KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 478 : Gadis Bermata Giok


__ADS_3

Kemudian Serangan Rintangan Petir Keenam langsung menghantam dan menyambar tubuh Evan dengan sangat kuat.


Energi Petir yang ada di dalam tubuh Evan meledak-ledak keluar dengan sangat gila.


Urat-urat tubuh yang memancarkan cahaya berwarna biru terang, terlihat layaknya seperti retakan-retakan yang ada di sekujur tubuh Evan.


"Sial, Kekuatan Rintangan Petir yang terakhir ini benar-benar jauh lebih kuat dari pada lima rintangan petir sebelumnya. Rasanya tubuhku seperti akan meledak!" gumam Evan sambil menahan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


*Kamu harus bisa bertahan. Rintangan Petir tidak akan berlangsung lama, jadi kamu bertahanlah sebentar lagi.* kata Elemen Petir dari dalam diri Evan.


Namun setelah beberapa menit kemudian Rintangan Petir tidak kunjung berhenti. Hal itu sungguh sangat menyiksa diri Evan yang sedang menahannya.


"Ini sudah berlalu berapa lama? Mengapa Rintangan Petir nya masih belum berakhir?" kata Evan mulai merasa kesal.


"Kamu bersabarlah, sebentar lagi pasti akan selesai. Bukankah semakin lama rintangan Petir berakhir maka tubuh kamu juga akan semakin kuat?" ujar Elemen Petir.


Mendengar perkataan Elemen Petir, Evan pun dengan terpaksa harus bertahan lebih lama lagi, sampai Rintangan Petir tersebut benar-benar berakhir.


Setelah dua puluh menit berlalu, akhirnya Rintangan Petir tersebut berakhir dan kilatan petir yang menyambar tubuh Evan seketika langsung menghilang.


"Huuff...., akhirnya Rintangan Petir ini berakhir juga. Walaupun memang cukup menguras tenaga dan kesabaran, tetapi sekarang aku dapat merasakan kalau tubuhku tinggal setengah langkah lagi untuk mencapai Raga Tingkat Empat." Evan mengepalkan tinjunya.


Setelah awan gelap menghilang dan langit kembali cerah, kemudian Evan pun langsung terbang turun menghampiri Yue liang Chen, Qiu Shen dan yang lainnya.


"Bagaimana? Apakah Kekuatan dari Rintangan Petir tadi dapat membantu memperkuat kekuatan tubuhmu?" tanya Yue liang Chen pada Evan yang baru saja mendarat.


"Lumayan. Walaupun tidak bisa membantuku mencapai kekuatan Raga Tingkat Lima, tetapi aku sudah selangkah lebih maju untuk mencapainya." Evan berjalan menghampiri Yue liang Chen.


Mendengar itu mereka semua pun ikut merasa senang atas pencapaian Evan.


"Baiklah, sekarang ayo kita lihat keadaan Lolong di dalam Gua." kata Evan kepada mereka semua.


Kemudian Evan, Yue liang Chen, Qiu Shen dan beberapa Prajurit Pasukan Gagak Malam pun berjalan masuk ke dalam Gua.


Dikarenakan hanya Yue liang Chen yang familiar dengan seisi Gua, maka Yue liang Chen lah yang memimpin jalan mereka.


Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka semua pun sampai di Kolam Racun tempat Lolong berada.


Akan tetapi setelah Yue liang Chen yang memimpin jalan telah sampai ke Kolam Racun tempat Lolong berada, tiba-tiba Yue liang Chen yang entah tidak tahu kenapa berteriak kepada mereka.

__ADS_1


"Kalian semua jangan kesini!" teriak Yue liang Chen dengan wajah merah merona.


Spontan Evan, Qiu Shen dan beberapa Prajurit yang ada dibelakangnya merasa terkejut dan heran. Mereka semua langsung menghentikan langkah kaki mereka untuk mendekat.


"Apa yang terjadi di depan sana?" tanya Evan penuh keheranan.


"Tidak ada terjadi apa-apa disini, yang penting kalian jangan kemari!" kata Yue liang Chen semakin membuat Evan dan yang lainnya merasa heran dan bingung.


Kemudian Evan yang merasa penasaran mencoba menggunakan Kekuatan Jiwanya untuk melihat apa yang terjadi di depan sana.


Namun sebelum Kekuatan Jiwa milik Evan menyebar, tiba-tiba Yue liang Chen berteriak lagi.


