
Putri Yue Xian Ling menangis di dalam kamarnya. Tengkurap menutup menutupi wajahnya dengan bantal yang dipeluknya.
Kemudian suara ketukan pintu menghentikan tangisnya. Putri Yue Xian Ling segera bangun dan membuka pintu kamar.
"Kakak?..." sebutnya setelah melihat bahwa yang datang dan mengetuk pintu kamarnya adalah sang Kakak, Pangeran Yue liang Chen.
Putri Yue Xian Ling tahu bahwa Kakaknya pasti datang karena diutus oleh Ayah Kaisar untuk menenangkan dirinya.
Putri Yue Xian Ling merasa tidak senang.
"Untuk apa Kakak datang kesini?" tanya Putri Yue Xian Ling dengan wajah datarnya.
"Kakak tahu apa yang sedang kamu rasakan, tapi apa yang dikatakan oleh Ayah memang benar. Kamu dan Zhong Kai tidak akan pernah bisa bersama. Dengarkan Ayah, keputusannya adalah yang terbaik untukmu."
"Tapi Kakak, aku sangat mencintainya. Aku sangat ingin selalu bersamanya. Tidak bisakah kedua negara kita berdamai? Jika kita berdamai, kita tidak perlu lagi berperang." ujar Putri Yue Xian Ling.
"Apa yang kamu katakan benar. Tidak ada orang yang menginginkan adanya Perang, semuannya ingin perdamaian."
"Namun apa yang terjadi tidak seperti yang kita inginkan. Andai perang ini tidak terjadi, kamu pasti tidak akan kesulitan seperti sekarang ini," tambah Pangeran Yue liang Chen.
"Kakak..."
"Yah?"
"Jika Zhong Kai bisa membuat kedua negara berdamai, apakah Ayah Kaisar akan setuju dengan pernikahan kami?" tanya Putri Yue Xian Ling.
"Kakak tidak tahu," jawab Pangeran Yue liang Chen merasa tidak yakin. Bukan tidak yakin kalau Ayahnya tidak akan menyetujui pernikahan Adiknya, namun Pangeran Yue liang Chen tidak yakin apakah Zhong Kai akan berusaha mendamaikan kedua negara atau tidak.
*******
Tujuh hari kemudian. Zhong Kai datang ke Istana Kerajaan Yue seperti yang telah dijanjikan.
Di dalam Aula Istana, tampak Kaisar Yue Haoran dan Ratu Xian Xiang yang telah menolak lamaran Zhong Kai kepada Putri Yue Xian Ling.
"Kaisar, aku berjanji akan membahagiakan Putri Yue Xian Ling. Aku mohon, beri aku kesempatan untuk membuktikan cintaku padanya!" pinta Zhong Kai yang sedang berlutut dihadapan Kaisar Yue Haoran dan Ratu Xian Xiang.
"Baik, aku akan memberikanmu satu kesempatan. Jika kamu bisa mendamaikan kedua negara dan membuat Ayahmu menyerah atas wilayah perbatasan, aku akan merestui pernikahan kamu dengan Putriku."
"Terima kasih atas kesempatan yang Anda berikan Kaisar. Aku pasti akan membuktikan kalau aku bisa menyatukan kedua negara kita, sebagai tanda bukti kalau aku benar-benar mencintai Putri Yue Xian Ling!"
"Baik, aku akan menunggu pembuktian mu!"
__ADS_1
Sementara itu di luar aula istana, tampak Putri Yue Xian Ling yang sedang mendengarkan pembicaraan antara Zhong Kai dengan kedua orang tuanya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Zhong Kai, Putri Yue Xian Ling merasa senang dan tersenyum.
Melihat Zhong Kai akan keluar dari Aula Istana, Putri Yue Xian Ling segera pergi dari tempatnya.
******
Di sebuah Taman Istana Kerajaan, terlihat Putri Yue Xian Ling yang sedang melamun membayangkan apa yang dikatakan oleh Zhong Kai di dalam Aula Istana tadi.
Dan tiba-tiba tangan seseorang menutup kedua matanya dari belakang.
"Tebak, siapa?"
"Pasti Zhong Kai," jawab Putri Yue Xian Ling dengan sangat yakin.
Orang tersebut membuka kedua mata Putri Yue Xian Ling.
Kemudian Putri Yue Xian Ling berdiri dan berbalik badan ke hadapan Zhong Kai.
Tidak terkejut, namun merasa senang. Itulah yang dirasakan oleh Putri Yue Xian Ling saat melihat Zhong Kai ada di hadapannya.
