
Mendengar jawaban Qiu Shen yang menjelaskan kondisi Pasukan Gagak Malam saat ini dengan detail, kemudian Evan pun terdiam sejenak dan mulai berfikir tentang rencana Perang selanjutnya.
"Qiu Shen, aku ingin besok pagi, kamu kumpulkan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang berada di Tingkat Jenderal Level Sembilan dan Delapan, dan jangan sampai ada yang terlewatkan satu orang pun! " kata Evan memberi perintah pada Qiu Shen.
Mendengar perintah Evan, seketika membuat Sea Lin dan Para Prajurit Inti yang bersamanya merasa heran dan bingung.
"Siap Jenderal! Saya pasti akan melakukannya sesuai perintah yang Tuan Jenderal berikan!" kata Qiu Shen menerima perintah Evan dengan patuh.
Namun Sea Lin yang merasa heran dan penasaran dengan apa yang ingin Evan lakukan, kemudian mencoba untuk bertanya.
"Kakak Besar, kalau boleh tahu, apa yang ingin Kakak Besar lakukan dengan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam yang berada di Tingkat Jenderal Level Sembilan dan Delapan itu?" tanya Sea Lin merasa penasaran dan mencoba bertanya kepada Evan.
"Aku ingin membawa mereka ke Wilayah Hutan Lembah untuk berburu hewan monster!" kata Evan menjawab Sea Lin.
Mendengar jawaban Evan yang ingin membawa Para Prajurit Pasukan Gagak Malam ke Wilayah Hutan Lembah untuk berburu Hewan Monster, seketika membuat Sea Lin dan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam merasa sangat terkejut.
"Wilayah Hutan Lembah? Bukankah Hutan itu merupakan Wilayah Perbatasan antara Manusia, Iblis dan Siluman?" kata Han Zo yang sedikit mengenali Wilayah Hutan Lembah yang disebutkan oleh Evan.
"Kakak Besar, Mengapa Kakak ingin membawa Para Prajurit Pasukan Gagak Malam untuk berburu Hewan Monster disana?" tanya Sea Lin merasa heran dan penasaran dengan Evan.
"Karena Wilayah Hutan Lembah adalah tempat berlatih yang paling cocok untuk Para Kultivator Kegelapan seperti kita. Disana tidak hanya ada banyak Hewan Monster yang dapat kita bunuh dan kita serap menjadi bahan kultivasi, tetapi juga di Wilayah Hutan Lembah juga banyak harta berharga yang tidak terduga. Dan aku ingin membuat Para Prajurit yang berada di Tingkat Jenderal Level Sembilan dan Delapan itu dapat naik ke Tingkat Kaisar dalam waktu satu bulan!" kata Evan mencoba menjelaskan kepada Sea Lin dan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malan yang sedang bersama dirinya.
Tentu apa yang dikatakan oleh Evan semuannya adalah benar, tetapi Evan lupa untuk mengatakan kalau Wilayah Hutan Lembah adalah tempat yang dipenuhi oleh bahaya yang sangat mengerikan.
"Tetapi Tuan Jenderal, Wilayah Hutan Lembah adalah tempat yang sangat berbahaya! Di Wilayah Hutan Lembah tidak hanya ada banyak Hewan Monster yang sangat kuat dan berbahaya, tetapi terkadang juga ada banyak orang kuat dari Ras Siluman dan Ras Iblis yang juga datang berburu di Wilayah Hutan Lembah! Jadi didalam Wilayah Hutan Lembah seringkali terjadi pertemuan secara tidak sengaja antara Ras Manusia, Siluman dan Iblis, yang mana pertemuan yang terjadi secara tidak sengaja tersebut terkadang mengakibatkan pertempuran berdarah antar kedua belah pihak yang bertemu!" kata Han Zo memberitahu Evan.
"Jadi Tuan Jenderal, Anda pasti tahu tentang itu bukan?" ujar Han Zo lanjut bertanya kepada Evan.
__ADS_1
"Yah, tentu saja aku tahu tentang semua itu!" kata Evan menjawab Han Zo dengan ringan.
"Kalau Tuan Jenderal sudah tahu, tetapi mengapa Tuan Jenderal tetap ingin membawa Para Prajurit Pasukan Gagak Malam untuk pergi berburu ke Wilayah Hutan Lembah? Disana sangat berbahaya, mungkin perburuan hewan monster kali ini akan sangat sulit dan dipenuhi oleh bahaya!" ujar Han Zo merasa heran dengan keputusan Evan.
Tidak hanya Han Zo saja yang merasa heran dengan keputusan Evan, tetapi juga dengan Sea Lin dan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam yang lainnya.
"Apakah kalian masih belum paham denganku? Aku membawa Para Prajurit Pasukan Gagak Malam ke Wilayah Hutan Lembah untuk berburu Hewan Monster, tentu saja karena Wilayah Hutan Lembah dipenuhi oleh marabahaya dan Hewan Monster Tingkat Tinggi!" kata Evan.
Namun perkataan Evan malah membuat Sea Lin dan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam yang mendengarnya menjadi semakin bingung, heran dan penasaran.
