
Diwaktu yang sama Ririn terbangun dari tidurnya karena perasaannya yang tidak enak, Ririn merasakan sesuatu telah terjadi pada Evan.
Tidak lama Kemudian Cao Cao datang dan menggedor pintu kamar Ririn. "Kak Ririn-Kak Ririn...." panggil Cao Cao.
Ririn kaget dan segera membuka pintu. "Cao Cao ?, kau terlihat cemas ada apa?" tanya Ririn dengan raut wajah khawatir.
"Kakak ayo ikut aku !" pinta Cao Cao mengajak.
"Ada apa?" tanya Ririn bingung dengan sikap Cao Cao yang tampak tergesa-gesa.
"Ayo ikut saja, nanti aku ceritakan dijalan!" Cao Cao menarik tangan Ririn.
Didalam perjalanan Cao Cao menceritakan semua apa yang dia ketahui kepada Ririn, Ririn yang mendengarnya pun hanya diam sambil menunjukan ekspresi yang sedih dan cemas.
Disaat Ririn dan Cao Cao sudah akan sampai ketempat Evam berada.
Ditempat Evan berada......
"Disaat aku sudah percaya mengapa semua orang tidak percaya padaku?, bahkan juga dengan teman-temanku yang sudah aku percaya sepenuhnya..." ucap Evan sambil tersenyum untuk menutupi kesedihannya.
Namun tiba-tiba muncul sebuah tekanan yang berat seperti tertimpa oleh gunung terasa dipunggung Evan.
"A,APA !!?..." Evan terkejut yang tiba-tiba merasakan sebuah rasa sakit akibat tekanan yang seperti gunung itu mulai terasa dipunggungnya dan semakin lama semakin berat pula.
Tanah yang tempat untuk pijakan Evan pun hancur hingga membentuk sebuah lubang, Evan tersujud menahan rasa sakit itu.
"Uuggh...!, AAAAAAAAKKH.....!!!" teriak Evan kesakitan dengan sayap berwarna kuning kecoklatan yang mulai muncul dipunggung Evan dan juga mata yang mulai diselimuti oleh aura spiritual yang berwarna kuning kecoklatan juga.
[teriakan Evan tidak terdengar oleh siapapun kecuali Ririn dan Cao Cao karena tempat Evan berada yang sepi itu cukup jauh dari permukiman dan keramaian.]
Ririn yang sudah akan sampai mendengar teriakan Evan yang sangat keras, mendengar itu Ririn pun bergegas dengan mempercepat langkah kakinya.
Setelah sampai Ririn melihat Evan yang sedang terduduk kesakitan dengan sebuah Aura kuning kecuklatan berputar mengelilingi Evan.
__ADS_1
"Evan/Kak Evan..?" Ucap Ririn dan Cao Cao cemas dan khawatir.
Kemudian "BOOM !" sebuah ledakan gelombang aura terjadi hingga hampir membuat Ririn dan Cao Cao hampir terhempas (terlempar).
Gelombang itu terus menghembuskan angin yang sangat kencang, Ririn memeluk Cao Cao untuk menjaga Cao Cao agar tidak terlempar terhempaskan oleh angin kencang itu.
Angin kencang itu pun perlahan berhenti.
"Hooosh Hooossh Hooosshh...." Evan mencoba mengatur nafasnya yang tidak beraturan (Ngos-ngosan).
"Evan..!" Ririn berlari menghampiri Evan sedangkan Cao Cao hanya berdiri diam melihat dari kejauhan.
"Ririn?" Evan heran mengapa Ririn bisa tau dimana ia berada padahal hari sudah sangat larut malam.
"BRUK !" Ririn datang langsung kepelukan Evan.
"Kenapa kamu bisa tau aku disini?, bukankah kamu sudah tidur?" tanya Evan.
"Itu tidak penting, yang penting kamu sekarang baik-baik saja atau tidak?, tadi kamu membuat sebuah hal yang sangat aneh dan kuat, apa yang terjadi?" tanya Ririn.
"Elemen ke 7 Tanah?"
"Yah, kamu ada apa bisa datang kesini?, ketempatku?" tanya Evan yang masih ingin tahu.
