
Singkat cerita pada malam hari setelah pembagian harta, Hua Qing Qing mengantar Evan dan Sai berada ke penginapan tempat tinggal mereka.
Kemudian mereka bertiga pun berjalan menuju ke penginapan, namun didalam perjalanan mereka tiba-tiba Hua Qing Qing yang sedang berjalan didepan memimpin jalan tiba-tiba berbalik badan ke arah Evan dan Sai.
Evan dan Sai yang melihat Hua Qing Qing tiba-tiba berbalik badan seketika langsung berhenti dan merasa heran.
"Kenapa Nona Hua berhenti?, ayo jalan dan tunjukan jalannya kepada kami!" ujar Evan menyuruh Hua Qing Qing untuk terus memimpin jalan.
Namun Evan dan Sai semakin heran ketika melihat wajah Hua Qing Qing yang tampak merona.
"Je..Jen..Jenderal Li!.., aku...." tampak Hua Qing Qing yang ingin mengatakan sesuatu pada Evan, namun Hua Qing Qing malu dan gugup untuk mengatakannya kepada Evan.
Evan dan Sai semakin heran dengan tingkah Hua Qing Qing yang tampak ingin mengatakan sesuatu namun gugup dan malu.
"Hmmm??..., ada apa Nona Hua, apakah ada yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Evan dengan ekspresi biasa.
"Benar aku ingin mengatakan sesuatu pada Jenderal, ta..tapi aku malu ingin mengatakannya. Hmm..., bolehkah Tuan Pengawal pergi dan meninggalkan aku dan Jenderal Li sebentar?, aku ingin berbicara empat mata dengan Jenderal Li!" pinta Hua Qing Qing kepada Sai Sang Pengawal Pribadi Evan.
Mendengar itu, seketika Sai yang paham dengan maksud Hua Qing Qing langsung tersenyum dan menahan tawa.
"Pufft!..., apakah Hua Qing Qing ini ingin menyatakan cinta kepada Jenderal?" batin Sai sambil tersenyum dan menahan tawa.
"Sai pergilah!, tinggalkan kami berdua!" perintah Evan kepada Sai yang ada di sampingnya.
"Baik Jenderal, aku pasti tidak akan mengganggu Jenderal dengan Nona Hua berduaan!" kata Sai meledek Evan sembari memberi hormat dan tersenyum.
"Kau jangan berkata sembarangan!" ujar Evan merasa kesal dan emosi kepada Sai.
__ADS_1
"Hahaha...." tawa Sai yang seketika langsung menghilang layaknya seorang ninja dimalam hari.
Setelah Sai pergi, maka kemudian ditempat tersebut hanya tinggal Evan dan Hua Qing Qing saja.
"Tadi apa yang ingin Nona Hua Qing Qing katakan padaku?" tanya Evan sembari tersenyum tipis dan sedikit memiringkan kepalanya.
"Aku..., Aku...." tampak Hua Qing Qing yang masih merasa gugup untuk menyatakan perasaannya kepada Evan.
Sementara itu tampak Sai yang ternyata tidak pergi jauh meninggalkan Evan dan Hua Qing Qing, tampak Sai yang sedang bersembunyi dan melihat Evan dan Sai, dengan berjongkok di atas atap salah satu rumah yang ada didekat tempat Evan dan Hua Qing Qing berada.
"Ayo katakan katakan katakan!, jangan gugup!" gumam Sai yang sedang memberikan dorongan kepada Hua Qing Qing dari jarak jauh.
Disisi lain tampak Hua Qing Qing yang masih malu dan gugup untuk menyatakan cintanya kepada Evan.
"Nona Hua katakan saja, jangan gugup!" ujar Evan sembari tersenyum tipis kepada Hua Qing Qing.
Kemudian setelah mengumpukan keberaniannya, akhirnya Hua Qing Qing memberanikan dirinya untuk menyatakan cintanya kepada Evan.
"Jenderal Li, aku minta maaf padamu soal kejadian sebelumnya, aku minta maaf karena telah memperlakukan kamu dengan buruk!" kata Hua Qing Qing yang tidak jadi menyatakan perasaannya kepada Evan, karena keberaniannya tiba-tiba buyar.
