou didaerah bagian utara ini!" ucap Evan menunjuk salah satu gambar daerah yang ada di peta, seketika Gu Mei bingung dan mengerutkan dahinya.


"Evan, kau jangan main-main, daerah itu adalah yang paling buruk dinegara Gu ini!, dibagian barat daerah itu sering terjadi kekeringan sedangkan bagian timurnya sering dilanda oleh banjir. Dan juga tempat itu adalah tempat yang paling sering terjadi kekacauan perang, seringkali diserang oleh prajurit Negara kerajaan Mo juga tempat itu adalah daerah perbatasan antara RAS bangsa siluman dan iblis!. Intinya tempat itu sangat miskin dan berbahaya!" kata Gu Mei berpendapat.


"Kau benar daerah itu memang sangat miskin dan juga berbahaya karena bisa saja diserang dan dikuasai oleh negara kerajaan Moyu, dan bangsa Siluman atau Iblis!, tapi aku punya rencanaku sendiri!" ucap Evan.

__ADS_1


"Kau punya rencana sendiri?, katakan apa rencanamu kalau tidak kau katakan aku tidak akan membiarkanmu memilih provinsi tersebut!" pinta Gu Mei memaksa.


"Provinsi Nanzhou ini tepat 100 tahun yang lalu adalah daerah yang sangat makmur juga maju jika dibandingkan dengan daerah provinsi lainnya. Namun setelah sang pemimpin daerah NanZhou yaitu Jenderal Besar Yang Qi menghilang secara tiba-tiba, daerah ini perlahan mengalami kemunduran disetiap tahunnya hingga pada akhirnya menjadi seperti sekarang ini!. Juga daerah Nanzhou ini tidak sepenuhnya miskin, ia punya hutan yang cukup luas dibagian utara dan juga ada banyak kota-kota kecil yang cukup kaya akan pertanian di daerah sekitarnya. Namun yang paling penting sebenarnya adalah daerah Nazhou adalah Zona perang bagi setiap daerah kekuasaan, dengan adanya perang dan kekacauan ini maka peluang untuk memperluas daerah kekuasaan akan menjadi lebih mudah!" kata Evan dengan sifat ambisi besarnya.


"Evan, apa kau bodoh?, kau sudah tahu bahwa kekuatan kalian sekarang sangat lemah dan kalian malah ingin masuk ke daerah yang seperti itu?, mungkin kalian tidak akan bertahan disana lebih dari dua bulan!" ucap Gu Mei.


"Tidak!, aku percaya dengan keputusan Kak Evan, bagaimanapun dia adalah pemimpin kami, dia pasti tidak akan mengambil keputusan yang akan merugikan kami!" kata Sea Lin yang percaya dan yakin dengan keputusan Evan.


" Sekte matahari merah penuh dengan pengecut, mereka selalu merasa bahwa mereka aman karena mereka tidak pernah menghadapi yang namanya pertumpahan darah untuk bertahan hidup. Dan Karena itulah mereka jadi sampah yang tidak ingin membuat suatu kemajuan atau pun perubahan untuk mereka sendiri. Tetapi jika aku membawa mereka ke Nanzhou, daerah yang penuh dengan pertumpahan darah ini, maka mereka akan ada keinginan untuk terus bertahan hidup, dan memunculkan keinginan untuk menjadi lebih kuat dari yang lainnya agar mereka dapat bertahan hidup agar mereka bisa keluar dari kekacauan. Dan hanya ada satu cara untuk bertahan hidup dalam peperangan yaitu hanya dengan mengalahkan semua bahaya yang mengancam nyawa." ucap Evan.


Mendengar itu Gu Mei pun terdiam sesaat namun kemudian ia kembali mengerutkan keningnya.


"Terserah kalian saja! aku tidak ingin ikut campur dalam masalah kalian! jika kalian mati itu juga bukan urusanku!" ucap Gu Mei berbalik badan dengan emosi dan berjalan keluar.


"Beri aku waktu tiga tahun, jika aku tidak bisa memakmurkan Daerah NanZhou maka aku akan membunuh diriku sendiri karena telah membuat keputusan yang salah." ucap Evan bersumpah yang membuat Gu Mei menghentikan langkahnya.


"Baik tiga tahun, aku akan menunggunya, tapi jika kau gagal maka kau tidak boleh melanggar sumpahmu!" ucap Gu Mei dan lanjut pergi dengan kesal.


"Haaahh...." Evan menghela nafasnya sambil melihat Gu Mei yang pergi dengan tampang kesal.


"Kak Evan, aku percaya padamu, aku berjanji akan selalu mengikutimu bahkan jika itu adalah memasuki lubang neraka sekalipun!" ucap Sea Lin memegang pundak Evan.


"Terima kasih, mungkin selanjutnya aku akan banyak mengandalkanmu Sea Lin!" ucap Evan berbalik dan gantian memegang pundak Sea Lin.


"Aku siap diberi perintah!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...*CARA BERTAHAN HIDUP DI MEDAN PERANG ADALAH...


...DENGAN BERUBAH MENJADI YANG PALING KUAT HINGGA TAK ADA YANG BISA MENGALAHKAN...


...DAN MEMBUBNUH DAN MEMBASMI SEMUA BAHAYA YANG MENGANCAM NYAWA...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


...****************...

__ADS_1


...----------------...


......................


__ADS_2