KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 408 : Merebut Kembali Gu Mei


__ADS_3

Mendengar ancaman tersebut, membuat Sea Lin dan Sai merasa bimbang untuk maju menyerang. Sea Lin dan Sai merasa bingung dan memikirkan cara bagaimana menyelamatkan Gu Mei dari tangan Sang Pemimpin Para Prajurit utusan Wi Shen tersebut.


"Sial! Jarak kami terlalu jauh, aku sama sekali tidak bisa menggunakan Teknik Mata Hantu pada orang ini! Jika berada lebih dekat dua meter saja, aku pasti bisa membunuh orang ini dan menyelamatkan Putri Gu Mei! Aku harus berpikir bagaimana caranya agar orang ini mendekat padaku!" kata batin Sea Lin dalam hatinya.


Kemudian Sea Lin mulai terpikirkan sebuah cara agar membuat jarak diantara dirinya dengan sang Pemimpin Prajurit tersebut menjadi lebih dekat.


"Heh! apakah kamu sedang mengancam kami hanya dengan nyawa wanita itu? Apakah kamu berpikir kalau kami sangat peduli pada nyawa wanita itu?" ujar Sea Lin sambil tersenyum pada Sang Pemimpin Para Prajurit utusan Wu Shen tersebut.


Mendengar perkataan Sea Lin yang sama sekali tidak peduli dengan nyawa Gu Mei sang Keturunan Tunggal Keluarga Kerajaan, seketika membuat Hua Qing Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming merasa terkejut.


Akan tetapi disaat mereka bertiga hendak marah, mereka bertiga melihat satu kode isyarat (👌) dari Sai yang ditunjukan secara sembunyi-sembunyi dibelakang pinggang.


Melihat kode isyarat tersebut mereka bertiga pun akhirnya merasa lega dan tidak jadi marah pada Sea Lin dan Sai.


Sementara itu, tampak Sang Pemimpin Prajurit utusan Wu Shen dan Para prajuritnya yang telah tertipu oleh akal-akalan Sea Lin.


"Hei! apakah kamu tidak tahu siapa wanita yang ada ditanganku ini? Wanita ini adalah Putri Gu Mei! Dia adalah Tuan Putri dan Keturunan satu-satunya Kaisar Gu Tianxing!" kata Sang Pemimpin Pranjurit tersebut memberitahu pada Sea Lin.


"Hahaha...., tentu saja aku tahu bahwa wanita yang ada ditangnmu adalah Putri Gu Mei! Tetapi aku tidak peduli dengan Nyawanya, jika kamu ingin membunuh maka silahkan bunuh saja! aku sama sekali tidak memperdulikannya!" kata Sea Lin sambil bergerak mendekat sedikit demi sedikit.


"Lagi pula, jika kamu benar-benar ingin membunuhnya, kamu pasti sudah membunuhnya sejak sebelum kami datang, dan tidak perlu banyak bicara dengan aku disini!" lanjut kata Sea Lin mempermainkan Sang Pemimpin Prajurit tersebut dengan sombong.


Mendengar perkataan Sea Lin yang sama sekali tidak peduli dengan Gu Mei, seketika membuat Sang Kepala Prajurit langsung terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa lagi.


"Jika kamu ingin membunuhnya maka bunuh saja, tetapi kalian akan tetap mati ditanganku!" kata Sea Lin menyeringai, sambil berjalan menghampiri Sang Pemimpin Prajurit yang sedang menyandera Gu Mei.

__ADS_1


Melihat Sea Lin yang bergerak semakin mendekat, akhirnya Sang Pemimpin Prajurit mengetahui kalau dirinya telah dipermainkan oleh Sea Lin.


"Berhenti! Beraninya kau mempermainkan aku? Apa kamu kira aku tidak tahu apa tujuanmu? Kamu berpura-pura tidak peduli agar bisa bergerak mendekatiku dan menyelamatkan Putri Gu!" kata Sang Pemimpin Prajurit menyadari tujuan Sea Lin yang berpura-pura tidak peduli.


Sea Lin hanya tersenyum, saat melihat Sang Pemimpin Prajurit telah menyadari maksud dan tujuannya yang berpura-pura tidak peduli dengan Putri Gu Mei, padahal ingin menyelamatkannya.


"Kamu memang benar sekali, tetapi sudah terlambat!" kata Sea Lin tersenyum menyeringai hingga membuat sang Pemimpin Prajurit tersebut terkejut.