Melihat bahwa Hua Qing Qing tidak jadi menyatakan perasaan kepada Evan, seketika Sai yang sedang mengintip dan menguping pun merasa kecewa kepada Hua Qing Qing.
"Nona Hua Qing Qing ini sebelum mengenali Jenderal Evan Li sikapnya sangat arogan dan dingin, bahkan berani memarahi dan membentak Jenderal. Sekarang setelah mengenali Jenderal kok malam melempem, bahkan ngomong aja bisa gugup, Hadeehh!..." batin Sai yang sedang bersembunyi di atas atap rumah di dekat tempat Evan dan Hua Qing Qing berada.
Sementara itu tampak Evan yang merasa lega setelah melihat bahwa Hua Qing Qing mengatakan permintaan maaf, bukan menyatakan perasaan kepadanya.
"Nona Hua tidak perlu meminta maaf, aku juga tidak mempermasalahkannya, sebaliknya aku ingin mengucapkan terima kasih karena sebelumnya Nona Hua telah berbaik hati menemani dan mengajak kami jalan-jalan dan berkeliling Sekte Gunung Abadi" kata Evan berterima kasih sambil tersenyum kepada Hua Qing Qing.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita lanjut pergi ke penginapan, hari sudah larut malam!" kata Evan mengajak Hua Qing Qing.
Kemudian Evan berjalan lebih dulu dan melewati Hua Qing Qing yang masih diam berdiri.
"Tunggu!, aku belum selesai mengatakannya!" kata Hua Qing Qing sembari berbalik badan dan membuat Evan langsung berhenti seketika.
Evan yang mendengar itu langsung berhenti dan berbalik badan ke arah Hua Qing Qing, sedangkan disisi lain tampak Sai yang sedang sangat menantikan Hua Qing Qing yang ingin menyatakan perasaan kepada Evan.
"Sepertinya saat yang ditunggu-tunggu sudah tiba!, ayo Nona Hua cepat katakan!" kata Sai memberi dukungan dari jarak jauh kepada Hua Qing Qing.
Kemudian Hua Qing Qing yang telah mengumpulkan keberaniannya lagi langsung mengungkapkan perasaannya kepada Evan.
"Sebenarnya aku menyukai kamu Jenderal Li, aku sangat menyukai kamu!" kata Hua Qing Qing menyatakan perasaannya kepada Evan.
Mendengar itu, Evan langsung tersenyum tidak tega kepada Hua Qing Qing.
"Maaf Nona Hua, tetapi aku tidak menyukai kamu, dan aku juga sudah punya Istri!" kata Evan kepada Hua Qing Qing.
Mendengar jawaban Evan, Hua Qing Qing pun merasa sakit hati, namun Hua Qing Qing yang benar-benar suka tidak ingin melepaskan Evan.
"Aku tidak peduli jika Jenderal Evan Li sudah memiliki Istri, Aku rela menjadi selir Jenderal Evan Li, aku sangat mencintai kamu Jenderal!" kata Hua Qing Qing yang tidak ingin melepaskan Evan.
"Haahh!..., kenapa Nona Hua begitu keras kepala?, aku sudah mengatakan, bahwa aku tidak menyukai menyukai kamu Nona Hua, jadi tolong jangan mempersulitku!" ujar Evan yang tetap menolak cinta dari Hua Qing Qing.
Mendengar perkataan Evan, seketika Hua Qing Qing langsung merasa sedih dam menundukkan kepala, Hua Qing Qing yang merasa sedih langsung menangis terisak dan berlinang air mata.
Evan merasa tidak tega melihat Hua Qing Qing yang menangis dan meneteskan air mata.
__ADS_1
"Astaga apakah aku benar-benar telah menjadi seorang penjahat?, aku tidak tega melihat seorang wanita menangis, apa lagi jika wanita yang menangis itu cantik!" batin Evan merasa tidak tega melihat Hua Qing Qing menangis terisak dengan berlinang air mata.
"Nona Hua, tolong kamu jangan menangis, jika nanti ada orang lain yang melihat maka mereka bisa salah paham, dan mengira bahwa aku telah menindas kamu!" ujar Evan meminta Hua Qing Qing agar berhenti menangis.