
Ran Ran dan Chu Xian berjalan mendekati Elemen Air dan yang lainnya.
"Itu tidak akan menjadi beban Evan!, jika kita tidak memberitahu masalah Ririn dengan segera pada Evan maka dia tidak akan pernah tahu tentang apa yang terjadi pada Ririn dan dia pun tidak akan dengan segera kembali kemari!. Dan disaat sesuatu telah terjadi pada Ririn, maka Evan akan lebih (selalu) menjadikannya beban dipikirannya!, dia akan selalu menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa datang disaat Ririn membutuhkannya!" kata Ran Ran pada yang lainnya.
"Jadi, kita perlu memberitahu Evan tentang masalah Ririn walaupun itu akan mengganggu pikirannya!" ujar Ran Ran menyarankan.
Mendengar itu mereka pun terdiam dan berpikir sembari menoleh melihat ke arah Ririn yang tampak sedang terbaring pingsan dengan tubuh yang sedikit kedinginan.
"Baiklah kalau begitu aku akan kembali ketubuh Asli Evan dan memberitahunya tentang masalah Ririn!" ujar Elemen Daun mengambil keputusan.
"Hem, terima kasih!" ucap Ran Ran dengan tersenyum senang.
"Air, aku mengandalkan dirimu untuk menjaga Nanzhou!, aku pergi dulu!" kata Daun yang kemudian menghilang menjadi sebuah gumpalan asap putih.
Melihat Daun yang telah menghilang dan kembali ke dalam tubuh Evan, Phoenix pun juga ingin beristirahat.
"Kalau begitu aku juga ingin istirahat untuk memulihkan tenagaku!" kata Phoenix yang Kemudian kembali berubah menjadi sebuah liontin dikalung yang ada pada leher Ririn.
Sedangkan Qinglong yang menghawatir Ibu angkatnya (Ririn) tidak ingin kembali menjadi gelang terlebih dahulu, dia ingin menemani Ririn dengan tidur di ataas perut Ririn.
Suasana penuh kecemasan dikamar Ririn dengan tatapan mata yang penuh rasa cemas melihat ke arah Ririn.
...****************...
...----------------...
...****************...
...(Hari Ke-Empat di Alam Fantasi Tujuh Bintang)...
Diwaktu yang sama di Alam Fantasi Tujuh Bintang, karena hari sudah mulai gelap Evan dan yang lainnya pun berencana untuk bermalam ditengah-tengah Hutan.
Tampak Evan yang sedang berdiri menatap langit senja yang mulai gelap dan bintang-bintang kecil yang mulai bermunculan di langit.
Raut wajah Evan tampak sedang mencemaskan sesuatu dan hati Evan yang terus tidak bisa merasa tenang sejak siang tadi.
__ADS_1
Melihat Evan yang sepanjang hari terus diam seperti itu tentu membuat Sea Lin dan yang lainnya pun khawatir.
Sea Lin berjalan menghampiri Evan.
"Kakak Besar ada apa denganmu?, apakah kamu baik-baik saja?, apa ada yang sedang kamu pikirkan?" tanya Sea merasa khawatir.
"Aku tidak apa-apa, hanya saja aku sedang memikirkan Ririn, aku tidak tahu apa yang dia lakukan dan apakah dia baik-baik saja disana!" jawab Evan yang tampak penuh pikiran.
"Hmmm....." mendengar itu Sea Lin diam menghela nafasnya perlahan.
"Oh Yah, sebelumnya aku mendengar kabar bahwa di Alam Fantasi Ini ada sebuah reruntuhan makam kuno yang mana disana ada banyak sekali harta karun!" kata Sea Lin mencoba menyenangkan suasana hati Evan.
"Benarkah?, kalau begitu kita juga tidak boleh melewatkannya, besok kita pergi ke tempat reruntuhan Makam Kuno yang kamu bilang!" ujar Evan yang mulai tersenyum kembali.
"Aku yakin di reruntuhan makam kuno ini terdapat banyak peninggalan harta karun yang sangat berharga!" kata Sea Lin sembari tersenyum percaya diri.
"Yah, semoga benar!" ucap Evan mulai kembali tersenyum.
Evan menghela nafas panjang dan berbalik badan ke arah Sea Lin dan yang lainnya.
"Sudah, sekarang yang lebih penting adalah mengumpulkan Energi dan Tenaga kita, Hari di Alam Fantasi Tujuh Bintang hanya tinggal tiga hari lagi, kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dan besok kita akan pergi ke Reruntuhan Makan Kuno!" kata Evan pada Sea Lin dan yang lainnya.
