KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 337 : Masalah Kolam Teratai


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Evan dan Sea Lin telah kembali ke kediaman Jenderal di kolam teratai dihalaman belakang.


Disana Evan dan Sea Lin melihat Ririn dan tiga istri nya yang lain serta Qin Yun sudah berkumpul disekitar kolam teratai, ketika Evan dan Sea Lin sampai semua mata langsung tertuju ke arah mereka.


Dengan perasaan tidak nyaman karena dipandangi oleh semua orang, Evan dan Sea Lin berjalan menghampiri Ririn.


"Masih berani pulang?" ujar Ririn sembari tersenyum menyeringai kepada Evan dan Sea Lin.


"Kakak Besar katakanlah, cepat jelaskan sama Kakak Ipar!" ujar Sea Lin mendorong Evan maju.


"Aakh kamu, kamu yang menyerap kenapa aku pula yang bertanggung jawab!" ujar Evan merasa jengkel kepada Sea Lin.


"Aku kan hanya menuruti perkataan Kakak Besar, lagi pula memang Kakak Besar yang menguras dan mengisi kolam teratai dengan darah!" ujar Sea Lin merasa tidak bersalah.


"Berhenti!" kata Ririn yang seketika langsung menghentikan pertengkaran Evan dan Sea Lin.


"Kalian berdua jangan saling mendorong lagi, cepat kalian jelaskan padaku kenapa kolam teratai bisa menjadi seperti ini?" tanya Ririn dengan tegas kepada Evan dan Sea Lin.


"Aku yang melakukannya, aku menyuruh para pengawal untuk membersihkan dan menguras semua air yang ada dikolam teratai kemarin sore. Setelah kolam telah bersih dan kering aku memanggil Sea Lin untuk datang kesini dan mengisi kolam teratai dengan darah hewan monster tingkat tinggi, setelah itu aku menyuruh Sea Lin untuk menyerap semua darah hewan monster untuk meningkatkan pembinaan dan kekuatan raganya!" jawab Evan menceritakan kepada Ririn.


"Darah Hewan Monster tingkat tinggi?" tanya Ririn merasa penasaran.


"Yah, darah hewan monster tingkat tinggi, darah ini merupakan harta yang sangat berharga untuk para Kultivator kegelapan seperti aku dan Sea Lin, darah hewan monster ini aku dapatkan dari Sekte Gunung Abadi!" jawab Evan menjelaskan kepada Ririn.


"Ooh ternyata begitu, tetapi mengapa kamu harus menggunakan kolam teratai untuk Sea Lin menyerap darah hewan monster itu?, kamu kan tahu kalau aku sering kesini untuk bermain dan menemani Cao Cao berlatih!" ujar Ririn merasa kesal dan marah kepada Evan.

__ADS_1


"Maaf, aku sungguh tidak bermaksud begitu, aku terpaksa menggunakan kolam teratai untuk Sea Lin menyerap darah hewan monster, karena kolam teratai adalah tempat yang paling cocok, lagi pula kita tidak memiliki kolam lain selain kolam teratai ini!" ujar Evan menjelaskan kepada Ririn.


"Tapikan kamu bisa membuat kolam yang lain?, mengapa harus menggunakan kolam teratai?" ujar Ririn.


"Waktu, aku sedang benar-benar mengejar waktu!" jawab Evan.


"Waktu?" tanya Ririn.


Namun kemudian tiba-tiba datang seorang prajurit yang ingin melaporkan sesuatu kepada Evan, melihat ada seorang prajurit yang datang, seketika mata mereka semua langsung menuju ke arah prajurit tersebut.


Prajurit tersebut merasa sungkan ketika melihat bahwa Evan yang sedang berbicara dengan Ririn.


"Apakah aku datang di waktu yang tidak tepat?" batin sang Prajurit merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa. kamu kemarilah dan laporkan apa yang ingin kamu laporkan padaku!" kata Evan kepada sang prajurit.