"TEKNIK MATA HANTU!!" kata Sea Lin membuka kedua matanya yang telah berubah warna menjadi merah terang. Dengan satu kali tatapan Teknik Mata Hantu, Sea Lin berhasil menghipnotis dan mengacaukan pikiran Sang Pemimpin Prajurit yang ada dihadapannya tersebut.


Dengan cepat Sea Lin mengambil kesempatan itu, dengan bergerak cepat ke belakang Sang Pemimpin Prajurit tersebut.


"SSRAASSHH!!" Dengan satu kali ayunan tombak sabit miliknya Sea berhasil membunuh dan memenggal kepala Sang Pemimpin Prajurit tersebut.


Melihat Pemimpin mereka telah dibunuh dengan sangat mudah oleh Sea Lin, seketika membuat mereka Para Prajurit utusan Wu Shen merasa terkejut dan ketakutan.


"Pemimpin telah mati! Kita harus cepat kabur dan melarikan diri! kita harus melaporkan hal ini pada Tuan Panglima!" kata salah seorang Prajurit utusan Wu Shen pada para Prajurit lainnya.


Akan tetapi disisi lain Sea Lin menyadari rencana Para Prajurit utusan Wu Shen yang ingin kabur melarikan diri.


"Ingin kabur dariku? maaf tidak segampang itu!" kata Sea Lin semabri melirik tajam pada Para Prajurit utusan Wu Shen yang bersiap untuk kabur dan melarikan diri.


Setelah Sea Lin berhasil membunuh Sang Pemimpin Prajurit dan Sai berhasil merebut dan melindungi Gu Mei. Kemudian Sea Lin dengan gerakan yang cepat, langsung membunuh dan menghabisi semua Prajurit utusan Wu Shen yang hendak kabur melarikan diri.


Dengan ayunan Tombak sabitnya Sea Lin menciptakan beberapa jurus Tebasan Darah Kegelapan, yang membunuh semua Prajurit utusan Wu Shen yang hendak melarikan diri tanpa tersisa.

__ADS_1


Dalam sekejab mata Semua Prajurit utusan Wu Shen mati berserakan dan bergeletakan di atas pasir yang bersimba darah mereka.


Seketika Sai, Hua Qing Qing, Tai Ming dan Zhang Xiu merasa terkejut dan kagum melihat Sea Lin, yang berhasil membunuh semua prajurit terkuat utusan Wu Shen dengan sangat mudah.


"Apakah dia seorang manusia? Kami bahkan tidak bisa mengalahkan Para prajurit terkuat utusan Panglima Wu, terapi dia berhasil membunuh semua Prajurit terkuat itu hanya dalam waktu kurang dari lima detik?" batin Hua Qing Qing merasa sangat terkejut dan takjub pada kekuatan yang dimilki oleh Sea Lin.


"Umur orang ini jauh lebih muda dariku, mungkin umurnya baru 20-an, tetapi mengapa kekuatannya jauh lebih kuat dariku? Aku sering dikatakan sebagai seorang Jenius terhebat didalam Sekte Gunung Abadi, tetapi didepan orang ini aku bagaikan sampah tidak berguna!" batin Zhang Xiu merasa sangat kagum dan takjub pada kekuatan yang dimiliki oleh Sea Lin.


"Komandan Sea Lin memang yang paling terhebat kedua setelah Jenderal! Memang pantas jika mereka diberi julukan Dua Tak Terkalahkan!" batin Sai yang juga merasa sangat mengagumi Sea Lin sang Tangan Kanan Evan.


Sedangkan Tai Ming yang kekuatannya sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Sea Lin, hanya terdiam sambil melihat Sea Lin dengan tatapan kagum.


Sementara itu, setelah membunuh semua Prajurit utusan Wu Shen, kemudian Sea Lin kembali berbalik badan ke arah Sai, Gu Mei, Hua Qing, Zhang Xiu dan Tai Ming yang ada dibelakangnya.


Sea Lin berjalan perlahan menghampiri mereka berempat yang sedang merasa kagum dan takjub pada pada dirinya.


"Ayo kita pulang ke Nanzhou dan melaporkan semua kejadian hari ini pada Jenderal!" kata Sea Lin pada mereka semua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...****************...


......................

__ADS_1


__ADS_2