
Selama perjalanan menuju ke kediaman jenderal tempat Ririn tinggal, semakin banyak pula orang yang menyambut Evan.
"Evan ternyata sangat mempunyai pengaruh dikota ini." batin Gu Mei mengagumi.
"Ternyata Evan sangat berpengaruh hingga membuat semua murid sekte sangat menyambutnya." batin Nan Ruyu mengagumi.
"Memang pantas menjadi orang kebanggan Sekte!" batin Paman Qian Ji mengagumi.
Ketiga teman Evan mengagumi Evan dari belakang..
Sesaat kemudian mereka akhirnya pun sampai dikediaman Jenderal, lebih tepatnya tempat Ririn dan Cao Cao tinggal.
"Ketua Evan kita sudah sampai." Ucap Wolf.
"Akhirnya sampai, terima kasih Wolf." Evan turun dari kudanya dan ketiga temannya pun ikut turun.
Disaat yang sama dihalaman tempat tinggal Ririn.
"Lapor, komandan Evan sudah sampai!" ucap salah seorang prajurit yang melapor.
"Aaah..!!, bagaimana ini?, bagaimana aku harus menyambutnya?" Batin Ran Ran gelisah.
Teman-teman Evan sudah menunggu Evan dihalaman depan dengan tampang yang bingung dan gelisah akan menyambut Evan seperti apa.
"Komandan Evan, silahkan masuk! teman-teman Tuan sedang menunggu anda." Ucap seorang prajurit yang membuka pintu Gerbang dan Evan pun masuk.
"Halo Se....." ucap Evan mengangkat tangan ingin melambai dengan penuh senyuman yang gembira.
"DIA (EVAN,KAKAK,KAKAK BESAR) DATANG !!" batin teman-teman Evan siaga.
"WOOSSHH....!!" Semua teman-teman Evan dengan cepat menyebar bubar dan hanya tinggal Cao Cao seorang diri.
"....muannya...." Ucap Evan lemas ketika melihat tak ada yang menyambutnya dan semua teman-temannya sibuk dengan apa yang mereka lakukan padahal jelas mereka tidak meakukan hal yang penting.
Dan Evan hanya melihat Cao Cao yang diam berdiri dihadapannya.
__ADS_1
......................
"Sepertinya pedang barumu bagus?" tanya Luo Bai pada Tang Chen.
"Iyah aku belum pernah melihatnya.." ucap Qin Shan.
"Hehehe tentu saja!" jawab Tang Chen.
......................
"Sea, sepertinya aku butuh bantuanmu untuk melakukan sesuatu..." ucap Chu Xian.
"Benarkah?" jawab Sea Lin
......................
"Bagaimana dengan Gaun baruku?" tanya Rao Rao pada Ran Ran dan Qin Yun.
"Aku ingin pergi kembali ke kamar." ucap Ririn.
Begitulah teman-teman Evan yang sedang berpura-pura sibuk dan pura-pura tidak melihat Evan.
...----------------...
Ketiga teman yang dibaws Evan terheran melihat situasi seperti itu.
"Sial, ternyata aku yang kegeeran, teman-teman bangsat ini tidak ada yang menyambutku sama sekali!. untung aku masih memiliki adik angkat kesayanganku yang menyambutku!" batin Evan kesal.
"Kakak!!" ucap Cao Cao berlari ke arah Evan.
"Cao Cao..!" Evan membungkuk dan menangkap Cao Cao juga memeluk dan menggendongnya.
"Cao Cao kamu terlihat tambah kurusan?" tanya Evan.
"Aku sering berlatih akhir-akhir ini dan kadang lupa untuk istirahat, jadi sedikit kurusan deh!" jawab Cao Cao tersenyum riang bahagia.
__ADS_1
"Lain kali tidak boleh seperti itu, Cao Cao harus pandai jaga kesehatan!" ucap Evan memarahi dengan lembut.
"Yoo...!, Evan, ternyata kau sudah sampai?, maaf kami tidak menyambutmu!" ucap Luo Bai menghampiri Evan.
"Aah.., tidak apa-apa, kalian jangan seperti itu!" ucap Evan tersenyum .
Didalam hati Evan. "Grrr.., jelas-jelas kalian tadi sudah berkumpul ingin menyambutkan dan seketika langsung bubar dan berpura-pura sibuk!" batin Evan sangat penuh kekesalan.
Tang Chen mendekati Evan. "Hei Evan, kenapa kau baru kembali?, kau dari mana saja?, kenapa tidak langsung pulang?, apa kau tidak tau kalau kamu sangat khawatir padamu?, dan menunggumu?" tanya Tang Chen bertubi-tubi sambil merangkul Evan dari belakang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...************...
...SALAM CHU XIAN...
...👌WAJIB LIKE DAN KOMENT✌...
...👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
...👇...
__ADS_1