"Serangan dari pasukan bangsa Iblis?, baiklah aku pasti akan segera kesana, sekarang kamu sudah boleh pergi!" kata Evan kepada Sang Prajurit tersebut.


Mendengar itu sang prajurit merasa sangat senang dan gembira. "Terima kasih Jenderal!" kata sang prajurit yang kemudian langsung berbalik pergi.


Setelah sang Prajurit pergi maka sekarang Evan dan Ririn kembali fokus untuk berbicara.


"Sampai mana tadi?" tanya Evan merasa lupa dengan apa yang terakhir kali mereka bicarakan.


"Waktu, kamu lebih memilih menggunakan kolam teratai dari pada membuat kolam baru untuk dijadikan kolam darah, karena alasan untuk menghemat waktu!" ujar Ririn memberitahu Evan.

__ADS_1


"Nah benar WAKTU, saat ini...." kata Evan hendak menjelaskan.


"Sudah jangan dijelaskan lagi, aku mengerti bahwa kamu sangat sibuk untuk mengurus masalah-masalah yang terjadi di Nanzhou, karena bagaimanapun Nanzhou sedang bersiap untuk bertempur besar-besaran untuk melawan dan menaklukkan Kerajaan Mo!" ujar Ririn memotong kalimat Evan.


"Baiklah aku tidak akan mempermasalahkannya lagi, kamu dan Sea Lin pergilah ke kota Yunzhou untuk membantu Tang Chen menghadapi serangan dari Pasukan Bangsa Iblis, kolam teratai hanya kotor saja aku bisa menyuruh orang untuk membersihkan dan memperbaikinya" ujar Ririn sembari tersenyum kepada Evan.


Melihat Ririn sudah tidak mempermasalahkan tentang kolam teratai lagi, Evan dan Sea Lin pun merasa senang.


"Terima kasih, Istriku memang sangat pengertian, aku semakin mencintaimu!" kata Evan merasa senang dan gembira.


"Dasar mulut manis, kalian berdua cepatlah pergi ke kota Yunzhou, takutnya Tang Chen sekarang sedang dalam bahaya!" ujar Ririn.


"Kamu tenang saja, si Bodoh tidak akan mudah mati begitu saja, karena dia memiliki nyawa yang sangat kuat!" ujar Evan sembari tersenyum.


"Hihihi jangan bercanda, bodoh-bodoh begitu tetap saja adalah teman kamu!" ujar Ririn sembari tertawa kecil.


Melihat Ririn yang sekarang, yang mudah tertawa dan tersenyum Evan merasa sangat senang dan bahagia.


"Semenjak kutukan Teratai Es Sembilan kelopak telah aku hilangkan, Ririn menjadi semakin ceria dan bersemangat, Apa lagi semenjak kami menikah, dia menjadi lebih sering tersenyum dan tertawa!" batin Evan dalam hatinya yang merasa senang dan bahagia.


"Baiklah kamu berdua akan pergi ke Yunzhou untuk membantu Tang Chen menghadapi serangan dari pasukan Bangsa Iblis, kalian keempat istri cantikku harus bisa saling menjaga satu sama lain dengan baik, aku mencintai kalian!" kata Evan berpamitan kepada Keempat istrinya tersebut.


Kemudian Evan berbalik badan dan terbang pergi meninggalkan Ririn dan ketiga istrinya.


"Para Kakak Ipar, aku dan Kakak Besar pamit pergi dulu, Dadah👋!" kata Sea Lin ikut berbalik badan dan terbang pergi, sambil melambaikan tangannya kepada Ririn dan ketiga istri Evan yang lainnya.

__ADS_1


Kemudian Evan dan Sea Lin terbang pergi meninggalkann kediaman Jenderal (kota Yanzhou) dan berangkat ke kota Yunzhou untuk membantu Tang Chen menghadapi serangan dari pasukan bangsa Iblis.


__ADS_2