Evan yang menghentikan langkahnya dan mematung membuat Sea Lin dan yang lainnya terkejut dan khawatir kembali pada Evan.
"Kakak Daun, apa yang terjadi?, mengapa kamu kembali kedalam tubuhku?, apa telah terjadi sesuatu?" tanya Evan dengan cepat dalam ruang kesadarannya.
"Yah, memang benar telah terjadi sesuatu dan hal ini kamu harus tahu!" ujar Daun dengan tegas kepada Evan.
Kemudian Daun menceritakan semuannya kepada Evan, yaitu hal yang pertama Daun ceritakan adalah mengenai mereka yang telah berhasil menaklukan Kota Hao, hal kedua adalah serangan besar-besaran dari Pasukan Iblis kepada kota Yanzhou, dan hal yang ketiga adalah mengenai masalah Ririn yang sedang kambuh kutukannya dan sangat membutuhkan Evan.
"Apa!?....." ucap Evan dengan hati dan pikiran yang kacau setelah mendengar bahwa Ririn sedang menderita dan sedang sangat membutuhkan dirinya.
"Bangsa Iblis Bajingan !!" teriak Evan memukul tanah dengan keras hingga membuat Sea Lin yang ada didekat terlempar, sedangkan yang lainnya bertahan menahan gelombang angin yang disebabkan oleh pukulan Evan.
Sea Lin mendarat dengan selamat, mereka bingung melihat Evan yang tidak tahu kenapa tiba-tiba mengamuk.
__ADS_1
Evan sangat geram dan marah. "Ririn, kamu tunggu aku kembali ke Nanzhou dan menyelamatkan kamu!" kata Evan yang ingin pergi dari Alam Fantasi Tujuh Bintang saat itu juga.
"Sea Lin, aku percayakan Tim padamu!, aku akan kembali ke Nanzhou sekarang juga!" kata Evan memberi perintah.
Mendengar perkataan Evan sungguh membuat Sea Lin dan yang lainnya menjadi semangkin dan sangat bingung kepada Evan, dan apa yang sebenarnya terjadi mengapa Evan tiba menjadi sangat marah dan sampai ingin kembali ke Nanzhou dengan sangat terburu-buru.
Namun saat Evan sudah akan melangkah untuk pergi seketika tubuhnya terhenti dan tidak bisa digerakan.
"Bo-Doh!" ucap Bintang mengendalikan tubuh Evan untuk berhenti.
"Evan, kamu jangan terbawa emosi dan bertindak implusif!, pikirkan dulu dengan baik dan matang jika kamu ingin keluar dari Alam Fantasi Tujuh Bintang ini!" ucap Elemen Petir mengingatkan Evan dengan tegas.
"Sejak saat kamu masuk kedalam Alam Fantasi Tujuh Bintang ini maka kamu sudah tidak bisa keluar jika waktu tujuh hari belum selesai!, jika waktu tujuh hari telah selesai maka kalian akan langsung berteleportasi kembali ke tempat terakhir sebelum kalian masuk ke Alam Fantasi Tujuh Bintang ini!" kata Elemen Kegelapan memberitahu bahwa Evan tidak bisa kembali sebelum waktu Tujuh hari selesao.
"Evan kamu tenang, bersabarlah, dan jangan berpikir yang tidak-tidak, kamu harus yakin bahwa Ririn akan baik-baik saja!" ujar Elemen Pasir mencoba menenangkan Evan.
Mendengar itu seketika tubuh Evan menjadi lemas dan Evan pun merasa sedih hingga menangis tersedu. Melihat itu Bintang pun melepaskan kendalinya.
Evan terjatuh dan duduk berlutut menghadap ke atas sembari nenangis.
"Ririn!......" Evan menyebut nama Ririn sambil menangis menatap langit.
"Ririn, kamu harus tunggu aku kembali, kamu tidak boleh kenapa-napa!...." ucap Evan menangis tersedu dan terisak.
Melihat Evan yang tiba-tiba menangis dengan sangat sedih sembari terus menyebut nama Ririn membuat Sea Lin dan yang lainnya menjadi bingung dan ikut merasa khawatir dan sedih juga.
Kemudian mereka pun menghampiri dan mendekat ke Evan yang sedang menangis tersedu-sedu, Kemudian Tang Chen berjalan mendekat dan memegang dan merangkul kedua pundak Evan.
"Evan, kamu tenanglah, yakinlah bahwa Ririn akan tetap dan selalu baik-baik saja, jangan bersedih, aku yakin Ririn juga tidak menginginkan kamu untuk bersedih dan menangis seperti ini, Tenanglah!" ucap Tang Chen dengan lembut menenangkan Evan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................
......................