KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 301 : Berangkat Pergi Ke Sekte Gunung Abadi


__ADS_3

Malam harinya Evan yang sedang berjalan-jalan dihalaman kediaman Jenderal terkejut melihat Ririn yang sedang duduk sendirian disebuah pondok yang ada dikediaman Jenderal.


Kemudian Evan berjalan perlahan menghampiri Ririn yang sedang merenung dan bersenandung merdu sambil melihat bayangan bulan yang ada diatas kolam teratai.


"Istriku" tegur Evan dengan suara lemah lembut sambil tersenyum dan berjalan menghampiri Ririn.


"Evan" sebut Ririn sambil menoleh dan melihat ke arah Evan.


"Apa yang kamu lakukan disini?, hari sudah malam kenapa kamu belum tidur?, udara dimalam hari sangat dingin, tidak baik untuk kamu yang sedang hamil!" ujar Evan dengan sangat lemah lembut kepada Ririn.


"Kenapa kamu cerewet sekali?, aku hanya ingin bernyanyi disinar sinar bulan untuk bayiku apakah tidak boleh?" ujar Ririn merasa kurang senang.


"Hemm baiklah, terserah kamu!" kata Evan dengan lemah lembut dan merasa pasrah.


Kemudian sambil melihat bayangan bulan yang ada diatas kolam teratai, Evan dan Ririn pun saling mengobrol.


"Evan, apakah kamu benar-benar akan pergi besok?" tanya Ririn yang merasa tidak rela.


"Yah, kenapa?" tanya Evan dengan lemah lembut.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin kamu agar cepat pulang" pinta Ririn.


Evan hendak mengusap kepala Ririn, namun teringat dengan energi bintang yang ada ditubuhnya dia pun menarik tangannya kembali.


"Baiklah aku berjanji pasti akan cepat pulang demi kamu dan anak kita!" kata Evan dengan lemah lembut.


"Terima kasih Evan, aku sangat mencintaimu!" kata Ririn sambil tersenyum bahagia kepada Evan.


"Aku juga sangat mencintaimu Ririn!" kata Evan yang merasa sangat bahagia dicintai oleh Ririn.


...****************...


Keesokan harinya, setelah Evan berpamitan dengan para Istri dan teman-temannya, Evan pun berangkat pergi ke Sekte Gunung Abadi dengan mengajak Sai bersamanya.


Alasan Evan mengajak Sai adalah karena kemampuan mata-mata atau menyelidiki Sai adalah yang paling hebat diantara para prajurit pasukan Gagak Malam yang lainnya.

__ADS_1


...****************...


Sementara itu tiga hari kemudian setelah Evan pergi meninggalkan Nanzhou, sang Utusan yang dikirim oleh Kaisar Mo Luo Tai pun telah kembali ke kerajaan Mo.


Di Aula Kaisar, tampak Kaisar Mo Luo Tai yang duduk disinggasananya dan Mo Sueyan berdiri sampingnya.


"Kaisar, utusan yang anda kirim ke Nanzhou telah kembali!" kata seorang prajurit sambil berlutut memberi hormat kepada Kaisar Mo Luo Tai.


"Suruh dia kemari!" kata Kaisar Mo Luo Tai kepada prajurit tersebut.


Kemudian sang Utusan pun datang dan berlutut menghadap Kaisar Mo Luo Tai.


"Apa jawaban yang diberikan oleh Jenderal Besar Penguasa Nanzhou?" tanya Kaisar Mo Luo Tai kepada Utusan tersebut.


"Ampun Kaisar, Jenderal Besar Penguasa Nanzhou menolak permintaan damai dari kita dan dia berkata bahwa dia tidak tertarik untuk berdamai, Kaisar tunggu dia datang untuk memenggal kepala Kaisar!" kata Utusan tersebut menyampaikan apa yang dikatakan oleh Evan kepada Kaisar Mo Luo Tai.


Mendengar itu, Kaisar Mo Luo Tai pun menjadi diam dan menghela nafasnya.


"Kamu pergilah!" ujar Kaisar Mo Luo Tai kepada Utusan tersebut sambil melambaikan tangannya.


Kemudian Mo Sueyan yang berdiri disamping Kaisar Mo Luo Tai pun berbicara dan mencoba untuk membujuk Kaisar Mo Luo Tai agar terus berperang melawan Nanzhou.