Tanpa ragu, Putri Yue Xian Ling langsung memeluk Zhong Kai dengan penuh kerinduan. Begitu juga sebaliknya.
"Aku juga, Xian Ling. Aku juga sangat merindukanmu!"
Mereka berdua saling berpelukan untuk melepas kerinduan mereka.
"Mengapa kamu datang kesini? Bagaimana jika ada orang yang melihatmu?" tanya Putri Yue Xian Ling setelah mereka saling melepas pelukan.
"Tenang saja, tidak akan ada yang tahu aku datang kesini. Aku menggunakan sebuah teknik menghilangkan diri agar tak terlihat oleh siapapun. Kecuali dirimu!"
Mendengar itu, Ratu Yue Xian Ling sama sekali tidak merasa curiga sedikitpun. Ia tidak merasakan adanya kejanggalan yang telah jelas ada di depan matanya.
Setelah mereka bercengkrama cukup lama di taman Istana, Putri Xian Ling ingin mengajak Zhong Kai untuk berkeliling Istana.
"Zhong Kai, kamu pasti belum familiar dengan semua tempat yang ada di Istana. Bagaimana jika kita berkeliling Istana? Aku akan memperlihatkan semua tempat yang ada di Istana kepadamu!"
Akhirnya kalimat yang ditunggu-tunggu oleh Zhong Kai datang juga. Mendengar itu, Zhong Kai tampak tersenyum.
"Sepertinya bagus. Kalau begitu aku tidak akan menolak!" ucap Zhong Kai sembari tersenyum menyembunyikan seribu rencana jahatnya.
__ADS_1
Tanpa bisa dilihat oleh siapapun kecuali Putri Yue Xian Ling, Zhong Kai dapat berkeliling Istana Kerajaan Yue dengan sangat leluasa.
Dengan adanya akses Sang Putri Kerajaan, Zhong Kai dapat dengan mudah pergi ke semua tempat yang ada di Istana Kerajaan Yue.
Bukan fokus untuk berkeliling dan melihat keindahan Istana Kerajaan, namun Zhong Kai fokus untuk melihat seluruh penjagaan dan tingkat keamanan Istana Kerajaan.
Dengan ketelitian dan mata yang tajam, Zhong Kai terus mengamati setiap tempat yang dilewatinya.
Zhong Kai mencari informasi sebanyak mungkin dan mencari kelemahan pada keamanan yang dimiliki oleh Istana Kerajaan Yue.
Sungguh takjub dengan kebodohan Putri Yue Xian Ling. Yang mana tanpa disadari olehnya, Pria yang sedang bersamanya ternyata benar-benar memanfaatkan dirinya.
Tidak hanya Zhong Kai yang mengamati keadaan di dalam Istana, namun para Prajurit Iblis yang datang bersamanya ternyata juga sedang mengamati seluruh keadaan Ibukota Kerajaan Yue.
Hebat! itulah yang pantas dikatakan kepada Zhong Kai dan Para Prajuritnya.
Bodoh! itulah yang pantas dikatakan kepada Yue Xian Ling dan seluruh Keluarga Kerajaan Yue.
**********
Dua bulan telah berlalu. Dan ternyata Zhong Kai menepati semua janjinya. Zhong Kai melakukan semua persyaratan yang diberikan oleh Kaisar Yue Haoran kepadanya.
Kaisar Kerajaan Kai, Kai Jianfeng atau lebih tepatnya Ayah Zhong Kai telah menyerah atas wilayah perbatasan.
Perseteruan dan Peperangan telah dihentikan.
Seluruh Rakyat Kerajaan Yue berbahagia akan hal itu, tentang perdamaian dan tidak adanya pertumpahan darah.
Damai, tentram dan tenang itulah yang kini dirasakan oleh Rakyat Kerajaan Yue.
*********
Di dalam Istana Kerajaan. Kaisar Yue Haoran dan Ratu Xian Xiang merasa sangat puas pada Zhong Kai yang telah memberikan pembuktian yang nyata kepada mereka.
Disisi lain, Putri Yue Xian Ling merasa sangat senang dan gembira melihat Zhong Kai yang benar-benar melakukan semua persyaratan yang diberikan oleh Ayahnya pada saat itu.
Namun disaat semua orang merasa senang dan gembira, ternyata Pangeran Yue Liang Chen tetap merasa curiga dan aneh dengan apa yang terjadi saat ini.
...****************...
...****************...
__ADS_1
......................
......................