"Kata Cao Cao didalam rapat tadi kamu dapat masalah, katakan apa masalahnya?, aku tidak ingin kamu menyimpan masalahmu sendiri !" pinta Ririn yang memaksa.
Evan pun mulai bercerita tentang alasan mengapa dia menolak dirapat tadi kepada Ririn.
"kamu ingin tau mengapa aku menolak untuk bersandar kepada Kerajaan Gu?" tanya Evan dan Ririn pun mengangguk.
Melihat Ririn yang sebelumnya tidak pernah semanja seperti sekarang Evan pun tidak ingin menyembunyikannya pada Ririn.
Evan menarik nafasnya dan memanggil Cao Cao.
__ADS_1
"Cao Cao kemari, jangan bersembunyi lagi !" panggil Evan.
Cao Cao pun menghampiri Evan dan Ririn dan ikut masuk kedalam pelukan Evan.
"Sebenarnya mengapa aku menolak adalah, karena kerajaan Gu walaupun terlihat kuat tetapi kerajaan Gu terus menerus berperang dengan kerajaan dan fraksi-fraksi lain yang ada disekitarnya, bahkan mungkin juga ada pengkhianat didalam kerajaan Gu sendiri. Aku mengingat kejadian mengapa Sekte matahari merah bisa hancur yaitu karena terlalu lemah jadi ingin dimanfaatkan oleh kerajaan Xiao untuk menjadi prajurit perang, karena sekte tidak ingin maka sekte pun dihancurkan. Dan jika kami semua masuk kedalam dan menjadi bagian dari kerajaan Gu, maka kami (aku) akan berada dalam kendali perintah kaisar Gu, Dan bisa saja mungkin kami akan kembali mengalami hal yang serupa seperti sebelumnya. apa lagi kami yang sekarang masih sangat lemah, aku tidak ingin kami semua berada dalam kendali siapa pun. Walaupun aku dan Gu Mei saling mengenal tapi aku belum mengenalnya belum lama, aku belum tau sifat aslinya seperti apa, apa lagi ayahnya kaisar Gu Tianxing, seorang yang bisa menjadi kaisar pasti memiliki banyak siasat. dunia ini kejam, semuannya kita harus berjuang sendiri, bukan karena adanya dukungan yang kuat maka kita juga ikut menjadi kuat, hanya jika kuat kita baru bisa melindungi diri kita sendiri dan tidak dicampakkan dengan tidak berperasaan. seperti aku yang dibuang oleh kerajaan milikku sendiri dan merampas semua hal yang seharusnya menjadi milikku" ucap Evan.
Mendengar itu Ririn menjadi sedih dan merasa bersalah karena telah mengingatkan Evan atas masa lalunya yang tidak menyenangkan.
"Maaf telah membuatmu mengingat hal yang tidak ingin kamu ingat." ucap Ririn meminta maaf dengan rasa bersalah.
"Tidak apa-apa." Evan mengusap kepala Ririn dengan lembut.
"Kamu berkata seperti tadi itu pasti sudah memiliki rencana lain?" tanya Ririn yang berada dipelukan kiri Evan.
"Aku tidak ingin hal yang sama terjadi lagi, jadi sebenarnya aku memiliki rencana ku sendiri yaitu membangun dan membuat pemerintahan milikku sendiri!, aku tau ini memang terdengar konyol, tapi hanya dengan cara ini kita bisa lebih cepat berkembang." ucap Evan sambil melihat menghadap ke atas langit.
"Aku percaya kalau kamu pasti bisa, aku akan terus selalu mengikuti dan menemanimu kemana pun kau pergi, apapun keputusanmu aku tau itu pasti yang terbaik." ucap Ririn yang membuat Evan senang dan bahagia.
"Terima kasih Ririn." ucap Evan menyandarkan kepala Ririn diatas pundaknya dan mengelus rambut Ririn.
"Aku juga, Aku juga, aku juga akan selalu percaya dan menemani kak Evan kemana pun kakak pergi, bahkan ke ujung dunia sekalipun!" ucap Cao Cao meniru Ririn dengan semangat.
"Yah, aku janji aku pasti akan membawa kalian berdua ke puncak kehidupan!" ucap Evan berjanji dibawah langit yang penuh bintang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
......................
__ADS_1
......................