"Karena sangat berhaya dan dipenuhi oleh Monster Tingkat Tinggi? Maksudnya?" tanya Han Zo mewakili Sea Lin dan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam yang lainnya.
"Semakin berbahaya dan banyak Hewan Monster Tingkat Tinggi, maka perkembangan dan pelatihan Para Prajurit Pasukan Gagak Malam juga akan semakin bertambah cepat!" kata Evan menjawab Han Zo.
"Kalian tenang saja, aku mengerti batasanku sendiri, jadi aku tidak akan mungkin bertindak dan mengambil keputusan secara sembarangan! Dan kalian juga jangan meremehkan Jenderal kalian ini!" kata Evan pada Sea Lin dan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam yang sedang bersama dengan dirinya.
"Baiklah Tuan Jenderal, kami percaya padamu!" kata Han Zo dan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam yang lainnya.
"Yah, kalian memang harus percaya pada Kakak Besar kita. Kakak Besar sangat luar biasa hebat, jadi kalian jangan meremehkan kekuatan Kakak Besar!" kata Sea Lin kepada Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam yang sedanf bersama mereka.
Setelah selesai berdiskusi, kemudian Evan, Sea Lin dan Sai pergi meninggalkan benteng pertahanan dan kembali pulang ke tempat tinggal mereka masing-masing. Sedangkan Para Anggota Inti Pasukan Gagak Malam yang lainnya tetap berjaga di atas benteng pertahanan bersama dengan, Para Prajurit Pasukan Gagak Malam dan Pasukan Pertahanan Kota Yanzhou.
Didalam perjalanan pulang sebelum Sai berpisah jalan dengan Evan dan Sea Lin, tampak mereka bertiga yang sedang berbincang sambil berjalan menuju arah pulang.
"Kenapa kamu juga ikut pulang? Teman-teman kamu yang lainnya saja tetap berjaga di benteng pertahanan, sedangkan kamu mengapa malah ikut pulang bersama kami?" ujar Evan bertanya pada Sai yang sedang berjalan disamping kirinya.
"Haaiiss..., Jenderal, aku sulit untuk mengatakannya. Jika aku tidak pulang sekarang, takutnya rumahku akan dibuat kebakaran oleh Nona Hua!" kata Sai menjawab Evan.
__ADS_1
Mendengar perkataan Sai, seketika membuat Evan dan Sea Lin merasa terkejut, heran dan bingung.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Evan merasa heran dan penasaran dengan maksud Sai berkata seperti itu.
"Haaiiss..., aku tidak enak untuk mengatakannya, tetapi karena Tuan Jenderal yang bertanya maka aku akan mengatakannya!" kata Sai yang ingin mengatakan sesuatu yang tidak enak untuk dikatakan olehnya.
"Sejak saat Nona Hua tinggal dirumahku, Nona Hua hampir membakar rumahku sebanyak lebih dari sepuluh kali! Pada saat aku masih sakit dan Nona Hua baru tinggal selama satu hari dirumahku, Nona Hua pernah ingin membuatkan makanan untukku, tetapi siapa yang tahu kalau ternyata Nona Hua sama sekali tidak bisa memasak, dan malah membakar habis seluruh dapur rumahku! Untung saja para warga datang dengan cepat, jadi rumahku dapat terselamatkan tepat waktu. Kejadian yang sama terulang lagi, lagi dan lagi hingga akhirnya terjadi sebanyak sebelas kali!" kata Sai bercerita tentang kehidupannya yang menyedihkan kepada Evan dan Sea Lin yang sedang berjalan bersamanya.
Mendengar cerita Sai, seketika membuat Evan dan Sea Lin merasa benar-benar terkejut dan prihatin kepada kehidupan Sai yang tinggal bersama dengan Hua Qing Qing.
"Kenapa kamu tidak membayar seorang pembantu saja? Dengan adanya pembantu, maka akan ada orang yang membantumu memasak dan mengerjakan hal-hal yang tidak sempat kamu kerjakan! Jadi Nona Hua yang ada dirumahmu tidak perlu memasak dan membakar dapur dan rumahmu lagi!" ujar Evan memberi saran kepada Sai.
"Haaiiss...., percuma saja, aku pernah mengatakan kepada Nona Hua kalau aku ingin memperkerjakan seorang pembantu, tetapi Nona Hua malah marah dan langsung berkata Tidak perlu, aku bisa mengerjakannya sendiri! begitulah katanya!" jawab Sai bercerita kepada Nona Hua.
"Dan aku juga pernah menyuruh Nona Hua untuk kembali ke Penginapannya, saat itu Nona Hua tidak marah, tetapi Nona Hua malah menangis dan mengatai aku sebagai orang jahat karena mengusir dirinya!" kata Sai bercerita tentang pengalamannya hidup serumah dengan Hua Qing Qing kepada Evan dan Sea Lin.
Mendengar cerita Sai tersebut, Evan dan Sai tidak bisa memberikan saran apapun lagi, hingga kemudian mereka bertiga menghela nafas bersama-sama secara bersamaan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...****************...
......................
......................
__ADS_1