"Evan, kamu jangan coba-coba menggunakan kekuatan Jiwamu untuk melihat apa yang terjadi disini. Jika kamu berani melihatnya sekilas saja, aku pasti akan mencongkel kedua matamu!" kata Yue liang Chen mengancam Evan.


Mendengar perkataan Yue liang Chen yang sedang memberikan ancaman kepadanya, Evan pun segera menarik kembali Kekuatan Jiwa miliknya.


*Sebenarnya apa yang terjadi di depan sana? Mengapa Yue liang Chen melarang aku untuk melihatnya?* batin Evan merasa heran dan penasaran.


Sementara itu di tempat Yue liang Chen berada, terlihat Kolam Racun yang telah mengering.


"Lolong? Benarkah itu kamu?" tanya Yue liang Chen dengan lembut.


Mendengar suara Yue liang Chen, gadis tersebut mencoba mengintip dengan mengeluarkan kepalanya.


Gadis itu sangat cantik. Matanya indah seperti giok hijau yang bercahaya, Kulit wajahnya yang yang putih bersih, serta rambut panjangnya yang terurai kebawah membuat hati Yue liang Chen semakin penasaran.


"Master...." gadis itu memanggil Yue liang Chen.


Suaranya yang lembut membuat hati Yue liang Chen seperti terguncang.


"Perasaan aneh apa ini?" Yue liang Chen berhenti melangkah sambil memegang dadanya yang deg-degan.


"Master...." gadis itu memanggil lagi, namun kali ini gadis itu sudah keluar dari tempat persembunyiannya.


Oh sungguh betapa terkejut dan tercengangnya Yue liang Chen, saat melihat gadis itu dengan tubuh yang tanpa busana di hadapannya.


"Master...." gadis itu memanggilnya lagi.


Ekspresi khawatir terlihat di wajah gadis itu saat melihat wajah Yue liang Chen yang kian memerah.

__ADS_1


Karena merasa khawatir, kemudian gadis itu langsung berjalan menghampiri Yue liang Chen.


Yue liang Chen segera melangkah mundur. Namun baru dua kali melangkah dirinya telah terhalang oleh dinding Gua.


Gadis itu semakin mendekat padanya, sedangkan Yue liang Chen yang melihat itu hanya bisa menjadi semakin panik sambil bersandar pada dinding batu yang ada dibelakangnya.


Di tengah kepanikan, Yue liang Chen sama sekali tidak bisa melepaskan pandangannya dari tubuh Gadis yang semakin mendekat padanya.


Kini wajah gadis itu dengan wajah Yue liang Chen sangat berdekatan.


Melihat gadis itu terus menatapi wajahnya, Yue liang Chen yang mencoba bertahan segera menelan air liurnya.


Merasa tidak kuat untuk terus melihat wajah gadis yang berada tepat di depan matanya, Yue liang Chen segera mengalihkan pandangannya dengan mendongakkan kepalanya.


Oh namun siapa sangka, saat gadis itu melihat air keringat yang mengalir di leher Yue liang Chen, gadis itu langsung menjilatnya tanpa ragu.


Seluruh tubuh Yue liang merinding seketika. Dan dalam sekejap seluruh tubuh Yue liang Chen menjadi lemas dan tidak bertenaga.


Yue liang Chen terjatuh dan terduduk lemas dengan nafas memburu.


Namun Gadis itu tidak berhenti sampai disitu saja. Dia ikut turun dan langsung berjongkok tepat di hadapan Yue liang Chen.


Oh sungguh pemandangan yang sangat bagus. Yue liang Chen dapat melihat bagian atas dan bawah milik Gadis itu.


"Master...." gadis itu memanggil lagi, dan kemudian Dia menjilat wajah Yue liang Chen yang sedang merona.


Yue liang Chen mencoba untuk tetap bertahan. Hingga kemudian Yue liang Chen dengan cepat, langsung menarik Gadis itu ke dalam pelukannya.


"Kamu tenanglah, jangan lakukan apapun yang menggodaku lagi. Kalau tidak, aku pasti tidak akan mampu menahannya lagi." ucap Yue liang Chen memeluk erat tubuh Gadis itu.


Mendengar perkataan Yue liang Chen, gadis itu hanya menunjukkan ekspresi bingung.


...****************...



...LOLONG / MEI YIN...


...PETARUNG TINGKAT SENIOR LEVEL SATU ELEMEN RACUN...

__ADS_1


...SIFAT : SANGAT SULIT UNTUK DIJELASKAN....


__ADS_2