KAISAR 12 ELEMEN

KAISAR 12 ELEMEN
CH 122 : Menetralkan Energi Yg Kacau


__ADS_3

Singkat cerita dimalam hari mereka sudah mengumpulkan semua mayat para prajurit kerajaan Xiao dipusat kota.


"Lapor Komandan, semua mayat sudah dikumpulkan!" Wolf melapor sambil memberi hormat.


"Bagus!, sekarang kalian semua cari semua masyarakat yang masih hidup, mungkin sekarang mereka sedang bersembunyi karena ketakutan, setelah kalian menemukan mereka, obati yang terluka dan atur tempat tinggal untuk yang selamat!" perintah Evan kepada Wolf


"Baik komandan!"


Satu per satu ketua dari kelompok masing-masing melapor pada Evan, dan Evan pun memberi perintah dan tugas untuk mereka masing-masing.


Setelah beberapa saat semua hal sudah terselesaikan, dan kini tinggal Evan, Sea Lin, dan teman-teman lainnya melakukan tugas mereka masing-masing.


Evan dan Sea Lin sudah bersiap untuk menyerap semua mayat yang sudah terkumpul dan teman-teman yang lainnya akan mengawasi Evan dan Sea Lin.


"Ayo Sea Lin!" ajak Evan, Sea Lin mengangguk dan mengikuti Evan.


Tumpukan mayat dibagu menjadi dua dan tentunya tumpukan mayat Evan jauh lebih banyak.


Evan berdiri dan kemudian duduk bersila ditengah-tengah tumpukan mayat begitu juga dengan Sea Lin. kemudian Evan dan Sea Lin menyerap semua tumpukan mayat tersebut.


Teman-teman Evan hanya diam melihat (mengawasi) Evan dan Sea Lin.


"SERAP !" seru Evan yang mulai menyerap mayat-mayat tersebut begitu juga dengan Sea Lin.


Perlahan-lahan tubuh mayat-mayat tersebut mulai terkikis, pertama-tama mayat-mayat tersebut menjadi tua dan kemudian disusul dengan kulit, daging, hingga tulang yang berubah menjadi aura spiritual berwarna hitam kenerah-merahan.


"Mayat-mayat ini jauh lebih banyak dari yang terakhir kali aku serap sebelumnya, energi ini sangat pekat dan kental, mungkin malam ini aku bisa menembus dua level. jadi aku akan naik ditingkat jenderal level delapan!" pikir Evan sambil menyerap mayat-mayat tersebut.

__ADS_1


Dalam beberapa jam semua mayat telah dibersihkan bahkan tidak menyisakan darah dan tulang di atas tanah, hanya tinggal tersisa pakaian dan zirah (armor) perang mereka.


Sekarang Evan dan Sea Lin hanya tinggal menetralkan semua energi spiritual kegelapan yang kacau yang mereka serap.


Beberapa saat kemudian Sea Lin berhasil membuat terobosan tingkatan ke tingkat jenderal, namun Sea Lin masih belum selesai, karena energi kegelapan yang kacau masih sangat banyak tersimpan dalam tubuhnya.


Sekarang, Kini giliran Evan yang meningkatkan levelnya sebanyak dua level sekaligus, dan kini Evan telah berada ditingkat jenderal level delapan.


"Lumayan, sekarang hanya tinggal dua level lagi untuk naik ke tingkat kaisar!" batin Evan dengan kedua tangan mengepal dengan kuat.


Dan kemudian disusul lagi dengan Sea Lin yang berhasil meningkatkan levelnya, dan sekarang Sea Lin telah berada ditingkatan jenderal level dua.


"Haaaa haahh...." Sea Lin membuka matanya dan mengatur nafasnya dengan perlahan setelah selesai bermeditasi untuk menyerap energi yang kacau didalam tubuhnya.


Sea Lin menoleh melihat ke arah Evan yang masih belum bangun dari meditasi penyerapannya.


"Sea..!, Seaaa..........." Tang Chen memanggil dengan pelan, Sea Lin mendengarnya dan menoleh ke arah teman-temannya yang sengaja sedang berkumpul untuk mengawasi dan menjaga Sea Lin dan Evan ketika sedang bermeditasi.


Sea Lin berdiri dan menghampiri mereka. Chu Xian langsung menghadap didepan Sea Lin.


"Sea Lin, apa kamu tidak apa-apa?" tanya Chu Xian khawatir.


"Aku baik-baik saja, bagaimana dengan yang lainnya?"


"Kami semua baik-baik saja." jawab Luo Bai.


"Hmmm...!?, auramu..., kau sudah berada ditingkat jenderal!?" tanya Tang Chen terkejut.

__ADS_1


Begitu juga teman-teman yang lain juga terkejut setelah mendengar ucapan dari Tang Chen.


Sea Lin hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Sial!, aku jadi iri dengan kamu dan Evan yang menjadi seorang spiritualis kegelapan, hanya dalam satu hari sudah meningkat jauh begitu banyak, sangat luar biasa!" ucap Tang Chen mengagumi.


"Kau salah, kami seorang spiritualis kegelapan juga mengalami hal yang sangat menyakitkan, yaitu ketika kami harus mengontrol niat membunuh kami dan juga sifat kebencian kami agar kami tidak kehilangan akal kami ketika bertarung, jika kami hilang akal (kontrol) maka kami spiritualis kegelapan akan dikuasai oleh iblis didalam hati kami yang membuat kami tidak ingin berhenti untuk membunuh!. Dan lagi pula kami spiritualis kegelapan adalah Tabu (larangan) diseluruh daratan!" ucap Sea Lin.


Mendengar itu mereka pun akhirnya mengerti kalau disamping kekuatan yang luar biasa maka ada penderitaan yang luar biasa pula.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Evan pun telah selesai menetralkan seluruh energi spiritual kegelspan yang kacau didalam tubuhnya.


"BOOMM !!" terjadi ledakan terobosan yang telah dilakukan oleh Evan, Evan berdiri dengan tegak sambil mengepal kedua tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


......................


......................


......................

__ADS_1


__ADS_2