
...EVAN VS REYA...
kompetisi berlanjut
"pertarungan selanjutnya adalah pertarungan yang paling ditunggu-tunggu, pertandingan ini adalah pertandingan perjanjian antara evan dan reya lima bulan lalu, sekarang ayo kita saksikan!!"
mereka berdua naik ke atas arena, mata reya menatap evan dengan penuh kebencian, namun evan menanggapinya hanya dengan tertawa kecil
"pufft.. ckck.." tawa evan dengan senyum kecilnya
"sudah mau mati masih tertawa dasar bodoh!" ucap reya
"kamu turunlah, kamu sudah bukan lawan sekarang!" ucap evan
"heh!, sombong sekali!, baru lima kamu tidak mungkin bisa lebih kuat dariku!" reya meremehkan evan
"kenapa tidak bisa?"
"kau hanya pecundang sampah yang tidak berguna, yang sudah dibuang oleh kerajaannya sendiri, tidak bisa meneruskan tahta ayahnya, dan hanya tau bermain wanita setiap harinya, kau hanyalah sampah yang pantas diinjak!" reya terus menghina evan
evan memegang jidatnya sambil tertawa "Hahahaha.... lucu! sungguh lucu, apa lagi yang ingin kau katakan, katakahlah semuannya agar aku tau seberapa bencinya dirimu padaku, dan sebusuk apa hatimu agar aku tidak tertipu lagi oleh dirimu!" ucap evan
__ADS_1
"yah aku memang sangat membencimu hingga aku ingin membunuhmu! kau S-A-M-P-A-H !" ucap si reya
evan menarik nafasnya dalam-dalam dan menghebuskannya perlahan, diapun tersenyum
"reya kuberitahu kau, Apa yang kau lihat, dengar, dan pikir tidak akan pernah selalu benar, kau hanya tau semua keburukan tentang diriku, tetapi kau tidak pernah tau apa yang terjadi padaku sebenarnya, kau hanya melihat kebenaran dari apa yang kau ketahui, kau hanya wanita bodoh yang memandang orang yang kuat dan berkuasa dan menginjak orang lemah dan jelata, kau adalah wanita bodoh yang tidak pernah tau apa-apa!" ucap evan memberi nasihat dengan ucapan kasarnya
"apa kau bilang? bodoh!?, kau lah yang bodoh Sampah!!" reya menyerang evan dengan tombak pusaka miliknya
"akan aku perlihatkan siapa sampah yang sebenarnya, Langkah kilat surgawi..." evan langsung menghilang secepat kilat dari hadapan reya, dan langsung berada dibelakang reya
-"sejak kapan dia berpindah tempat?"
"kau hanya beruntung bisa menghindar sekali dari seranganku!" reya menyerang evan lagi dan lagi, namun tetap saja reya tidak berhasil menyentuh evan sama sekali
"k-kau! jangan taunya hanya bisa menghindar, ayo serang aku!" ucap reya
evan mengangkat pedang taring api milikinya, reya mengenali pedang tersebut kalau itu adalah pedang milik komandan topeng perak
"Dari mana kau mendapatkan pedang itu!?" tanya reya
"pedang ini memanglah milikku!" jawab evan dengan nada dingin
__ADS_1
"tidak!, itu bukan milikmu, itu adalah pedang milik komandan topeng perak, pemimpin pasukan serigala!"
"pedang ini memang milikku karena aku adalah si topeng perak, pemimpin pasukan serigala!"
"tidak..... tidak mungkin... kamu pasti berbohong....!" reya tidak percaya kepada evan
evan tersenyum dengan dingin melihat reya yang tidak percaya akan perkataan evan
"Tidak! kau pasti membohongiku! Mati Kau......!!! Tombak Raja Changla!" reya menyerang evan dari depan dengan penuh emosi dan amarah
Evan memutar ayunkan pedangnya, 'Petir Membelah Semesta', tekanan spirit!" evan menggunakan elemen petirnya membuat tekanan spirit yang sangat kuat, hingga reya membuat terjatuh kelantai arena, tidak hanya reya bahkan para penonton juga merasakan tekanannya, hingga membuat kesulitan untuk berdiri
evan mengayunkan pedangnya ke arah lantai yang hampir mengenai reya, "DUUAARR !!" evan membelah arena menjadi dua
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
__ADS_1
......................