"Baiklah kali ini aku akan mendengarkan kamu sekali lagi, persiapkan 400 ribu prajurit dibenteng pertahanan kita untuk bersiap bertahan jika Nanzhou datang menyerang!" kata Kaisar Mo Luo Tai merasa pasrah.


"Bagus sekali Ayah, aku berjanji pasti akan melakukan yang terbaik dan tidak akan membiarkan Nanzhou menang kali ini!" kata Mo Sueyan merasa puas dengan keputusan Kaisar Mo Luo Tai.


Kemudian Mo Sueyan pun pergi meninggalkan Kaisar Mo Luo Tai sendiri di Aula Kaisar, sedangkan Kaisar Mo Luo Tai hanya bisa menghela nafas dan tersenyum putus asa.


"Haahh..., apakah Kerajaan Mo benar-benar akan segera berakhir?, Putriku Sueyan dan Putraku Liang maafkan Ayah karena tidak bisa menjadi orang tua yang baik untuk kalian, Ayah sangat bahagia memiliki kalian berdua!" kata Kaisar Mo Luo Tai sambil tersenyum sedih.


...****************...


Lima hari kemudian Evan dan Sai pun sampai didepan pintu gerbang Sekte Gunung Abadi yang tampak besar dan megah.


"Inikah Sekte Gunung Abadi?, pintu gerbangnya besar dan megah sekali!, tapi sepertinya tidak terlalu kuat jika dibandingkan dengan pintu gerbang benteng pertahanan milik kita!" kata Sai membandingkan.

__ADS_1


"Tentu saja Pintu Gerbang Benteng Pertahanan milik kita lebih kuat, karena Pintu Gerbang Benteng Pertahanan dan Pintu Gerbang Sekte itu berbeda!" kata Evan kepada Sai.


Mendengar perkataan Evan, Sai pun tetawa sambil menggaruk kepalanya.


"Tetapi masalahnya sekarang bagaimana caranya kita akan masuk?, kita tidak mungkin masuk begitu saja bukan?" tanya Sai merasa bingung.


"Hemm benar juga!" ujar Evan yang juga merasa bingung sambil memegang dagunya.


Namun seketika Evan sadar bahwa dia memiliki status sebagai Jenderal Besar Penguasa Nanzhou yang memiliki hubungan yang cukup baik dengan Sekte Gunung Abadi.


"Aah kamu membuat aku jadi ikutan bodoh saja, aku kan Jenderal Penguasa Nanzhou yang terkenal dimana-mana, dan juga aku juga punya hubungan yang cukup baik dengan Sekte Gunung Abadi, jadi mengapa harus bingung jika ingin masuk!" ujar Evan kepada Sai.


"Astaga benar juga, kenapa kita bisa lupa?" kata Sai yang juga ikut tersadar.


Kemudian Evan pun berjalan mendekat ke pintu gerbang dan menghampiri para penjaga yang ada disana.


"Siapa kalian?, darimana kalian berasal?" tanya Para penjaga yang langsung menghentikan Evan dan Sai.


"Aku adalah Jenderal Besar Li Penguasa Nanzhou dan dia adalah pengawalku, kami berdua datang karena ingin berkunjung dan bertemu dengan Pemimpin Sekte kalian!" kata Evan kepada Para penjaga tersebut.


Mendengar itu Para penjaga itu pun seketika merasa terkejut, namun walaupun para penjaga itu tahu kalau Jenderal Besar Li Penguasa Nanzhou yang sangat terkenal itu adalah seorang pemuda, namun mereka tetap merasa ragu.


"Mohon maaf sebelumnya, kami para penjaga tidak bisa membiarkan siapapun masuk begitu saja kedalam sekte tanpa meminta ijin dari atasan, jadi mohon kedua Tuan agar menunggu, kami akan meminta ijin orang sekte terlebih dahulu sebelum membolehkan kedua Tuan untuk masuk!" kata seorang Penjaga kepada Evan dan Sai.


Mendengar itu, Evan dan Sai pun hanya bisa pasrah, karena bagaimana pun itu memang adalah aturan disetiap sekte manapun.


"Baik, kalau begitu kami akan menunggu!" kata Evan sambil tersenyum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


......................


......................


__ADS_2