
Evan pun mulai berlatih dalam formasi, formasi tersebut pun mulai menyerap dan mengumpulkan energi spiritual yang ada disekitarnya, bahkan sampai energi sejauh beberapa mil dari letak formasi ikut terserap kedalam formasi.
Tekanan yang dirasakan evan mulai terasa, namun itu hanya baru permulaan. Hingga tujuh hari berlalu, Energi yang terserap dan dikumpulkan oleh Evan terasa sangat tebal hingga memancing banyak monster hewan spiritual yang berdatangan.
Harimau putih yang menjaga Evan terus bertarung habis-habisan dengan para monster hewan yang datang.
Diwaktu yang sama, Jenderal Tong yang jatuh ke tempat yang berbeda dengan Evan, merasakan energi spiritual yang sangat kuat dari formasi hingga membuatnya datang kesana.
"Energi apa ini, auranya sangat kuat!, apa ada benda hebat muncul? aku harus pergi kesana untuk melihatnya!" ucap jenderal tong yang merasakan energi formasi dari kejauhan.
Diwaktu yang sama Evan sudah selesai mengumpulkan energi dan hanya tinggal menyerap kedalam tubuhnya saja. "kira-kira dengan energi aura spiritual sebesar ini aku akan meningkat sampai mana?" gumam Evan.
"HISAP !!"
Evan menghisap seluruh energi yang terkumpul namun itu juga memerlukan waktu, Evan terus menyerap energi spiritual itu sedangkan Harimau Putih terus bertarung.
Jenderal Tong sedikit lagi hampir tiba, Evan terus menyerap energinya dengan secepat mungkin namun disaat terakhir energi tersebut memberontak dan energi spiritual itu membentuk aura seekor Naga Emas.
Evan yang melihat itu langsung bangkit berdiri dan menjulurkan tangannya. "Energi sialan jangan memberontak !!"
Evan terus berusaha untuk menaklukan naga emas tersebut dengan susah payah.
Namun diwaktu yang sama jenderal tong telah sampai ketempatnya, dan Jenderal Tong terkejut melihat banyak sekali hewan monster dan juga seekor Naga Emas. namun setelah Tenderal Tong lebih teliti melihat dia menyadari adanya evan yang sedang berusaha menyerap energi naga tersebut.
"Ternyata kau berada disini Evan, baguslah aku tidak perlu mencarimu lagi aku akan membunuhmu sekarang juga!!" Jenderal Tong menyerang menuju evan.
__ADS_1
Namun Jenderal Tong dihadang oleh Harimau Putih dan seketika pun Jenderal Tong undur kembali beberapa langkah.
"Harimau putih tahan dia sebentar lagi!" teriak Evan memerintah harimau putih sambil terus berusaha menyerap energi dari Naga Emas tersebut.
Harimau Putih mendengar perintah evan dan mencoba menahan Jenderal Tong bersamaan dengan menahan para monster hewan spirit lainnya.
Harimau putih terus bertarung melawan mereka hingga ia kewalahan dan lengah, akibat kelengahan itu jenderal tong berhasil melewatinya dan menuju menyerang Evan.
"HI-SAP !!" Evan berhasil menyerap energi spiritual dari Naga Emas tersebut. hingga menyababkan cahaya yang sangat terang yang bersamaan dengan sebuah ledakan terobosan.
Melihat itu jenderal mundur kembali, Asap yang disebabkan ledakan tersebut membuat pertarungan berhenti dan asap pun mulai menyebar dan memudar.
"Greep..!" terlihat Evan mengepal tangannya. Tenderal Tong terus memperhartikan dengean serius sambil mengerutkan dahinya.
"Akhirnya selesai !, tingkat Jenderal level 5!" ucap Evan sambil mengepalkan tangannya.
Melihat Evan yang sudah memiliki sayap aura, Jenderal Tong terkejut takut. Evan yang terbang melihat jenderal tong berada dibawah.
Menyadari kalau Evan sudah tau keberadaannya, Jenderal Tong mencoba untuk kabur dengan terbang secepat ia bisa.
"Heh, ingin mencoba kabur? jangan harap!" kata Evan melihat Jenderal Tong yang sedang terbang kabur.
"Langkah kilat surgawi!" dalam sekejap mata Evan sudah berada dihadapan jenderal tong, dan Evan pun memukulnya dengan keras hingga membuat jenderal tong terpental melesat hingga menghancurkan beberapa pohon.
Akibat pukulan Evan jenderal Tong terluka sangat parah hingga beberapa tulangnya patah dan kesulitan untuk bangkit berdiri.
__ADS_1
Namun dalam sekejab mata lagi Evan sudah langsung berada dihadapannya, Evan mencekik leher jenderal tong dan mengangkatnya hingga nembuat jenderal tong tidak bisa bernafas.
Sayap garuda 6 warna milik Evan pun berubah menjadi hitam, terlihat mata evan ikut menghitam dan mengeluarkan aura kegelapan seperti mata iblis. tatapan mata Evan penuh dengan aura ingin membunuh yang menakutkan.
Evan memperkuat cengkraman cekikannya. "kau menghancurkan Sekte Matahari Merahku, membunuh murid-murid Sekte Matahari Merahku, membunuh para Tetua. kau pantas mati dengan menggenaskan tanpa mayat!!"
"Aaaakhh...!!" teriak Jenderal Tong.
Evan menyerap aura, tubuh dan jiwa Jenderal Tong hingga tak ada yang tersisa dan hanya tinggal tersisa pakaiannya saja.
"sangat melezatkan!" ucap Evan menikmati santapannya. setelah itu Evan kembali ketempatnya semula dan melihat Harimau Putih yang sudah terluka parah akibat melindunginya namun masih bertarung.
Evan menghampiri harimau putih dan mengelusnya. "kau istirahatlah, kau sudah bersusah payah melindungiku hingga terluka seperti. sekarang biarkan aku yang melindungimu dan membereskan mereka!."
Evan maju dan sayap Aura miliknya berubah warna lagi ke warna merah terang, Evan mengeluarkan pedangnya "Pedang kobaran api, Tebasan api pemusnah!!."
Evan mengayunkan putarkan pedangnya hingga menciptakan serangan yang membuat semua hewan monster yang berada paling dekat paling dekat dengan evan tertebas dan terbakar habis.
Melihat itu para Hewan monster yang masih hidup pun berlari ketakutan, namun naas mereka sudah terlambat untuk kabur. Evan mengejar mereka dan menghabisi mereka hingga tak ada yang tersisa dan kabur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
__ADS_1
......................